Standard Operating Procedure (SOP): Definisi, tujuan dan manfaat, fungsi serta prinsip SOP

Standard Operating Procedure (SOP): Definisi, tujuan dan manfaat, fungsi serta prinsip SOP

Definisi Standard Operating Procedure (SOP)

Secara umum, definisi SOP adalah dokumen yang berisi segala prosedur kerja yang harus dilakukan dengan sistemastis dan kronologis. Mengapa demikian? karena hal tersebut dapat membuat kegiatan yang sedang kita jalankan dapat berjalan secara efektif.

Istilah SOP mungkin sudah tidak asing lagi bagi pihak yang berada dalam sektor industri. Bagaimana tidak, pasalnya usaha yang mereka jalankan harus berdasarkan atas standar operasional prosedur yang ada, mulai dari sistem kerjanya, tata kerja dan lain sebagainya.

Baca juga: Manajemen Industri: Definisi, kategori, sejarah serta pendidikan dalam manajemen industri

Definisi SOP Menurut Para Ahli

Berikut adalah definisi Standard Operating Procedure (SOP) yang pernah dikemukakan oleh beberapa ahli seperti Moekijat, Sailendra, Istyadi Insani dan Tjipto Atmoko. Simak masing-masing penjelasannya dibawah ini:

1. Moekijat
Definisi Standard Operating Procedure (SOP) menurut pendapat Moekijat yaitu langkah-langkah yang harus diperhatikan seperti bagaimana cara melakukannya, dimana letaknya, siapa yang melakukannya dan masih banyak lainnya.

2. Sailendra
Definisi Standard Operating Procedure (SOP) menurut pendapat Sailendra adalah panduan yang dapat digunakan untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan sudah benar dan berjalan lancar.

3. Istyadi Insani
Definisi Standard Operating Procedure (SOP) menurut pendapat Istyadi Insani adalah instruksi yang didalamnya terdapat proses penyelenggaraan administrasi perkantoran seperti cara dalam melakukan usaha, waktu pelaksanaannya bagaimana, tempat pelaksanaannya dimana serta siapa aktor yang berperan didalamnya.

4. Tjipto Atmoko
Definisi Standard Operating Procedure (SOP) menurut pendapat Tjipto Atmoko adalah pedoman atau acuan yang dapat digunakan untuk melakukan suatu kegiatan usaha. Pelaksaannya tersebut haruslah sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja instansi pemerintah maupun yang tidak dan lain sebagainya.

Baca juga: Administrasi Publik: Definisi, fungsi, tujuan beserta pembahasan lengkap

Tujuan Standard Operating Procedure (SOP)

Tahukah anda bahwa tujuan utama dari SOP adalah kualitas pekerjaan menjadi lebih sistematis dan lebih baik dari sebelumnya. Selain itu, SOP juga dapat memberikan informasi mengenai kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan. Tidak hanya itu, simak tujuan lainnya dibawah ini:

Konsistensi kinerja dapat dijaga dengan baik
SOP dapat dijadikan sebagai pedoman atau acuan untuk melakukan kegiatan usaha
Dengan adanya SOP maka kita dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam kegiatan

Dapat menilai bagaimana pelayanan yang telah diberikan sebelumnya
Segala sumber daya dapat dijamin tingkat keefektivitasan dan keefisienannya
SOP dapat memberikan serangkaian prosedur mengenai alur kerja, wewenang, tanggung jawab dan lain sebagainya

SOP dapat digunakan dalam kegiatan pelatihan kerja
Dan lain-lain

Manfaat Standard Operating Procedure (SOP)

Merujuk pada penjelasan diatas bahwa SOP dapat dijadikan sebagai pedoman atau acuan dalam melakukan suatu kegiatan. Dibawah ini adalah beberapa manfaat yang bisa dirasakan apabila kita memiliki Standard Operating Procedure (SOP) ini, yaitu:

Dengan adanya SOP maka kita dapat meminimalisir terjadinya kesalahan yang terjadi pada pegawai
Dapat melatih para pegawainya agar tidak tergantung pada adanya campur tangan manajemen
Dapat menjadikan para pegawainya lebih mandiri

Meningkatkan akuntanbilitas
Dapat dijadikan sebagai acuan untuk melkaukan evaluasi terhadap kinerja para pegawai
Dapat menjadikan para pegawainya lebih mudah untuk beradaptasi
Fungsi Standard Operating Procedure (SOP)
Berikut adalah beberapa fungsi SOP yang harus anda ketahui, yaitu:

Pekerjaan dapat dilakukan dengan mudah oleh para pegawainya
Apabila terjadi hal-hal yang menyimpang maka SOP dapat dijadikan sebagai dasar hukum yang kuat
SOP dapat memberikan informasi mengenai hambatan yang akan terjadi pada para pegawainya

Dengan adanya SOP maka para pegawai dapat menjaga sikap kedisiplinannya
Prinsip-prinsip Standard Operating Procedure (SOP)

SOP memiliki beberapa prinsip seperti konsistensi, komitmen, perbaikan berkelanjutan, mengikat dan lain sebagainya. Berikut adalah masing-masing penjelasannya:

1. Konsistensi
Dari penjelasan diatas kita tahu bahwa SOP dapat dijadikan sebagai acuan dalam bekerja, oleh sebab itu pelaksanaannya pun harus dilakukan secara konsisten.

2. Komitmen
Selain konsisten maka seseorang juga perlu melakukan kegiatan tersebut dengan penuh komitmen. Hal ini berlaku pada semua pegawai dan petinggi-petinggi perusahaan.

3. Perbaikan berkelanjutan
Pada umumnya, SOP bersifat terbuka terhadap penyempurnaan, hal tersebut bertujuan agar prosedur dapat dilakukan secara efisien dan efektif.

4. Mengikat
Dalam pelaksanaannya, SOP tidak hanya bersifat dinamis melainkan juga mengikat, hal tersebut berlaku untuk siapa saja. Segala macam kegiatan harus diselesaikan sesuai dengan prosedur SOP.

5. Memiliki peran penting
Dari penjelasan sebelumnya kita tahu bahwa SOP memiliki peran yang sangat penting bagi setiap pegawainya. Dengan demikian, apabila salah seorang pegawai tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik maka akan sangat berpengaruh pada kegiatan lainnya.

6. Terdokumentasi
Idealnya, segala prosedur SOP harus didokumentasi. Mengapa demikian? karena hal hasil dokumentasi tersebut bisa dijadikan sebagai referensi.

Baca juga: Manajemen: Definisi, fungsi, tujuan, unsur, jenis-jenis dan pembahasan lengkap

Mengapa SOP itu penting?

SOP merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perusahaan. Dengan adanya SOP maka perusahaan dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Walaupun bisnis yang sedang dijalankan sedang berkembang namun perusahaan harus tetap memperhatikan SOP yang ada.

Apabila perusahaan tidak memiliki SOP maka kegiatan perusahaan pun juga akan terhambat dan pastinya tidak akan berjalan secara efektif.

Demikian penjelasan porosilmu.com mengenai definisi, tujuan dan manfaat, fungsi serta prinsip SOP. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi semuanya. Terimakasih telah membaca.
Manajemen konflik: Definisi, tujuan dan manfaat, strategi dan bentuk manajemen konflik

Manajemen konflik: Definisi, tujuan dan manfaat, strategi dan bentuk manajemen konflik

Definisi Manajemen Konflik

Secara umum, definisi manajemen konflik adalah sebuah tindakan yang dilakukan oleh para pelaku konflik atau pihak tertentu. Tindakan tersebut bertujuan untuk dapat mengendalikan situasi atau kondisi perselisihan yang sedang terjadi.

Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa manajemen konflik merupakan suatu pendekatan yang menekankan pada suatu bentuk komunikasi dari beberapa pihak tertentu. Istilah konflik memang sudah tidak asing lagi bagi kita. Perubahan mungkin salah satu penyebab dari adanya konflik.

Baca juga: Administrasi Perkantoran: Definisi, fungsi, tujuan, ruang lingkup serta pembahasan lengkapnya

Definisi Manajemen Konflik Menurut Para Ahli

Berikut adalah definisi manajemen konflik yang pernah dikemukakan oleh beberapa para ahli, yaitu:

1. Howard Ross
Definisi manajemen konflik menurut pendapat Howard ross adalah sebuah langkah yang diambil untuk dapat mengendalikan perselisihan. Hasil dari langkah tersebut mungkin saja bisa menghentikan perselisihan bahkan tidak sama sekali.

2. Minery
Definisi manajemen konflik menurut pendapat beliau adalah suatu proses yang terjadi secara terus menerus hingga akhirnya tercapai suatu model yang berbentuk representatif dan ideal.

Tujuan Manajemen Konflik

Manajemen konflik bertujuan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan oleh pihak tertentu sehingga mereka dapat tetap fokus terhadap tujuan visi misinya. Selain itu, manajemen ini juga bertujuan untuk membangun rasa saling menghargai antar satu dengan yang lainnya serta meningkatkan tingkat kreatifitas sehingga organisasi tersebut dapat berkembang dengan baik.

Baca juga: Administrasi Negara: Definisi, tujuan, ruang lingkup, ciri-ciri beserta contoh administrasi negara

Manfaat Manajemen Konflik

Ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan setelah melakukan manajemen konflik ini, yaitu:

1. Evaluasi sistem
Dengan adanya konflik maka organisasi dapat melakukan evaluasi, apa yang menyebabkan terjadinya konflik tersebut, apa kekurangannya dan lain sebagainya. Dengan demikian, organisasi dapat berkembang ke arah yang lebih baik lagi.

2. Mengembangkan kompetensi
Dengan adanya pengembangan terhadap kompetensi organisasi ini maka penanganan manajemen konflik dapat dikatakan sangat baik. Mengapa demikian? karena hal tersebut dapat meningkatkan kemampuan organisasi dalam menghadapi segala konflik yang terjadi.

Strategi Manajemen Konflik

Stevin menyatakan bahwa ada 5 langkah atau strategi mendasar dalam manajemen konflik, yaitu:

1. Pengenalan
Pengenalan merupakan strategi awal dalam melakukan manajemen konflik. Kita dapat mengetahui apa yang sedang terjadi, pihak yang terlibat dalam perselisihan dan lain sebagainya. Pengenalan juga dapat disebut sebagai informasi awal yang harus kita ketahui.

2. Analisis
Apabila kita telah merasakan cukup terhadap informasi yang dikumpulkan maka langkah selanjutnya adalah menganalisa apa saja yang menjadi penyebab dari terjadinya konflik. Dalam langkah ini, metode merupakan hal yang paling penting.

3. Menyetujui solusi
Setelah menganalisis masalah perselisihan tersebut maka kita dapat melanjutkan ketahap selanjutnya yaitu menentukan solusi yang terbaik untuk konflik tersebut. Langkah ini, idealnya harus dilakukan oleh beberapa pihak tertentu. Dengan kata lain, sebuah solusi harus berasal dari adanya kesepakatan bersama.

4. Pelaksanaan
Setelah kesepakatan telah ada maka langkah selanjutnya adalah penerapan atau merealisasikan hasil dari solusi yang telah disepakati bersama yang dilakukan oleh semua pihak. Pastikan bahwa solusi tersebut tidak akan menimbulkan masalah-masalah baru lagi.

5. Evaluasi
Evaluasi merupakan langkah akhir dari manajemen konflik. Dengan adanya sistem evaluasi maka kita dapat mengetahui apakah kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya sudah berjalan efektif dan efisien.

Baca juga: Manajemen Waktu: Definisi, manfaat, fungsi, tujuan beserta pembahasan lengkapnya

Bentuk - bentuk Manajemen Konflik

Dawn M. Baskerville mengatakan bahwa bahwa ada 6 bentuk dari manajemen konflik, yaitu menghindari, akomodasi, kompromi, bersaing, kolaborasi dan mengkombinasi. Berikut adalah masing-masing penjelasannya.

1. Menghindari (avoiding)
Pada umumnya, seseorang atau kelompok akan menghindari terjadinya konflik. Avoiding merupakan bentuk yang paling efektif untuk dilakukan karena hal tersebut dapat meminimalisir kemungkinan-kemungkinan yang dapat menimbulkan konflik.

2. Akomodasi (accommodating)
Dalam hal ini, segala pendapat yang dikemukakan oleh semua pihak yang ikut terlibat dalam perselisihan akan dikumpulkan menjadi satu kesatuan. Dengan demikian maka kita dapat mencari solusi dengan cara tetap mengutamakan kepentingan dari salah satu pihak tertentu saja.

Hal yang sangat disayangkan pada bentuk ini adalah masih timbul rawan konflik dan harus dievaluasi secara berkala.

3. Kompromi (Compromising)
Bentuk yang satu ini berbanding terbalik dengan bentuk sebelumnya. Didalam sebuah kompromi terdapat saling menghargai antar kepentingan dan pendapat yang satu dengan lainnya. Selain itu, pihak yang terlibat juga dapat melakukan negosiasi dan mencari solusi secara bersama-sama.

Kompromi merupakan bentuk manajemen konflik yang dapat menghasilkan suatu jalan keluar dengan baik tanpa menimbulkan perselisihan lainnya.

4. Persaingan (competing)
Bentuk yang satu ini lebih menekankan kepada adanya arahan terhadap pihak lain untuk melakukan persaingan dan harus memenangkan tujuan yang dimilikinya.

Dalam bentuk ini pastinya akan ada istilah menang dan kalah. Bentuk competing sering dianggap sebagai strategi cadangan dalam melakukan manajemen konflik, hal ini dikarenakan kurang efektifnya strategi tersebut.

5. Kolaborasi (collaborating)
Sesuai dengan namanya, para pihak yang terlibat dalam perselisihan akan melakukan kerjasama untuk membentuk suatu solusi. Solusi tersebut juga harus memperhatikan kepentingan-kepentingan pihak lainnya.

6. Kombinasi (Conglomeration)
Bentuk ini cenderung akan mengkombinasikan seluruh bentuk manajemen konflik  sehingga dalam pelaksanaannya seringkali membutuhkan tenaga yang besar.

Demikian penjelasan porosilmu.com mengenai definisi, tujuan dan manfaat, strategi dan bentuk manajemen konflik. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya dan terimakasih telah membaca.
Manajemen Industri: Definisi, kategori, sejarah serta pendidikan dalam manajemen industri

Manajemen Industri: Definisi, kategori, sejarah serta pendidikan dalam manajemen industri

Definisi Manajemen Industri

Secara umum, definisi manajemen industri adalah sebuah proses yang mencakup perencanaan, organisasi, pengontrolan, pengaturan dan lain-lain. Tujuannya adalah agar target yang telah direncanakan oleh industri tertentu dapat diwujudkan dan dilakukan secara efektif dan efisien.

Dengan kata lain, manajemen industri memiliki kemampuan untuk menentukan arah industri melalui berbagai macam proses yang telah disebutkan diatas. Selain itu, ada pula pemenuhan fungsi yang dilakukan agar target usaha dapat dicapai secara maksimal dan skill atau keterampilan yang dibutuhkan untuk mengontrol Sumber Daya Manusia (SDM), pasar dan lain sebagainya.

Dari penjelasan tersebut akhirnya kita dapat mengambil kesimpulan bahwa manajemen industri ini sangat memegang prinsip kerjasama antar satu dengan yang lainnya. Sumber daya sangat penting dalam manajemen industri ini.

Baca juga: Manajemen Waktu: Definisi, manfaat, fungsi, tujuan beserta pembahasan lengkapnya

Kategori Manajemen Industri

Pada umumnya, manajemen industri dapat dibagi menjadi 2 kategori yaitu manajemen secara vertikal dan horizontal. Simak penjelasannya dibawah ini:

1. Tingkat manajemen secara vertikal
Dalam tingkat ini, manajemen akan dipecah lagi hingga menjadi bagian terkecil seperti:

(Top management / corporate): Manajemen puncak atau sering juga kita sebut sebagai Chief Executive Officer (CEO). Pada umumnya, CEO akan bertugas untuk membuat kebijakan strategis dalam jangka waktu tertentu.
(Middle management / Business): Manajemen menengah juga sering disebut sebagai divisional manager. Tugas seorang manajer dalam manajemen ini adalah untuk mengatur perencanaan dan penyelenggaraan suatu kegiatan.

(First Line Management / Fungsional): Manajemen bawah sering disebut sebagai functional manager. Berbeda dengan jenis manajemen lainnya, manajemen ini memiliki pihak-pihak tertentu didalamnya seperti supervisor dan mandor. Tugasnya adalah untuk mengkoordinasikan pekerjaan yang telah direncanakan sebelumnya.

2. Tingkat manajemen secara horizontal
Tingkat manajemen ini juga terdiri dari beberapa bagian yaitu administrasi, akuntan, keuangan, personalia, produksi, litbang. Berikut adalah masing-masing penjelasannya:

Administrasi: Seseorang yang terlibat dalam kegiatan administrasi ini akan bertanggung jawab dalam hal pengarsipan, pembuatan, ekspedisi dan lain-lain.
Akuntan: Ketika seseorang terlibat dalam hal tersebut maka ia harus dapat mencatat semua transaksi keuangan mulai dari pemasukan hingga pengeluaran. Tak hanya itu, bagian ini juga akan bertanggung jawab atas laporan kerugian dan keuntungan yang diterima oleh sebuah perusahaan.

Keuangan: Sesuai dengan namanya, segala dana yang dimiliki harus dikelola dengan baik agar tujuan organisasi dapat dicapai sesuai dengan target yang telah ditentukan.
Personalia: Bagian ini menekankan kepada adanya sumber daya manusia (SDM) seperti bagaimana prestasi yang dimiliki oleh para pegawainya, pelatihan, promosi dan lain sebagainya.

Produksi: Bagian ini sangat berhubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan hingga pengontrolan pada produksi itu sendiri. Contoh yang dapat kita temui adalah memproduksi bahan baku menjadi barang yang memiliki nilai jual yang tinggi.
Litbang: Berbeda dengan yang lainnya, bagian ini bertugas untuk meneliti bagaimana keadaan pasar, pengembangannya, persaingannya dan lain-lain.

Baca juga: Administrasi Negara: Definisi, tujuan, ruang lingkup, ciri-ciri beserta contoh administrasi negara

Sejarah dan Perkembangan Manajemen Industri

Tahukah anda bahwa manajemen industri ini merupakan perkembangan dari manajemen pabrik? Keduanya memiliki perbedaan yang signifikan, yaitu manajemen teknik/teknis. Dalam pelaksanaannya, manajemen industri dapat menyelesaikan segala masalah yang berkaitan dengan organisasi pabrik, perkantoran, keuangan dan lain-lain.

MIT School of Management Industry yang dibentuk pada tahun 1952 memiliki peran yang besar dalam perkembangan manajemen industri itu sendiri. Pada 1964 tempat tersebut diubah menjadi MIT Sloan School of Management. Tujuannya adalah untuk memberikan ilmu serta membentuk manajer yang ideal melalui program pascasarjana.

Baca juga: Administrasi Perkantoran: Definisi, fungsi, tujuan, ruang lingkup serta pembahasan lengkapnya

Pendidikan Manajemen Industri

Seiring dengan perkembangan jaman, lembaga pendidikan yang didirikannya pun semakin banyak. Ilmu dibidang manajemen industri ini sangat penting bagi seseorang yang ingin atau bahkan sudah memiliki bisnis tertentu karena didalamnya ilmu tersebut akan memberikan pengetahuan terhadap kondisi yang terjadi, bagaimana pertumbuhannya, masalah yang terjadi pada operasional bisnis dan lain sebagainya.

Ada banyak pilihan bagi mereka yang telah lulus dalam manajemen industri ini seperti mengikuti program pelatihan kepemimpinan dalam organisasi atau memilih untuk menjadi analisis operasional, penyelia produksi, analisis sumber strategis dan analisis bisnis software.

Berikut adalah jurusan manajemen yang harus anda ketahui, yaitu analytical consulting, ilmu komputer, ekonomi, teknik, rekayasa keuangan, sistem informasi manajemen, manufaktur dan jasa manajemen operasi, operasi dan supply chain management, metode kuantitatif, statistik dan ilmu (biologi, kimia, matematika, fisika, bumi, atmosfer dan planetary sciences).

Demikian penjelasan porosilmu.com mengenai definisi, kategori, sejarah serta pendidikan dalam manajemen industri. Semoga artikel ini dapat memebrikan manfaat bagi semuanya. Terimakasih telah memebaca.
Administrasi Perkantoran: Definisi, fungsi, tujuan, ruang lingkup serta pembahasan lengkapnya

Administrasi Perkantoran: Definisi, fungsi, tujuan, ruang lingkup serta pembahasan lengkapnya

Definisi Administrasi Perkantoran

Secara umum, definisi administrasi perkantoran adalah sejumlah kegiatan rutin yang dijalankan oleh organisasi tertentu, kegiatan tersebut mencakup bagaimana data dan informasi diolah menjadi suatu acuan untuk mewujudkan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Apabila kita melihatnya dari sisi definisi etimologis maka definisi administrasi perkantoran merupakan istilah yang diambil dari bahasa latin yaitu “Ad” atau intensif dan “Ministrare” atau membantu, melayani dan sebagainya.

Mari kita lihat pengertian administrasi perkantoran dalam arti sempit dan luas dibawah ini. Pengertian administrasi perkantoran dalam arti sempit yaitu kegiatan yang menekankan pada hal-hal yang bersifat lebih teknis dan memiliki sejumlah peranan tertentu didalamnya.

Sedangkan pengertian administrasi perkantoran dalam arti luas yaitu kegiatan yang meliputi berbagai macam hal yang masih berkaitan dengan ruang lingkup kantor dan tata usaha. Kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan perencanaan, pengarahan, penyelenggaraan, mengorganisir serta mengawasi.

Baca juga: Analisis Data: Definisi, tujuan, jenis-jenis serta prosedur dan pembahasan lengkap

Definisi Administrasi Perkantoran Menurut Para Ahli

Berikut adalah definisi administrasi perkantoran yang pernah dijelaskan oleh beberapa para ahli, antara lain:

1. Edwin Robinson dan William Leffingwell
Definisi administrasi perkantoran menurut pendapat Edwin Robinson dan William Leffingwell merupakan turunan dari sebuah ilmu dan seni manajemen. Manajemen yang dimaksud adalah manajemen yang memiliki hubungan dengan suatu operasional tugas kantor.

2. George Terry
Definisi administrasi perkantoran menurut pendapat George Terry adalah berbagai macam kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan, pengendalian dan pengorganisasian terhadap pekerjaan yang berada di wilayah kantor serta menjadikannya sebagai motivasi sehingga mereka dapat mewujudkan tujuan yang telah ditentukan.

3. Suparjati
Definisi administrasi perkantoran menurut pendapat Suparjati adalah sebuah proses yang melibatkan sejumlah orang untuk melakukan kerjasama dalam wilayah kantor agar tujuan yang telah ditentukan sebelumnya dapat diwujudkan.

4. Arthur Granger
Menurut pendapat beliau, administrasi perkantoran berfungsi sebagai tata pelaksana antara komunikasi dan pelayanan.

5. William Spriegel dan Ernest Daview
Definisi administrasi perkantoran menurut pendapat William Spriegel dan Ernest Daview adalah pemberian yang mengacu pada hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan operasional seperti halnya transportasi, manufaktur, produksi, pengelolaan gudang serta pemasaran.

Baca juga: Manajemen: Definisi, fungsi, tujuan, unsur, jenis-jenis dan pembahasan lengkap

Tujuan Administrasi Perkantoran

Dari penjelasan sebelumnya kita tahu bahwa tujuan umum dari adanya administrasi perkantoran ini adalah untuk memperoleh tujuan secara efektif dan se-efisien mungkin. Selain itu, tujuan-tujuan lainnya dapat kita lihat dibawah ini:

Memenuhi syarat dari segi teknis, yaitu hal-hal yang memiliki sejumlah manfaat serta daya guna tertentu.
Memenuhi syarat dari segi ekonomis, yaitu harga yang telah sesuai dengan yang seharusnya.

Memenuhi syarat dari segi psikologis, yaitu memberikan kepuasan.
Memberikan informasi lengkap sehingga segala tugas organisasi dapat dilakukan dengan efektif dan efisien.

Mengawasi segala kegiatan yang dilakukan didalam wilayah kantor seperti standar kualitas, deadline, prosedur dan lain sebagainya.
Untuk membuat kebijakan.

Untuk dapat mengevaluasi kinerja yang dimiliki oleh para karyawannya.
Memberikan pelatihan terhadap para karyawannya.

Untuk membuat laporan yang berkaitan dengan kegiatan produksi, pengiriman dan lain-lain.
Menyelenggarakan kegiatan perekrutan anggota karyawan baru.
Untuk menjalin komunikasi yang efektif antara pimpinan dengan pegawai

Baca juga: Administrasi  Publik: Definisi, fungsi, tujuan beserta pembahasan lengkap

Ruang Lingkup Administrasi Perkantoran

Dari penjelasan diatas kita dapat mengetahui bahwa tugas dari seorang administrator itu memiliki banyak tanggung jawab yang besar seperti sarana dan prasarana, mengawasi para karyawannya dan lain sebagainya.

Mari kita simak hal-hal apa saja yang menjadi ruang lingkup dari administrasi perkantoran ini.
1. Kegiatan kantor yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan.
2. Sarana atau fasilitas kantor yang meliputi lokasi kantor itu sendiri, gedung, alat-alatnya, interior serta mesin-mesin yang dibutuhkan untuk kantor.

Fungsi Administrasi Perkantoran

Terdapat 5 fungsi umum dalam administrasi perkantoran, yaitu fungsi rutin, teknis, analis, interpersonal dan fungsi manajerial. Berikut adalah masing-masing penjelasannya:

1. Fungsi rutin: Fungsi ini menekankan pada adanya pengarsipan dan penggandaan secara minimalisir
2. Fungsi teknis: Berbeda dengan fungsi sebelumnya, fungsi ini lebih menekankan pada adanya saran atau pendapat yang ditampung, kebijakan atau keputusan tertentu dan soft skill yang dimiliki.
3. Fungsi analis: Fungsi analis membutuhkan metode dalam berfikir, baik secara kritis maupun kreatif. Disamping itu, fungsi ini juga membutuhkan kemampuan untuk memutuskan segala hal dengan cepat dan bijak.
4. Fungsi interpersonal: Didalam fungsi ini terdapat sebuah penilaian dan analisis. Kedua hak tersebut kemudian dijadikan sebagai bahan acuan untuk mengambil keputusan.
5. Fungsi manajerial: Fungsi ini memiliki berbagai macam kegiatan seperti mengukur, memberikan semangat dan motivasi, merencanakan serta mengorganisasikan sesuatu.

Demikian penjelasan porosilmu.com mengenai definisi, fungsi, tujuan, ruang lingkup serta pembahasan lengkapnya tentang administrasi perkantoran. Semoga artikel ini bermanfaat bagi semuanya dan terimakasih telah membaca.
Administrasi  Publik: Definisi, fungsi, tujuan beserta pembahasan lengkap

Administrasi Publik: Definisi, fungsi, tujuan beserta pembahasan lengkap

Definisi Administrasi Publik

Secara umum, definisi administrasi publik adalah ilmu yang mempelajari bagaimana suatu organisasi dapat dikelola dengan baik, hal tersebut tentunya mencakup beberapa lembaga seperti legislatif, yudikatif dan eksekutif.

Ada yang berpendapat lain bahwa administrasi publik masuk kedalam kategori ilmu sosial. Ketiga lembaga yang telah disebutkan diatas merupakan elemen utama dari ilmu-ilmu sosial tersebut.

Berbeda dengan ilmu manajemen, administrasi publik lebih menekankan kepada adanya kajian tentang organisasi pemerintah atau publik itu sendiri seperti bagaimana tingkah laku birokrasinya, manajemen SDM-nya, pelaksanaannya serta bagaimana implementasi dari kegiatan yang telah dilakukan.

Baca juga: Administrasi Pembangunan: Definisi, ruang lingkup, fungsi, tujuan serta pembahasan lengkapnya

Definisi Administrasi Publik Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa definisi administrasi publik yang pernah dikemukakan oleh para ahli, termasuk Nicholas Henry. Simak penjelasannya dibawah ini:

1. Dr. H. Amin Ibrahim
Definisi administrasi publik menurut pendapat beliau adalah upaya pemerintah dalam melakukan beberapa kegiatan seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan serta pengawasan terhadap pembangunan.

2. Nicholas Henry
Definisi administrasi publik menurut pendapat Nicholas Henry adalah rangkaian yang terdiri dari teori dan praktek, kedua hal tersebut memiliki tujuan untuk memberikan informasi mengenai bagaimana hubungan pemerintah dengan masyarakat yang diperintah dan lain sebagainya.

3. Dwight Waldo
Definisi administrasi publik menurut pendapat Dwight Waldo adalah manajemen yang didalamnya terdiri dari manusia dan alat-alat yang digunakan untuk mewujudkan tujuan.

4. Harbani Pasolong
Definisi administrasi publik menurut pendapat Harbani Pasolong adalah kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama. Kegiatan yang di maksud adalah tugas dari pemerintah itu sendiri.

5. Nigro
Definisi administrasi publik menurut pendapat beliau adalah kerjasama yang berada didalam suatu lingkup lingkungan publik seperti lembaga yudikatif, legislatif dan eksekutif.

Baca juga: Manajemen Waktu: Definisi, manfaat, fungsi, tujuan beserta pembahasan lengkapnya

Fungsi Administrasi Publik

Berikut adalah beberapa fungsi administrasi publik yang pernah dikemukakan oleh Gerald E. Caiden. Simak penjelasannya dibawah ini:

1. Fungsi Tradisional
Fungsi tradisional sering disebut sebagai fungsi utama dari sebuah administrasi publik. Fungsi ini mencakup segala kegiatan yang berkaitan dengan kesejahteraan umum, hubungan luar negeri, pekerjaan umum, ketertiban dalam negeri, perpajakan serta pertahanan dan keamanan.

2. Fungsi Pembangunan Desa
Fungsi pembangunan desa ini merupakan salah satu fungsi administrasi publik yang bertujuan untuk membangun rasa nasionalisme pada negara dan bangsa.

3. Fungsi Manajemen Ekonomi
Seperti apa yang telah dijelaskan sebelumnya, menurut Dwight Waldo tentang definisi administrasi publik adalah sebuah manajemen yang didalamnya terdiri dari manusia dan alat-alat yang digunakan untuk mewujudkan tujuan.

4. Fungsi Kesejahteraan Sosial
Adanya campur tangan pemerintah terhadap kesejahteraan sosial merupakan suatu hal yang penting bagi masyarakat seperti kesehatan, jaminan sosial, perumahan dan lain sebagainya.

5. Fungsi Kontrol Lingkungan
Fungsi kontrol lingkungan yang sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari adalah menjaga kelestarian alam. Kegiatan lainnya yaitu dengan cara melakukan pengembangan, konservasi, tata kota dan lain-lain.

6. Fungsi Hak Asasi Manusia
Fungsi ini mencakupi hal-hal yang berkaitan dengan privasi, perlindungan serta pengendalian penduduk.

Baca juga: Administrasi Negara: Definisi, tujuan, ruang lingkup, ciri-ciri beserta contoh administrasi negara

Tujuan Administrasi Publik

Dari penjelasan sebelumnya, akhirnya kita tahu bahwa administrasi publik memiliki beberapa tujuan yang harus dicapai yaitu keamanan, kesejahteraan dan keadilan.

Ada hal-hal penting yang harus dilakukan sebelum seseorang mewujudkan tujuan tersebut, yaitu:

Partisipasi sosial, yaitu adanya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan administrasi publik itu sendiri.
Tanggung jawab sosial, yaitu adanya  pertanggungjawaban yang dilakukan oleh administrasi publik kepada para khalayak umum.
Dukungan sosial, yaitu adanya dukungan atau support terhadap kegiatan administrasi publik.
Kontrol sosial, yaitu adanya pengendalian dan pengawasan terhadap pekerjaan atau kegiatan administrasi publik.

Dari penjelasan tersebut, kini kita dapat mengetahui bahwa administrasi publik meliputi berbagai macam proses untuk mewujudkan tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Masing-masing masalah yang ada akan di selesaikan dengan metode-metode tertentu. Pada umumnya, administrasi publik bersifat sangat dinamis, yaitu mudah berkembang sesuai dengan kondisi atau kebutuhan suatu negaranya masing-masing.

Demikian penjelasan porosilmu.com mengenai definisi, fungsi, tujuan beserta pembahasan lengkap tentang administrasi publik. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya dan terimakasih telah membaca.
Administrasi Negara: Definisi, tujuan, ruang lingkup, ciri-ciri beserta contoh administrasi negara

Administrasi Negara: Definisi, tujuan, ruang lingkup, ciri-ciri beserta contoh administrasi negara

Definisi Administrasi Negara

Secara umum, definisi administrasi negara merupakan suatu kebijakan yang diatur oleh pemerintah guna mewujudkan tujuan secara efisien dan efektif.
Ada yang berpendapat lain bahwa definisi administrasi negara adalah sistem yang dipergunakan untuk mengelola segala macam proses yang berkaitan dengan organisasi masyarakat. 

Tak hanya organisasi masyarakat saja namun juga terdapat kebijakan-kebijakan publik, administrasi pembangunan, tujuan daripada suatu negara serta etika dalam pelaksanaan atau penyelenggaraan tertentu.


Definisi Administrasi Negara Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa pendapat para ahli mengenai definisi administrasi negara, salah satunya adalah Prof Dr. Prajudi Atmosudirjo. Simak penjelasannya dibawah ini:

1. Pfiffner dan Preshtus
Definisi administrasi negara menurut pendapat beliau adalah sebuah proses yang sangat berkaitan dengan adanya penyelenggaraan kebijakan suatu negara tertentu.

2. Dimocks
Definisi administrasi negara menurut pendapat beliau adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh negara atau pemerintah dalam melaksanakan kekuasaan politiknya.

3. Prof Dr. Prajudi Atmosudirjo
Sedangkan menurut Prof Dr. Prajudi Atmosudirjo, definisi administrasi negara merupakan bantuan pelaksanaan dari pemerintah. Tanpa adanya administrasi negara maka pemerintah tidak dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya.

4. Edward H. Litchfield
Definisi administrasi negara menurut pendapat Edward H. Litchfield adalah suatu hal yang berkaitan dengan adanya badan pemerintah, pembiayaan, koordinasi dan lain sebagainya.

5. Dwight Waldo
Menurut pendapat Dwight Waldo, didalam suatu administrasi negara terdapat manusia dan alat-alat tertentu yang digunakan untuk melaksanakan manajemen dan organisasi guna mewujudkan suatu tujuan dari pemerintah.

6. George J. Gordon
Definisi administrasi negara menurut pendapat George J. Gordon adalah rangkaian proses yang dilakukan secara perorangan maupun kelompok. Proses tersebut tentunya sangat berkaitan dengan adanya pelaksanaan hukum serta peraturan-peraturan oleh pihak tertentu, seperti halnya badan legislatif, eksekutif serta pengadilan.

Baca juga: Unsur-unsur Administrasi Perkantoran


Tujuan Administrasi Negara

Administrasi negara sangat penting bagi keamanan, kesejahteraan, ketertiban serta keadilan dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut maka kita perlu memperhatikan hal-hal yang ada dibawah ini, yaitu:

Social participation: Adanya partisipasi aktif dari masyarakat setempat agar tujuan yang ingin dicapai dapat berjalan sesuai dengan apa yang semestinya.
Social responsibility: Para penyelenggara atau pelaksana administrasi negara harus dapat bertanggung jawab dengan kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya.
Social support: Masyarakat yang memberikan support atau dukungan aktif terhadap kegiatan-kegiatan administrasi negara.
Social control: Dalam hal ini, segala kegiatan yang berhubungan dengan administrasi negara akan dikontrol atau diawasi oleh para masyarakat.
Disisi lain, pelaksanaan tersebut harus dilakukan secara demokratis atau sering juga disebut sebagai democratic administration atau open management.

Baca juga: Analisis Data: Definisi, tujuan, jenis-jenis serta prosedur dan pembahasan lengkap


Ciri - ciri Administrasi Negara

Untuk dapat mengenali perbedaan administrasi negara dengan administrasi lainnya maka anda diharuskan untuk mengenali ciri-cirinya berikut ini:

1. Administrasi negara merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari akan keberadaannya, pasalnya administrasi ini sangat berkaitan erat antara negara dan masyarakat umum sehingga administrasi ini juga dapat disebut sebagai istilah unavoidable.
2. Segala hal yang menyangkut masalah kesejahteraan dan pelayanan akan diprioritaskan untuk masyarakat umum.
3. Administrasi ini memiliki sifat monopoli yang khas, hal ini dapat dilihat dari bagaimana cara seseorang menggunakan kekuasaan dan wewenangnya.
4. Selain itu, didalam top management administrasi ini juga bersifat politis.
5. Kualitas yang ada pada administrasi ini sangat sulit untuk diukur. Mengapa demikian? karena pada pelaksanaannya administrasi ini berjalan secara kompleks, politis dan multitafsir.


Ruang Lingkup Administrasi Negara

Ada beberapa ruang lingkup yang pernah dikemukakan oleh Nicholas Henry, yaitu:

Organisasi masyarakatnya sangat berkaitan dengan birokrasi dan model organisasi itu sendiri sehingga dalam pelaksanaannya hal tersebut sering digunakan sebagai prinsip.
Didalam manajemen publik terdapat sebuah ilmu, sistem, anggaran publik, evaluasi program, dan lain sebagainya.
Kegiatan administrasi negara ini harus dapat diimplementasikan secara langsung.

Baca juga: Manajemen: Definisi, fungsi, tujuan, unsur, jenis-jenis dan pembahasan lengkap


Contoh Administrasi Negara

Setelah melihat penjelasan diatas, kini kita dapat mengetahui bahwa administrasi negara merupakan suatu kebijakan yang diatur oleh pemerintah guna mewujudkan tujuan secara efisien dan efektif. Lantas, apa aja sih contoh-contoh yang dapat kita temui dalam administrasi negara ini? Simak berikut ini.

1. Seorang presiden yang dapat dilihat ketika akan mengelola atau mengatur hal-hal yang berkaitan dengan reshuffle cabinet / mentri.
2. Peraturan mengenai bagaimana tata cara pembentukan badan dan komisi pemerintahan.
3. Selain itu, ada peraturan mengenai tata cara pemeberian pelayanan masyarakat dan lain sebagainya.

Demikian penjelasan porosilmu.com mengenai definisi, tujuan, ruang lingkup, ciri-ciri beserta contoh administrasi negara. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya dan terimakasih telah membaca.
Manajemen: Definisi, fungsi, tujuan, unsur, jenis-jenis dan pembahasan lengkap

Manajemen: Definisi, fungsi, tujuan, unsur, jenis-jenis dan pembahasan lengkap

Definisi Manajemen

Secara umum, definisi manajemen adalah proses yang digunakan oleh sejumlah orang untuk mengatur apa saja yang dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan yang telah direncanakan sebelumnya.

Apabila kita melihat dari segi etimologi, definisi manajemen merupakan istilah yang diambil dari bahasa Perancis kuno yaitu “management” atau seni dalam mengatur dan melaksanakan. Selain itu, manajemen juga dapat kita sebut sebagai proses dalam memberikan koordinasi, organisasi, mengontrol, merencanakan dan lain sebagainya.

Manajemen digunakan agar tujuan yang telah kita rencanakan dapat tercapai secara efektif dan efisien. T. Hani Handoko pernah menjelaskan bahwa manajemen sangat diperlukan. Berikut beberapa alasan mengapa manajemen tersebut sangat diperlukan:

Untuk mencapai tujuan pribadi dan organisasi.
Untuk menjaga keseimbangan antara beberapa hal yaitu tujuan, sasaran serta kegiatan.
Agar segala kegiatan yang dilakukan dalam organisasi dapat berjalan efektif dan efisien.

Baca juga: Manajemen Administrasi: Definisi, tujuan, fungsi, tugasnya serta pembahasan lengkapnya

Definisi Manajemen Menurut Para Ahli

Berikut adalah definisi manajemen yang pernah dijelaskan oleh beberapa ahli dibawah ini:

1. Oey Liang Lee
Definisi manajemen menurut pendapat Oey Liang Lee adalah suatu seni yang didalamnya terdapat berbagai macam proses seperti perencanaan, pengorganisasian dan lain-lain.

2. Renville Siagian
Definisi manajemen menurut pendapat Renville Siagian adalah suatu usaha yang hanya akan menekankan pada adanya jasa pelayanan

Fungsi Manajemen Dalam Bisnis

Fungsi manajemen harus bisa dijadikan sebagai bahan acuan untuk mengambil keputusan, hal itu tentunya akan dilakukan oleh seorang manajer. Ada 5 fungsi utama manajemen yang harus anda ketahui, yaitu perencanaan, pengorganisasian, penempatan, pengarahan dan pengawasan. Berikut masing-masing penjelasannya:

1. Perencanaan / planning
Tahukah anda bahwa fungsi ini merupakan fungsi yang paling penting dalam manajemen bisnis? Segala tindakan atau aktivitas yang dilakukan dalam perusahaan akan dievaluasi, apabila ada suatu masalah maka seorang manajer harus dapat memberikan solusi terkait soal tersebut.

Selain itu, sebelum seorang manajer bertindak maka ia perlu merencanakannya terlebih dahulu. Rencana tersebut harus dibuat searah dengan tujuan yang ingin dicapai karena jika tidak maka akan menyebabkan penyimpangan sehingga terjadi kekacauan.

2. Pengorganisasian / Organizing
Pengorganisasian ini biasanya akan memecah kegiatan besar menjadi beberapa kegiatan kecil lainnya. Mengapa demikian? Karena hal tersebut dapat membuat seorang manajer menjadi lebih mudah untuk melakukan pengawasan dan mengambil keputusan terkait sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu. Manajemen ini lebih menekankan kepada adanya sumber daya manusia.

3. Penempatan / Staffing
Fungsi yang satu ini tidak jauh berbeda dengan fungsi yang sebelumnya, yaitu fungsi pengorganisasian. Namun, sistem pelaksanaan pada fungsi yang satu ini jauh lebih besar dan luas dibandingkan fungsi sebelumnya karena fungsi penempatan lebih menekankan pada adanya sumber daya yang umum digunakan. Jadi, tidak ada spesifikasi tertentu untuk sumber dayanya.

4. Pengarahan / Directing
Dengan adanya pengarahan ini maka semua para karyawan dapat melakukan tugas dan perannya masing-masing sehingga tujuan dapat difokuskan secara optimal.

5. Pengawasan / Controlling
Fungsi pengawasan juga tidak kalah pentingnya dengan fungsi lainnya. Dengan adanya fungsi ini maka segala pekerjaan dan kegiatan dapat dikontrol dengan maksimal sehingga dapat meminimalisirkan terjadinya penyimpangan. Selain itu, seorang manajer juga dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja para karyawannya karena evaluasi merupakan salah satu bagian terkecil dari fungsi pengawasan manajemen ini.

Baca juga: Administrasi Pembangunan: Definisi, ruang lingkup, fungsi, tujuan serta pembahasan lengkapnya.

Unsur - unsur Manajemen

Berikut adalah beberapa unsur yang terdapat didalam suatu manajemen, yaitu:

1. Sumber Daya Manusia (SDM)
Dalam pelaksanaannya, manusia merupakan unsur yang paling menentukan jalannya proses atau kegiatan yang ingin dicapai.

2. Uang atau Dana
Uang merupakan hal yang sangat berpengaruh bagi proses pencapaian tujuan. Seorang manajer harus bisa menentukan dengan baik berapa uang yang akan dikeluarkan untuk memberi upah atau gaji kepada karyawan, peralatan dan lain sebagainya.

3. Material
Perusahaan dapat menentukan bahan mana yang akan dijadikannya sebagai produk dan lain sebagainya. Apabila bahan tersebut berkualitas baik maka tujuan akan mudah dicapai secara optimal. Material dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu bahan jadi dan bahan setengah jadi.

4. Mesin
Mesin merupakan alat yang dapat membantu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh manusia.

5. Metode
Metode akan menentukan bagaimana suatu kegiatan atau pekerjaan dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

6. Pasar
Unsur pasar juga tidak kalah pentingnya dengan unsur-unsur lainnya, karena pada unsur ini produk-produk yang dihasilkan dapat dijual sehingga akan menghasilkan keuntungan bagi produsennya.

Baca juga: Manajemen Waktu: Definisi, manfaat, fungsi, tujuan beserta pembahasan lengkapnya

Contoh Manajemen

Sebagian masyarakat mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah manajemen ini. Pasalnya, istilah manajemen dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Simak contoh manajemen dibawah ini:

Manajemen strategi
Manajemen biaya
Manajemen personalia
Manajemen pemasaran
Manajemen produksi
Manajemen administrasi perkantoran
Manajemen organisasi
Manajemen perusahaan
Manajemen keuangan
Manajemen pendidikan
Manajemen komunikasi
Dan lain-lain

Demikian penjelasan porosilmu.com mengenai definisi, fungsi, tujuan, unsur, jenis-jenis dan pembahasan lengkap tentang manajemen. Semoga artikel ini bermanfaat bagi semuanya dan terimakasih telah membaca.
Manajemen Waktu: Definisi, manfaat, fungsi, tujuan beserta pembahasan lengkapnya

Manajemen Waktu: Definisi, manfaat, fungsi, tujuan beserta pembahasan lengkapnya

Apa yang dimaksud dengan manajemen waktu? Apa manfaat yang akan didapatkan setelah seseorang berhasil melakukan hal tersebut? Istilah tersebut mungkin sudah pernah dilakukan oleh sejumlah orang. Segala pembahasan mengenai manajemen waktu akan kami sajikan melalui artikel ini. Berikut adalah penjelasan mengenai manajemen waktu.

Baca juga: Audit: Definisi, tujuan, jenis-jenis, standar beserta pembahasan lengkap mengenai audit

Definisi Manajemen Waktu

Secara umum, definisi manajemen waktu adalah kegiatan yang meliputi perencanaan terkait waktu yang dibutuhkan.Waktu merupakan hal yang sangat penting bagi setiap orang atau organisasi tertentu. Maka dari itu, seseorang harus dapat mengontrol atau mengendalikan waktunya dengan semaksimal mungkin.

Segala waktu yang dibutuhkan akan direncanakan terlebih dahulu. Tujuannya adalah agar kegiatan dapat dilakukan dan berjalan dengan baik. Selain itu, waktu yang telah ditentukan haruslah sesuai dengan target yang kita lakukan. Mengapa demikian? Karena dengan begitu maka timbul rasa kepuasan atau ke-efektifitasan.

Definisi Manajemen Waktu Menurut Para Ahli

Berikut adalah definisi yang pernah dijelaskan oleh beberapa ahli. Simak penjelasannya dibawah ini:

1. Hynes
Definisi manajemen waktu menurut pendapat Hynes adalah seseorang yang dapat memanfaatkan proses penelitian dan perencanaan dalam sebuah waktu. Tujuannya adalah agar efisiensi dapat tercapai.

2. Davidson
Definisi manajemen waktu menurut pendapat Davidson adalah metode dalam menggunakan waktu dengan baik.

3. Leman
Definisi manajemen waktu menurut pendapat Leman adalah waktu yang dapat dimanfaatkan dengan baik melalui berbagai macam perencanaan yang dilakukan secara matang.

4. Akram
Definisi manajemen waktu menurut pendapat Akram adalah waktu yang dimanfaatkan untuk melakukan suatu kegiatan tertentu.

5. Widyastuti
Definisi manajemen waktu menurut pendapat Widyastuti adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam merencanakan apa yang menjadi tanggung jawabnya.

6. Atkinson
Definisi manajemen waktu menurut pendapat Atkinson adalah suatu jenis dari keterampilan seperti tindakan dan sebagainya. Tindakan-tindakan tersebut sebelumnya harus direncanakan terlebih dahulu agar waktu dapat dimanfaatkan dengan optimal.

7. Forsyth
Definisi manajemen waktu menurut pendapat Forsyth adalah membuat waktu yang efektif, efisien dan lain sebagainya.

8. Orr
Definisi manajemen waktu menurut pendapat Orr adalah waktu yang digunakan untuk mendapatkan manfaat secara maksimal.

Baca juga: Unsur-unsur Administrasi Perkantoran

Manfaat Manajemen Waktu

Merujuk pada definisi manajemen waktu yang dijelaskan oleh Orr yaitu waktu yang digunakan untuk mendapatkan manfaat secara maksimal.  Lalu manfaat seperti apa yang bisa dirasakan oleh seseorang atau kelompok apabila mereka melakukan manajemen waktu tersebut?

Memudahkan dalam penentuan prioritas yang harus dimiliki oleh seseorang atau organisasi tertentu.
Dapat meminimalisir terjadinya kemalasan atau menunda-menunda kegiatan atau pekerjaan yang seharusnya dilakukan.
Menjaga agar segala kegiatan dapat terkoordinasi dengan optimal sehingga tidak menimbulkan bentrokan.

Baca juga: Analisis Data: Definisi, tujuan, jenis-jenis serta prosedur dan pembahasan lengkap

Tips Manajemen Waktu Dalam Berbisnis

Kesuksesan dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, tidak menunda-nunda pekerjaan dan lain sebagainya. Dari penjelasan diatas kita data mengetahui bahwa manajemen waktu berkaitan dengan bagaimana seseorang dapat mengatur segala kegiatannya.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat digunakan dalam melakukan usaha, yaitu:

1. Membuat prioritas
Sebagai pengusaha pasti banyak kegiatan yang harus dilakukan. Oleh sebab itu, seorang pengusaha perlu membuat skala prioritas atas kegiatan-kegitan yang akan dilakukan. Tujuannya adalah agar semua kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik.

2. Disiplin waktu
Seorang pengusaha dituntut harus bisa menyelesaikan tugas sesuai dengan target yang telah ditentukan sebelumnya. Apabila waktu terus ditunda maka tujuan akan sulit untuk dicapai.

3. Fokus
Dalam hal ini seorang pengusaha harus bisa fokus apa yang telah menjadi sasarannya. Apabila seorang pengusaha tergoda untuk melakukan kegiatan lainnya maka tujuan yang sebelumnya telah ditentukan juga akan sangat sulit dicapai.

4. Mengatur waktu untuk bisnis dalam jangka waktu yang panjang
Apabila anda mengatur dan merencanakan apa yang ingin ditargetkan pada masa yang akan datang maka kemungkinan besar anda dapat memperoleh keuntungan yang lebih dan lain-lain.

Demikian penjelasan porosilmu.com mengenai definisi, manfaat, fungsi, tujuan beserta pembahasan lengkapnya tentang manajemen waktu. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya. Terimakasih telah membaca. Simak artikel-artikel lainnya pada halaman website ini.
Analisis Data: Definisi, tujuan, jenis-jenis serta prosedur dan pembahasan lengkap

Analisis Data: Definisi, tujuan, jenis-jenis serta prosedur dan pembahasan lengkap

Definisi Analisis Data

Secara umum, definisi analisis data adalah bagian dari proses untuk mengubah data menjadi informasi yang baru. Dengan kata lain, segala karakteristik data yang ada diubah agar kita mudah memahaminya secara keseluruhan sehingga apabila terjadi suatu masalah maka kita juga akan mudah untuk mencarikan solusi yang terbaik.

Ada yang berpendapat lain bahwa definisi analisis data merupakan proses dari kegiatan penelitian tertentu. Kegiatan tersebut kemudian akan menghasilkan suatu data yang kemudian diolah lagi menjadi suatu informasi terpadu sehingga menghasilkan suatu kesimpulan dari kegiatan tersebut.

Merujuk dari penjelasan diatas, tujuan analisis data adalah agar kita dapat memahami data dengan mudah sehingga kita juga dapat mengambil kesimpulan dari kegiatan yang telah kita lakukan. Biasanya, kesimpulan dapat kita peroleh dari hasil sampel yang sesuai dengan uji hipotesis atau dugaan.

Baca juga: Manajemen produksi: Definisi, fungsi, ruang lingkup, dan aspek-aspek yang terdapat didalamnya

Definisi Analisis Data Menurut Para Ahli

Berikut adalah definisi analisis data yang pernah dijelaskan oleh para ahli, salah satunya adalah Taylor. Simak penjelasannya dibawah ini:

1. Lexy J. Moleong
Definisi analisis data menurut pendapat Lexy J. Moleong (2002) adalah proses yang terdiri dari pengaturan data dan pengorganisasian dalam suatu pola, kategori atau bahkan uraian tertentu.

2. Taylor
Definisi analisis data menurut pendapat Taylor (1975) adalah pengrucutan suatu proses yang digunakan agar seseorang dapat menentukan tema dan membentuk suatu hipotesis atau ide tertentu.

Jenis - jenis Analisis Data

Sebuah analisis data memiliki 2 jenis yang berbeda. Simak penjelasannya berikut ini:

1. Analisis data secara deskriptif
Jenis ini menekankan pada hal teknik analisisnya. Teknik tersebut kemudian dapat kita gunakan sebagai analisis data yang berbentuk sebuah gambaran atau deskriptif. Jadi, seseorang sudah tidak perlu membuat generalisasinya lagi dan hanya perlu menggambarkan analisis data yang dimilikinya.

Semua data yang didapatkan dari hasil penelitian dapat kita sajikan kedalam bentuk grafik, tabel, presentasi, frekuensi, diagram dan lain sebagainya.

2. Analisis data secara inferensial
Tak jauh berbeda dengan jenis sebelumnya, jenis analisis data secara inferensial ini juga menekankan kepada hal teknik analisisnya. Namun jenis ini menggunakan teknik yang berupa statistik untuk menganalisis data yang dimilikinya serta berlakunya kesimpulan pada hasil penelitian.

Semua data yang dihitung dengan menggunakan rumus statistik akan menjadi sebuah acuan untuk membuat generalisasi dari hasil penelitian sampel.

Baca juga: Manajemen Administrasi: Definisi, tujuan, fungsi, tugasnya serta pembahasan lengkapnya

Langkah dan Prosedur Analisis Data

Untuk dapat menganalisis data maka seseorang harus memperhatikan prosedur yang telah ditentukan sebelumnya. Simak penjelasannya dibawah ini:

1. Pengumpulan data: Pengumpulan data merupakan langkah pertama yang harus dilakukan untuk melakukan kegiatan penelitian. Segala data yang dibutuhkan dalam kegiatan penelitian akan dikumpulkan untuk mendukung hasil kesimpulan yang akan kita lakukan nantinya.

2. Mengklasifikasi atau identifikasi: Segala data variabel yang telah dikumpulkan kemudian akan diindentifikasi dan dibedakan menurut pengklasifikasian yang telah ditentukan oleh si peneliti.

3. Pengujian: Pada langkah ini, semua data validitas maupun reabilitas akan diuji kualitasnya.

4. Mendeskripsikan data: Langkah selanjutnya adalah mendeskripsikan segala data-data yang telah dikumpulkan dalam bentuk tabel frekuensi atau diagram tertentu. Langkah ini bertujuan agar kita lebih mudah untuk memahami dan mendeskripsikan hasil data sampel yang telah dilakukan.

5. Uji hipotesis: Uji hipotesis merupakan langkah terakhir dari suatu analisis data. Didalamnya terdapat pernyataan mengenai diterima atau ditolaknya hasil penelitian dan lain sebagainya.

Baca juga: Administrasi Pembangunan: Definisi, ruang lingkup, fungsi, tujuan serta pembahasan lengkapnya.

Manfaat Melakukan Analisis Data

Suatu kegiatan yang ingin kita lakukan pasti memiliki alasan-alasan tertentu. Tak terkecualikan pada kegiatan yang satu ini, yaitu analisis data. Mengapa kita harus melakukannya? Karena kita ingin mendapatkan sejumlah manfaat yang bisa dirasakan, khususnya untuk kegiatan penelitian data. Lalu apa saja manfaat-manfaat tersebut? Mari kita simak penjelasannya dibawah ini.

1. Hasil data yang kita ukur menjadi sangat jelas
2. Kegiatan untuk mengidentifikasi data juga menjadi lebih realible dari sebelumnya
3. Analisis data juga membuat kita menjadi semangat untuk mengidentifikasi hal-hal lain yang berkaitan dengan proses penelitian
4. Memudahkan kita dalam mengambil keputusan terkait karena analisis data dapat dilihat secara visual
5. Dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dengan cara mengidentifikasi masalah atau ancaman yang mungkin akan terjadi

Demikian penjelasan porosilmu.com mengenai definisi, tujuan, jenis-jenis serta prosedur dan pembahasan lengkap tentang analisis data. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya. terimakasih telah membaca.
Administrasi Pembangunan: Definisi, ruang lingkup, fungsi, tujuan serta pembahasan lengkapnya.

Administrasi Pembangunan: Definisi, ruang lingkup, fungsi, tujuan serta pembahasan lengkapnya.

Tahukan anda bahwa administrasi pembangunan merupakan salah satu hal yang penting bagi perubahan dan perkembangan yang ada disuatu negara.

Definisi Administrasi Pembangunan

Secara umum definisi administrasi pembangunan adalah usaha yang dilakukan untuk menumbuh-kembangkan serta memberikan perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Usaha ini umumnya dilakukan oleh pihak pemerintah agar dapat mengembangkan dan memajukan segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tak hanya para pihak pemerintah, namun juga cendikiawan, pengusaha, teoritis dan lain sebagainya.

Berikut adalah Definisi Administrasi Pembangunan Menurut Para Ahli
definisi administrasi pembangunan yang pernah dijelaskan oleh beberapa ahli seperti Edward W. Widner, Sondang P Siagian dan lain-lain. Simak masing-masing penjelasannya dibawah ini:

1. J. B Kristadi
Definisi administrasi pembangunan menurut pendapat J. B Kristadi adalah sebuah administrasi negara yang dapat membawa kedalam sebuah gerakan perubahan, penyesuaian dan lain sebagainya.

2. Sondang P Siagian
Definisi administrasi pembangunan menurut pendapat Sondang P Siagian adalah rangkaian dari usaha yang dilakukan oleh beberapa pihak tertentu untuk memberikan sebuah perubahan, pertumbuhan dan lain sebagainya. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan menuju modernitas.

3. Bintoro Tjokroamidjojo
Definisi administrasi pembangunan menurut pendapat Bintoro Tjokroamidjojo adalah usaha yang dikendalikan oleh sebuah negara demi terwujudnya pertumbuhan yang diharapkan.

4. Edward W. Weidner
Definisi administrasi pembangunan menurut pendapat Edward W. Weidner adalah pengembangan yang terdiri atas bentuk administrative dan administrasi.

5. Paul Meadows
Definisi administrasi pembangunan menurut pendapat Paul Meadows adalah pengendalian terhadap bidang ekonomi dan sosial yang ada dimasyarakat agar kebijakan publik dapat segera ditetapkan.

Baca juga: Administrasi Pendidikan: Definisi, tujuan, fungsi dan ruang lingkup serta pembahasan lengkapnya

Tujuan dan Fungsi Administrasi Pembangunan

Berikut adalah 4 fungsi administrasi pembangunan yang pernah dijelaskan oleh Bintoro Tjokroamidjojo, yaitu kepemimpinan administratif, pendayagunaan kelembagaan, pendayagunaan kepegawaian dan pendayagunaan ketatalaksanaan. Berikut adalah masing-masing penjelasannya.

1. Kepemimpinan administratif yang meliputi kemimpinan pada seseorang yang memiliki jiwa inovatif tinggi serta bagaimana administrator yang terdapat didalam sebuah kantor.
2. Pendayagunaan kelembagaan yang meliputi pelaksanaan dan peningkatan terhadap pembangunan yang telah ditentukan sebelumnya.
3. Pendayagunaan kepegawaian yang meliputi pengadaan, pembinaan, pendidikan serta pelatihan.
4. Pendayagunaan ketatalaksanakan yang meliputi prosedur dan tata kerja.

Selain itu, untuk mendukung jalannya proses administrasi pembangunan maka dibutuhkan adanya administrasi perencanaan dan lain sebagainya seperti dibawah ini:

Administrasi perencanaan dan beberapa program pembangunan yang meliputi bagaimana kemampuan yang dimiliki untuk menganalisis, berapa jumlah anggaran yang akan dikeluarkan dan lain sebagainya.
Administrasi pembiayaan pembangunan yang meliputi biaya yang dibutuhkan untuk melakukan sebuah pembangunan.
Administrasi program dan proyek pembangunan yang meliputi metode dan koordinasi yang akan dilakukan.
Administrasi lainnya dapat berupa sistem pengawasan, pengendalian dan lain-lain.

Baca juga: Audit: Definisi, tujuan, jenis-jenis, standar beserta pembahasan lengkap mengenai audit

Ruang Lingkup Administrasi Pembangunan

Dari penjelasan sebelumnya kita dapat mengetahui bahwa fungsi administrasi pembangunan memiliki 2 bagian yang berbeda yaitu pembangunan administrasi dan administrasi di bidang pembangunan. Sebagian masyarakat mungkin akan bingung dengan kalimat tersebut, namun faktanya bahwa kedua hal tersebut sangat berbeda. Berikut adalah masing-masing penjelasannya:

1. Administrasi untuk pembangunan
Administrasi untuk pembangunan yang dimaksud adalah segala tindakan dan kegiatan yang dilakukan dari dan untuk pembangunan itu sendiri. Kegiatan tersebut meliputi perencanaan “ rencana apa saja yang akan dibutuhkan untuk mendukung tujuan tersebut”, pembangunan, mengendalikan sumber daya yang dimiliki serta mengatur anggaran yang dibutuhkan.

2. Pembangunan Administrasi
Hal ini berkaitan dengan proses pembangunan administrasi yang berkelanjutan seperti melakukan pembaharuan terhadap administrasi itu sendiri dan lain sebagainya. Berikut adalah perubahan yang harus dilakukan:

Birokrasi harus dapat meningkatkan partisipasi masyarakatnya
Tidak memihak kepada salah satu kubu, masyarakat yang berada dibawah juga harus mendapat perhatian dari birokrasi
Memberlakukan sistem transparansi atau terbuka kepada seluruh masyarakat
Birokrasi harus dapat bertanggung jawab terhadap apa yang akan atau telah dilakukannya

Baca juga: Unsur-unsur Administrasi Perkantoran

Demikian penjelasan porosilmu.com mengenai definisi, ruang lingkup, fungsi, tujuan serta pembahasan lengkap tentang administrasi pembangunan. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi semuanya dan terimakasih telah membaca.