Rabu, 28 Agustus 2019

Manajemen produksi: Definisi, fungsi, ruang lingkup, dan aspek-aspek yang terdapat didalamnya

Definisi Manajemen Produksi

Secara umum, definisi manajemen produksi adalah mengatur segala bentuk bahan mentah menjadi suatu barang yang memiliki nilai jual tinggi daripada sebelumnya.

Manajemen produksi merupakan hal yang penting bagi kinerja perusahaan karena dengan adanya manajemen tersebut maka segala kegiatan yang berkaitan dengan produksi akan berjalan dengan efisien dan efektif. Disisi lain, seseorang harus mengeluarkan budget yang tidak sedikit untuk dapat melakukan manajemen produksi ini.

Kegiatan utama yang dapat dilakukan dalam manajemen produksi adalah meningkatkan produktivitas, menggunakan simbiosis industri, melindungi para pegawai dari ancaman bahaya yang berbentuk fisik serta menghilangkan segala material yang dapat membahayakan para pegawainya.

Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang membutuhkan budget besar. Selain itu, peraturan buruh dan hambatan-hambatan lainnya juga dapat menambah budget yang dikeluarkan semakin besar. Oleh sebab itu, seorang manajer harus dapat memanfaatkan teknologi dan membentuk sistem yang ideal. Tujuannya adalah untuk meminimalisir dana yang akan dikeluarkan.

Baca juga: Manajemen Pendidikan: Definisi, ruang lingkup dan tujuan manajemen pendidikan

Definisi Manajemen Produksi Menurut Para Ahli

Berikut adalah definisi manajemen produksi yang pernah dijelaskan oleh beberapa ahli yang bergerak dibidang manajemen. Simak penjelasannya dibawah ini:

1. Handoko
Definisi manajemen produksi dan operasional menurut pendapat Handoko (1999:3) adalah mengusahakan agar segala sumber daya yang dimiliki dapat digunakan secara optimal. Sumber daya tersebut dapat berupa faktor produksi, sumber daya manusia itu sendiri, alat atau mesin, bahan mentah dan lain-lain.

2. Sofyan Assauri
Definisi manajemen produksi menurut pendapat Sofyan Assauri (2008:19) adalah kegiatan yang menekankan kepada adanya pengaturan terhadap sumber daya yang akan digunakan, baik berupa SDM atau Sumber Daya Manusia, sumber daya alat, sumber daya dana dan lain sebagainya. Kegiatan tersebut dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

3. Heizer dan Reider
Definisi manajemen produksi menurut pendapat Heizer dan Reider (2011:4) adalah seluruh kegiatan yang dapat memberikan input atau output tertentu.

Baca juga: Manajemen File: Definisi, manfaat, fungsi dan pembahasan lengkap tentang manajemen file

Fungsi Manajemen Produksi

Dari penjelasan sebelumnya kita dapat mengetahui bahwa manajemen produksi tidak selalu berkaitan dengan produksi itu sendiri namun ada banyak hal yang juga terlibat dan masuk kedalam manajemen produksi.

Berikut adalah fungsi manajemen produksi yang pernah dijelaskan oleh Sofian Assauri (2004:22). Simak penjelasannya dibawah ini:

1. Perencanaan
Seorang manajer akan merencanakan kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam waktu atau periode tertentu. Rencana yang akan dilakukan harus diperhatikan sebaik-baiknya karena hal itu dapat berdampak pada biaya produksi.

2. Proses pengolahan
Fungsi ini juga tak kalah pentingnya bagi manajemen produksi. Pengolahan merupakan cara untuk mengolah pemasukan atau (input).

3. Jasa Penunjang
Jasa penunjang merupakan sarana yang digunakan sebagai pengolahan. Dengan adanya jasa ini maka diharapkan dapat membentuk suatu pasar persaingan sempurna, yang artinya setiap perusahaan dapat bersaing sehat dengan apa yang dimilikinya.

4. Pengendalian atau pengawasan
Fungsi ini dapat menjamin terjadinya kesesuaian antara kegiatan yang dilakukan dan rencana yang sudah ditentukan sebelumnya. Selain itu, dengan adanya fungsi pengendalian dan pengawasan ini maka reputasi yang dimiliki perusahaan dapat meningkat.

Baca juga: Administrasi Pendidikan: Definisi, tujuan, fungsi dan ruang lingkup serta pembahasan lengkapnya

Ruang Lingkup Manajemen Produksi

Berikut adalah beberapa hal yang menjadi ruang lingkup dari manajemen produksi. Simak penjelasannya dibawah ini:

1. Kebijakan yang berkaitan dengan desain
Hal-hal yang meliputi dalam kebijakan ini umumnya bersifat jangka panjang seperti:
Lokasi pabrik yang sesuai dengan jenis produksi dan lain sebagainya
Desain suatu produk
Desain kegiatan tertentu
Desain metode dan teknologi pengolahan
Desain suatu organisasi tertentu
Serta desain yang berkaitan dengan deskripsi pekerjaan atau spesifikasi pekerjaan

2. Kebijakan yang berkaitan dengan transformasi
Berbeda dengan kebijakan sebelumnya, kebijakan ini lebih bersifat jangka pendek. Hal-hal yang masuk kedalam kebijakan ini adalah:
Jadwal produksi yang harus dilakukan
Shift kerja
Anggaran yang dibutuhkan dalam kegiatan produksi
Adanya jadwal mengenai kapan penyerahan masukan dan penyerahan keluaran yang harus dilakukan

3. Kebijakan yang berkaitan dengan perbaikan
Umumnya, kebijakan ini memiliki sifat yang berkesinambungan sehingga seorang manajer harus mampu melakukannya secara rutin. Hal-hal yang masuk kedalam kebijakan ini yaitu:
Perbaikan terhadap mutu input atau keluaran
Keefektifan dan keefisienan dalam sistem yang dilakukan oleh karyawan perusahaan
Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM)
Menjaga fasilitas atau sarana kerja
Dan lain-lain

Aspek - aspek Manajemen Produksi

Terdapat 3 aspek yang meliputi manajemen produksi, yaitu:
1. Produksi yang telah direncanakan sebelumnya
2. Produksi yang dapat dikendalikan secara optimal
3. Produksi yang selalu diawasi

Demikian penjelasan porosilmu.com mengenai definisi, fungsi, ruang lingkup, dan aspek-aspek yang terdapat didalamnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya. Terimakasih telah membaca.


Loading...