Administrasi: Definisi, tujuan, fungsi , ciri-ciri beserta pembahasan lengkap tentang administrasi

Administrasi: Definisi, tujuan, fungsi , ciri-ciri beserta pembahasan lengkap tentang administrasi

Definisi Administrasi

Secara umum, definisi administrasi adalah suatu kegiatan yang berkaitan dengan ketentuan-ketentuan terhadap kebijakan yang dikeluarkan untuk mewujudkan suatu target organisasi.

Ada yang berpendapat lain bahwa definisi administrasi adalah kegiatan yang menekankan pada sistem ketatausahaan seperti ketik-mengetik, catat-mencatat, pembukuan, surat-menyurat dan lain sebagainya. Ada pula yang berpendapat bahwa administrasi merupakan aktivitas yang dilakukan secara bersama-sama. 

Baca juga: Manajemen Stress: Definisi, tujuan, strategi, tips beserta pembahasan lengkap

Definisi Administrasi Menurut Para Ahli

Berikut adalah definisi administrasi yang pernah dijelaskan oleh beberapa ahli, yaitu:

1. George R. Terry
Definisi administrasi menurut pendapat beliau adalah kegiatan yang meliputi perencanaan, pengendallian, pengorganisasian dan lain sebagainya. Administrasi dapat dilakukan untuk mencapai suatu target atau tujuan tertentu.

2. Arthur Grager
Definisi administrasi menurut pendapat beliau adalah fungsi yang membuat terlaksananya suaut komunikasi dan pelayanan warkat.

3. Sondang P.Siagian
Definisi administrasi menurut pendapat beliau adalah kerjasama yang terdiri lebih dari satu orang guna mewujudkan tujuan tertentu.

4. Ulbert
Definisi administrasi menurut pendapat beliau adalah data informasi yang disusun dan dicatat secara sistematis. Dengan demikian maka seseorang atau kelompok tertentu akan mudah untuk melihatnya kembali.

5. Willam Lefffingwell dan Edwin Robinson
Definisi administrasi menurut pendapat Willam Lefffingwell dan Edwin Robinson adalah suatu unit yang terdapat didalam ilmu manajemen. Ilmu tersebut mencakup hal-hal yang berkaitan dengan efisiensi dalam melakukan pekerjaan dan lain sebagainya.

Baca juga: Manajemen Organisasi: Definisi, tujuan, fungsi manajemen organisasi dan pembahasan lengkap

Unsur - unsur Administrasi

Berikut adalah 8 unsur administrasi yang dikemukakan oleh The Liang Gie. Simak dibawah ini:

1. Organisasi: Organisasi merupakan suatu wadah bagi sistem administrasi tersebut.
2. Manajemen: Manajemen merupakan alat yang digunakan dalam sistem administrasi. Terdapat 3 bagian utama manajemen, yaitu top management, middle management dan lower management.

3. Komunikasi: Administrasi dapat mengendalikan pola yang terjadi dalam suatu hubungan komunikasi yang dilakukan oleh satu departement dengan yang lainnya. Contohnya seperti surat atau warta.
4. Kepegawaian: Kepegawaian sangat berkaitan erat dengan penggunaan tenaga kerja. Hal-hal yang meliputinya adalah penerimaan, penempatan pada posisi yang dibutuhkan, pendayagunaan serta PHK.

5. Keuangan: Dengan adanya unsur keuangan ini maka administrasi dapat memperoleh sejumlah dana dan lain sebagainya.
6. Perbekalan: Dalam unsur ini, seseorang bekerja pada bidang administrasi akan mencoba menganalisa barang yang diperlukan atau bahkan tidak sama sekali. Hal-hal yang meliputi unsur pembekalan ini adalah pengadaan, penyimpanan serta penyingkiran barang.

7. Tata usaha: Tata usaha mencakup hal-hal yang berkaitan dengan catat-mencatat, simpan-menyimpan serta kirim-mengirim.
8. Public relation: Berbeda dengan unsur lainnya, unsur public relation ini lebih menekankan pada hal-hal yang berkaitan dengan konsumen.

Baca juga: Manajemen Komunikasi: Definisi, tujuan, fungsi beserta contoh dan pembahasan lengkap

Ciri - ciri Administrasi

Berikut adalah beberapa ciri-ciri administrasi. Simak dibawah ini:
1. Administrasi telah mempersiapkan arah dan tujuan yang jelas
2. Administrasi memiliki sejumlah unit sumber daya manusia yang memadai
3. Administrasi sangat mengedepankan nilai kerjasama sebuah team
4. Dalam pelaksanaannya, administrasi membutuhkan suatu proses dan usaha untuk mewujudkan target sasarannya.
5. Administrasi memiliki sistem yang ketat seperti pengawasan, bimbingan serta kepemimpinan.

Fungsi Administrasi

Berikut adalah beberapa fungsi administrasi. Simak dibawah ini:

1. Perencanaan
Administrasi sangat dibutuhkan dalam fungsi perencanaan. Mengapa demikian? Karena didalam administrasi terdapat suatu proses pengumpulan data, pengolahan data serta rencana yang akan disusun.

2. Penyusunan
Dengan adanya unsur ini maka hubungan komunikasi antar satu dengan yang lain dapat terjaga dengan baik sehingga sasaran atau tujuan yang telah ditentukan sebelumnya dapat mudah dicapai.

3. Koordinasi
Dengan adanya fungsi koordinasi ini maka hal-hal yang tidak diinginkan seperti kekacauan, bentrok dan lain sebagainya dapat terhindar. Mengapa demikian? Karena fungsi koordinasi lebih menekankan kepada adanya persatuan, menghubungkan dan menyesuaikan antara para pekerja yang satu dengan yang lainnya sehingga mereka dapat melakukan kerjasama yang baik.

4. Laporan
Dengan adanya fungsi ini maka kita dapat mengetahui apa saja yang menjadi perkembangan saat ini, bagaimana hasil dari kegiatan yang telah dilakukan. Biasanya para petugas administrasi memiliki sejumlah catatan dari pejabat tertentu.

5. Penyusunan anggaran
Segala keuangan atau anggaran yang dimiliki oleh sebuah organisasi akan disusun sedemikian rupa. Penyusunan tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan.

6. Penempatan
Berbeda dengan fungsi lainnya, fungsi penempatan ini sangat berkaitan dengan suatu sumber daya baik manusia maupun alam yang dimiliki oleh organisasi tertentu. Hal-hal yang meliputi fungsi ini adalah rekruitmen, perlengkapan serta pengembangan.

7. Pengarahan atau bimbingan
Dalam mewujudkan tujuan organisasi maka petugas administrasi perlu melakukan pengarahan atau bimbingan kepada anggota-anggotanya. Para petugas dapat memberi saran, perintah, bimbingan dan lain sebagainya.

Demikian penjelasan porosilmu.com mengenai definisi, tujuan, fungsi , ciri-ciri beserta pembahasan lengkap tentang administrasi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya. Terimakasih telah membaca.
Manajemen Personalia: Definisi, Fungsi, Tujuan, Tugas serta Pembahasan Lengkap

Manajemen Personalia: Definisi, Fungsi, Tujuan, Tugas serta Pembahasan Lengkap

Definisi Manajemen Personalia

Apa yang dimaksud dengan manajemen personalia? Secara umum, definisi manajemen personalia adalah salah satu bentuk manajemen yang sering digunakan oleh seorang individu, perusahaan serta masyarakat setempat. 

Manajemen personalia ini bertujuan untuk merencanakan, mengkoordinasi, memberlakukan sistem seleksi bagi para pekerja, memberikan pelatihan, pengembangan serta pemeliharaan bagi suatu sumber daya tertentu.

Selain itu, manajemen personalia juga akan membahas tentang bagaimana seorang karyawan memiliki rasa bangga terhadap perusahaan. Dengan kata lain, apabila suatu organisasi mampu melakukan manajemen personalia ini maka mereka juga akan mampu melakukan tugas dan perannya dalam merekrut tenaga kerja baru, memberikan pelatihan dan lain-lain sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai secara optimal.

Baca juga: Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM): Definisi, fungsi, tujuan beserta model dalam manajemen SDM

Definisi Manajemen Personalia Menurut para ahli

Berikut adalah definisi lain tentang manajemen personalia yang pernah dijelaskan oleh beberapa ahli. Simak penjelasannya dibawah ini:

1. Manulang
Definisi manajemen personalia menurut pendapat Manulang (2001:156) adalah suatu ilmu yang digunakan untuk memahami bagaimana suatu perkembangan, partisipasi dan pekerjaan  dapat diberikan dengan baik. 

2. Malayu S. P Hasibuan
Definisi manajemen personalia menurut pendapat Malayu S. P Hasibuan adalah suatu peran hubungan tenaga kerja yang terdapat dalam ilmu dan seni. Kedua hal tersebut dilakukan dengan cara yang efisien dan efektif agar target perusahaan dapat diperoleh dengan mudah.

3. Alex S. Nitisemito
Definisi manajemen personalia menurut pendapat Alex S. Nitisemito (1996:143) adalah ilmu seni dalam melakukan suatu proses atau kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan, pengawasan dan lain-lain.

4. Jhon Soeprihanto
Definisi manajemen personalia menurut pendapat beliau adalah kegiatan yang melibatkan pengawasan untuk mendukung tujuan organisasi yang telah direncanakan sebelumnya.

5. Heidrachman Ranupandojo dan Suad Husnan
Definisi manajemen personalia menurut pendapat Heidrachman Ranupandojo dan Suad Husnan adalah kegiatan yang melibatkan beberapa proses seperti perencanaan, pengarahan, pengawasan dan lain sebagainya. Kegiatan-kegiatan itulah yang dapat membantu agar tujuan perusahaan dapat dicapai.

6. Prof. Edwin B. Flippo
Definisi manajemen personalia menurut pendapat Prof. Edwin B. Flippo (Handoko:2000) adalah suatu kegiatan yang mencakup hal-hal yang berkaitan dengan perencanaan, pengarahan, pengendalian, pengembangan, integrasi dan lain sebagainya.

Baca juga: Manajemen Konstruksi: Definisi, peranan, fungsi, tugas manajemen konstruksi beserta pembahasan lengkapnya

Tujuan dan Fungsi Manajemen Personalia

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa manajemen personalia dapat menyinergikan tujuan dengan sumber daya yang dimiliki. 
Selain itu, manajemen personalia juga memiliki beberapa fungsi. Simak penjelasannya berikut ini:

1. Fungsi perencanaan
Dalam fungsi ini, seorang manajer akan menganalisa dan menentukan program-program apa saja yang akan digunakan dalam manajemen personalia.

2. Fungsi Pengorganisasian
Apabila segala macam fungsi telah dibentuk dan ditetapkan maka tahap selanjutnya adalah membentuk sebuah organisasi. 

3. Fungsi Pengarahan
Dalam tahap ini manajer akan memberikan arahan terhadap semua karyawan perusahaan agar dapat menjalankan tugasnya dengan se-efektif mungkin. 

4. Fungsi Pengawasan
Dalam tahap ini, seorang manajer mulai melakukan penelitian dan mengawasi terhadap apa saja yang akan direncanakan dan akan dilakukan oleh para pegawainya.

Baca juga: Manajemen Perusahaan: Definisi, fungsi, kategori, tugas beserta pembahasan lengkap

Tujuan Manajemen Personalia

Berikut adalah beberapa tujuan manajemen personalia. Simak dibawah ini:

• Menyeleksi calon karyawan: Seorang HRM pasti tahu bagaimana standar yang dibutuhkan serta posisi yang tepat bagi seorang karyawan.
• Merancang anggaran 

• Membuat deskripsi pekerjaan, spesifikasi serta menganalisis pekerjaan
• Mengadakan proses pendidikan bagi calon karyawan seperti mengembangkan, mendidik atau bahkan mengurusnya
• Selain itu, dengan adanya manajemen personalia maka segala hal yang berkaitan dengan pensiun, pemberhentian hingga kesejahteraan dapat diurus dengan mudah

Tips Untuk Melakukan Training Dalam Ruang Lingkup Internal

HRM merupakan kepanjangan dari Human Resources Management. Pada umumnya, pelatihan ini dilakukan oleh seorang HRM itu sendiri. Lalu, apa saja yang menjadi tips dalam melakukan training tersebut. Simak penjelasannya berikut ini:

1. Memberikan tantangan kepada setiap kelompok departemen
2. Melakukan coaching dengan manajer
3. Memberikan kegiatan yang dapat menghilangkan beban para karyawan seperti outbond dan lain sebagainya

Demikian penjelasan porosilmu.com mengenai definisi, fungsi, tujuan, tugas serta pembahasan lengkap tentang manajemen personalia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya. Terimakasih telah membaca.
Manajemen Komunikasi: Definisi, tujuan, fungsi beserta contoh dan pembahasan lengkap

Manajemen Komunikasi: Definisi, tujuan, fungsi beserta contoh dan pembahasan lengkap

Definisi Manajemen Komunikasi

Apa yang dimaksud dengan manajemen? Manajemen merupakan ilmu yang digunakan untuk menyelesaikan suatu kegiatan melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pengendalian dan kepemimpinan. 

Sedangkan definisi komunikasi yaitu proses interaksi yang terjadi antar satu dengan yang lainnya. Tujuannya adalah agar seseorang dapat menyampaikan atau bahkan memperoleh suatu informasi tertentu.

Jadi, manajemen komunikasi merupakan perpaduan antara konsep komunikasi dengan teori manajemen. Secara umum, definisi manajemen komunikasi adalah upaya yang dilakukan untuk dapat mengendalikan hubungan komunikasi dengan orang lain. 

Ada yang berpendapat lain bahwa definisi manajemen komunikasi adalah suatu proses timbal balik seperti memberi, membujuk dan memberikan informasi dari satu ke yang lainnya. Selain itu, manajemen komunikasi juga diharuskan untuk menjembatani teoritisi dan praktisi komunikasi.

Dengan adanya manajemen komunikasi maka hal-hal yang tidak diinginkan seperti koordinasi yang saling tumpang tindih dapat terhindarkan. Selain itu, manajemen ini juga dapat memberikan sebuah solusi terhadap perselisihan yang terjadi.

Baca juga: Manajemen perubahan: Definisi, tujuan, bagian-bagian dan tingkatan manajemen perubahan

Definisi Manajemen Komunikasi Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa definisi manajemen komunikasi yang pernah dikemukakan oleh para ahli, yaitu:

1. Michael Kaye 
Definisi manajemen komunikasi menurut pendapat Michael Kaye (1994) adalah suatu cara agar seseorang dapat mengelola komunikasinya dengan orang lain. Hal tersebut dapat dilakukan dalam bentuk komunikasi interpersonal, kelompok maupun komunikasi massa.

2. Parag Diwan
Definisi manajemen komunikasi menurut pendapat Parag Diwan (1999) adalah proses yang berkaitan dengan suatu sumber daya komunikasi. Proses tersebut meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengontrolan.

3. Liebler dan Barker
Definisi manajemen komunikasi menurut pendapat Liebler dan Barker adalah suatu proses yang berbentuk sistematis dimana didalamnya terdapat fungsi manajemen yang harus diselesaikan dengan cara negosiasi mengenai pemahaman antar satu dengan yang lainnya.

Baca juga: Manajemen Stress: Definisi, tujuan, strategi, tips beserta pembahasan lengkap

Tujuan Manajemen Komunikasi 

Tujuan utama manajemen komunikasi adalah untuk mengontrol komunikasi dan interaksi antar satu dengan yang lainnya sehingga hubungan dapat berjalan dengan baik. Tujuan lainnya yaitu: 

• Menciptakan interaksi secara profesional
• Menciptakan keinginan yang baik terhadap seseorang

• Membangun rasa toleransi yang tinggi terhadap sesama
• Meningkatkan kerjasama tim

• Membangun rasa saling menghargai antar satu dengan lainnya
• Memperoleh saran yang dapat memperbaiki diri kita dari sebelumnya

Fungsi Manajemen Organisasi Dalam Bidang Perbisnisan

Seorang manajer dapat mengkoordinasi para anggotanya untuk bekerja sesuai dengan target yang telah ditentukan. Dengan adanya manajemen organisasi maka hubungan antar anggota yang satu dengan lainnya dapat terjaga dengan baik sehingga perselisihan dapat dicegah secara maksimal.

Berikut adalah beberapa fungsi manajemen organisasi, yaitu:

1. Pengendalian
Dalam pelaksanaannya, seorang manajer akan berusaha untuk mengendalikan karakter yang dimiliki oleh para anggota organisasi. Semua anggota diharuskan untuk menaati peraturan yang telah dibuat oleh seorang manajer, hal ini bertujuan agar para anggota dapat mengerjakan tugas sesuai dengan target tertentu.

2. Motivasi
Sebagai seorang manajer, ia harus mampu memberikan motivasi atau dorongan kepada para anggotanya. Tujuannya adalah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti rasa stress atau beban yang dapat menghambat pekerjaan atau pun risiko lainnya.

3. Alat penyampaian informasi
Seperti apa yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa manajemen komunikasi dapat dijadikan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan kepada orang lain. 

Baca juga: Manajemen Organisasi: Definisi, tujuan, fungsi manajemen organisasi dan pembahasan lengkap

Komponen Manajemen Komunikasi

George R. Terry pernah menjelaskan bahwa manajemen komunikasi memiliki 5 komponen utama yang terdiri dari komunikasi formal, komunikasi non formal, komunikasi informal, komunikasi teknis serta komunikasi prosedural. Simak masing-masing penjelasannya berikut ini:

1. Komunikasi formal
Komunikasi ini biasanya digunakan ketika adanya suatu interaksi yang ingin dilakukan oleh staf kepada pimpinan atau pun sebaliknya. Dalam pelaksanaannya, komunikasi jenis ini seringkali membutuhkan peraturan khusus seperti peraturan mengenai jam kerja yang dilampirkan kedalam sebuah surat kontrak dan lain sebagainya.

2. Komunikasi non formal
Jenis komunikasi ini umumnya tidak membutuhkan peraturan yang khusus. Dalam pelaksanaannya, komunikasi ini dapat dilakukan dengan santai atau bahkan secara spontan. Contohnya seperti saat seseorang ingin memberikan saran atau pendapat tertentu.

3. Komunikasi Informal
Berbeda dengan kedua jenis komunikasi sebelumnya, jenis komunikasi informal ini tidak akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan. Umumnya mereka akan membicarakan hal-hal yang berada diluar pekerjaan seperti kehidupan pribadi dan lain sebagainya.

4. Komunikasi teknis
Komunikasi ini cukup dibilang spesifik karena tujuannya adalah untuk menyampaikan strategi tertentu.

5. Komunikasi prosedural
Komunikasi ini biasanya digunakan untuk membuat suatu laporan terkait kinerja perusahaan.

Selain George R. Terry, ada salah satu ahli lain yang pernah menjelaskan mengenai bagian-bagian manajemen komunikasi tersebut yaitu Onong U. Effendy. Menurutnya, ada 3 bagian manajemen komunikasi yang terdiri dari komunikasi vertikal, horizontal dan eksternal.

Demikian penjelasan porosilmu.com mengenai definisi, tujuan, fungsi beserta contoh dan pembahasan lengkap tentang manajemen komunikasi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya. Terimakasih telah membaca.
Manajemen Perusahaan: Definisi, fungsi, kategori, tugas beserta pembahasan lengkap

Manajemen Perusahaan: Definisi, fungsi, kategori, tugas beserta pembahasan lengkap

Definisi Manajemen Perusahaan

Secara umum, definisi manajemen perusahaan adalah upaya yang dilakukan untuk mengendalikan dan mengadministrasikan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. 

Manajemen adalah hal utama yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan karena ia mampu mendorong terwujudnya target yang diinginkan. Berikut adalah definisi manajemen perusahaan yang pernah dikemukakan oleh beberapa ahli.

Simak penjelasannya dibawah ini:

1. George R. Terry (1997)
Definisi manajemen perusahaan menurut pendapat George R. Terry adalah proses yang terdiri dari perencanaan, penyusunan, pengarahan serta pengendalian manusia dan sumber daya lainnya guna mewujudkan target yang telah ditentukan.

2. Koontz
Definisi manajemen perusahaan menurut pendapat Koontz adalah seni yang berkaitan dengan suatu ilmu.

3. Wilson
Definisi manajemen perusahaan menurut pendapat Wilson adalah upaya atau tindakan yang dilakukan untuk mewujudkan target melalui proses yang lebih sistematis.

4. Stoner
Definisi manajemen perusahaan menurut pendapat Stoner adalah proses yang terdiri dari perencanaan, memimpin, penyusunan serta pengendalian terhadap semua sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan.

5. Lawrance A. Appley
Definisi manajemen perusahaan menurut pendapat Lawrence A. Appley adalah seni yang dilakukan untuk mencapai tujuan dan dilaksanakan dengan usaha orang lain.

6. Mary Parker F.
Definisi manajemen perusahaan menurut pendapat Mary Parker adalah seni dimana setiap pekerjaannya dapat diselesaikan melalui bantuan dari orang lain.

Baca juga: Manajemen Risiko: Definisi, tujuan, jenis, bagian-bagian dan pembahasan lengkap

Fungsi Manajemen Perusahaan

Manajemen perusahaan memiliki sejumlah fungsi yang harus anda ketahui yaitu:

1. Memimpin
Seorang manajer memiliki fungsi sebagai pemimpin dalam melaksanakan kegiatan perusahaan. Adapun tugas-tugas yang harus dilakukannya yaitu:

• Menentukan kebijakan atau keputusan 
• Melakukan komunikasi
• Memberikan dukungan secara penuh
• Menentukan posisi yang tepat untuk para karyawannya
• Memberikan penilaian dan mengevaluasi kinerja para karyawan

2. Merencanakan
Seorang manajer tentunya juga harus bisa merencanakan kegiatan apa saja yang harus dilakukan oleh para karyawannya, seperti:

• Menentukan jenis kegiatan 
• Menentukan waktu kegiatan
• Membuat target yang harus dicapai dari setiap kegiatannya
• Membuat jadwal 
• Mengendalikan biaya semaksimal mungkin
• Membuat standar operasional prosedur (SOP) yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan

3. Mengorganisasi
Dengan adanya manajemen ini maka hubungan antar divisi yang satu dengan divisi yang lainnya dapat berjalan dengan baik. Kegiatan yang dapat dilakukan dalam hal ini yaitu menetapkan hubungan yang dapat membedakan antara pimpinan dan karyawan, menetapkan job description yang dibutuhkan oleh perusahaan, menentukan desain  struktur organisasi, mendeskripsikan pemanfaatan sumber daya manusia (SDM) dan mendelegasikan tanggung jawab.

4. Mengawasi
Segala kegiatan yang dilakukan dalam perusahaan harus dapat diawasi dengan baik oleh seorang manajer. Tujuannya agar kegiatan dapat berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan . Selain mengawasi, seorang manajer juga dapat memberikan saran dan menetapkan kebijakan yang berkaitan dengan penyelewengan tugas dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.

Kegiatan yang harus diawasi dan dikendalikan oleh seorang manajer yaitu terkait dengan perkembangan kegiatan, hasil pekerjaan dan bagaimana tindakan yang harus dilakukan apabila seorang karyawan melakukan kesalahan.

Baca juga: Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM): Definisi, fungsi, tujuan beserta model dalam manajemen SDM

Kategori Manajemen Perusahaan

Manajemen perusahaan memiliki beberapa tingkatan level yang berbeda-beda, antara lain yaitu:

1. Top management: Didalam level ini terdapat sebuah boards of director atau sering disebut juga sebagai chief of executive dan senior executive.
2. Midle management: Didalam level ini terdapat sebuah department of division head.
3. Lower management: Berbeda dengan level lainnya, didalam level ini terdapat 3 bagian yang berbeda yaitu superintenden, general foreman dan supervisor.

Bagian manajemen perusahaan yang memiliki level tertinggi biasanya akan berhubungan dengan kemampuan konseptual sedangkan level yang terbawah akan berhubungan dengan kemampuan operasional (teknis) dan mikro.

Tugas Manajemen Perusahaan

Didalam sebuah manajemen perusahaan terdapat sebuah departemen yang berbeda-beda yaitu human research, credit risk, corporate treasury, compliance, firm risk management, firm strategy and execution, finance, internal audit, market disk dan operational risk. Simak masing-masing penjelasannya dibawah ini:

1. Human research: Human research biasanya akan diambil alih oleh seorang manajer HRD, tugasnya adalah untuk memberikan penilaian, saran dan wawasan terhadap sumber daya perusahaan.
2. Credit risk: Bagian ini memiliki tugas untuk melindungi dan mengawasi segala aset yang dimiliki oleh perusahaan. Selain itu, manajer yang terdapat pada bagian ini juga harus menjaga informasi-informasi tertentu.

3. Corporate treasury: Bagian ini memiliki tugas untuk mengelola keuangan yang dimiliki oleh perusahaan.
4. Compliance: Bagian ini memiliki tugas untuk menganalisa serta memberi bimbingan terhadap pelanggaran tertentu. Selain itu, seorang manajer juga harus menetapkan peraturan-peraturan yang dapat mendukung jalannya kegiatan perusahaan.

5. Firm risk management: Seorang manajer yang terdapat pada bagian ini akan bertanggungjawab dalam hal pengembangan risiko.
6. Firm strategy and execution: Seorang manajer yang terdapat pada bagian ini akan bertanggungjawab dalam hal sistem pengambil keputusan.

7. Finance: Bagian ini memiliki tugas untuk melaporkan hal-hal yang berkaitan dengan keuangan.
8. Internal audit: Bagian ini memiliki tugas untuk memberikan tinjauan independen.

9. Market risk: Bagian ini memiliki tugas untuk mengelola segala eksposur resiko pasar.
10. Operational risk: Bagian ini memiliki tugas untuk memastikan bahwa perusahaan mempunyai program yang terbuka dan transparan.

Baca juga: Manajemen Konstruksi: Definisi, peranan, fungsi, tugas manajemen konstruksi beserta pembahasan lengkapnya

Demikian penjelasan porosilmu.com mengenai definisi, fungsi, kategori, tugas beserta pembahasan lengkap tentang manajemen perusahaan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi semuanya. Terimakasih telah membaca.
Manajemen Organisasi: Definisi, tujuan, fungsi manajemen organisasi dan pembahasan lengkap

Manajemen Organisasi: Definisi, tujuan, fungsi manajemen organisasi dan pembahasan lengkap

Mungkin sebagian orang sudah tidak asing lagi dengan istilah manajemen. Manajemen memiliki berbagai macam bentuk, ada manajemen perusahaan, manajemen stress, manajemen komunikasi, manajemen organisasi, manajemen pers dan masih banyak manajemen-manajemen lainnya. 

Untuk dapat membedakan jenis manajemen organisasi dengan jenis manajemen lainnya maka anda perlu mengetahui definisinya terlebih dahulu. Dalam artikel ini, kami telah menyajikan informasi mengenai manajemen organisasi seperti tujuan dan fungsi-fungsi yang terdapat didalamnya. Simak artikelnya dibawah ini.

Definisi Manajemen Organisasi

Secara umum, definisi manajemen organisasi adalah upaya yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan dengan cara merencanakan dan mengendalikan sumber daya yang dimiliki oleh organisasi. 

Berikut adalah beberapa ahli yang pernah menjelaskan mengenai definisi manajemen organisasi, antara lain yaitu:

1. George R. Terry
Definisi manajemen organisasi menurut pendapat beliau adalah aktivitas yang berkaitan dengan  perencanaan, pengorganisasian, penggerakan serta pengawasan. Tujuannya adalah agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan baik.

2. Luther M. Gulick
Definisi manajemen organisasi menurut pendapat Luther M. Gulick adalah suatu hal yang berhubungan erat dengan kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan guna mencapai tujuan organisasi.

3. Henry Fayol
Definisi manajemen organisasi menurut pendapat Henry Fayol adalah serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan planning, organizing, coordinating serta controlling. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mencapai goal organisasi.

4. Koontz dan O. Donnel
Definisi manajemen organisasi menurut pendapat Koontz dan O. Donnel adalah kegiatan yang meliputi adanya perencanaan, organisir, melengkapi tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan.

Baca juga: Manajemen Pers: Definisi, bagian-bagian manajemen pers dan pembahasan lengkapnya

Tujuan Manajemen Organisasi

Pada dasarnya, manajemen organisasi memiliki tujuan untuk mencapai apa yang telah direncanakan sebelumnya secara efektif dan efisien sehingga kemudian hari, perusahaan dapat memperoleh profitabilitas.

Manajemen organisasi adalah salah satu bagian yang terpenting dalam suatu perusahaan. Apabila manajemen tersebut tidak digunakan maka perusahaan akan mengalami kemunduran profitabilitas yang akan mengakibatkan perselisihan dalam ruang lingkup internal.

Tujuan - tujuan lainnya yang ingin diraih oleh manajemen organisasi ini yaitu:
• Membangun koordinasi yang baik antar satu dengan yang lainnya
• Menciptakan kondisi yang aman, damai dan positif bagi para karyawan sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan secara efektif

• Membentuk rasa solidaritas yang tinggi
• Mendorong para karyawan agar mau bekerja dengan rasa tanggung jawab 
• Mencapai tujuan utama perusahaan dengan cara membentuk karakter sumber daya

Baca juga: Manajemen perubahan: Definisi, tujuan, bagian-bagian dan tingkatan manajemen perubahan

Fungsi Manajemen Organisasi

Dari penjelasan sebelumnya kita tahu bahwa manajemen organisasi memiliki sejumlah proses untuk mendukung tujuan-tujuannya seperti perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), kepegawaian (staffing), pengarahan (lead), pengendalian (controlling), manajemen waktu (time management) dan motivasi (motivation). Simak masing-masing penjelasannya berikut ini:

1. Perencanaan (planning)
Untuk mencapai tujuan yang diinginkan maka kita perlu merencanakan hal-hal apa saja yang sekiranya dapat mendukung visi misi tujuan organisasi itu sendiri. Seorang manajer dapat menyelenggarakan kegiatan rapat bersama untuk membahas mengenai rencana kerja dan anggarannya.

2. Pengorganisasian (organizing)
Didalam fungsi yang satu ini, seorang manajer diharuskan untuk menetapkan suatu kebijakan mengenai penggunaan sumber daya. Tujuannya adalah agar perusahaan dapat memperoleh kinerja yang terbaik sehingga target organisasi dapat dicapai secara optimal.

Apabila sebuah organisasi memiliki kegiatan yang mengharuskannya untuk mengejar target pemasaran maka seorang manajer harus dapat memilih dan memilah para anggota yang dianggap memenuhi spesifikasi kegiatan tersebut. Begitupun dengan kegiatan-kegiatan organisasi lainnya.

3. Kepegawaian (staffing)
Agar suasana kerja menjadi lebih kondusif maka dibutuhkan sistem manajemen yang baik. Selain itu, perekrutan anggota juga harus diperhatikan dengan baik karena dampaknya cukup besar bagi organisasi.

4. Pengarahan (lead)
Pada bagian ini, seorang manajer berfungsi untuk memberikan arahan terhadap para anggotanya agar dapat bekerja sesuai dengan target organisasi. Apabila tidak ada arahan yang jelas maka pencapaian tujuan pun akan terhambat.

5. Kontrol (controlling) 
Setiap kegiatan yang melibatkan sumber daya akan dikendalikan atau dikontrol oleh seorang manajer. Apabila terdapat hal-hal yang menyimpang atau merugikan bagi organisasi maka seorang manajer berhak mengambil keputusan.

6. Manajemen waktu (time management)
Apabila suatu organisasi dapat melaksanakan manajemen waktu dengan baik maka organisasi tersebut dapat berkembang secara cepat dan sehat. Misalnya seperti kinerja para karyawan, apakah mereka tepat waktu dan lain sebagainya.

7. Motivasi (motivation)
Motivasi merupakan suatu hal yang penting bagi para anggota. Dengan adanya motivasi maka para anggota dapat bekerja dengan baik sehingga tujuan organisasi dapat dicapai secara efektif dan efisien. 

Seorang manajer dapat memberikan motivasi berupa penghargaan kepada para anggotanya. Penghargaan yang dimaksud dapat berbentuk remunerasi atau bahkan sebuah ucapan khusus.

Baca juga: Manajemen Stress: Definisi, tujuan, strategi, tips beserta pembahasan lengkap

Demikian penjelasan porosilmu.com mengenai definisi, tujuan, fungsi manajemen organisasi dan pembahasan lengkap. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi semuanya. Terimakasih telah membaca.
Manajemen Konstruksi: Definisi, peranan, fungsi, tugas manajemen konstruksi beserta pembahasan lengkapnya

Manajemen Konstruksi: Definisi, peranan, fungsi, tugas manajemen konstruksi beserta pembahasan lengkapnya

Definisi Manajemen Konstruksi

Secara umum, definisi manajemen konstruksi adalah ilmu yang mempelajari dan mengaplikasikan berbagai macam aspek yang berhubungan dengan manajerial dan teknologi dari konstruksi itu sendiri.

Ada yang berpendapat bahwa modal bisnis yang berasal dari seorang konsultan konstruksi merupakan bagian yang terdapat didalam sebuah manajemen konstruksi. Modal tersebut biasanya digunakan untuk memberi pengarahan terhadap sebuah proyek yang sedang dijalankan. Perlu digaris bawahi bahwa manajemen konstruksi dan manajemen proyek memiliki makna yang berbeda. 

Construction Management Association of America (CMMA) pernah mengatakan bahwa manajemen konstruksi memiliki beberapa tanggung jawab yang berbeda-beda, yaitu perencanaan proyek, manajemen biaya, waktu, administrasi kontrak termasuk manajemen keselamatan dan praktik profesional.
Manajemen konstruksi lebih menekankan kepada bisnis industri konstruksi yang memiliki tujuan untuk memberikan pelayanan terbaik pada seluruh prosesnya.

Baca juga: Dokumentasi: Definisi, tujuan, peranan, fungsi dan macam - macam dokumentasi

Definisi Manajemen Konstruksi Menurut Para Ahli

Sebagian ahli pernah mengatakan bahwa definisi manajemen adalah upaya yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan melalui kegiatan sekelompok orang. Sedangkan definisi konstruksi adalah kegiatan yang berhubungan dengan adanya penyelenggaraan untuk membangun suatu bangunan.

Jadi, definisi manajemen konstruksi yang pernah dikemukakan oleh para ahli yaitu upaya yang dilakukan untuk mengelola pembangunan dengan baik guna mewujudkan tujuan yang telah direncanakan sebelumnya. Didalamnya terdapat sekelompok orang dengan masing-masing keahlian yang dimilikinya.

Peran Manajemen Konstruksi

Dalam pelaksanaannya, seorang manajer memiliki peran untuk melakukan manajemen konstruksi ini, yaitu:

1. Agency Construction Management (ACM)
Dalam hal ini, seorang manajer akan berperan sebagai coordinator yang menghubungkan antara perencanaan, penerapan dan juga kontraktor. 

2. Extended Service Contruction Management (ESCM)
Dalam pelaksaannya kontraktor juga sering diperankan oleh manajemen kontraktor itu sendiri. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya perselisihan antar pihak kontraktor dan pihak manajemen.

3. Owner Construction Management (OCM)
Segala kegiatan yang dilakukan dalam manajemen konstruksi akan dikembangkan kembali oleh pemilik perusahaan. Jadi, para pihak manajemen juga akan bertanggung jawab terhadap kegiatan manajemen proyek yang ada.

4. Guaranted Maxium Price Construction Management (GMPCM)
Peran yang dimiliki oleh seorang konsultan kontraktor tentunya akan lebih fokus terhadap kegiatan konstruksi itu sendiri dibanding menjadi seorang wakil pemilik perusahaan sehingga segala kegiatan yang berkaitan dengan permasalahan waktu, biaya, mutu dan lain-lain akan dipertanggungjawabkan oleh seorang konsultan.

Baca juga: Manajemen Risiko: Definisi, tujuan, jenis, bagian-bagian dan pembahasan lengkap

Fungsi Manajemen Konstruksi

Kita tahu bahwa manajemen konstruksi merupakan suatu hal yang penting bagi perusahaan tertentu, khususnya perusahaan yang membutuhkan pembangunan properti.

Pada umumnya, manajemen konstruksi akan memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki agar tujuan dapat dicapai secara maksimal. Berikut adalah beberapa fungsi manajemen konstruksi, yaitu:

1. Perencanaan (planning)
Dalam pelaksanaannya, manajemen konstruksi dapat menentukan apa saja yang akan dibutuhkan untuk membangun sebuah proyek, metode apa yang akan digunakan untuk melakukan kegiatan tersebut, kapan proyek tersebut akan dilakukan dan lain sebagainya. 

2. Pengorganisasian (organizing)
Manajemen konstruksi memiliki peran untuk membentuk suatu divisi yang dibutuhkan dalam kegiatan proyek perusahaan. Tak hanya membentuk, seorang manajer juga dapat memberikan posisi yang dianggap tepat untuk melakukan pekerjaan proyek tersebut.

3. Pengarahan (actuating)
Didalam manajemen juga terdapat pembinaan, pelatihan dan lain-lain agar tugas dan tanggung jawab yang dimiliki oleh seluruh pegawainya dapat dijalankan dengan baik.

4. Pengendalian (controlling)
Manajemen konstruksi juga dapat menjalankan peran sebagai pengawas kegiatan proyek dan mengevaluasi apabila ada hal-hal yang dirasa belum cukup untuk memenuhi target. 

Fungsi lainnya yang terdapat pada manajemen konstruksi ini yaitu pengendalian biaya (cost control), pengawasan terhadap perencanaan dan penerapan kegiatan (quality control), waktu (time control).

Baca juga: Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM): Definisi, fungsi, tujuan beserta model dalam manajemen SDM

Tugas Manajemen Konstruksi

Berikut adalah beberapa tugas yang harus dilakukan oleh seorang manajer konstruksi, yaitu:
1. Mengawasi jalannya kegiatan proyek lapangan agar tetap sesuai dengan target yang telah ditentukan sebelumnya.
2. Meminta laporan terkait tugas dan perkembangan pembangunan konstruksi.

3. Memiliki hak untuk memberhentikan kegiatan apabila sudah tidak sesuai dengan target yang diinginkan.
4. Menyelenggarakan rapat secara rutin dengan melibatkan berbagai pihak seperti konsultan perencana, wakil pemilik dan lain-lain.

5. Memiliki tanggung jawab secara langsung terhadap pemilik atau wakil perusahaan dalam hal penyampaian informasi.
6. Memiliki tanggung jawab terhadap pengesahan material yang akan digunakan dalam kegiatan konstruksi.

7. Mengelola serta mengkoordinasi peran-peran yang terlibat dalam pembangunan konstruksi.
8. Memiliki tanggung jawab terhadap perubahan kontrak.

9. Melakukan pemeriksaan terhadap shop drawing.
10. Memastikan bahwa metode yang dilakukan sudah tepat sesuai dengan syarat K3LMP (Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Lingkungan, Mutu dan Pengamanan).

Demikian penjelasan porosilmu.com mengenai definisi, peranan, fungsi, tugas manajemen konstruksi beserta pembahasan lengkap tentang manajemen konstruksi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya dan terimakasih telah membaca. 
Manajemen Stress: Definisi, tujuan, strategi, tips beserta pembahasan lengkap

Manajemen Stress: Definisi, tujuan, strategi, tips beserta pembahasan lengkap

Definisi Manajemen Stress

Secara umum, definisi manajemen stress adalah upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah mental atau emosional secara efektif dan efisien. Masalah-masalah tersebut biasanya muncul karena adanya tanggapan atas suatu hal. Manajemen stress bertujuan untuk memperbaiki kualitas hidup yang lebih baik dari sebelumnya.

Istilah stress mungkin sudah tidak asing lagi untuk didengar. Pada dasarnya stress merupakan suatu hal yang normal. Apabila seseorang mengalami tekanan yang berlebih maka stress pun akan muncul dengan otomatis.

Dalam ruang lingkup perusahaan, manajemen perusahaan sering digunakan untuk mengatasi tekanan yang dialami oleh para karyawannya sehingga pekerjaan dapat dijalankan dengan maksimal.

Baca juga: Manajemen Media Online: Definisi, ruang lingkup, peranan, manfaat dan alat-alat manajemen online

Definisi Manajemen Stress Menurut Para Ahli

Istilah stress juga dapat disebut sebagai gangguan mental yang dapat diakibatkan oleh tekanan dari dalam maupun dari luar. Berikut adalah beberapa definisi manajemen stress yang pernah dikemukakan oleh beberapa ahli dibawah ini, yaitu:

1. Goliszek
Definisi manajemen stress menurut pendapat Goliszek adalah usaha yang dilakukan untuk meminimalisir kebiasaan stress agar kualitas hidup dapat tetap terjaga dengan baik. Adapun cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengubah pola perilaku, mempelajari apa yang dimaksud dengan istilah gila, mengetahui gejala-gejala stress dan mencoba untuk berelaksasi atas tekanan yang dihadapi.

2. Smith
Definisi manajemen stress menurut pendapat beliau adalah suatu keterampilan yang dilakukan untuk mengantisipasi, mencegah, mengelola serta memulihkan diri dari tekanan yang dihadapinya.

3. Cotton
Definisi manajemen stress menurut pendapat Cotton adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam menganalisa segala permasalahan yang dapat menimbulkan stress dan mencoba alat-alat terapi yang dianggap dapat mengubah rasa stress tersebut.

4. Margiati
Definisi manajemen stress menurut pendapat Margiati adalah kemampuan untuk mengubah pola berfikir dan lain sebagainya.

5. Fadli
Definisi manajemen stress adalah kecakapan yang digunakan untuk menghadapi berbagai macam tantangan yang ada.

6. Munandar
Definisi manajemen stress adalah usaha yang dilakukan untuk mencegah timbulnya tekanan dan lain-lain.

Baca juga: Manajemen Pers: Definisi, bagian-bagian manajemen pers dan pembahasan lengkapnya

Tujuan Manajemen Stress

Dari penjelasan sebelumnya kita dapat mengetahui bahwa manajemen stress bertujuan untuk mengubah kualitas hidup seseorang menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tujuannya lainnya yaitu:

• Mencegah terjadinya gejala-gejala stress
• Mencegah timbulnya stress pada seseorang atau kelompok 
• Mengendalikan rasa stress dengan baik agar hal-hal yang tidak diinginkan juga dapat dicegah.
• Memulihkan rasa stress 

Tahukah anda bahwa stress dapat mempengaruhi cara berpikir seseorang? Semakin besar tekanan yang diterima oleh seseorang maka akan semakin besar pula ancaman yang akan dihadapinya. 

Cara atau strategi dalam mengendalikan stress

Pada umumnya, seseorang yang mengalami rasa stress dapat mengganggu komunikasi antar satu dengan yang lainnya. Oleh sebab itu, seseorang harus mampu mengendalikan rasa stress tersebut dalam manajemen ini. Ada 2 cara untuk mengatur rasa stress yang pernah dikatakan oleh Robbins yaitu dengan cara melakukan pendekatan secara individual dan organisasional. Simak penjelasannya dibawah ini:

1. Pendekatan individual
Suatu keberhasilan dapat ditentukan dari adanya pendekatan individual ini. Pendekatan yang dimaksud yaitu melakukan sistem manajemen waktu yang baik, meluangkan waktu untuk berolahraga, melatih diri untuk berelaksasi dan memperluas jaringan sosial.

2. Pendekatan organisasional
• Mengupayakan adanya komunikasi yang baik antar satu dengan yang lainnya
• Merencanakan kembali pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan oleh anggotanya

• Menyelenggarakan adanya bimbingan konseling
• Membuat target organisasi secara nyata

• Meminimalisir adanya masalah perselisihan dan melakukan klarifikasi peran organisasi
• Menyeleksi anggota dan menempatkannya pada posisi yang tepat
• Membangun iklim yang mendukung kegiatan organisasi

Baca juga: Manajemen perubahan: Definisi, tujuan, bagian-bagian dan tingkatan manajemen perubahan

Tips Untuk Mengatasi Tekanan atau Stress 

Dengan adanya manajemen stress ini maka kita dapat mengendalikan segala emosi dan pikiran yang ada. Didalam bidang bisnis, manajemen stress akan dilaksanakan oleh seorang manajer human resource development (HRD). Lalu, apa saja tips untuk mengatasi tekanan atau stress dalam bidang bisnis? Simak penjelasannya dibawah ini:

1. Menganalisis segala kebiasaan yang dapat menyebabkan timbulnya tekanan
Dalam dunia perusahaan, para pegawai biasanya akan mengalami tekanan atau stress yang disebabkan oleh adanya tumpukan pekerjaan yang harus segera diselesaikan dalam kurun waktu tertentu atau bahkan masalah pribadi seperti dililit hutang dan lain sebagainya. Teori psikologi pernah mengatakan bahwa cara mengatasi tekanan yang disebabkan oleh masalah pribadi adalah dengan cara menulis atau menceritakannya kepada seseorang. 

Maka dari itu, seorang manajer harus dapat menganalisa hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan timbulnya rasa tekanan pada karyawannya sehingga pekerjaan-pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik.

2. Menyediakan alat-alat fitness
Dengan adanya fasilitas tersebut maka pikiran dan emosional para karyawan yang sedang menghadapi tekanan akan menjadi segar kembali. Dengan kata lain, segala beban yang ada akan diminimalisir atau bahkan hilang dengan cara berolahraga.

3. Mencoba berinteraksi dengan rekan lainnya
Sosialisasi dapat dibentuk dari adanya interaksi yang dilakukan oleh seseorang. Dengan bersosialisasi maka hati dan pikiran pun dapat menjadi lebih tenang dari sebelumnya. Contoh yang paling sederhana adalah ketika kita membantu orang lain.

Demikian penjelasan porosilmu.com mengenai definisi, tujuan, strategi, tips beserta pembahasan lengkap tentang manajemen stress. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya. Terimakasih telah membaca.
Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM): Definisi, fungsi, tujuan beserta model dalam manajemen SDM

Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM): Definisi, fungsi, tujuan beserta model dalam manajemen SDM

Definisi Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)

Secara umum, definisi manajemen SDM adalah upaya yang dilakukan untuk merekrut, mengembangkan, memotivasi serta mengevaluasi kembali SDM yang ada, apakah sudah memenuhi syarat atau telah mendukung tujuan yang diinginkan oleh perusahaan.

Selain itu, manajemen SDM ini juga berfungsi untuk mengatur hubungan dan tugas para pegawai agar tujuan dapat dicapai secara maksimal. Manajemen sumber daya manusia merupakan ilmu manajemen yang menggabungkan teori psikologi, sosiologi dan lain sebagainya.

Dalam pelaksanaannya, manajemen ini membutuhkan sebuah proses perencanaan, penyusunan karyawan, pengelolaan karir, pengembangan karyawan, mengevaluasi kinerja dan lain sebagainya. Pada umumnya, suatu kebijakan tidak akan jauh dari manajemen yang satu ini.

Baca juga: Manajemen PAUD: Definisi, tujuan, fungsi, konsep serta pembahasan lengkap

Definisi Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa definisi manajemen SDM yang pernah dikemukakan oleh beberapa ahli, yaitu:

1. Anwar Prabu Mangkunegara
Definisi manajemen SDM menurut pendapat Anwar Prabu Mangkunegara adalah suatu proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan lain sebagainya.

2. Handoko
Definisi manajemen SDM menurut pendapat Handoko adalah kegiatan yang mencakup sistem penyeleksian, perekrutan, pengembangan, pemeliharaan serta penggunaan SDM itu sendiri. Tujuannya adalah untuk mewujudkan target yang telah ditentukan sebelumnya.

3. Henry Simamora
Definisi manajemen SDM menurut pendapat Henry Simamora adalah pendayagunaan, pengembangan, penilaian serta mengelola setiap orang yang menjadi angggota dalam kelompok pekerja.

4. Melayu SP Hasibuan
Definisi manajemen SDM menurut pendapat Melayu SP Hasibuan adalah ilmu dan seni untuk mengelola hubungan kerja agar tetap berjalan sesuai yang diharapkan.

5. Gary Dessler 
Definisi manajemen SDM menurut pendapat Gary Dessler adalah kebijakan dan latihan yang dilakukan untuk memenuhi aspek yang terdapat didalam sebuah sumber daya manusia itu sendiri. Contohnya seperti penyeleksian, rekrutmen anggota baru, kompensasi dan lain sebagainya.

6. Mutiara S. Panggabean
Definisi manajemen sumber daya manusia menurut pendapat Mutiara S. Panggabean adalah suatu proses yang meliputi segala perencanaan, pengorganisasian, pengendalian serta kepemimpinan terhadap analisis pekerjaan, pengadaan, evaluasi, pengembangan, promosi dan lain-lain.

7. Mary Parker Follet 
Definisi manajemen sumber daya manusia menurut pendapat Mary Parker Follet adalah seni dalam mewujudkan tujuan yang telah direncanakan sebelumnya.

8. Achmad S. Ruky
Definisi manajemen sumber daya manusia menurut pendapat Achmad S. Ruky adalah aplikasi yang cukup dibilang efisien dalam pemanfaatan, akuisisi, pengembangan serta pemeliharaan SDM itu sendiri.

Baca juga: Dokumentasi: Definisi, tujuan, peranan, fungsi dan macam - macam dokumentasi

Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)

Cushway membagi tujuan manajemen SDM menjadi beberapa bagian. Simak penjelasannya dibawah ini:

1. Membantu sistem pengambil keputusan
Pada dasarnya, manajemen sumber daya manusia mampu meningkatkan motivasi para pegawainya sehingga dalam pelaksanaannya manajemen ini juga dapat membantu untuk membuat suatu kebijakan tertentu.

2. Memudahkan perusahaan dalam mewujudkan tujuan
Manajemen sumber daya manusia juga akan memperhatikan bagaimana implementasi terhadap kebijakan yang telah dibuat dan apakah terdapat suatu dampak dan lain sebagainya. Dengan hal-hal kecil seperti ini maka tujuan pun dapat mudah kita raih dengan maksimal.

3. Mendukung perusahaan
Dalam pelaksanaannya, manajemen ini akan mendorong dan memberi dukungan penuh terhadap perusahaan. Misalnya seperti mengadakan perekrutan anggota baru dan lain sebagainya.

4. Membantu menyelesaikan masalah
Kita tahu bahwa masalah pasti selalu kita temui dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam dunia perbisnisan. Masalah seringkali dianggap sebagai suatu risiko yang harus segera diselesaikan. Oleh sebab itu, manajemen sumber daya manusia ini akan bergerak dan memecahkan masalah untuk menemukan solusi yang terbaik bagi perusahaan.

5. Media komunikasi yang baik
Dengan adanya manajemen ini maka hubungan yang terjadi antara pegawai dan pimpinan perusahaan dapat dijaga dengan baik sehingga tidak menimbulkan adanya kesalahpahaman atau miss communication antar keduanya. 

Baca juga: Manajemen Risiko: Definisi, tujuan, jenis, bagian-bagian dan pembahasan lengkap

Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)

Dari penjelasan sebelumnya kita dapat mengetahui bahwa manajemen SDM sangat berkaitan erat dengan suatu pengendalian terhadap para pegawai hingga membentuknya dengan hubungan yang baik antar sesama anggota. Apabila anda menggunakan manajemen yang satu ini maka anda harus mengetahui apa saja manfaat yang bisa didapatkan. Simak penjelasannya berikut ini:

1. Staffing / Employment
Seorang manajer dapat menyelenggarakan perekrutan anggota baru dan segala spesifikasi yang ada harus dapat diperhatikan dengan baik. 

2. Performance Evaluation
Seorang manajer dapat memberikan penilaian dan mengevaluasi para karyawan yang bekerja didalam suatu perusahaan.

3. Compensation
Hal ini berkaitan dengan adanya pemberian kompensasi atau penghargaan kepada para karyawan perusahaan.

4. Training and Development
Hal ini berkaitan dengan adanya pemberian pelatihan dan pengarahan kepada semua karyawan perusahaan.

5. Personnel Research
Seorang manajer harus dapat memperhatikan tingkat efektivitas yang terdapat dalam kinerja para karyawannya.

6. Employe Relations
Apabila manajemen yang dilakukan sudah baik dan benar maka dapat dipastikan bahwa perusahaan dapat terhindar dari adanya masalah-masalah yang berkaitan dengan serikat pekerja.

7. Safety and Health
Seorang manajer juga harus memperhatikan keselamatan dan kesehatan para karyawannya

Demikian penjelasan dari porosilmu.com mengenai definisi, fungsi, tujuan beserta model dalam manajemen sumber daya manusia (SDM). Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi semuanya dan terimakasih telah membaca.
Manajemen perubahan: Definisi, tujuan, bagian-bagian dan tingkatan manajemen perubahan

Manajemen perubahan: Definisi, tujuan, bagian-bagian dan tingkatan manajemen perubahan

Definisi Manajemen Perubahan

Secara umum, definisi manajemen perubahan adalah upaya yang dilakukan untuk merubah seseorang, kelompok atau bahkan perusahaan kearah yang lebih baik dari sebelumnya.

Manajemen perubahan juga sering disebut sebagai manajemen sumber daya manusia (SDM). Perusahaan seringkali membuat kebijakan perubahan ini, contohnya seperti perubahan kebijakan dan lain sebagainya.

Sebagai manusia, kita tidak bisa berdiam diri sedangkan keadaan terus bergerak. Untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan maka kita perlu mengadakan perubahan tertentu.

Baca juga: Manajemen Kampanye: Definisi, langkah-langkah, macam-macam serta pembahasan lengkapnya

Definisi Manajemen Perubahan Menurut Para Ahli

Manajemen ini berlangsung secara terus menerus. Hal-hal yang berkaitan dengan manajemen ini yaitu perubahan arah, struktur, melayani permintaan (pasar, konsumen, pegawai) dengan baik. Simak penjelasan mengenai definisi manajemen perubahan yang pernah dikemukakan oleh beberapa ahli dibawah ini, yaitu:

1. Prof. Dr. J. Winardi
Definisi manajemen perubahan menurut pendapat Prof. Dr. J. Winardi adalah upaya yang dilakukan untuk dapat mengendalikan perubahan secara efektif. Motivasi, leadership, konflik, kelompok serta komunikasi harus dipahami dengan baik.

2. Wibowo
Definisi manajemen perubahan menurut pendapat Wibowo adalah proses yang bersifat lebih sistematis untuk mengaplikasikan berbagai macam pengetahuan, sarana dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mempengaruhi perubahan kepada pihak lain.

3. Nikhols
Definisi manajemen perubahan menurut pendapat Nikhols dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu :

• Manajemen perubahan adalah tugas dalam mengendalikan perubahan baik yang telah direncanakan maupun yang tidak.
• Manajemen perubahan adalah praktek area profesional. Dalam hal ini, seorang praktisi juga dapat disebut sebagai agent of change.
• Manajemen perubahan adalah ilmu yang terdiri dari model, cara, teknik, alat serta keterampilan yang dapat digunakan dalam praktek perubahan itu sendiri.

Baca juga: Manajemen Media Online: Definisi, ruang lingkup, peranan, manfaat dan alat-alat manajemen online

Tujuan Manajemen Perubahan

Berikut adalah beberapa hal yang menjadi tujuan manajemen perubahan, yaitu:
1. Menjaga keberlangsungan hidup perusahaan dalam jangka pendek maupun jangka panjang
2. Dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang berasal dari faktor dalam seperti sikap yang dilakukan oleh para pegawainya, strategi korporasinya maupun perubahan teknologi atau alat-alat yang digunakan. Tak hanya faktor dari dalam, namun faktor yang berasal dari luar pun harus diadaptasi dengan baik. Misalnya seperti perubahan yang terjadi dalam ruang lingkup pasar, regulasi, hukum, kebijakan dan lain sebagainya.
3. Untuk meningkatkan efektivitas perusahaan seperti tenaga kerja, sistem organisasi serta implementasi dari strategi yang telah direncanakan sebelumnya.

Bagian - bagian Manajemen Perubahan

Pada umumnya, manajemen perubahan memiliki 8 bagian utama yaitu target perubahan, aspek strategis yang harus dirubah, implementasi startegi perubahan, sumber daya, manajer perubahan, organisasi, agent of change dan target audiens.

Baca juga: Manajemen Pers: Definisi, bagian-bagian manajemen pers dan pembahasan lengkapnya

Tingkat Manajemen Perubahan

Seperti apa yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa manajemen perubahan merupakan upaya yang dilakukan untuk merubah seseorang, kelompok atau bahkan perusahaan kearah yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan demikian, manajemen perubahan memiliki beberapa tingkatan yaitu perubahan individu atau seseorang, perubahan organisasi dan perubahan kemampuan yang dimiliki oleh perusahaan. Simak penjelasannya dibawah ini:

1. Perubahan individu
Perubahan individu merupakan perubahan yang paling mendasar. Kita tahu bahwa setiap orang pasti akan mengalami yang namanya perubahan, ada yang sukses dalam proses perubahannya dan ada pula yang gagal. 

Maka dari itu, peran seorang manajer sangat penting pagi pencapaian tujuan perusahaan. Dalam hal ini, seorang manajer juga harus mampu memahami bagaimana sikap atau karakter individu sehingga kemudian ia tahu apa yang akan dilakukan untuk kedepannya. 

2. Perubahan organisasi
Perubahan yang satu ini sangat erat kaitannya dengan manajemen proyek. Dalam pelakasanaannya, perubahan ini akan berfungsi untuk memastikan bahwa solusi yang diberikan dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Selain itu, seorang manajer juga harus mampu mengetahui sumber daya apa saja yang akan digunakan untuk melakukan perubahan. Hal itu bertujuan untuk mewujudkan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

3. Perubahan kemampuan perusahaan
Segala kemampuan yang dimiliki untuk mengelola perusahaan akan digunakan secara efektif. Dalam tersebut, seorang manajer harus mampu beradaptasi dengan lingkungan luar seperti pasar dan lain-lain. 

Manajemen perubahan yang satu ini cukup dibilang kompleks karena mencakup segala aspek perusahaan. Contoh yang dapat kita ambil adalah perubahan terhadap metode pemasaran. Perubahan tersebut dilakukan karena sebelumnya target tidak mampu dicapai secara maksimal. 

Kerja sama antara seorang manajer dan pimpinan perusahaan merupakan suatu hal yang penting karena target yang ingin dicapai dapat berjalan secara optimal. Dengan adanya perubahan maka perusahaan yang dimiliki dapat berkembang secara terus menerus waktu jangka panjang. Pada akhirnya, keberlangsungan perusahaan pun dapat tetap terjaga dengan baik.

Demikian penjelasan dari porosilmu.com mengenai definisi, tujuan, bagian-bagian dan tingkatan manajemen perubahan. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi semuanya dan terimakasih telah membaca.
Manajemen Risiko: Definisi, tujuan, jenis, bagian-bagian dan pembahasan lengkap

Manajemen Risiko: Definisi, tujuan, jenis, bagian-bagian dan pembahasan lengkap

Definisi Manajemen Risiko

Secara umum, definisi manajemen risiko adalah upaya yang dilakukan untuk mengidentifikasi, menganalisis, menilai, mengendalikan, menghindari atau bahkan menghapus adanya risiko.

Untuk melaksanakan kegiatan manajemen ini maka kita harus menggunakan pendekatan-pendekatan tertentu. Manajemen risiko yang terdapat didalam suatu perusahaan merupakan proses dari adanya kegiatan perencanaan, koordinasi, ambil alih dan mengendalikan organisasi yang ada guna mengurangi adanya risiko pendapatan pada perusahaan.

Baca juga: Standard Operating Procedure (SOP): Definisi, tujuan dan manfaat, fungsi serta prinsip SOP

Definisi Manajemen Risiko Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah definisi manajemen risiko yang pernah dikemukakan oleh beberapa ahli seperti Djojosoedarso, Tampubolon, Smith dan lain-lain. Simak penjelasannya dibawah ini:

1. Djojosoedarso
Definisi manajemen risiko menurut pendapat Djojosoedarso adalah segala fungsi yang terdapat didalam manajemen dikerahkan untuk menanggulangi adanya risiko, khususnya pada perusahaan, keluarga dan masyarakat.

2. Tampubolon
Definisi manajemen risiko menurut pendapat beliau Tampubolon bentuk proses yang sifatnya terarah dan proaktif. Tujuan dari proses tersebut adalah untuk mengakomodasi kemungkinan-adanya kemungkinan gagal transaksi atau instrumen tertentu.

3. Smith
Definisi manajemen risiko menurut pendapat Smith adalah proses yang dilakukan untuk mengidentifikasi, mengukur dan mengendalikan keuangan yang dimiliki oleh perusahaan dari ancaman risiko.

4. Djohanputro
Definisi manajemen risiko menurut pendapat Djohanputro adalah proses yang dilakukan untuk menganalisis, mengukur, memetakan, mengembangkan, memonitor dan mengendalikan risiko secara terstruktur dan sistematis.

5. Bramantyo
Definisi manajemen risiko menurut pendapat Bramantyo adalah proses yang bersifat sistematis dan terstruktur untuk melakukan kegiatan pengidentifikasian, pengukuran, pemetaan dan pengembangan terhadap suatu risiko.

6. Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO)
Definisi manajemen risiko yang pernah dikemukakan oleh COSO adalah proses untuk menganalisis apa yang dapat mempengaruhi suatu entitas serta bagaimana cara untuk mengendalikan risiko-risiko tersebut. Dewan direksi dan personil lainnya akan melaksanakan kegiatan ini.

Baca juga: Manajemen PAUD: Definisi, tujuan, fungsi, konsep serta pembahasan lengkap

Tujuan Manajemen Risiko

Berikut ini adalah beberapa tujuan dalam melakukan manajemen risiko, yaitu:

1. Melindungi organisasi / perusahaan
Dengan adanya manajemen ini maka perusahaan akan dilindungi dari segala risiko yang dapat merugikan sehingga tujuan dapat dicapai dengan maksimal.

2. Memudahkan pembuatan kerangka kerja
Manajemen risiko dapat dijadikan sebagai referensi untuk membuat kerangka kerja perusahaan.

3. Membangun jiwa proaktif
Dari penjelasan sebelumnya kita dapat mengetahui bahwa manajemen risiko dapat mengurangi kemungkinan terjadinya risiko. Selain itu, manajemen risiko ini juga dapat digunakan sebagai sumber keunggulan dalam bersaing.

4. Sebagai peringatan dini
Manajemen tersebut dapat memberikan kita informasi mengenai peringatan yang harus segera dihindari. Tujuannya agar tujuan dapat dicapai secara maksimal.

5. Meningkatkan kinerja para pegawai perusahaan
Segala informasi yang diterima dari hasil manajemen risiko dapat meningkatkan kinerja para pegawai perusahaan. Mereka dapat mengembangkan strategi yang akan digunakan oleh perusahaan serta memperbaiki risiko-risiko yang telah terjadi didalam perusahaan tersebut.

6. Memberikan informasi
Segala informasi yang didapatkan dalam manajemen tersebut dapat disosialisasikan.

Baca juga: Dokumentasi: Definisi, tujuan, peranan, fungsi dan macam - macam dokumentasi

Jenis - jenis Manajemen Risiko

Untuk membedakan antara manajemen risiko dengan manajemen lainnya maka kita juga perlu mengetahui jenis-jenisnya. Dalam manajemen risiko ada 4 jenis yang harus anda ketahui, yaitu risiko operasional, risiko hazard, risiko finansial dan risiko strategic. Simak masing-masing penjelasannya dibawah ini:

1. Manajemen risiko operasional
Jenis manajemen ini lebih menekankan pada adanya kegagalan fungsi yang terjadi dalam ruang lingkup internal seperti kegagalan sistem, human error dan lain sebagainya. Risiko-risiko ini dapat disebabkan oleh sistem, proses, kondisi eksternal atau bahkan manusia itu sendiri. 

Dari segala risiko yang dapat merugikan perusahaan maka perusahaan harus segera mengambil langkah secepatnya agar layanan dan kapasitas produksi dapat dijaga dengan baik.

2. Manajemen risiko hazard
Jenis ini lebih menekankan pada adanya kondisi potensial yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan dan kebangkrutan perusahaan. Risiko hazard sangat berkaitan dengan risiko perilaku. Apa yang dimaksud dengan risiko perilaku? Risiko perilaku adalah aktivitas yang dapat merugikan perusahaan.

Ada 3 jenis manajemen risiko hazard yaitu legal hazard, physical hazard dan moral hazard. Simak penjelasannya dibawah ini:

• Legal hazard biasanya dapat dilihat dari adanya tindakan pelanggaran yang dapat membuat perusahaan menjadi bangkrut. Contohnya seperti pelanggaran terhadap Standard Operating Procedure (SOP).
• Physical hazard sangat berkaitan dengan adanya risiko pada mesin seperti kecalakaan pegawai yang disebabkan oleh mesin dan lain-lain. Hal tersebut dapat menyebabkan kerugian pada saat proses produksi.
• Moral hazard lebih kepada sikap yang digunakan oleh para pegawainya dalam ruang lingkup lingkungan kerja seperti tindakan korupsi atau bahkan memberikan pelayanan yang tidak baik.

3. Manajemen risiko finansial
Risiko finansial adalah risiko yang terjadi pada saat pengawasan dan melindungi hak milik, keuntungan, harta dan aset suatu organisasi. Manajemen ini dapat disebut sebagai salah satu risiko yang harus diperhatikan dengan sebaik mungkin. Risiko yang berhubungan dengan keuangan yaitu risiko likuiditas, kredit, regulasi, pajak, akuntansi dan lain-lain. Selain itu, risiko ini juga sangat berkaitan dengan adanya perubahan inflasi, neraca perdagangan, suku bunga dan lain sebagainya.

4. Manajemen risiko strategis
Berbeda dengan jenis manajemen lainnya, manajemen risiko ini sangat berkaitan dengan sistem pengambil keputusan. Risiko ini disebabkan oleh adanya keadaan yang tidak diduga sebelumnya sehingga membuat seseorang tidak dapat menjalankan strategi yang telah direncanakan sebelumnya. 

Bagian - bagian Manajemen Risiko

Ada 8 bagian yang terdapat didalam sebuah manajemen risiko ini yaitu lingkungan internal, menentukan target, mengidentifikasi kejadian, penilaian, tanggapan, pengendalian, informasi dan komunikasi serta pengawasan.

Demikian penjelasan porosilmu.com mengenai definisi, tujuan, jenis, bagian-bagian dan pembahasan lengkap tentang manajemen risiko. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi semuanya dan terimakasih telah membaca.