Mengurai Pemikiran dalam Ideologi Kapitalisme

Kapitalisme (capitalism) membahas mengenai ilmu sosial, ekonomi dan politik. Secara etimologi, kata Capital berasal dari bahasa latin “capitale” yang dalam bahasa inggris diartikan life stock. Diambil dari kata dasar “caput” yang berarti hitungan kepala. Caput merupakan simbol kekayaan. Pada zaman Romawi Kuno, kekayaan diidentikan dengan jumlah kepala ternak yang dimiliki. Karena mengalami perluasan makna, kata capital sering digunakan untuk menyebut istilah ekonomi berupa “uang” atau “investasi uang” (Ritzer, 2005: 75).

Munculnya faham kapitalisme dipelopori oleh Adam Smith pada 1776 dalam sebuah bukunya berjudul An Inquiry into the Nature and Cause if the Wealth of Nations. Dalam teorinya kegiatan ekonomi menekankan pada prinsip individualistik dimana tidak ada campur tangan negara (McNally, 1990: 86).

Pemikiran Adam Smith diilhami dari pemikiran kaum fisiokrat yang dikembangkan oleh Francois Quesnay (1694-1774). Quesnay beranggapan bahwa adanya keistimewaan yang dinikmati pada Saudagar pada akhirnya akan menimbulkan ketidakpuasan dari kaum petani.

Hal ini dibuktikan dengan munculnya Revolusi Perancis pada akhir abad ke-18. Kaum fisiokrat lantas meminta pemerintah untuk tidak ikut campur tangan dalam kegiatan ekonomi.

Demi memperbaiki keadaan, beberapa hal harus dihapuskan. Monopoli, sekat-sekat perdagangan dan kemudahan-kemudahan pada sekelompok orang adalah hal yang seharusnya ditiadakan (Deliarnov, 2006: 23).

Poin utama dari pemikiran Adam Smith adalah bahwa kegiatan ekonomi paling tepat bila dijabaran sebagai tindakan individu. Individu seharusnya dapat secara bebas untuk mengupayakan dan menjamin kesejahteraan atau kekayaan pribadinya (Friedman, 2003: 104).

Kapitalisme menekankan pada kebebasan induvidu untuk berusaha atau free enterprise. Smith merangkum kapitalisme dalam tema-tema utama mengenai kekayaan (wealth), pembagian kerja (division of labor), sifat dasar manusia (nature of men), mekanisme pasar (market mechanism), serta faham kebebasan (liberalism) (Deliarnov; 2006; 24).


Bagi Smith, individualisme menandakan adanya tatanan dalam ekonomi pasar. Prinsip individualisme bukannya menimbulkan chaos atau kekacauan, tetapi justru sebagai pembentuk keseimbangan pasar yang kompetitif (Chilcote, 2010: 554).

Sistem kapitalis secara otomatis akan mencari perluasan pasar. Hal ini adalah dampak dari sifat dasar manusia yang individual dan egois. Hasrat untuk mengumpulkan kapital sebanyak-banyaknya memicu tumbuhnya jaringan ekonomi hingga ke luar negeri (McNally, 1990: 87).

Individualisme bukan berarti tidak ada kerjasama antar individu. Dalam upaya mengejar keinginan pribadi, kerjasama antar individu juga diperlukan. Hal ini terangkum dalam prinsip “division of labor” atau pembagian kerja.

Jika seseorang dapat fokus dengan suatu bidang tertentu dan menyerahkan bidang lainnya kepada orang lain, maka mereka dapat lebih ahli. Pada akhirnya hasil yang diperoleh masing-masing individu juga dapat maksimal. Konsep ini tidak hanya diterapkan pada relasi antar individu, melainkan juga relasi negara (Deliarnov, 2006: 26).

Lebih lanjut, Adam Smith memperkenalkan konsep keunggulan absolut (absolute advantage). Sebuah negara sebaiknya dapat menghasilkan barang yang hanya memerlukan sedikit biaya produksi serta memiliki kualitas maksimal. Surplus barang selanjutnya dapat diekspor dan barang lain yang tidak dihasilkan di dalam negeri dapat diimpor. Prinsip keunggulan absolut dinilai dapat mendorong bertumbuhnya perdagangan internasional (Rohmann, 2000: 7).

Proses perdagangan identik dengan adanya mekanisme pasar. Dalam prinsip kapitalisme, mekanisme pasar terjadi tanpa adanya perencanaan. Smith menyebutkan penggerak dari mekanisme pasar tersebut sebagai the invisible hand. The invisible hand atau tangan tak kelihatan dapat mengatur aktivitas ekonomi yang terjadi antara konsumen, distributor, dan produsen. Konsep ini akan membawa mekanisme pasar pada titik equilibrium atau keseimbangan (Deliarnov, 2000: 29).

Baca juga: Dasar Pemikiran Neoliberalisme

Kapitalisme juga dapat disebut sebagai sistem ekonomi bebas. Hal ini karena ajaran Smith mengenai individual freedom of action. Konsep ini mengatakan bahwa setiap orang bebas untuk melakukan yang terbaik bagi dirinya masing-masing. Konsep kebebasan ini dikenal sebagai liberalisme. Liberalisme merupakan faham yang membela kebebasan. Kebebasan yang dimaksud meliputi kebebasan individu dan nasional yang berusaha meminimalisir campur tangan pemerintah (Deliarnov, 2000: 30).

Meskipun Smith menentang adanya campur tangan pemerintah dalam aspek ekonomi, hal ini bukan berarti negara tidak dianggap penting. Smith menganggap the sovereign state memiliki peran penting. Negara berperan dalam upaya pertahanan (deffence), peradilan (justice), pekerjaan umum dan institusi umum ((publick work and publick institution, ejaan asli dari The Wealth of Nations) (Deliarnov, 2000: 32).

Selain Smith, terdapat pakar ekonomi David Ricardo yang menulis buku mengenai ekonomi kapitalisme. Ricardo menulis buku berjudul Principle of Political Economy and Taxation pada 1917. Ricardo menyatakan bahwa akumulasi modal adalah basis dari ekspansi ekonomi. Ricardo mendukung prinsip yang tidak mengizinkan negara untuk turut campur dalam aktivitas ekonomi. Ricardo mengatakan bahwa pembatasan investasi swasta perlu dihapuskan. Pembagian tenaga kerja dan kebijakan-kebijakan perdagangan bebas akan menguntungkan semua negara. Ricardo mengaitkan konsep kapitalisme Smith pada sistem ekonomi internasional (Chilcote, 2010: 554).

Ricardo memperkenalkan konsep keunggulan komparatif (comparative advantages). Dalam perdagangan intenasional, negara-negara tidak hanya berorientasi pada keunggulan absolut, tapi juga pada keunggulan komparatif. Hal ini menekankan pada persaingan harga antar negara-negara pengekspor. Suatu negara pastinya akan memilih untuk mengimpor barang-barang yang lebih murah karena lebih menguntungkan. Hal ini dapat mendorong persaingan dalam produksi agar dapat menghasilkan barang yang lebih efisien dan lebih murah (Rohmann, 2000: 7-8).

Thomas Robert Malthus menulis buku berjudul Principles of Political Economy pada 1820. Dalam bukunya, Malthus menyebutkan bahwa pemerintah tidak seharusnya menyantuni golongan miskin. Menurutnya, tindakan tersebut hanya akan mengurangi hak kesejahteraan dari masyarakat lain. Sedangkan Jeremy Betham dalam bukunya Introduction to Principles of Morals and Legislation (1769) pernah berpendapat bahwa kepentingan manusia hendaknya berlangsung beriringan. Tindakan pemerintah dapat diterima jika tindakan tersebut tidak mewakili kepentingan kelompok-kelompok tertentu. Individu sebaiknya mendapatkan kebebasan dalam kerangka batas-batas moral dan legal (Chilcote, 2010: 555).

Dalam sebuah buku berjudul Capitalism (1991), Arthur Sheldon banyak berbicara mengenai pasar dalam ekonomi kapitalis. Pasar memiliki fungsi utama untuk mengalokasikan sumber daya yang ada secara rasional. Menurut Sheldon, sistem ekonomi dalam suatu mekanisme pasar bertugas untuk mengembangkan teknik-teknik yang berguna dalam menilai sumber-sumber langka, membuat insentif untuk berkonsentrasi pada metode yang paling produktif, menyediakan alat untuk merakit dan mendistribusikan informasi, serta menciptakan prinsip-prinsip pengalokasian output pada nilai tertinggi (Deliarnov, 2000: 29).

Bagi Sheldon, pasar merupakan motor penggerak kesejahteran. Pasar merefleksikan kebutuhan individu dan keinginan masyarakat pada umunya. Pasar bukanlah instrumen untuk digunakan segelintir orang yang mempunyai kekuatan politik saja. Bahkan menurut Milton Friedman dalam Capitalism and Freedom (1963) sistem pasar ini dapat mengurangi diskriminasi ras dan etnik secara efektif. Hal ini dapat dilihat dari penilian konsumen yang memilih barang berdasarkan harga dan kualitas dan bukan karena latar belakang ras, etnik atau agama si penjual (Deliarnov, 2000: 29). 

Ada beberapa pakar ekonomi lain yang merupakan pendukung sistem ekonomi bebas. Diantaranya ada James Steuart yang mendokumentasikan pemikirannya dalam buku An Inquiry into the Principles of Political Economy (1767). Ada juga James Mill dan John Stuart Mill yang merupakan ayah dan anak dengan buku dengan judul The Elemen of Political Economy (1819). John Stuart Mill sendiri juga menulis buku berjudul Essay on Some Unsettles Question of Political Economy pada 1844 dan Principles of Political Economy with Some of Their Implication to Social Philosophy pada 1848. Tokoh-tokoh tersebut merupakan pakar ekonomi dan juga politikus yang pada intinya memiliki satu pandangan terhadap konsep ekonomi politik terutama kapitalisme liberal (Deliarnov, 2006: 24).

Pada dasarnya kapitalisme berorientasi pada materi dan pengumpulan modal individu. Kapitalisme didasarkan pada prinsip kepemilikan pribadi. Dalam kapitalisme, buruh dan berbagai faktor produksi merupakan milik kapitalis atau pemegang kapital. Dimana kapitalis memiliki kewenangan untuk mengeksploitasi modal dan sumber daya yang dimilikinya untuk menghasilkan profit pribadi (Ritzer, 2005: 493).

Kapitalisme sebagai sebuah faham adalah murni dan sederhana. Secara umum, sistem kapitalisme mencakup investasi uang, ekspansi pasar, inovasi industri, memaksimalkan hasil, dan meminimalkan biaya produksi. Bagi para pendukungnya, sistem kapitalis dianggap mampu membuat perekonomian berkembang dengan pesat (McNally, 1990: 87).

Sistem kapitalisme mulai diterapkan pada awal abad ke-18 di wilayah Eropa. Penerapan sistem kapitalis ini membuat industri bergerak dengan sangat cepat. Perkembangan industri yang begitu pesat memicu munculnya revolusi industri di Inggris pada akhir abad ke-18.

Negara-negara lain yang mengikuti untuk menerapkan kapitalisme di negaranya menunjukkan dampak yang sama. Industri, investasi dan perdagangan berkembang dengan cepat. Pada akhir abad ke-18, kapitalisme telah berkembang hingga ke Amerika dan hampir seluruh dunia.

Perindustrian tumbuh dengan pesat di negara-negara ini. Menunjukan bahwa kapitalisme berhasil dikembangkan (Fulcher, 2004: 6, 8). Dapat dikatakan bahwa kapitalisme berhasil membawa perkembangan industri di seluruh dunia. Kemajuan perekonomian dunia diawali dari perkembangan kapitalisme.

Ideologi kapitalisme dapat disebut sebagai landasan dari kemunculan ideologi liberalisme. Hal ini karena dalam ajaran kapitalisme juga menyebutkan mengenai kebebasan atau liberal.

Ideologi kapital berfokus pada konsep ekonomi, sedangkan liberalisme yang berkembang menekankan pada aspek politik. Dalam liberalisme juga tetap mencakup ajaran mengenai aspek politik, sosial, dan ekonomi. Inti dari kedua faham ini sejalan mengenai kebebasan (Rohmann, 2000: 231).
Marketing: Pengertian, fungsi, konsep beserta pembahasan lengkap

Marketing: Pengertian, fungsi, konsep beserta pembahasan lengkap

Pengertian Marketing

Apa yang dimaksud dengan marketing? Secara umum, definisi marketing adalah kegiatan pemasaran yang dilakukan dengan strategi tertentu agar produk dapat dijual dan digunakan oleh masyarakat umum. 

Ada yang berpendapat lain bahwa marketing merupakan kombinasi dari berbagai kegiatan yang memiliki tujuan sama yaitu untuk mencari tahu produk apa yang sedang dibutuhkan oleh konsumen atau pasar. 

Informasi tersebut sangat penting bagi perkembangan suatu produk, harga, pelayanan dan promosi. Tak hanya mengembangkan, namun juga dapat menciptakan suatu produk sendiri sehingga perusahaan mendapat keuntungan yang optimal. 

Dari penjelasan diatas kita dapat mengetahui bahwa marketing sangat berhubungan erat dengan produsen dan konsumen. 

Baca juga: Apa Saja yang Ada dalam Marketing Mix 4P?

Fungsi Marketing

Kita tahu bahwa marketing merupakan suatu hal yang penting bagi sebuah perusahaan karena hasil dari kegiatan tersebut dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. Mari kita simak fungsi marketing yang ada dibawah ini:

1. Fungsi pertukaran

Didalam sebuah marketing selalu terdapat produk yang akan dijual. Para konsumen yang menyukai produk tersebut mungkin akan langsug membelinya. Disanalah fungsi pertukaran muncul, “Ada uang ada barang”. 

Dengan kata lain, untuk membeli suatu produk yang diinginkan maka seorang konsumen harus mengorbankan atau memberikan uangnya kepada penjual. Sebaliknya, seorang penjual harus memberikan produk kepada pembeli.

2. Fungsi penyaluran

Sebelum produk berada ditangan konsumen maka produk tersebut harus melalui beberapa proses distribusi fisik terlebih dahulu. Proses tersebut meliputi pengambilan, klasifikasi, penyimpanan, packing lalu pengiriman produk.

3. Fungsi perantara

Marketing merupakan suatu alat perantara bagi produsen dan konsumen. Kita dapat melakukan fungsi perantara ini dengan cara mencari informasi, biaya, klasifikasi produk dan lain sebagainya. Secara tidak langsung, ketiga hal tersebut telah menjadi fungsi utama dari sebuah kegiatan marketing. Fungsi lainnya yaitu:

• Sebagai sales yang bertujuan untuk menjual produk-produk tertentu
• Sebagai alat promosi yang bertujuan untuk mengenalkan produk yang kita miliki kepada para konsumen atau masyarakat umum

• Dapat dijadikan sebagai alat penelitian dan pengembangan terkait produk yang telah dinilai oleh konsumen
• Membantu mewujudkan marketing communication

Baca juga: Strategi Pemasaran: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Konsep, Contoh beserta pembahasan lengkapnya

Konsep Marketing

Secara umum, marketing memiliki 4 konsep utama, yaitu produksi, produk, pemasaran dan penjualan. Simak masing-masing penjelasannya dibawah ini:

1. Produksi

Segala bahan baku akan diproses dalam konsep yang satu ini. Bahan baku tersebut kemudian akan diolah menjadi bahan jadi atau bahkan dapat meningkatkan nilai jual produk. Selain itu, para tim marketing juga harus mengumpulkan informasi terkait produk apa saja yang sedang diminati oleh para konsumen. Tujuannya untuk mencegah kerugian dan lain sebagainya.

2. Produk

Dapat digaris bawahi bahwa produk dan produksi memiliki makna yang berbeda. Jika produksi adalah prosesnya maka produk merupakan barang yang akan diproduksi. Produk dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu ide kreatif atau inovatif, produk barang dan produk jasa.

Sebagian masyarakat mungkin lebih menyukai produk berkualitas dengan harga terjangkau. Oleh sebab itu, perusahaan harus mampu menghasilkan suatu produk yang memiliki kualitas terbaik karena tanpa hal itu perusahaan akan mengalami kesulitan dalam kegiatan marketing.

3. Pemasaran

Kegiatan pemasaran bertujuan untuk memenuhi permintaan konsumen atau pasar. Kegiatan yang dimaksud adalah penentuan harga, menciptakan produk yang memiliki nilai jual tinggi, mempromosikan produk, memberikan pelayan yang baik terhadap pelanggan atau konsumen dan masih banyak kegiatan pemasaran lainnya.

4. Penjualan

Segala kegiatan marketing pada umumnya akan berujung pada angka penjualan. Dengan kata lain, apabila produk banyak diminati oleh para konsumen maka akan semakin banyak pula keuntungan yang akan didapatkan. Sebaliknya, apabila produk yang dijual ternyata tidak begitu laku maka keuntungan yang didapatkan pun menjadi kurang maksimal.

Oleh sebab itu, tim marketing harus mempersiapkan strategi tertentu agar para konsumen mau membeli produk-produk yang dimiliki seperti memberikan diskon 50%, buy 1 get 1 dan lain sebagainya. 

Baca juga: Pengertian dan Prinsip Asuransi

Demikian penjelasan mengenai pengertian, fungsi, konsep beserta pembahasan lengkap tentang marketing. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi semuanya. Terima kasih telah membaca.
Istilah Istilah dalam Asuransi

Istilah Istilah dalam Asuransi

Asuransi merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menyebut usaha-usaha dalam pengendalian risiko, atau lebih tepatnya untuk mengalihkan sejumlah risiko yang dimiliki oleh tertanggung kepada pihak penanggung, dengan syarat dan ketentuan tertentu. 

Asuransi menjadi salah satu instrumen yang dianggap penting dalam pengelolaan risiko, entah itu pada risiko bisnis atau usaha, risiko jiwa, pekerjaan maupun dalam hal pendidikan. Meski asuransi bukan barang baru maupun barang langka, tapi masih banyak orang yang belum memahami berbagai istilah dalam asuransi. 

Karenanya, berikut terdapat rangkuman istilah istilah dalam asuransi yang dianggap penting untuk diketahui, terutama bagi Anda yang hendak masuk dan terlibat dalam asuransi. 

Baca juga: E-Commerce: Pengertian, sejarah, jenis-jenis, contoh, bagian-bagian dan manfaat e-commerce

# Polis Asuransi

Polis Asuransi merupakan salah satu instrument penting dalam asuransi, berupa surat perjanjian yang berlangsung antara pihak tertanggung dan pihak penanggung. Polis memuat segala hal yang berkaitan dengan asuransi yang disetujui oleh kedua belah pihak. 

Karenanya, pihak tertanggung maupun penanggung wajib mengetahui dan memahami isi asuransi termasuk pengertian dasar yang digunakan, peraturan, ketentuan dan lainnya. Polis asuransi ini juga yang digunakan sebagai bukti dan alat untuk dapat mengajukan asuransi atau klaim dari pihak tertanggung.

# Pemohon (Applicant)

Pomohon biasa disebut sebagai Applicant merupakan pihak (tertanggung) yang mengajukan asuransi kepada penanggung. Applicant menjadikan pihak tertanggung bisa memperoleh hak Polis seperti yang telah dijelaskan di atas.

# Pemegang Polis (Policy Owner)

Pemegang polis adalah istilah yang digunakan untuk menyebut pihak yang memiliki wewenang untuk memegang polis yang telah disetujui.

# Tertanggung (Insured)

Tertanggung adalah istilah yang digunakan untuk menyebut subyek yang diasuransikan dalam perjanjian yang telah disetujui. Contoh tertanggung misalnya = ‘kaki Cristiano Ronaldo’ yang telah disetujui untuk diasuransikan keamanannya.

# Penerima Uang Pertanggungan (Beneficiary)

Beneficiary adalah peneriman uang pertanggungan yang merupakan pihak atau orang yang akan mengambil uang yang diberikan oleh pihak asuransi terhadap perjanjian asuransi yang telah disetujui. Biasanya, orang yang dijadikan beneficiary merupakan keluarga terdekat seperti anak, atau orang terdekat lain dalam keluarga, atau sahabat terdekat tertanggung.

# Uang Pertanggungan

Uang Pertanggungan merupakan suatu bentuk tanggung jawab yang diberikan oleh pihak penanggung atau disebut “ganti rugi” apabila terjadi sesuatu terhadap hal yang ditanggungkan (pihak tertanggung).

Baca juga: Pendapatan Nasional (Pengertian dan Metode Perhitungan)

# Premi

Premi merupakan suatu bentuk kewajiban yang harus dibayarkan oleh tertanggung kepada pihak asuransi, sebagai jasa akan adanya pengalihan risiko. Manfaat pengalihan risiko dari perusahaan asuransi ini bisa dinikmati oleh pihak tertanggung apabila kewajiban membayar premi telah dilunasi oleh tertanggung.

# Klaim

Klaim adalah suatu pengajuan yang dilakukan pihak tertanggung kepada penanggung, ketika pihak tertanggung memperoleh kerugian dari peristiwa yang diasuransikan. Apakah risiko tersebut dapat diklaim atau tidak, bisa dilihat pada rincian yang termuat di dalam polis. Apabila memang risiko tersebut ditanggung, maka tertanggung bisa mengajukan klaim sebagai bentuk permintaan penggantian ganti rugi dari kerugian yang dialami.

# Nilai Tunai

Nilai tunai adalah sejumlah uang yang harus dikembalikan oleh penanggung kepada pihak tertanggung ketika terjadi peristiwa yang menyebabkan berakhirnya kontrak sebelum waktu telah yang ditentukan.

# Insurable Interest

Insurable interest merupakan istilah untuk menyebut adanya hubungan di antara pihak tertanggung dengan objek yang diasuransikan.

Nah, demikian istilah istilah dalam asuransi yang penting untuk diketahui, terutama bagi Anda yang ingin mengikuti asuransi atau hendak belajar tentang asuransi. Semoga bermanfaat ya.

Pengertian dan Prinsip Asuransi

Asuransi merupakan suatu produk jasa keuangan yang cukup populer dalam hubungan masyarakat. Asuransi di Indonesia juga telah diatur dalam undang – undang, baik mengenai penentuan pengertian asuransi, tujaun, prinsip dan hal lain terkait asuransi.


A. PENGERTIAN ASURANSI

Pengertian asuransi telah diatur di dalam pasal 246 KUHD yang isinya menegaskan bahwa “Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, di mana si penanggung dengan menikmati suatu premi, meningkatkan dirinya terhadap tertanggung untuk membebaskannya dari kerugian karena kehilangan, kerugian, atau ketiadaan keuntungan yang diharapkan, yang akan dapat diderita oleh karena suatu kejadian yang tidak pasti.”

Secara lebih jelas, dapat dipahami bahwa pihak penanggung asuransi berhak mendapatkan premi dari pihak tertanggung, dan kemudian ia pun berkewajiban untuk menanggung bentuk – bentuk kerugian yang diderita oleh pihak tertanggung.

Di dalam pasal 246 KUHD ini juga menunjukkan pengertian bahwa di dalam pertanggungan tersebut terdapat unsur – unsur utama, yakni sebagai berikut :

1. Adanya Pihak-Pihak
Asuransi melibatkan dua pihak, yaitu pihak kesatu yang disebut sebagai penanggung dan pihak kedua yang disebut dengan tertanggung. Kedua pihak ini saling mengadakan suatu perjanjian timbal balik unuk mempertanggungkan suatu obyek dengan menyepakati syarat-syarat tertentu.

2. Adaanya Peralihan Resiko
Di dalam perjanjian asuransi, maka resiko seseorang, baik itu resiko atas diri maupun barang miliknya, dapat dialihkan kepada pihak lain (penanggung). Hal ini karena seseorang tersebut mempunyai kemampuan yang terbatas dalam menghadapi berbagai macam resiko jika sewaktu-waktu mungkin dapat menimpa diri tertanggung.

3. Premi
Premi adalah sejumlah uang yang dibayarkan pihak tertanggung kepada penanggung. Besarnya premi ini ditentukan dalam tabel premi yang merupakan bentuk imbalan atas adanya jaminan resiko yang ditanggung oleh pihak penanggung, apabila sewaktu waktu mungkin akan menimpa diri tertanggung.

4. Peristiwa yang Tidak Tentu
Suatu peristiwa yang menimpa tertanggung atau obyek asuransi tersebut harusnya yang benar-benar tidak direncanakan, tidak dapat diketahui, dan tidak pernah diharapkan sebelumnya.

5. Ganti Kerugian
Apabila peristiwa tersebut benar-benar terjadi dan mengakibatkan si tertanggung menderita kerugian, maka dari pihak penanggung pun jadi berkewajiban untuk membayar ganti rugi kepada tertanggung, dengan besar maksimal sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.




B. Tujuan Asuransi

Undang – undang juga mengatur tentang tujuan asuransi. Tujuan asuransi menurut undang-undang, adalah sebagai berikut :

a. Tujuan asuransi bagi pihak tertanggung, yaitu untuk:


  1. Melimpahkan resiko kepada ihak lain
  2. Memperkecil kemungkinan kerugian
  3. Kemungkinan kerugian dapat lebih dihindarkan
  4. Mendapatkan penggantian kerugian apabila terjadi klaim

b. Tujuan asuransi bagi pihak penanggungjawab, adalah :


  1. Memberikan perlindungan terhadap kemungkinan kerugian
  2. Menerima premi yang dibayarkan oleh pihak tertanggung
  3. Menghilangkan keragu-raguan bagi perusahaan dalam menjalankan usaha
  4. Mendapatkan hasil atass jasa-jasa yang diberikannya
  5. Memberikan dorongan ke arah perkembangan perekonomian

Baca juga: Apa itu Certificate of Origin (COO)


C. Prinsip Prinsip Asuransi

Di dalam hukum asuransi, terdapat lima prinsip yang merupakan dasar dalam perjanjian asuransi. Prinsip asuransi tersebut, yakni :

a. Prinsip indeminity atau prinsip indeminitas
merupakan prinsip dasar dalaam suatu pertanggungan asuransi. Hal ini berupa kewajiban pihak penanggung untuk membayarkan ganti rugi kepada pihak tertanggung, apabila memang benar-benar terjadi suatu resiko yang mengakibatkan timbulnya kerugian.

b. Prinsip Kepentingan
Hukum asuransi menetapakan bahwa seorang tertanggung jika ia menutup pertanggungan asuransi antara pribadinya (calon nasabah) dengan obyek yang akan dipertanggungkan, maka harus ada hubungan atau kepentingan terhadap obyek yang dipertanggungkan tersebut, baik hubungan langsung atau pun tidak langsung.

c. Prinsip subrogosi
Prinsip subrogosi merupakan salah satu prinsip asuransi, di mana tertanggung mempunyai hak indeminity, atau hak menuntut klaim kepada penanggung saja. Namun, tidak dapat menuntut kepada pihak ketiga, dan juga hak tertanggung digunakan oleh penanggung untuk menuntut kepada pihak ketiga sebagai penyebab terjadinya resiko. 


Lebih jelasnya, hal ini dapat dilihat dari terbakarnya rumah tertanggung yang disebabkan kelalaian pihak ketiga waktu dirinya membakar sampah di halaman dekat pagar tertangugung. 

Dikarenakan hari panas dan tiba-tiba angin bertiup kencang, maka bunga api pun jatuh di atas atap rumah tertanggung sehingga menyebabkan rumah tertanggung jadi terbakar ludes.

d. Prinsip representative
Prinsip ini merupakan suatu bentuk kewajiban tertanggung untuk memberikan data-data yang benar dan juga terbuka. Ini karena pengisian polis yang seharusnya didasarkan pada informasi jujur dari pihak tertanggung. 

Apaabila hal-hal yang sebenarnya telah diketahui, maka pihak penanggung dapat menentukan keputusan, apakah polis pertanggungan tersebut dapat diteruskan, dibatalkan, atau ditolak. Apabila terdapat suatu data yang tidak benar. Maka dapat menimbulkan ditolaknya klaim yang diajukan tertanggung.

e. Prinsip keagenan
Agen merupakan suatu alat bantu yang sangat menentukan terhadap maju mundurnya perusahaan asuransi. Pola keagenan dalam asuransi melibatkan tiga pihak, yaitu prinsipal, agen dan pihak ketiga.


  • Prinsipal 
Principal merupakan pihak yang yang menciptakan hubungan keagenan kepada pihak ketiga. Prinsipal merupakan sumber wewenang agen dalam bekerja sehari-hari. Penyerahan dengan sengaja suatu hak yang telah diketahui bahwa ia yang memberikan hak itu kepada agen disebut waifer.


  • Agen
Pengertian agen merupakan orang yang diserahi prinsipial, dan pekerjaan sehari-harinya untuk menjual poli kepada pihak ketiga. Dengan menerima beberapa hak yang telah ditetapkan undang-undang, maka hak - hak yang diterimorang agen di antaranya adalah hak mendapaytkan komisi (profisi), bonus akhir tahun dan lain-lain, yang macamnya sesuai dengan kebiijakan masing-masing perusahaan.
Pemasaran: Pengertian, fungsi, tugas serta pembahasan lengkap lainnya mengenai pemasaran

Pemasaran: Pengertian, fungsi, tugas serta pembahasan lengkap lainnya mengenai pemasaran

Pengertian Pemasaran 

Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. 

Hal tersebut disebabkan karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan, di mana secara langsung berhubungan dengan konsumen. Maka kegiatan pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang berlangsung dalam kaitannya dengan pasar. 

Dari definisi tersebut di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pemasaran merupakan usaha terpadu untuk menggabungkan rencana-rencana strategis yang diarahkan kepada usaha pemuas kebutuhan dan keinginan konsumen untuk memperoleh keuntungan yang diharapkan melalui proses pertukaran atau transaksi. Kegiatan pemasaran perusahaan harus dapat memberikan kepuasan kepada konsumen bila ingin mendapatkan tanggapan yang baik dari konsumen. 

Perusahaan harus secara penuh tanggung jawab tentang kepuasan produk yang ditawarkan tersebut. Dengan demikian, maka segala aktivitas perusahaan, harusnya diarahkan untuk dapat memuaskan konsumen yang pada akhirnya bertujuan untuk memperoleh laba.

Baca juga: Agen: pengertian, ciri-ciri, jenis-jenis, kelebihan dan kekurangan beserta pembahasan lengkap lainnya tentang agen

Pengertian Pemasaran Menurut Para Ahli

Berikut adalah pengertian pemasaran yang pernah dijelaskan oleh beberapa ahli, yaitu:

1. John Westwood
Definisi pemasaran menurut pendapat beliau adalah satu kesatuan usaha yang bertujuan untuk melengkapi kebutuhan konsumen serta keuntungan tersendiri bagi perusahaan.

2. Philip Kotler
Definisi pemasaran menurut pendapat beliau adalah seseorang atau kelompok yang melakukan kegiatan sosial dan beberapa peraturan atau ketentuan untuk mewujudkan tujuan yang telah direncanakan sebelumnya.

3. Jay Abraham 
Definisi pemasaran menurut pendapat Jay Abraham adalah media yang dapat digunakan untuk mewujudkan suatu keberhasilan dan cara efektif yang dapat digunakannya adalah memberikan pelayan yang baik kepada para pelanggannya.

4. William J. Stanton
Definisi pemasaran menurut pendapat beliau adalah kegiatan yang meliputi perencanaan, penentuan, promosi, pendistribusian dan lain sebagainya.

5. Hair dan Mc. Daniel
Definisi pemasaran menurut pendapat beliau adalah berbagai macam proses yang bertujuan untuk mencapai sasaran target yang telah di rencanakan sebelumnya.

Baca juga: E-Commerce: Pengertian, sejarah, jenis-jenis, contoh, bagian-bagian dan manfaat e-commerce

Fungsi Pemasaran

Berikut adalah fungsi pemasaran yang dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

• Pertama adalah fungsi pertukaran, pembeli dapat memperoleh produk dari produsen dengan menukar uang maupun pertukaran produk dengan produk (barter) untuk dipakai sendiri atau untuk dijual kembali.

• Kedua adalah fungsi distribusi produk diangkut dari produsen ke konsumen dengan berbagai macam cara baik melalui air, darat, ataupun udara. Penyimpanan produk mengedepankan menjaga pasokan produk agar tidak kekurangan saat dibutuhkan.
• Ketiga adalah fungsi perantara yaitu menyampaikan produk dari tangan produsen ke tangan konsumen dapat dilakukan melalui perantara pemasaran yang menghubungkan aktivitas pertukaran dengan distribusi fisik. Aktivitas fungsi perantara antara lain, pengurangan resiko, pembiayaan, pencarian informasi serta standarisasi atau penggolongan produk.

Ketiga hal tersebut dapat diartikan sebagai strategi pemasaran. Tujuannya adalah memperbesar pengaruh terhadap pasar baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang yang didasarkan pada riset pasar, penilaian, perencanaan produk, promosi, perencanaan penjualan serta distribusi.

Oleh karena itu, orang yang melakukan pemasaran atau juga dapat disebut sebagai pemasar, sebaiknya memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatannya dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju. 

Tugas Pemasaran

Ada beberapa hal yang dapat menajdi ruang lingkup dalam tugas pemasaran. Simak penjelasannya berikut ini:

1. Mengenalkan produk: Mengenal produk kepada para konsumen merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan. 
2. Mewujudkan sasaran target: Dalam hal ini, tim marketing harus jeli terhadap informasi mengenai apa yang telah terjadi dalam pasar, apa saja yang menjadi kebutuhan bagi pasar dan kegiatan-kegiatan lainnya.

3. Memberikan rasa puas terhadap konsumen: Hal ini juga tak kalah pentingnya bagi sebuah perusahaan. Pasalnya, apabila rasa puas itu telah dicapai maka para konsumen akan memberikan sikap loyalitasnya terhadap perusahaan itu sendiri.
4. Merencanakan strategi lanjutan: Strategi ini bertujuan agar perusahaan mendapatkan keuntungan yang lebih besar daripada sebelumnya. Misalnya dengan memberikan promosi gratis 1 beli satu dan lain sebagainya.

5. Melakukan kerjasama: Agar kegiatan pemasaran yang dilakukan dapat tersebar luas maka tim marketing harus melakukan kerjasama.
6. Membuat rekapitulasi: Dengan adanya rekapitulasi penjualan maka perusahaan dapat merencanakan sasaran target selanjutnya.

Baca juga: Pendapatan Nasional (Pengertian dan Metode Perhitungan)

Jenis - jenis Pemasaran

Berikut adalah 5 jenis pemasaran yang harus anda ketahui, yaitu:

1. Word of Mouth Marketing: Promosi dari mulut ke mulut, umunya orang yang membagikan informasi ini memiliki sifat yang menggebu-gebu.
2. Call to Action: Jenis pemasaran ini lebih menekankan kepada adanya sistem pencarian produk dengan mengunakan kata kunci.

3. Relationship Marketing: Jenis pemasaran ini ditandai dengan adanya sikap loyalitas yang diberikan oleh setiap konsumen.
4. Cloud Marketing: Segala sumber daya dan aset yang dimiliki akan dimasukan kedalam jenis pemasaran ini secara online. 

5. Public Relations Marketing: Jenis pemasaran ini lebih menekankan kepada hal-hal yang digunakan untuk dapat meningkatkan kesadaran konsumen atas produk yang mereka miliki.

Demikian penjelasan mengenai pengertian, fungsi, tugas serta pembahasan lengkap lainnya mengenai pemasaran. Semoga artikel ini bermanfaat bagi semuanya. Terimakasih telah membaca.

Pengertian dan Jenjang Kehidupan dalam Biosfer

Biosfer adalah bagian dari Bumi serta atmosfernya yang dapat menjadi tempat bagi organisme untuk hidup dan melangsungkan kehidupannya. Artinya, dapat dikatakan bahwa hanya di biosferlah sistem kehidupan dapat ditemukan.

Secara etimologi, biosfer berasal dari dua kata, yakni ‘bio’ yang berarti hidup, dan ‘sphere’ yang artinya lapisan. Jadi, biosfer adalah lapisan sebagai tempat makhluk hidup. 

Terdapat tiga lapisan yang membentuk lapisan biosfer, yakni litosfer (tanah), hidrosfer (air) dan atmosfer (udara). Kombinasi dan interaksi dari ketiga lapisan inilah yang menciptakan biosfer sehingga terdapat kehidupan di bumi.

Setiap jenis makhluk hidup memiliki tempatnya masing-masing yang dapat digunakan untuk bertahan hidup, sesuai caranya. Tempat hidup organisme tersebut disebut sebagai habitat. 

Berdasarkan pada sistem ekosistemnya di bumi, biosfer secara umum dibagi menjadi ekosistem daratan (terrestrial ecosystem), ekosistem laut (marine ecosystem), dan ekosistem air tawar (fresh water ecosystem).

Setiap organisme memiliki tingkat organisasi secara berjenjang dalam biosfer, dimana biosfer merupakan jenjang kehidupan yang tertinggi di Bumi. 

Dibawahnya terdapat beberapa jenjang kehidupan yang dimulai dari tingkat yang paling sederhana (protoplasma) hingga paling kompleks (biosfer). 
Berikut adalah jenjang kehidupan atau tingkatan organisasi makhluk hidup yang ada di bawah biosfer:

1. Protoplasma
Protoplasma adalah zat hidup dalam sel yang terdiri dari senyawa organik kompleks, meliputi lemak, protein, dan sejenisnya.

2. Sel
Sel adalah satuan dasar dari suatu organisme. Sel terdiri dari protoplasma dan inti yang terkandung di dalam membrane, misalnya seperti sel darah merah.

3. Jaringan 
Jaringan adalah kumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Contoh dari jaringan misalnya jaringan otot pada manusia, jaringan floem pada tumbuhan dan sebagainya.

4. Organ
Organ merupakan kumpulan jaringan yang menjadi bagian dari suatu organisme yang mempunyai fungsi tertentu. Contoh organ misalnya organ kaki, organ telinga organ daun dan organ akar.


5. Sistem Organ
Sistem organ adalah kerja sama antar organ secara struktural dan fungsional yang harmonis. Contohnya misalnya kerja sama antara mata dan telinga pada manusia, antara daun dan batang pada tumbuhan.

6. Individu (organisme)
Organisme adalah suatu benda hidup, atau makhluk hidup, yang bersifat ‘tunggal’ yang termasuk dalam spesies tertentu. Artinya, individu adalah setiap masing-masing individu yang berdiri sendiri seperti seekor harimau, seekor burung kenari, sebatang pohon pinus dan juga seorang manusia. 

Masing-masing organisme secara individu juga dihadapkan pada masalahnya sendiri seperti keharusan untuk mendapatkan makanan dan mempertahankan diri dari musuh.

7. Populasi
Populasi merupakan ‘kumpulan individu sejenis’ yang hidup pada suatu daerah dan dalam waktu tertentu. Populasi ini harus memenuhi semua kriteria yakni mengarah pada satu jenis spesies, di satu daerah dan dalam satu waktu yang membentuk kumpulan atau kawanan. 

Jika individu yang berkumpul tidak sejenis, maka tidak dapat disebut sebagai populasi, begitupun jika individu sejenis tidak berkumpul di satu wilayah tertentu maka juga tidak bisa disebut sebagai populasi.

Sebagai contoh, populasi sapi di desa Masaran pada tahun 2015 berjumlah 415 ekor. Ukuran populasi dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan ukuran dalam populasi disebut dinamika populasi.

Baca juga: Istilah Istilah dalam Gempa (Gelombang Seismik)

8. Komunitas
Komunitas berada satu tingkat di atas populasi. Komunitas adalah kumpulan dari berbagai populasi yang berada pada suatu kawasan tertentu, saling berinteraksi dan memengaruhi satu sama lain. 

Komponen dalam komunitas lebih kompleks jika dibandingkan dengan individu dan populasi. Di dalam komunitas, semua komponen di dalamnya saling berinteraksi dengan beraneka macam pola sehingga dapat saling mempengaruhi.

9. Ekosistem
Ekosistem adalah kumpulan dari komunitas yang berbeda dengan ciri khas yang berbeda, saling berhubungan dan saling memengaruhi. 

Di dalam ekosistem, terdapat komponen penyusun ekosistem yang meliputi produsen (tumbuhan hijau), konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivora), dan dekomposer/pengurai (mikroorganisme). 

Komponen penyusun ekosistem ini saling berinteraksi satu sama lain dan dapat dikatakan saling mempengaruhi kehidupan lain.

10. Biom
Pada tingkatan yang lebih luas dari ekosistem, terdapat biom. Biom merupakan kumpulan dari beberapa ekosistem yang terdapat pada suatu wilayah geografis dengan iklim dan kondisi yang sama. 

Dari semua biom di Bumi dengan berbagai macam dan ragamnya inilah yang membentuk tingkatan tertinggi pendukung kehidupan yang disebut sebagai biosfer.

Jadi, jenjang organisasi kehidupan dari jenjang terendah (individu) hingga tertinggi adalah:

Protoplasma > Individu > populasi > komunitas > ekosistem > biom > biosfer

Referensi:
Anjayani, Ani dan Tri Haryanto. 2009. Geografi: Untuk Kelas XI SMA/MA. Jakarta: Pusat Perbukuan Departmen Nasional.
Endarto, Danang. 2009. Geografi 2: Untuk Kelas XI SMA/MA. Jakarta: Pusat Perbukuan Departmen Nasional.
Strategi Pemasaran: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Konsep, Contoh beserta pembahasan lengkapnya

Strategi Pemasaran: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Konsep, Contoh beserta pembahasan lengkapnya

Pengertian Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran merupakan proses pengambilan keputusan-keputusan mengenai biaya pemasaran, pembauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam keterkaitan dengan kondisi lingkungan dan kondisi persaingan yang diharapkan.

Strategi pemasaran adalah suatu pola yang fundamental, dimana terdapat suatu perencanaan dalam menjalankan pemasaran, pengarahan sumber daya, serta terdapat juga interaksi dengan pasar, pesaing, konsumen dan lain-lain. 

Maka dari itu, dalam strategi pemasaran sebaiknya melakukan pertimbangan dalam tujuan dari pemasaran, pasar yang diinginkan dan bagaimana mengelola sumberdaya yang tersedia dengan efektif dan efisien.

Baca juga: Supplier: Pengertian, ciri-ciri, peran dan tugas, jenis-jenis, cara kerja beserta pembahasan lengkapnya tentang supplier

Pengertian Strategi Pemasaran Menurut Para Ahli

Berikut adalah definisi strategi pemasaran yang pernah dijelaskan oleh beberapa para ahli. Simak penjelasannya dibawah ini:

1. Kotler dan Amstrong
Definisi strategi pemasaran menurut pendapat Kotler dan Amstrong (2008) adalah suatu pemasaran yang dilakukan dengan logika tertentu. Tujuannya adalah agar dapat mewujudkan laba yang didapatkan dari hasil hubungannya dengan konsumen.

2. Kurtz
Definisi strategi pemasaran menurut pendapat Kurtz (2008) adalah rangkaian program yang ada didalam sebuah perusahaan. Program tersebut digunakan untuk dapat menentukan target pasar serta terdapat pembahasa mengenai bagaimana agar konsumen dapat merasa puas akan produk yang dibelinya.

Fungsi Strategi Pemasaran 

Fungsi strategi pemasaran dapat dibagi menjadi beberapa bagian kecil yaitu:

1. Semangat untuk merencanakan masa depan yang lebih baik lagi bagi perusahaan.
2. Adanya sistem koordinasi yang baik sehingga segala kegiatan yang dilakukan dalam perusahaan dapat menjadi lebih efektif.
3. Menerapkan sistem pengawasan 

Baca juga: Reseller: Pengertian, ruang lingkup, kelebihan dan kekurangan serta pembahasan lengkap tentang reseller

Tujuan Strategi Pemasaran

Berikut adalah beberapa hal yang menjadi tujuan dari strategi pemasaran, yaitu:

• Meningkatkan kualitas koordinasi kepada tim pemasaran
• Mengukur hasil pemasaran menurut standard prestasi yang berlaku

• Memberikan dasar yang masuk akal didalam setiap mengambil keputusan
• Meningkatkan kemampuan dalam mengatasi perubahan-perubahan yang bakal terjadi dalam pemasaran

Konsep strategi pemasaran

Strategi pemasaran dapat dibagi menjadi beberapa bagian kecil lagi, yaitu:

• Segmentasi pasar: Perusahaan mesti melakukan klasifikasi pasar yang sifatnya heterogen menjadi satuan-satuan pasar yang bersifat homogin.
• Market positioning: Perusahaan harus mempunyai pola yang spesifik untuk mendapatkan posisi kuat dalam pasar, dalam arti perusahaan mesti memilih segmen yang paling menguntungkan. Segmen pasar seperti ini mempunyai empat karakteristik, yaitu : berukuran cukup besar, mempunyai potensi untuk terus berkembang, tidak dipenuhi atau tidak memiliki saingan, dan mempunyai kebutuhan yang belum terpenuhi.

• Market entry strategy: Strategi perusahaan untu bisa masuk pada segmen pasar tertentu, misalnya dengan cara membeli perusahaan lain, internal development, atau melakukan kerja sama dengan perusahaan lain.
• Marketing mix strategy: Kumpulan dari beberapa variabel yang telah digunakan perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen. Variabel yang dimaksud, misalnya barang produksi, harga, tempat, promosi, proses, dan lain sebagainya.

• Timing strategy: Pemilihan waktu yang tepat dalam melakukan pemasaran. Perusahaan harus terlebih dahulu melakukan persiapan-persiapan baik di bidang produksi maupun di bidang pemasaran, baru kemudian perusahaan menentukan kapan waktu yang tepat untuk peluncuran produknya.

Baca juga: Sistem Dropship: Pengertian, cara kerja, kelebihan dan kekurangan serta pembahasan lengkap

Contoh Strategi Pemasaran

Berikut adalah beberapa contoh dari adanya strategi pemasaran. Simak penjelasannya dibawah ini:

Buy 1 get 1 
Satu lagi strategi pemasaran yang bisa bikin produk anda cepat laku yakni buy 1 get 1. Strategi ini biasa diterapkan untuk memperkenalkan produk yang baru atau menghabiskan stock barang yang kurang diminati. Produk yang ditawarkanpun jangan asal dan sebaiknya tawarkan produk yang masih berkesinambungan satu dengan lainnya. Contohnya saja anda bisa menjual sabun cuci pakaian dan mengratiskan softener pada pelanggan.

Free sample 
Banyak sekali perusahaan besar sebelum meluncurkan produk barunya mereka akan memberikan sampel produk baru mereka secara gratis. Hal ini dilakukan untuk melihat respon pasar dan kelebihan serta kekurangan dari produk yang hendak dijual di pasaran. Anda juga bisa mendapatkan beberapa saran yang bisa anda gunakan untuk produk anda kedepannya dari konsumen.

Endorse
Jika kompetisi kurang maksimal bagaimana bila anda mencoba endorse? Anda bisa mencari figur selebgram yang kini menjadi perbincangan public. Biaya endorse beragam tergantung siapa figur yang anda pilih. Pilihlah figur yang memiliki reputasi yang baik sehingga reputasi produk anda juga akan dikenal baik oleh masyarakat.

Diskon 
Strategi satu ini memang biasa dilakukan oleh pebisnis yakni penerapan diskon. Ketika anda menggunakan strategi diskon ada baiknya juga mencantumkan harga normal barang juga sehingga pelangganpun menyadari perbedaan harga sebelum diskon dan setelah diskon. Gunakan pula angka yang tak biasa seperti 99.999 agar menarik para pembeli.

Demikian penjelasan mengenai pengertian, Tujuan, Konsep, Contoh beserta pembahasan lengkap tentang strategi pemasaran. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi semuanya. Terimakasih telah membaca.

Revolusi Industri Inggris

Jika mencari momentum sejarah terbesar yang merubah peradaban umat manusia, memang tak salah bila kita merujuk pada revolusi industri yang terjadi di Inggris. 

Revolusi industri seolah menjadi langkah paling dini yang mengantarkan manusia masuk ke dalam era globalisasi. 

Era dimana sekat antar negara semakin menipis dan setiap manusia dapat dengan jauh lebih mudah, melompat ke wilayah manapun di dunia ini, bahkan di luar angkasa sekalipun.

Revolusi industri merupakan penanda dari pertumbuhan pabrik-pabrik yang melejit secara dramatis, yang dimulai pada akhir tahun 1700an, di negara Inggris. 

Sebelumnya, masyarakat dunia mayoritas adalah para petani yang tinggal di desa-desa kecil, termasuk juga masyarakat Inggris. 

Dalam kesehariannya, para rakyat jelata ini menggarap lahan sawah maupun kebun. Bermula dari penemuan mesin pembuat kain yang disebut ‘Spinning Jenny’, keseharian masyarakat pun berubah.

Seorang penemu sekaligus penenun dari Lancashire, James Hargraves bisa jadi adalah salah satu orang yang paling bertanggung jawab terhadap perubahan ini. 

Tahun 1764, Hargraves berhasil meracik “spinning Jenny” yang membantu para penenun untuk memilin wol atau serat kain menjadi benang dalam gulungan yang banyak. 

Kemudian, pada 1766, Arkwright menemukan mesin jenny yang mampu digerakkan oleh kincir air yang besar. Tentu saja, memanfaatkan tenaga air jauh lebih efisien ketimbang tenaga tangan yang terbatas, seperti yang biasa dilakukan sebelumnya. 

Arkwright lalu memasang kincir airnya di Crompton Mill, Derby, dan menciptakan perusahaan besar yang pertama di dunia pada tahun 1771.




James Watt lalu merevisi karya Arkwright dengan mengembangkan mesin uap pertamanya di tahun 1780. Mesin uap ini menjadi motor penggerak untuk menjalankan mesin. 

Penemuan mesin uap Jamess Watt nyatanya lebih populer dibanding kincir air karena mesin uap ini lantas dengan cepat menggantikan air sebagai sumber utama tenaga penggerak di pabrik-pabrik. 

Selanjutnya, penemuan ini semakin dilengkapi oleh Henry Cort yang menemukan cara memurnikan bijih besi menjadi besi tempa yang kemudian mengantarkan besi sebagai bahan utama dari revolusi industri.

Baca juga: Mengurai Pemikiran dalam Ideologi Kapitalisme

Pada tahun-tahun inilah kemudian revolusi industri terjadi. Kegiatan pertanian yang semula menjadi tonggak hidup rakyat lalu digantikan dengan kegiatan perindustrian. 

Perusahaan-perusahaan besar yang memanfaatkan mesin didirikan di hampir seluruh penjuru Inggris. Masyarakat pun mengikuti langkah ini dengan berbondong-bondong menjadi pekerja pabrik dan kemudian tinggal di kota-kota besar.

Pada awal tahun 1800-an, revolusi yang terjadi di Inggris ini merambat ke Jerman, Perancis dan juga Amerika Serikat. 

Koloni Eropa menciptakan pasar yang luas untuk barang-barang hasil produksi mesinnya yang surplus atau melimpah. Seluruh dunia adalah target pasarnya. Kondisi ini mendorong adanya perdagangan lintas negara secara lebih intens. 

Pengembangan dan penemuan mesin-mesin baru selanjutnya terus terjadi. Seluruh dunia lalu merasakan akibat dari revolusi industri ini, hingga saat ini.

Pendapatan Nasional (Pengertian dan Metode Perhitungan)

Pendapatan nasional adalah nilai atau jumlah pendapatan yang diterima oleh masyarakat atau pemilik faktor produksi yang berada pada suatu negara dalam jangka waktu satu tahun.

Metode Perhitungan Pendapatan Nasional
Untuk menghitung pendapatan nasional, dapat digunakan tiga metode pendekatan yakni pendekatan produksi, pendekatan pendapatan dan pendekatan pengeluaran. 

Masing-masing pendekatan ini digunakan untuk mengetahui pendapatan nasional secara lebih khusus. Dengan demikian, akan lebih mudah untuk diketahui pendapatan nasional berdasarkan hal tertentu atau sesuai pendekatan.



Pendapatan Nasional

1. Pendekatan produksi

Pendekatan produksi artinya pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan nilai tambah (value added) dari semua barang dan jasa masyarakat pada satu negara dalam waktu satu tahun. 

Secara sederhana, pendekatan produksi menghitung nilai produksi berdasarkan harga dan kuantitas produksi.
Rumus perhitungan pendekatan produksi:
  • PN = P1 Q1 + P2 Q2 + … + Pn Qn

Keterangan :
PN       à Pendapatan Nasional
P          à Price (Harga)
Q         à Quantity (Jumlah)

2.     Pendekatan pendapatan

Pendekatan pendapatan menghitung nilai penjumlahan dari seluruh pendapatan yang diterima para pemilik faktor produksi dalam satu negara selama satu tahun. 

Secara sederhana, pendekatan pendapatan menghitung semua pendapatan yang ada pada suatu negara dari persewaan tanah, upah/ gaji, bunga dan keuntungan perusahaan.
Rumus perhitungan pendekatan pendapatan
  • PN = R + W + I + P

Keterangan :
PN       à Pendapatan Nasional
R         à Rent (jumlah nilai sewa tanah yang diterima pemilik tanah)
W        à Wage (jumlah upah / gaji yang diterima buruh dan karyawan)
I           à Interest (jumlah bunga yang diterima pemilik modal)
P          à Profit (jumlah keuntungan yang diterima pengusaha)

3. Pendekatan pengeluaran

Pendekatan pengeluaran mencakup seluruh penjumlahan dari pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi di suatu negara dalam satu tahun.
  • PN = C + I + G + (X – M)

Keterangan :
PN       à Pendapatan Nasional
C         à Consumption (Konsumsi)
I           à Investation (Investasi)
G         à Government (Pengeluaran Pemerintahan)
(X-M) à Export Netto (Export – Import)

Manfaat perhitungan Pendapatan Nasional
  1. Untuk mengetahui struktur perekonomian suatu negara. Struktur perekonomian negara bisa berupa negara agraris, negara industri atau lainnya.
  2. Untuk mengetahui kondisi perkembangan perekonomian dari tahun ke tahun. Kondisi perkembangan ekonomi mungkin mengalami kemajuan, kemunduran atau tetap.
  3. Untuk mengetahui perbandingan perekonomian satu negara dengan yang lainnya.