Daerah Aliran Sungai (DAS): Pengertian, Pembagian, Karakteristik dan Pengelolaan DAS

Sungai memiliki peran penting dalam siklus hidrologi. Hal ini juga berlaku untuk Daerah Aliran Sungai atau DAS. DAS atau Daerah Aliran Sungai merupakan sebutan bagi suatu ekosistem sebagai tempat unsur organisme, lingkungan biofisik, dan unsur kimia untuk berinteraksi secara dinamis, sehingga terjadi keseimbangan inflow dan outflow material dan energy di dalamnya. 

Pengertian DAS menurut para ahli

Untuk lebih memahami apa itu DAS, kita bisa merujuk pengertian DAS menurut para ahli.  

PP No 37 tentang Pengelolaan DAS, Pasal 1, menyebutkan bahwa “DAS termasuk suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan.”

Ahli lain, Dharmawan, dkk (2005), mendefinisikan DAS sebagai “bentang lahan yang dibatasi oleh topografi pemisah aliran (topographic divide), yaitu punggung bukit atau gunung yang menangkap curah hujan, menyimpan dan kemudian mengalirkannya melalui saluran-saluran pengaliran ke suatu titik (outlet) yang umumnya berada di muara sungai biasa atau danau.”

Sedangkan Asdak (2010), mengartikan DAS sebagai suatu wilayah daratan yang secara topografik dibatasi punggung-punggung gunung yang menampung serta menyimpan air hujan, sehingga selanjutnya dapat disalurkan menuju ke arah lautan dengan melewati sungai utama.

Suripin (2002), menyampaikan pengertian DAS sebagai “suatu wilayah yang dibatasi oleh batas alam, seperti punggung bukit-bukit atau gunung, maupun batas batuan, seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan turun di wilayah tersebut memberi kontribusi aliran ke titik kontrol (outlet).”

Ahli lain, yakni Kodoatie dan Sugiyanto (2002), menjelaskan definisi DAS sebagai suatu kesatuan daerah/ wilayah/ kawasan tata air yang secara alamiah terbentuk dengan adanya air yang tertangkap dan berasal dari curah hujan, sehingga dapat mengalir dari daerah/ wilayah/ kawasan tersebut ke arah sungai-sungai yang berhubungan. 

Sugiharto (2001) sendiri mendefinisikan Daerah Aliran Sungai sebagai “suatu daerah yang dibatasi oleh pemisah topografi yang menerima air hujan, menampung, menyimpan, dan mengalirkan ke sungai dan seterusnya ke danau atau ke laut.”

Dari pengertian DAS yang disampaikan para ahli di atas, bisa kita simpulkan bahwa daerah aliran sungai merupakan wilayah yang dibatasi oleh pembatas topografi yang menampung air hujan, sedimen, atau unsur hara, kemudian membawanya lewat saluran air sehingga mengalir dan berkumpul menuju muara sungai, danau, waduk atau laut. 

Pentingnya DAS bagi siklus hidrologi, karena DAS ini menjadi jalur utama bagi air untuk dapat mengalir dan memastikan siklus hidrologi berjalan sebagaimana mestinya. Ketika DAS terganggu, semisal terjadi masalah dalam penangkapan curah hujan, resapan hingga penyimpanan air, akibatnya dapat membuat vegetasi penutup tidak seimbang. Imbasnya, perubahan pada aliran sungai dapat terjadi dan cadangan air tanah pun terganggu.

Konservasi DAS

Karena pentingnya keberadaan DAS, perlu dilakukan konservasi DAS. Konservasi DAS dapat menjamin ketersediaan air tanah dan air di muka bumi ini bagi kelangsungan hidup manusia. 

Konservasi DAS adalah berbagai upaya yang dilakukan dengan tujuan pelestarian lingkungan berdasarkan pada peran dan fungsi wilayah-wilayah yang ada pada DAS. Konservasi DAS meliputi usaha-usaha untuk perlindungan, pemeliharaan dan pemanfaatan ekosistem secara berkelanjutan. 

Komponen DAS

Di dalam ekosistem DAS, terdapat beberapa komponen penting yang berperan dalam mendukung ekosistem DAS. Komponen DAS meliputi: 

  1. manusia, 
  2. hewan, 
  3. vegetasi, 
  4. tanah, 
  5. iklim, dan 
  6. air. 

Masing-masing komponen yang ada dalam ekosistem DAS ini memiliki sifat khasnya sendiri. Meski demikian, masing-masing komponen tetap berhubungan satu sama lain untuk dapat membangun kesatuan sistem ekologis atau ekosistem yang saling menyeimbangkan.

Pembagian Daerah Aliran Sungai

Daerah Aliran Sungai dapat dibagi dalam tiga bagian utama: (1) bagian hulu, (2) bagian tengah dan (3) bagian hilir. Masing-masing bagian DAS membutuhkan koservasi tersendiri dengan disesuaikan pada fungsinya. Berikut adalah pembagian dan pemanfaatannya.

Bagian hulu merupakan bagian yang memiliki fungsi konservasi dengan upaya pengelolaan yang bertujuan untuk mempertahankan kondisi lingkungan DAS agar tidak terdegradasi. Peran ini dilihat dari indikasi kondisi tutupan vegetasi lahan DAS, kualitas air, kemampuan menyimpan air (debit), dan curah hujan.

Bagian tengah merupakan bagian DAS yang memegang fungsi pemanfaatan air sungai yang dikelola dalam pemanfaatan kepentingan sosial dan ekonomi, dengan melihat pada indikasi kuantitas air, kualitas air, kemampuan menyalurkan air, dan ketinggian muka air tanah. Hal ini juga berkaitan dengan prasarana pengairan seperti pengelolaan sungai, waduk, dan danau.

Bagian hilir ini berdasarkan fungsi pemanfaatan air sungai yang pengelolaannya berguna untuk memberikan manfaat kepentingan sosial dan ekonomi. Peran ini dilihat dari indikasi kuantitas dan kualitas air, kemampuan dalam menyalurkan air, ketinggian curah hujan, serta hal lain sehubungan dalam memenuhi kebutuhan pertanian, air bersih, serta pengelolaan air limbah.

Karakteristik DAS 

Karakteristik DAS merujuk pada gambaran secara spesifik yang berhubungan dan menunjukkan fungsi DAS. Hal ini dilihat dari ciri parameter terkait keadaan morfometri, topografi, tanah geologi, vegetasi, penggunaan lahan, hidrologi dan manusia. 

Secara umum, karakteristik DAS dapat dibagi dalam dua hal, berupa: (1) karakteristik biogeofisik dan (2) karakteristik sosial ekonomi budaya dan kelembagaan.

Karakteristik biogeofisik, adalah karakteristik dalam meteorologi DAS, karakteristik morfologi DAS, karakteristik morfometri DAS, karakteristik hidrologi DAS, dan karakteristik kemampuan DAS. 

Karakteristik sosial ekonomi budaya dan kelembagaan, ini meliputi karakteristik sosial kependudukan DAS, karakteristik sosial budaya DAS, karakteristik sosial ekonomi DAS dan karakteristik kelembagaan DAS.

Pengelolaan DAS

Daerah aliran sungai pada dasarnya beragam. Ada karakter tersendiri sehingga proses pemanfaatan dan pengelolaannya juga beragam. Hal ini membuat pengelolaan DAS yang dilakukan juga perlu menyesuaikan pada keberagaman tersebut.

Misalnya saja, terdapat wilayah hutan, perkebunan, pertanian, jalan, irigasi, hingga desa. Setiap wilayah ini memiliki DAS yang pengelolaannya harus dilakukan dengan melihat fungsi wilayah dan karakter wilayah masing-masing. 

Pengelolaan DAS penting dilakukan untuk memastikan siklus hidrologi berjalan lancar, dan daerah aliran sungai berjalan sesuai fungsinya. Hal inilah yang dapat mendukung ketersediaan lahan dan ketersediaan air yang memadai bagi masyarakat dan makhluk hidup lain. 

Tujuan pengelolaan DAS pada dasarnya beragam, dan semua bermuara pada ketersediaan air guna memenuhi kebutuhan makhluk hidup di muka bumi. Di antaranya, mengkonservasi tanah pada lahan, seperti pengelolaan di lahan pertanian, memanen kelebihan air yang terjadi di musim hujan, sehingga air tersebut dapat memanfaatkannya di musim kemarau, mendorong usaha tani secara berkelanjutan dengan melakukan perbaikan di sistem pertanian, memperbaiki keseimbangan ekologi mulai dari hulu ke hilir.

Perlu diketahui pula bahwa dalam DAS, sering ditemui permasalahan yang mengancam eksistensi air dan terganggunya siklus hidrologi. Jadi, tanpa pengelolaan DAS yang tepat, masalah-masalah dapat muncul, seperti yang berhubungan dengan jumlah atau kuantitas dan kualitas atau mutu air. 

Sebagai contoh, pada air sungai, pada saat jumlahnya berlebihan, akibatnya akan terjadi banjir. Di sisi lain, jika jumlahnya terlalu sedikit, imbasnya adalah kekeringan. Dari kuantitas maupun kualitas, DAS harus terjaga secara seimbang demi mendukung kelangsungan hidup makhluk hidup di muka bumi.

Referensi:

  • Admin. 2016. Daerah Aliran Sungai, diakses dari https://konservasidas.fkt.ugm.ac.id/2016/09/10/daerah-aliran-sungai/
  • Asdak, Chay. 2010. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Air Sungai. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  • Budi Chandra. 2015. Pengertian Daerah Aliran Sungai (DAS), diakses dari https://elang.or.id/blog/pengertian-daerah-aliran-sungai-das/
  • Muchlisi Riadi. 2019. Daerah Aliran Sungai (DAS), diakses dari https://www.kajianpustaka.com/2019/10/daerah-aliran-sungai-das.html
  • Suripin. 2002. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Yogyakarta: Andi.
  • World Agrofostery Center. Tt. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, diakses dari http://apps.worldagroforestry.org/sea/Publications/files/leaflet/LE0024-04.pdf

Seluk Beluk Obligasi: Pengertian, Jenis hingga Kelebihan dan Kelemahan

Salah satu bentuk investasi yang banyak digemari adalah obligasi. Kenapa? Karena obligasi dianggap sebagai salah satu instrumen investasi yang relatif aman. Nah, bagaimana obligasi bisa dianggap aman? Untuk memahaminya, tentu kita perlu terlebih dahulu memahami pengertian obligasi. Artikel ini juga akan dilengkapi dengan penjelasan tentang jenis obligasi, kelebihan dan kekurangannya, sehingga Anda bisa mengenal lebih dalam tentang obligasi.

Pengertian Obligasi 

Nama lain obligasi adalah surat utang. Obligasi merupakan salah satu bentuk Efek yang tercatat di Bursa, dan masuk dalam pengelompokkan efek bersifat utang di samping Sukuk. 

Pengertian obligasi adalah suatu surat utang jangka menengah panjang yang dapat dipindahtangankan, dan di dalamnya berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayarkan imbalan berupa bunga dalam periode tertentu serta melunasi pokok utangnya pada periode waktu sesuai yang ditentukan kepada pihak pembeli obligasi. 

Pengertian obligasi secara lebih sederhana adalah surat pernyataan utang dari penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Dalam dunia investasi, penerbit obligasi ini adalah pihak yang berutang, dan pemegang obligasi adalah pihak yang berpiutang atau investor. 

Sebagai sebuah surat utang, di dalam obligasi tertulis waktu atau tanggal jatuh tempo pembayaran utang dan bunga (kupon). Tanggal inilah yang menjadi pegangan bahwa pihak penerbit obligasi harus mampu memenuhi kewajibannya kepada pemegang obligasi sesuai tanggal tersebut. 

Waktu Obligasi, umumnya, jangka waktu obligasi di Indonesia adalah pada kisaran waktu 1 hingga 10 tahun.

Penerbit obligasi, biasanya bisa berupa korporasi atau perusahaan, dan bisa juga diterbitkan oleh negara. 

Alasan penerbitan obligasi, atau tujuan penerbitan obligasi adalah agar dapat menghimpun dana dari masyarakat untuk bisa dipergunakan sebagai sumber pendanaan sesuai yang dibutuhkan penerbit obligasi. Jika di dunia bisnis, penerbitan obligasi bermanfaat untuk memperoleh dana segar sehingga bisa bermanfaat untuk melakukan ekspansi atau mengembangkan usaha. 

Sedangkan bagi suatu negara yang menerbitkan obliglasi, harapannya adalah negara bisa mendapat sumber pendanaan untuk bisa membiayai kebutuhan anggaran seperti sebagian defisit anggaran belanja pemerintah atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Jenis Obligasi

Obligasi ada banyak jenisnya. Dilihat secara umum, jenis obligasi ada tiga, yakni:

  • Obligasi Pemerintah, n=merupakan jenis obligasi yang berbentuk Surat Utang Negara dan diterbitkan oleh Pemerintah, atau di sini adalah Pemerintah Republik Indonesia. Obligasi yang diterbitkan pemerintah mempunyai beberapa jenis kupon lagi. Obligasi dengan kupon tetap (seri FR- Fixed Rate), obligasi dengan kupon variable (seri VR –Variable Rate) dan obligasi berprinsip syariah/ Sukuk Negara.
  • Obligasi Korporasi, merupakan jenis obligasi berupa surat utang yang diterbitkan oleh Korporasi di Indonesia, bisa berupa BUMN atau korporasi swasta. Obligasi korporasi juga memiliki kupon tetap, obligasi dengan kupon variabel dan obligasi dengan prinsip syariah. Selain itu, juga ada obligasi korporasi yang telah diperingkat serta yang tidak diperingkat.
  • Obligasi Ritel, merupakan jenis obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah yang dijual kepada individu atau perseorangan, melalui agen penjual yang ditunjuk langsung oleh Pemerintah. Terdaoat beberapa jenis obligasi ritel, yakni yaitu ORI atau Sukuk Ritel.

Kelebihan Obligasi sebagai Investasi

Nah, setelah mengetahui pengertian obligasi, sudahkah Anda memperkirakan apa saja keuntungan obligasi sebagai instrumen investasi? Ini adalah rangkuman keuntungan obligasi atau kelebihan obligasi:

  • Adanya potensi keuntungan dari kupon (bunga) yang terbagi dalam tiga jenis, yaitu kupon tetap (fixed coupon) dan kupon mengambang (floating/variable coupon). Namun, ada juga obligasi yang tidak memberlakukan kupon (zero coupon bond). Imbal balik (yield) obligasi didapatdari jangka waktu obligasi, yang akan memberikan keuntungan semakin besar ketika durasinya semakin panjang.
  • Adanya potensi keuntungan dari selisih harga obligasi (dalam persentase) setelah diperdagangkan. Jadi, ketika Anda membeli obligasi dengan harga awal 100% (disebut harga pari). Lalu, Anda bsia menjualnya dengan kenaikan harga menjadi 115%, sehingga Anda mendapat keuntungan sebesar 15% (capital gain 15%).
  • Memiliki sifat cenderung aman, karena pembayaran kupon dan pokok obligasi dijamin oleh UU No. 24 Tahun 2002/UU No. 19 Tahun 2008, sehingga harus dibayar oleh penerbit obligasi, kecuali pada keadaan tertentu sesuai peraturan.
  • Kupon/bunga obligasi lebih tinggi daripada bunga deposito.
  • Mudah diperdagangkan di Pasar Sekunder, dengan mekanisme perdagangan yang telah diatur di dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) atau juga dapat diperdagangkan pada transaksi di luar bursa.
  • Dapat dijaminkan sebagai agunan, seperti obligasi negara.

Kekurangan Obligasi sebagai Investasi

Sekalipun terdapat keuntungan yang menggiurkan, terdapat pula keterbatasan yang membuat obligasi memiliki kelemahan, seperti:

  • Masih terdapat risiko gagal bayar dari penerbit obligasi. Meski risiko ini jarang terjadi, tapi bila sampai terjadi gagal bayar, investor tidak bisa memperoleh keuntungan bunga maupun pokok utang. Biasanya, risiko ini berada pada obligasi yang dikeluarkan korporasi. Untuk obliglasi negara atau yang diterbitkan pemerintah, risiko ini hanya terjadi bila terjadi negara gagal, yang sangat kecil kemungkinannya.
  • Obligasi rentan terhadap perubahan suku bunga, ekonomi, dan serta instabilitas politik, karena berhubungan dengan pasar keuangan.
  • Menjual obligasi sebelum jatuh tempo di Pasar Sekunder dapat mengakibatkan kerugian bagi investor karena harga jualnya terkadang bisa lebih rendah dari harga beli.

Referensi:

  • Cermati. 2017. Apa Itu Obligasi? Inilah Penjelasan Lengkapnya, diakses dari https://www.cermati.com/artikel/apa-itu-obligasi-inilah-penjelasan-lengkapnya
  • Idx. Tt. Surat Utang (Obligasi), diakses dari https://www.idx.co.id/produk/surat-utang-obligasi/
  • Niko Ramadhani. 2019. Yakin Obligasi Adalah Investasi yang Cocok Untuk Kamu?, diakses dari https://www.akseleran.co.id/blog/obligasi-adalah/ 
  • Ojk. Tt. Definisi dan Jenis Obligasi, diakses dari https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/364

Pengertian Franchise/ Waralaba, serta Peraturan dan Jenisnya

Ketika tengah mencari peluang bisnis baru, Kamu mungkin akan menemukan adanya penawaran bisnis waralaba atau bisnis franchise. Bisnis waralaba atau yang memiliki nama alias bisnis franchise ini sering diklaim sebagai tempat termudah untuk memulai sebuah bisnis bagi pemula. Kog bisa ya? Apa sih pengertian waralaba atau pengertian franchise itu? 

Untuk memahami, kenapa bisnis waralaba aman dan mudah, serta sering dibilang minim risiko bagi pemula, tentu kita harus lebih dulu memahami apa pengertian bisnis waralaba itu sendiri. Simak ulasan berikut tentang pengertian waralaba, jenis serta bagaimana peraturan bisnis franchise yang ada di Indonesia. 

Pengertian franchise

Waralaba merupakan kata lain dari franchise, yang di dalam Bahasa Inggris disebut sebagai Franchising dan dalam bahasa Prancis disebut Franchise. Pengertian franchise jika merujuk pada Undang-Undang, franchise adalah bentuk perikatan yang dilakukan antara dua pihak, dengan salah satu pihak memperoleh hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak kekayaan intelektual (HAKi) atau pertemuan ciri khas usaha yang dimiliki oleh pihak lain, dengan pemberian imbalan dengan berdasar pada persyaratan yang ditetapkan pihak lainnya, dalam rangka penyediaan dan/atau penjualan barang dan jasa.

Asosiasi Franchise Indonesia juga menyampaikan bahwa pengertian waralaba adalah sistem pendistribusian barang atau jasa kepada para pelanggan akhir yang dilakukan oleh pe-waralaba (franchisor), dengan jalan memberikan hak kepada individu atau perusahaan lain sehingga bisa menjalankan bisnis dengan memanfaatkan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang ditetapkan sebelumnya, untuk jangka waktu tertentu dan meliputi area tertentu. 

Cukup jelas? Dari pengertian di atas, bisa kita simpulkan bahwa pengeritan waralaba adalah suatu hubungan bisnis atau usaha yang dibangun antara pemilik merek, produk ataupun sistem operasional dengan jalan pemberian izin pemakaian merek, produk dan sistem operasional dalam jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan.

Dalam membangun hubungan kerjasama usaha di antara pemberi franchise dan penerima franchise ini, dibutuhkan adanya ikatan perjanjian atau kesepakatan secara sah sehingga hubungan bisnis ini menjadi legal dan jelas aturannya. Setelah melakukan kesepakatan kerjasama, pihak pemberi waralaba (Franchisor) berkewajiban memberikan arahan atau bimbingan usaha, manajemen, penjualan serta pemasaran produk kepada pihak penerima waralaba (Franchise).

Selanjutnya, penerima waralaba juga memperoleh hak menggunakan merek yang telah dikembangkan oleh pemberi waralaba sesuai kesepatan. Sebagai timbal balik atas hak dan bimbingan tersebut, pihak penerima waralaba berkewajiban membayar sejumlah dana, di awal maupun dalam masa kerja sama, sesuai dengan kesepakatan.

Peraturan Waralaba di Indonesia

Sebagai negara hukum Indonesia juga telah mengatur kerjasama bisnis waralaba atau bisnis franchise, sehingga dapat turut memberikan rasa aman dalam kerjasama yang terjalin. Peraturan terkait bisnis waralaba di Indonesia diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 42 tahun 2007 tentang Waralaba. Selain PP tersebut, terdapat peraturan pendukung kepastian hukum dalam bisnis waralaba, meliputi:

  • Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 259/MPP/KEP/7/1997 Tanggal 30 Juli 1997 tentang Ketentuan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba.
  • Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 31/M-DAG/PER/8/2008 tentang Penyelenggaraan Waralaba
  • Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten.
  • Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek.
  • Undang-undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.

Elemen - Elemen dalam Waralaba

Di dalam pelaksanaan bisnis waralaba, terdapat dua elemen utamanya, yakni Franchisor dan Franchisee, sebagai berikuat:

Pengertian Franchisor adalah pemilik merek atau usaha, yang bertindak sebagai pemberi hak atas usaha kepada pihak lain. Franchisor atau pemberi waralaba dapat bertindak sebagai badan usaha maupun perorangan, yang memiliki konsep, merek dan produk.

Franchisor memberikan hak kepada pihak lain sehingga pihak tersebut dapat memanfaatkan dan/ atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual, penemuan, atau ciri khas usaha yang dimiliki atau telah dikembangkannya.

Pengertian Franchisee adalah pihak penerima waralaba atau yang bertindak sebagai pembeli produk waralaba, yang dapat berbentuk badan usaha maupun perorangan. Franchisee memperoleh hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau hal lain yang dimiliki dan dikembangkan Franchisor, sesuai kesepakatan. 

Franchisee atau penerima waralaba memperoleh hak memproduksi konsep dari franchisor, dengan terikat pada kontrak atau perjanjian yang disepakati. Dalam hal ini, franchisee harus berkomitmen menghormati dan menjalankan  konsep, spesifikasi dan peraturan yang diberikan oleh pihak Franchisor secara bertanggung jawab.

Jenis Waralaba

Jenis waralaba secara umum bisa dilihat dari luasan cakupannya, yakni terbagi atas ada dua jenis berupa waralaba luar negeri dan waralaba dalam negeri, dengan penjelasan berikut:

Waralaba Luar Negeri adalah waralaba yang cakupannya melingkupi seluruh dunia atau lintas negara, dengan produk atau jasa yang diwaralabakan telah banyak diminati banyak orang dan dapat diterima di berbagai negara, dengan merek yang juga sudah ternama. Contoh franchise luar negeri adalah Pizza Hut, Mc. Donald, KFC, Starbuck Coffee, Dunkin Donut dan lainnya.

Waralaba Dalam Negeri adalah jenis waralaba yang melingkupi wilayah dalam negeri saja. Jadi, sekalipun waralaba ini berpotensi memperluas jaringan pasar internasional, tapi fokus pangsa pasarnya lebih ke dalam negeri. 

Bisnis waralaba dalam negeri umumnya memiliki nilai modal yang relatif rendah sehingga banyak dipilih para pemula bisnis, untuk berinvestasi dengan modal rendah. Waralaba dalam negeri telah banyak berkembang. Contoh waralaba dalam negeri yang cukup populer adalah Kebab Turki Baba Rafi, Mister Burger, Minimarket Alfamart, serta Indomaret.

Keuntungan Bisnis Waralaba

Setelah membaca pengertian dan aturan bisnis waralaba, apakah Kamu memahami kenapa bisnis waralaba dianggap menguntungkan bagi para pebisnis pemula? Agar lebih paham, berikut adalah beberapa keuntungan berbisnis waralaba:

  • Merk dan prosedur bisnis sudah terbangun dengan baik dan terbukti berjalan, karena hanya bisnis yang telah siap dan memiliki konsep usaha matang, yang secara legal dapat mewaralabakan bisnisnya.
  • Tidak perlu belajar bisnis, karena bagi pemula akan disediakan panduan lengkap sehingga tidak memerlukan pengalaman bisnis, bahkan prosedur dan segala persiapan sudah siap untuk diduplikasi.
  • Support Usaha dari pemberi waralaba yang akan mendukung agar bisnis baru dapat berjalan lancar dan menguntungkan.
  • Dukungan Promosi, yang diberikan pewaralaba untuk dapat membantu pemasaran dan meningkatkan jumlah pelanggan.

Kelemahan Bisnis Waralaba

Selain terdapat keuntungan, ada juga kelemahan bisnis waralaba yang perlu diperhatikan, seperti berikut:

  • Modal yang dibutuhkan biasanya lebih besar, karena terdapat biaya royalti guna membeli hak merek dagang dari pemiliki waralaba.
  • Tidak dapat menentukan supplier, karena kita akan terikat oleh aturan yang digariskan pemiliki waralaba, termasuk dalam menentukan supplier.
  • Tidak Leluasa Berkreasi, dikarenakan sudah ada standar dari pemilik waralaba yang membuat kita terbatas untuk mengubah atau mengkreasikan usaha kita, selama masih di bawah naungan pemiliki merek atau pewaralaba.

Referensi:

  • Finansialku. Tt. Definisi Waralaba. Diakses dari https://www.finansialku.com/waralaba-adalah/
  • Firmansyah. 2019. Definisi & Pengertian Waralaba / Franchise, Simak! Diakses dari https://www.etalasebisnis.com/glosarium/1369/definisi-pengertian-waralaba-franchise-simak.html
  • Infopeluangusaha. Tt. Pengertian Dari Bisnis Waralaba Atau Franchise. Diakses dari https://infopeluangusaha.org/pengertian-dari-bisnis-waralaba-atau-franchise/

Pengertian Afiliasi Menurut Para Ahli: Lengkap, di Berbagai Bidang Keahlian

 Pernahkah Kamu mendengar kata afiliasi? Istilah ini merupakan istilah umum yang dapat digunakan untuk membahasakan suatu konsep di banyak bidang. Salah satu konsep afiliasi yang paling populer dan banyak dibahas adalah pada bidang ekonomi. 

Tapi, tahukah Kamu bahwa pengertian afiliasi menurut para ahli juga bisa dilihat dari bidang-bidang keahlian lain? Karena banyaknya konsep afiliasi di berbagai bidang, dengan pengertian berbeda, terkadang orang bisa bingung ketika memperbincangkan afiliasi. 

Pengertian afiliasi secara umum

Jika melihat pada pengertian afiliasi secara umum, kita bisa merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mendefinisikan afiliasi sebagai suatu bentuk kerja sama yang terjalin di antara dua lembaga yang masing-masing berdiri sendiri, biasanya satu lembaga lebih besar dari lainnya.

Pengertian afiliasi juga juga berupa hubungan yang terjalin secara resmi dan menghubungkan antara dua orang atau lebih yang memiliki kesamaan tujuan, dengan dasar rasa saling membutuhkan atau kepentingan yang sama. 

Dalam praktiknya, relasi dalam afiliasi ini bisa mencakup bidang yang luas. Bidang-bidang yang membangun afiliasi biasanya berupaya untuk mampu tumbuh dan berkembang melalui afiliasi tersebut. 

Jadi, bisa juga disimpulkan bahwa pengertian afiliasi secara umum adalah hubungan atau pertalian yang dilakukan secara resmi, atau dengan adanya kesepakatan awal.

Pengertian Afiliasi dalam Marketing atau Bisnis

Dalam dunia bisnis, banyak dikenal adanya bisnis afiliasi. Pengertian bisnis afiliasi ini merupakan suatu kerjasama bisnis yang dilakukan melalui sistem penjualan produk, terjadi antara produsen atau perusahaan atau lembaga pemilik produk, bersama dengan pelaku usaha yang menjalankan penjualan produk tersebut, dengan perjanjian imbalan komisi dari pihak produsen untuk setiap penjualan yang dilakukan.

Karena umumnya berada pada ranah kerjasama penjualan, afiliasi bisnis ini juga sering dikenal sebagai afiliasi marketing. Fokus utama afiliasi marketing terletak pada bidang pemasaran. Dalam hal ini, terdapat seorang afiiliate marketer, yakni pihak yang memiliki saluran penjualan, dan mencoba untuk memasarkan produk dari satu perusahaan. Pembayaran hanya akan diberikan ketika terjadi transaksi. 

Kini, bentuk affiliate marketing banyak berkembang dalam bentuk online. Para pemilik saluran pemasaran, biasanya mengandalkan internet untuk media menarik pasar dan memperoleh komisi. Seorang atau satu pihak affiliate marketer pun biasanya bekerjasa sama dengan banyak produsen, sehingga memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh keuntungan penjualan.

Pengertian afiliasi dalam Pasar Modal

Afliasi juga dapat terjadi pada pasar modal. Pengertian afiliasi dalam pasar modal bisa dipahami dengan melihat isi pasal 1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, yang menunjukkan bahwa afiliasi terjadi dengan ketentuan berikut: 

  • Hubungan keluarga yang terjadi karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertical,
  • Hubungan antara pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris dari pihak tersebut,
  • Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang satu atau lebih anggota direksi atau dewan komisaris yang sama,
  • Hubungan antara perusahaan dengan pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut,
  • Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau
  • Hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama.

Bisa disimpulkan bahwa afiliasi dalam pasar modal dapat terbangun dengan adanya syarat atau sebab tertentu, yang berhubungan dengan permodalan atau saham.

Pengertian afiliasi dalam Akuntansi atau Afiliasi Perusahaan

Jika membicarakan afiliasi di bidang akuntansi, para ahli menyampaikan bahwa pengertian afiliasi berhubungan dengan konsep perusahaan afiliasi (affiliated company). Pengeritan afiliasi dalam pengertian akuntansi adalah satu atau lebih perusahaan yang berbeda dalam sistem perusahaan induk. Sederhananya, perusahaan afiliasi ini merupakan anak perusahaan yang ada dalam sistem perusahaan induk.

Tapi, ada syarat suatu perusahaan bisa disebut sebagai perusahaan afiliasi dari suatu perusahaan lain menurut pengertian ahli di bidang akuntansi, yakni:

  • Komisaris atau direktur perusahaan, juga menjabat sebagai komisaris atau direktur di perusahaan lain.
  • Direktur atau komisaris dari suatu perusahaan memiliki hubungan keluarga dengan direktur atau komisaris perusahaan lain.
  • Salah satu pihak perusahaan dapat memberhentikan direktur atau komisaris dari perusahaan lain.
  • Salah satu pihak perusahaan memiliki kemampiuan untuk mengendalikan perusahaan lainnya.

Pengertian afiliasi dalam Sektor Pajak

Pada sektor pajak, pengertian afiliasi memiliki konsepnya sendiri, menurut ahli di bidang perpajakan, afiliasi merupakan suatu hubungan istimewa yang terjalin antawajib pajak yang biasanya merupakan pengusaha. 

Kondisi ini memunculkan adanya transaksi afiliasi atau transaksi antara pihak-pihak yang berelasi, sehingga berpengaruh pada kewajiban pajak dari para pihak yang bersangkutan. Adanya keterkaitan langsung antara perpajakan dengan afiliasi ini ketika terdapat hubungan istimewa (transfer pricing) yang terjalin antarwajib pajak, sehingga mengakibatkan Pajak Penghasilan terutang dari wajib pajak dapat lebih kecil dari seharusnya.

Pengertian Afiliasi dalam Psikologi

Ahli psikologi juga memiliki konsep tersendiri dalam memperbincangkan pengertian afiliasi. Pengeritan afiliasi menurut ahli psikologi adalah suatu posisi manusia sebagai makhluk sosial atau makhluk yang saling membutuhkan satu sama lain, sehingga membuat manusia membutuhkan hubungan dengan orang lain. 

Dengan kata lain, pengertian afiliasi dalam psikologi adalah kebutuhan manusia untuk membentuk hubungan dan kerjasama dengan orang lain dengan cara menyenangkan sehingga memperoleh afeksi dari orang lain, kesetiaan terhadap teman, juga memenuhi kebutuhan dirinya supaya diterima dan diakui oleh lingkungannya.

Afiliasi dalam psikologi ini banyak berhubungan dengan hubungan atau interaksi, pertemanan, bersosialisasi, berkomunikasi, dan bekerjasama dengan orang lain yang dilakukan secara sadar dan bersahabat.

Pengertian Afiliasi dalam Organisasi

Pengertian afiliasi menurut ahli di bidang organisasi, adalah suatu hubungan yang terjalin di antara organisasi satu dengan organisasi lainnya yang ada pada sistem organisasi induk, semisal perusahaan induk dan cabang. Pada organisasi atau perusahaan afiliasi (affiliated company) ini, suatu perusahaan bisa berdiri sendiri sekalipun masih berada dalam sistem perusahaan induk.

Nah, sudah cukup jelas dan lengkap ya? Pengertian afiliasi dari berbagai bidang yang dibahas kali ini. Semoga tidak membuat bingung terkait konsep afiliasi, karena meski memiliki konsep utama yang sama, tapi prinsip dari masing-masing konsep bisa berbeda ketika dilihat dari bidang ilmu yang berbeda.

Referensi:

  1. Ka Tingo. 2019. Afiliasi : Pengertian + Jenis, dan Contohnya, diakses dari https://doseninvestor.com/afiliasi
  2. Maxmonroe. Tt. Arti Afiliasi: Penjelasan Apa Itu Afiliasi dalam Pemasaran, Psikologi, dan Bidang Lainnya, diakses dari https://www.maxmanroe.com/vid/marketing/arti-afiliasi.html
  3. Sugi Prihato. 2020. Pengertian Bisnis Afiliasi beserta Keuntungan dan Kerugiannya, diakses dari https://accurate.id/bisnis-ukm/pengertian-bisnis-afiliasi/
  4. Zsazya. 2020. Pengertian Afiliasi pada Bidang Bisnis & Perpajakan, diakses dari https://www.online-pajak.com/st/tentang-pajak-pribadi/afiliasi-adalah

Teori Perdagangan Internasional

Teori Perdagangan Internasional

Perdagangan Internasional merupakan suatu bentuk transaksi dagang antara subyek ekonomi negara yang satu dengan subyek ekonomi negara yang lain, baik mengenai barang ataupun jasa-jasa.

Subyek ekonomi yang dimaksud dapat berupa penduduk yang terdiri dari warga negara biasa, perusahaan ekspor, perusahaan impor, perusahaan industri, perusahaan negara ataupun departemen pemerintah. (Sobri: 2000).

Teori perdagangan internasional yang dikemukakan oleh David Ricardo (1772-1823) beranggapan bahwa lalu lintas pertukaran internasional hanya berlaku antara dua negara yang diantara mereka tidak ada tembok pabean, serta kedua negara tersebut hanya beredar uang emas.

Konsep yang diungkapkan Ricardo (1772-1823) merupakan konsep perdagangan internasional lama yang memanfaatkan hukum pemasaran bersama-sama dengan teori kuantitas uang untuk mengembangkan teori perdagangan internasional.

Salah satu hal yang dapat disinkronkan terhadap perdagangan internasional masa kini, yakni anggapan Richardo bahwa walaupun suatu negara memiliki keunggulan absolut, akan tetapi apabila dilakukan perdagangan tetap akan menguntungkan bagi kedua negara yang melakukan perdagangan.

Teori perdagangan internasional mampu mengubah dunia menuju globalisasi dengan lebih cepat. Kalau dahulu negara yang memiliki keunggulan absolut enggan untuk melakukan perdagangan, berkat “law of comparative costs” dari Ricardo (1772-1823), maka berbagai kerjasama perdagangan internasional mulai dikembangkan untuk mencapai kepetingan nasional. (Baca juga: Mengurai Pemikiran dalam Ideologi Kapitalisme)

Teori Heckscher-Ohlin (H-O) menjelaskan mengenai pola perdagangan bahwa negara-negara cenderung untuk mengekspor barang-barang yang menggunakan faktor produksi yang relatif melimpah secara intensif. Baginya, banyak faktor yang mendorong suatu negara melakukan perdagangan internasional, diantaranya sebagai berikut :

1. Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri
2. Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara
3. Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi
4. Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.
5. Adanya perbedaan keadaan seperti sumber daya alam, iklim, tenaga kerja, budaya, dan jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi.
6. Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.
7. Keinginan membuka kerja sama, hubungan politik dan dukungan dari negara lain.
8. Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup sendiri.

Menurut Amir M.S, perdagangan internasional lebih rumit dan kompleks dibandingkan dengan perdagangan dalam negeri. Kerumitan tersebut antara lain disebabkan oleh:

1. Adanya batas-batas kenegaraan yang memisahkan pembeli dan penjual
2. Adanya berbagai macam peraturan seperti pabean, yang bersumber dari pembatasan yang dikeluarkan oleh masing-masing pemerintah.
3. Adanya perbedaan bahasa, mata uang, taksiran dan timbangan, hukum dalam perdagangan dan sebagainya di masing-masing negara.

Baca juga: Deskripsi dan Definisi Footlose Industry

Manfaat perdagangan internasional menurut Sadono Sukirno antara lain:

1. Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri
Adanya perbedaan kondisi geografi, iklim, tingkat penguasaan IPTEK dan lain-lain mempengaruhi perbedaan hasil produksi suatu negara dengan negara lain. Perdagangan internasional mampu membantu negara memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri.

2. Memperoleh keuntungan dari spesialisasi
Dengan mengadakan spesialisasi produksi dan perdagangan internasional, setiap negara dapat memperoleh keuntungan seperti:

a. Faktor-faktor produksi yang dimiliki setiap negara dapat digunakan dengan lebih efesien.
b. Setiap negara dapat menikmati lebih banyak barang dari yang dapat diproduksi dalam negeri.

3. Memperluas pasar dan menambah keuntungan
Perdagangan internasional memberikan peluang bagi para pengusaha untuk dapat menjalankan mesin-mesinnya secara maksimal, dan menjual kelebihan produk tersebut keluar negeri.

4. Transfer teknologi modern
Dengan adanya perdagangan luar negeri, suatu negara dapat mempelajari teknik produksi yang lebih efesien dan cara-cara menejemen yang lebih modern.
Referensi :
Kemp, Murray, C. 1964. The Pure Theory of International Trade. Prentice-Hall, EnglewoodCliffs, N.J.
Yusdja, Yusmichad. 2004. Tinjauan teori perdagangan internasional dan keunggulan komparatif. Bogor: Forum penelitian agro ekonomi volume 22
Keputusan Presiden Nomor 48 Tahun 2004 tentang Pengesahan Framework Agreement On Comprehensive Economic Co-operation Between The Association of South East Asian Nations And The People’s Republic of China (Persetujuan Kerangka Kerja Mengenai Kerjasama Ekonomi Menyeluruh Antara Negara-Negara Anggota Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara Dan Republik Rakyat China);
Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 33/M-DAG/PER/8/2010 tentang Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) Untuk Barang Ekspor Indonesia
Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor: 60/M-Dag/Per/12/2010 39/M-Dag/Per/10/2010 tentang Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) untuk Barang Ekspor Indonesia
Pengertian Merger, Alasan, Tujuan, Jenis, dan Contoh Perusahaan Merger

Pengertian Merger, Alasan, Tujuan, Jenis, dan Contoh Perusahaan Merger

Dalam strategi pengembangan perusahaan, ada kalanya perusahaan memutuskan untuk melakukan merger. Apa pengertian merger? Dan apa pula alasan suatu perusahaan melakukan merger dan tujuannya apa? Kali ini kita akan membahasnya, dan disertai penjelasan mengenai jenis-jenis merger dan contoh perusahaan merger yang ada di Indonesia.

Pengertian Merger

Pengertian merger secara umum dapat dipahami sebagai penggabungan dari dua perusahaan atau lebih menjadi satu, dengan jalan perusahaan yang melakukan merger mengambil atau membeli seluruh aset dan liabilities dari perusahaan yang dimerger. Proses ini membuat perusahaan yang melakukan merger akan mempunyai sekitar 50% saham, sementara perusahaan yang dimerger akan berhenti beroperasi. 

Pengertian lain menurut Moin (2003), merger merupakan suatu penggabungan dari dua atau lebih perusahaan sehingga selanjutnya hanya akan terdapat satu perusahaan yang beroperasi sebagai badan hukum, sementara perusahaan lain berhenti beroperasi. Perusahaan yang dibubarkan ini akan mengalihkan aktiva dan kewajibannya pada perusahaan baru yang mengambil alihnya. Kondisi ini sekaligus meningkatkan aktiva dari perusahaan yang mengambil alih.

Merger menjadi langkah suatu perusahaan dalam melakukan ekspansi eksternal. Agar lebih jelas, kita bisa melihat proses merger dalam gambaran berikut :

Perusahaan X + Perusahaan Y = Perusahaan X

Dari gambaran tersebut, jelas dipahami bahwa merger merupakan proses penggabungan dua perusahaan atau lebih, yang akibatnya perusahaan pengambil alih tetap berdiri, sedangkan perusahaan yang diambil alih bubar dan seluruh kekayaan serta kewajiban perusahaannya diambil alih oleh perseroan yang tetap berdiri tersebut.

Baca juga: Memahami Peran dan Fungsi Usaha Ritel

Pengertian Merger Menurut Para Ahli

Kita juga bisa merujuk pengertian merger berdasarkan apa yang telah diungkapkan oleh para ahli. Adapun pengertian merger menurutu para ahli, sebagai berikut :

1# Pengertian merger menurut Abdul Moin
Abdul Moin (2003) menyataka bahwa merger merupakan penggabungan dua perusahaan atau lebih, sehingga kemudian hanya terdapat satu perusahaan yang tetap hidup sebagai badan hukum, dan peruashaan lain aktivitasnya terhenti atau bubar. Perusahaan yang dibubarkan tersebut akan mengalihkan aktiva dan kewajiban yang dimiliki ke perusahaan yang mengambil alih dan membuat perusahaan yang mengambil alih mengalami peningkatan aktiva.

2# Pengertian merger menurut M.E. Hitt
M.E. Hitt menyatakan bahwa merger merupakan strategi bisnis yang dilakukan dengan menggabungkan dua perusahaan atau lebih yang setuju untuk menyatukan kegiatan operasionalnya berbasis relatif seimbang karena mereka memiliki sumber daya dan kapabilitas yang secara bersama-sama dapat menciptakan keunggulan kompetitif lebih kuat.

3# Pengertian merger menurut Zaki Baridwan
Zaki Baridwan (dalam Hamid 1998) menyatakan pengertian merger sebagai suatu proses pengambilalihan saham yang dilakukan oleh perusahaan terhadap perusahaan lain sehingga perusahaan yang diambil alih tidak lagi dapat berdiri sendiri, akan tetapi menjadi bagian dari perusahaan yang mengambil alih tersebut.

4# Pengertian merger menurut Floyd A. Beams dan Amir Abadi Yusuf
Floyd A. Beams dan Amir Abadi Yusuf (2000), mengungkapkan pengertian merger sebagai suatu proses pengambilalihan yang dilakukan oleh suatu perusahaan terhadap semua operasi suatu entitas usaha lain, sehingga entitas yang telah diambilalih menjadi dibubarkan.

Alasan Merger

Suatu perusahaan melakukan merger dikarenakan berbagai alasan. Adapun beberapa alasan merger yang biasa diambil perusahaan, seperti yang disampaikan Hitt (2002), meliputi :
1. Agar dapat meningkatkan kekuatan pasar yang lebih besar.
2. Untuk mengatasi berbagai hambatan dalam memasuki pasar baru. 
3. Untuk mengurangi biaya pengembangan produk baru.
4. Agar dapat meningkatkan kecepatan dalam memasuki pasar baru. Sebab, jila dibandingkan dengan melakukan pengembangan produk internal, strategi merger berpotensi lebih cepat dalam memasuki pasar.
5. Menurunkan tingkat risiko dalam pengembangan produk baru karena merger dianggap memiliki risiko yang lebih rendah dibanding dengan pengembangan produk baru.
6. Meningkatkan diversifikasi produk sehingga perusahaan bisa mengenalkan produk baru dengan lebih mudah karena telah menguasai pasar.
7. Untuk membentuk jangkauan kompetitif perusahaan sehingga dapat mengurangi akibat negatif dari tingginya persaingan dalam kinerja keuangan.

Baca juga: Polis, Premi Dan Restorno dalam Asuransi

Jenis - Jenis Merger

Strategi merger dapat dilakukan dengan banyak cara. Ada beberapa tipe atau jenis merger yang dikenal. Simanjuntak (2004) mengungkapakan bahwa jenis-jenis merger dilihat dari segi ekonomi keuangan dalam dunia usaha dapat dibagi dalam empat jenis, yakni merger horizontal (horizontal merger), merger vertikal (vertical merger), merger konglomerat (conglomerate merger) dan merger kon generik.

1# Merger Horizontal
Merupakan jenis merger yang proses penggabungan dua perusahaan atau lebih dilakukan oleh jenis usaha yang sama. Contohnya adalah merger perusahaan roti dengan perusahaan roti, atau merger antara perusahaan jasa keuangan dengan sejenisnya, dan lain-lain.

2# Merger Vertikal
Merger vertikal merupakan jenis merger yang prosesnya meleburkan beberapa perusahaan yang saling berhubungan, tetapi tidak sejenis, misalnya adanya keterhubungan dalam alur produksi berurutan. Contohnya merger perusahaan ban dengan perusahaan mobil.

3# Konglomerat
Jenis merger ini dilakukan dengan menggabungkan dua perusahaan atau lebih yang menghasilkan produk berbeda atau tidak ada kaitanya antara satu sama lain. Contohnya adalah merger dari perusahaan makanan dengan perusahaan mobil. Tujuan merger konglomerat biasanya dilakukan dengan tujuan meningkatkan pertumbuhan badan usaha dengan jalan saling bertukar saham antara perusahaan yang dileburkan tersebut.

4# Merger Kon Generik
Jenis merger kon generik merupakan proses merger yang dilakukan dengan menggabungkan dua perusahaan atau lebih, yang bentuk usahanya masih memiliki hubungan tetapi berbeda produk. Contohnya, merger perusahaan pembiayaan dengan Bank.

Tujuan Merger

Ada beberapa tujuan merger yang biasa dijadikan target perusahaan ketika menjalankan strategi merger. Adapun tujuan merger dapat berupa :

1# Pertumbuhan atau Diversifikasi
Perusahaan dapat melakukan merger atau akuisisi ketika mereka ingin meningkatkan pertumbuhan usahanya dari berbagai segi, termasuk dari segi ukuran, pasar saham, maupun diversifikasi usaha.

2# Meningkatkan Dana
Jika suatu perusahaan hendak melakukan ekspansi internal, ia akan membutuhkan dana yang bisa diperolehnya melalui ekspansi eksternal. Ekspansi eksternal itu yakni dengan jalan menggabungkan diri dengan perusahaan berlikuiditas tinggi.

3# Menciptakan Sinergi
Perusahaan merger dapat mencapai sinergi dengan menghasilkan skala ekonomi yang lebih besar. Terutama, sinergi dapat menjadi lebih baik ketika usaha-usaha yang merger berada pada bidang yang sama. Sinergi yang ada dapat meningkatkan efisiensi tenaga kerja dan fungsi perusahaan.

4# Pertimbangan Pajak
Suatu perusahaan kadang dapat mengalami kerugian pajak. Jika dapat melebur dengan perusahaan berlaba tinggi, kerugian pajak ini bisa diatasi. Sebab, akan terjadi kombinasi pendapatan sesudah pajak.

5# Meningkatkan Keterampilan Perusahaan
Manajemen dan teknologi yang kurang dapat menghambat perkembangan usaha. Jika melakukan merger, hal ini dapat diatasi dengan lebih baik. Terutama bila perusahaan bergabung dengan perusahaan dengan manajemen dan teknologi yang lebih baik.

6# Melindungi Diri dari Pengambilalihan
Perusahaan dengan beban hutang yang tinggi dan mengalami kesulitan pembayaran bisa saja diambil alih oleh bidding firm yang berminat. Untuk menghindari pengambilalihan ini, perusahaan bisa saja melakukan merger.

7# Meningkatkan Likuiditas Pemilik
Perusahaan yang melakukan merger biasanya memiliki peluang dalam meningkatkan likuiditasnya. Sebab, dengan merger, perusahaan bisa menjadi lebih besar, sehingga pasar saham menjadi lebih luas dan mudah diperoleh.

Baca juga: Pengertian, Prinsip, Tujuan dan Jenis Koperasi

Proses Dalam Merger

Untuk melakukan merger, perusahaan-perusahaan bisa melakukan beberapa tahapan dalam prosesnya. Adapun proses dalam merger perusahaan, secara umum yakni :
1. Penetapan tujuan.
2. Melakukan identifikasikan terhadap perusahaan target yang potensial merger atau yang akan diakuisisi.
3. Menyeleksi calon target perusahaan merger.
4. Mengadakan kontak dengan manajemen perusahaan target dan mengumpulkan informasi langsung.
5. Mencari informasi yang diperlukan, terutama terkait kondisi keuangan dari perusahaan target, selama periode 5 tahun terakhir dan juga mengetahui komitmen yang dilakukan perusahaan target.
6. Menetapkan harga penawaran terhadap perusahaan target merger dan cara pembiayaannya.
7. Mencari alternatif sumber pembiayaan.
8. Melakukan uji kelayakan (due diligency) terhadap perusahaan target merger tersebut.
9. Mempersiapkan dan menandatangani kontrak merger.
10. Pelaksanaan merger.

Contoh Perusahaan Merger
Di Indonesia, sudah banyak perusahaan yang melakukan merger. Berikut ini adalah beberapa contoh perusahaan yang melakukan merger atau penggabungan entitas perusahaan, seperti :

1# Merger dari perusahaan PT. Bank Bumi Daya (BBD) + PT Bank Ekspor Impor Indonesia (EXIM) + PT Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) + PT Bank Dagang Negara (BDN) = menghasilkan perusahaan merger berupa “Bank Mandiri Tbk, PT

2# merger dari perusahaan PT Bank Bali Tbk + PT Bank Universal Tbk + PT Bank Prima Express + PT Bank Artha Media + PT Bank Patriot = menghasilkan perusahaan merger berupa “Bank Permata Tbk, PT

3# merger dari perusahaan PT Siloam Health Care Tbk (BGMT) + PT Aryaduta Hotel Tbk
(HPSB) + PT Lippo Land Development Tbk (LPLD) + PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) + PT Kartika Abadi Sejahtera + PT Sumber Waluyo + PT Ananggadipa Berkat Mulia + PT MetropolitanTatanugraha, = menghasilkan perusahaan merger berupa “Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT

4# merger dari perusahaan PT Bank Lippo Tbk + PT Bank CIMB Niaga Tbk, menghasilkan perusahaan merger berupa “Bank CIMB Niaga Tbk, PT

Pengertian dan 10 Contoh Majas Hiperbola

Pengertian dan Contoh Majas Hiperbola

Bahasa Indonesia adalah bahasa yang kaya akan ungkapan. Salah satu bentuk ungkapan ini misalnya adalah majas. Majas ini pun ada banyak macamnya. Ada majas ironi, majas sarkasme, majas personifikasi, majas metafora, majas hiperbola dan masih banyak lagi jenis majas lain.

Dari sekian banyak majas ini, salah satu yang paling populer dan banyak digunakan adalah majas hiperbola. Nah, kali ini pun kita akan membahas mengenai majas hiperbola. Apa pengertian majas hiperbola dan contoh majas hiperbola akan dijelaskan dalam artikel ini. Selamat belajar.

Pengertian Majas Hiperbola

Pengertian majas hiperbola adalah majas yang di dalamnya mengunakan kata –kata yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya, dan maknanya dilebih-lebihkan dari kondisi sebenarnya. Majas yang menggungkapkan sesuatu secara berlebihan ini cukup mudah dikenali. Sebab, majas ini memang sangat unik jika dilihat dari pilihan katanya. 

Perhatikan saja suatu kalimat yang mengadung majas. Jika makna yang diungkapkan tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, melebih –lebihkan, dan cenderung tidak mungkin terjadi, maka hal itu adalah majas hiperbola.


Contoh Majas Hiperbola

Agar bisa lebih jelas dalam memahami majas hiperbola, akan lebih baik bila kita melihat dari contoh majas hiperbola berikat ini. 

1. Sejak ayah meninggal, ibu bekerja mati matian demi menghidupi kami sekeluarga.
Kata mati matian menunjukkan ungkapan yang berlebihan dalam bekerja, yang sesungguhnya adalah bekerja keras.

2. Jantungku serasa copot ketika naik roller coaster super cepat itu. 
Jantung yang copot sesungguhnya menunjukkan berdetak yang sangat cepat.

3. Pria tampan itu telah meluluhkan hati Andini sejak pertama kali kita bertemu.
Meluluhkan hati menunjukkan bagaimana adanya perasaan cinta yang dalam.

4. Dita sangat cekatan dalam mengetik hingga semua tugas dapat selesai secepat kilat.
Secepat kilat sesungguhnya menggambarkan sesuatu yang dilakukan dengan sangat cepat.

5. Kelakuan nakal anak itu telah menggoreskan luka yang dalam di hati kedua orang tuanya.
Menggoreskan luka berarti telah menyakiti hati.

6. Pelukan ibu melambungkan hatiku hingga naik ke angkasa.
Melambungkan hati bermakna membuat senang yang amat sangat.

7. Bu Guru telah mengulang penjelasannya mengenai majas beribu –ribu kali pada Dodi, tapi Dodi masih juga belum paham.
Beribu –ribu kali menunjukkan seuatu yang dilakukan berkali –kali.

8. Adik berteriak sangat kencang hingga membuat telingaku buntu.
Membuat telinga buntu menggambarkan telinga yang mendengar hal yang terlalu bising.

9. Inflasi yang terjadi bulan ini telah membuat rakyat tercekik.
Tercekik menunjukkan rakyat yang sangat menderita.

10. Wajah polos bayi itu bagaikan wajah malaikat dan membuat siapa pun yang melihatnya jatuh hati.
Kata wajah malaikat dan jatuh hati menunjukkan hal yang berlebihan tentang wajah bayi yang menyenangkan.

SAHAM: Pengertian Saham dan Jenis Jenis Saham

 Salah satu instrumen keuangan yang menarik untuk dipelajari adalah saham. Saham banyak digemari oleh mereka yang berusaha mencari peluang keuntungan melalui kegiatan investasi. Meski demikian, instrumen saham juga sering dihindari karena dianggap berisiko.

Ada baiknya, kita mempelajari apa pengertian saham dan jenis-jenis saham, sehingga kita bisa menentukan keuntungan dan kerugian investasi saham. Sebelum terjun ke dunia saham, simak artikel ini untuk memahami pengertian saham menurut para ahli serta sehingga dapata diperoleh gambaran bagaimana kita bisa mendapat capital gain dari instrumen saham.

Pengertian Saham Menurut Para Ahli

Saham atau stock adalah salah satu istilah populer dalam dunia invesntasi. Saham menjadi tanda penyertaan modal satu pihak pada suatu perusahaan atau perseroan terbatas, sehingga pihak tersebut berhak atas klaim pendapatan perusahaan, klaim asset perusahaan serta hak hadir dalam rapat umum pemegang saham.

Kita bisa menyimak pengertian saham menurut para ahli, sebagai berikut:

Pengertian saham menurut Mishkin (2001), “suatu sekuritas yang memiliki klaim terhadap pendapatan dan aset sebuah perusahaan”.

Pengertian saham menurut Gitman (2005), “bentuk paling murni dan sederhana dari kepemilikan perusahaan.”

Pengertian saham menurut Widoatmodjo (2005:54), “tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan.”

Pengertian saham menurut Samsul (2006:45), “tanda bukti memiliki perusahaan dimana pemiliknya disebut juga sebagai pemegang saham (shareholder atau stockholder).”

Pengertian saham menurut Sapto (2006:31), “Surat berharga yang merupakan instrumen bukti kepemilikan atau penyertaan dari individu atau institusi dalam suatu perusahaan. Sedangkan menurut istilah umumnya, saham merupakan bukti penyertaan modal dalam suatu kepemilikan saham perusahaan”.

Pengertian saham menurut Husnan Suad (2008:29), “secarik kertas yang menunjukkan hak pemodal yaitu pihak yang memiliki kertas tersebut untuk memperoleh bagian dari prospek atau kekayaan organisasi yang menerbitkan sekuritas tersebut, dan berbagai kondisi yang memungkinkan pemodal tersebut menjalankan haknya”.

Pengertian saham menurut Rusdin (2008:68), “sertifikat yang menunjukkan bukti kepemilikan suatu perusahaan, dan pemegang saham memiliki hak klaim atas penghasilan dan aktiva perusahaan”.

Pengertian saham menurut Darmadji dan Fakhruddin (2012:5), “tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Saham berwujud selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut”.

Pengertian saham menurut Fahmi (2012:81), “salah satu instrument pasar modal yang paling banyak diminati oleh investor, karena mampu memberikan tingkat pengembalian yang menarik. Saham adalah kertas yang tercantum dengan jelas nilai nominal, nama perusahaan, dan diikuti dengan hak dan kewajiban yang telah dijelaskan kepada setiap pemegangnya”.

Berdasarkan beberapa pengertian saham menurut para ahli yang sudah disampaikan di atas, Anda tentu sudah bisa memperoleh gambaran jelas mengenai apa itu saham. Pengertian saham bisa disimpulkan sebagai suatu bukti penanda kepemilikan perusahaan, yang di dalamnya ada nilai nominal, nama perusahaan, disertai hak dan kewajiban bagi para pemegangnya.

Suatu perusahaan dapat melepaskan sahamnya ke publik atau ke pihak lain dengan tujuan untuk mencapai tujuan melalui optimalisasi nilai perusahaan. Suatu perusahaan yang menjual sahamnya ke pasar terbuka melalui pasar saham, berarti perusahaan tersebut telah go public. 

Perusahaan go public atau yang menjual sahamnya melalui pasar saham terbuka, biasanya ditandai dengan nama perusahaan yang ditambahkan dengan “Tbk” yang berarti “terbuka”, yang merujuk pada “saham terbuka”.

Semakin baik manajemen dan kualitas suatu perusahaan, harga saham akan semakin tinggi. Harga saham adalah harga penutupan pasar saham dalam periode pengamatan tertentu bagi masing-masing jenis saham sehingga menunjukkan pergerakan kapasitas perusahaan. Harga saham inilah yang biasa diamati oleh para investor dan menjadi patokan bagi investor untuk menilai jumlah investasinya di suatu perusahaan Tbk.

Jenis - Jenis Saham

Jenis saham ada banyak. Pembagian jensi saham ini bisa dilihat berdasarkan beberapa hal. Jenis saham dilihat dari kemampuan dalam hak tagih atau klaim, dibagi atas dua bentuk, yakni saham biasa dan saham preferen, dengan keterangan sebagai berikut:

  1. Saham biasa (common stock), adalah saham yang menempatkan pemilik pada urutan terakhir dalam pembagian dividen, sereta hak atas harta kekayaan perusahaan ketika perusahaan harus dilikuidasi.
  2. Saham preferen (preferred stock), adalah jenis saham yang merupakan gabungan dari obligasi dan saham biasa. Jenis saham ini dapat menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi), tapi bisa juga tidak menghasilkan seperti dikehendaki oleh investor.

Jenis saham juga bisa dilihat dari cara pemeliharaannya, yang dibagi atas saham atas unjuk dan saham atas nama, yakni:

  1. Saham atas unjuk (bearer stock) adalah jenis saham yang di dalamnya tidak tertulis nama pemilik saham, sehingga saham ini dapat dipindahtangankan dengan mudah dari satu investor ke investor lain.
  2. Saham atas nama (registered stock), adalah jenis saham yang di atasnya dituliskan nama pemilik saham secara jelas, sehingga untuk dapat mengalihkan saham ini dibutuhkan prosedur tertentu.

Jenis saham dapat juga dilihat dari kinerja perdagangannya. Jenis saham ini dibagi dalam lima jenis, yakni saham unggulan, saham pendapatan, saham pertumbuhan, saham spekulatif dan saham sklikal, berikut keterangannya:

  1. Saham unggulan (blue-chip stock), merupakan jenis saham biasa yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan berreputasi tinggi. Perusahaan ini biasanya adalah leader dari industri sejenis. Saham blue chip umumnya ditandai dari pendapatan perusahaan yang stabil dan umumnya membayar dividen bagi para pemegang sahamnya secara konsisten.
  2. Saham pendapatan (income stock), adalah jenis saham biasa dari suatu emiten yang memiliki kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang biasa dibayarkan di tahun sebelumnya.
  3. Saham pertumbuhan (growth stock-well known), adalah jenis saham dari suatu emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan tinggi. Perusahaan ini biasanya adalah leader dari industri sejenis dengann reputasi tinggi. Selain itu, juga terdapat growth stock lesser known, berupa saham dari emiten yang bukan leader dari industri sejenisnya, tapi dia masih memiliki ciri growth stock yakni mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang tinggi.
  4. Saham spekulatif (spekulative stock), adalah jenis saham yang dimiliki perusahaan yang tidak memiliki kemampuan dalam menghasilkan nilai keuntungan tinggi secara konsisten di masa mendatang. Saham ini biasanya masih dipertanyakan kemampuannya, bisa jadi perusahaannya memberi keuntungan besar, tapi bisa juga mengalami kerugian karena reputasinya yang belum jelas.
  5. Saham siklikal (counter cyclical stock), adalah jenis saham yang biasanya nilainya tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis yang terjadi secara umum di pasaran.

Referensi: 

  1. Darmadji, Tjiptono, dan Fakhruddin. (2012). Pasar Modal di Indonesia. Edisi. Ketiga. Jakarta : Salemba Empat.
  2. Fahmi, Irham. (2012). Pengantar Pasar Modal. Edisi 1. Alfabeta. Bandung.
  3. Gitman, Lawrence and Joehnk. (2005). Principal of Managerial Finance. 11th edition. United States; Pearson.
  4. Husnan, Suad. (2008). Manajemen Keuangan : Teori dan Penerapan Buku 1. Edisi 4. BPFE. Yogyakarta.
  5. Mishkin. 2001. The Economic of Money Banking and Financial Markets. Sixth Edition. Jakarta: Salemba Empat.
  6. Rahardjo, Sapto. (2006). Kiat Membangun Aset Kekayaan (Panduan Investasi Saham). Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
  7. Rusdin. (2008). Pasar Modal Cetakan Kedua. Bandung: Alfabeta.

Apa itu Air Tanah? Pengertian, Asal, Jenis dan Manfaat Air Tanah

Sekitar 2/3 permukaan bumi ini diliputi oleh air. Ini menunjukkan bahwa posisi air bagi kehidupan di muka bumi sangat penting. Air memberi manfaat besar bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lain di muka bumi ini. 

Air yang bisa dimanfaatkan bagi kehidupan tidak hanya air yang ada di permukaan bumi saja. Bumi memiliki air yang berada di dalam tanah, yang biasa disebut sebagai air tanah. Pada artikel kali ini, kita akan banyak membahas tentang pengertian air tanah, asal air tanah, jenis air tanah juga manfaat air tanah bagi kehidupan makhluk di muka bumi.

Pengertian Air Tanah

Para ahli memberikan pengertian air tanah sebagai semua bagian air yang terdapat di lapisan bawah permukaan tanah. Air tanah meliputi merupakan segala macam aliran air yang mengalir di bawah permukaan tanah, yang dikarenakan adanya struktur pelapisan geologi, gaya gravitasi bumi dan beda pontensi kelembapan tanah.

Air tanah yang ada di dalam permukaan bumi ini bisa memiliki kedalaman yang berbeda. Kedalaman air tanah ini bisa berada dekat dengan permukaan bumi dan ada yang berada jauh dari permukaan bumi atau sangat dalam. 

Kedalaman air tanah banyak dipengaruhi oleh tebal tipisnya lapisan permukaan di atas tanah dan kedudukan lapisan air tanah tersebut. 

Pengertian air tanah menurut Undang-undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan, cekungan air tanah adalah “suatu wilayah yang dibatasi oleh batas hidrogeologis, tempat semua kejadian hidrogeologis seperti proses pengimbuhan, pengaliran, dan pelepasan air tanah berlangsung”.

Asal Air Tanah

Pembentukan air tanah mengikuti siklus peredaran air yang ada di bumi, siklus ini disebut sebagai daur hidrologi. Dengan kata lain, daur hidrologi adalah proses alamiah yang berlangsung di air yang terdapat pada alam yang mengalami perpindahan tempat secara berurutan dan terus menerus

Asal air tanah bisa dari berbagai sumber. Sumber air tanah ini misalnya air hujan, laut dan magma. Asal air tanah ini menentukan jenis air tanahnya, seperti menjadi air tua, air payau atau air asin dan air juvenil.

Air tua adalah air tanah asalnya dari air hujan atau air meteorit. Air tua atau air vados mengandung air berat (H3) atau tritium. Tritium merupakan unsur yang terbentuk di lapisan atmosfer di dalam tanah, lalu turun bersama dengan air hujan.

Air asin atau air payau merupakan air tanah yang asalnya dari lautan. Air asin atau air payau ini masih memiliki sifat laut yang asin sehingga disebut air payau. 

Air juvenil merupakan air tanah yang asalnya dari magma. Air juvenil belum mengalami siklus hidrologi. Air juvenil ini air baru yang ditambahkan dalam zona kejenuhan yang berasal dari dalam kulit bumi. 

Namun, air tanah yang berasal dari magma tidak selalu berbentuk cairan atau air (H20). Air juvenil bisa berupa air yang masih berbentuk hidrogen (H) dan oksigen (O2) lalu air ini lama kelamaan bersenyawa dan pada akhirnya menghasilkan H20. 

Jenis air tanah

Jenis air tanah bisa dibedakan dalam banyak bentuk. Pembedaan jenis tanah ini bisa dilihat dari berbagai sudut pandangn. 

Jenis air tanah yang dilihat dari kedalamannya, air tanah dibedakan menjadi air tanah dangkal dan air tanah dalam.

Air tanah dangkal adalah air yang biasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, yang berupa air tawar. Air tanah dangkal mudah didapatkan, hanya dengan membuat sumur bor. Lapisan air tanah dangkal disebut juga air tanah freatis atau air freatis.

Air Tanah Dalam adalah air yang berada di lapisan air tanah dalam. Air tanah dalam berada di antara dua lapisan batuan yang kedap atau tidak tembus air. Air tanah ini juga disebut sebagai akuifer tertekan. 

Air tanah dalam dapat memancar keluar menuju permukaan bumi melalui akuifer yang secara alami keluar. Manusia bisa memperoleh air tanah dalam dengan membuat sumur artesis atau sumur dalam. 

Jenis air tanah juga bisa dibagi berdasarkan karakteristiknya, yakni:

  1. Air Tanah Freatik, adalah air tanah dangkal. Contohnya: air sumur yang bisa diperoleh di antara air permukaan dan lapisan kedap air (impermeable).
  2. Air Tanah Dalam (Artesis), adalah air tanah yang terletak di antara lapisan akuifer dengan lapisan batuan kedap air (akuifer terkekang).
  3. Air Tanah meteorit (Vados), adalah jenis air tanah yang berasal dari proses presipitasi (hujan), yaitu berasal dari awan yang mengalami kondensasi bercampur debu meteorit.
  4. Air Tanah Baru (Juvenil), adalah jenis air tanah yang berasal dari dalam bumi, dan terbentuk karena intrusi magma. Air tanah juvenil dapat diperoleh dalam bentuk air panas (geyser).
  5. Air Fosil (Konat), adalah jenis air tanah yang berada dalam pori-pori batuan saat batuan tersebut tersebut terbentuk sehingga air tersebut terjebak di sana. Air tanah fosil dapat berasal dari air tawar maupun air laut dan dapat dikenali dari karakteristiknya yang memiliki mineral tinggi.

Manfaat Air Tanah 

Air tanah bagi kehidupan makhluk hidup yang tinggal di bumi ini memiliki manfaat yang sangat besar. Padahal, jumlah air tanah tidak banya, atau hanya sekitar 0,75% dari total air yang ada di bumi. Tapi, pemanfaatan air tanah sangat tinggi. Manusia dan makhluk hidup lain bahkan mengalami ketergantungan terhadap pasokan air bersih dan air tanah sekitar ± 70%. 

Manfaat air tanah bagi kehidupan, misalnya sebagai berikut: 

  1. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga manusia, seperti mencuci, memasak, mandi dan minum.
  2. Irigasi atau untuk memenuhi pengairan/ sumber air dalam pertanian. 
  3. Perindustrian yang dapat dimanfaatkan untuk sumber air industri, seperti di industri tekstil untuk pencelupan, industri kulit untuk membersihkan kulit, dan lain sebagainya.
  4. Menjadi bagian penting dalam siklus hidrologi sehingga dapat menyediakan kebutuhan air bagi kebutuhan hidup hewan dan tumbuh-tumbuhan.
  5. Sebagai persediaan air bersih secara alami.
  6. Pembangkit listrik tenaga air. 
  7. Sebagai laboratorium alam, seperti dalam sungai bawah tanah yang memiliki biota dan sistem lain untuk memperkaya ilmu pengetahuan.
  8. Sebagai sarana wisata dan olahraga ekstrim, contohnya caving, cave diving, dan black water rafting.

Semoga penjelasan mengenai pengertian air tanah, asal air tanah, jenis air tanah serta manfaat air tanah yang sudah disampaikan dalam artikel ini cukup jelas dan bisa dipahami. 

Selamat belajar dan semoga sukses.

Referensi:

  1. Artra. 2016. Apa itu Air Tanah? Diakses dari https://www.aetra.co.id/sahabat_aetra/detail/6/Apa-Itu-Air-Tanah
  2. Pangestu, Ananda Bayu. 2019. Jenis dan Manfaat Air Tanah Dalam Kehidupan Sehari-hari, diakses dari https://www.99.co/id/panduan/jenis-dan-manfaat-air-tanah-dalam-kehidupan-sehari-hari
  3. Waluyo dkk. 2008. Ilmu pengetahuan sosial: kelas VII/untuk SMP/MTs. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. 
  4. Kodoatie, Robert J dan Sarief Roestam., 2012. Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Pengertian dan Ciri Bioma Stepa atau Bioma Padang Rumput

Pada artikel sebelumnya telah dijelaskan mengenai pengertian, fungsi dan macam macam bioma. Kali ini porosilmu akan meneruskan pembahasan mengenai bioma stepa atau bioma padang rumput. Berikut penjelasan mengenai bioma stepa.


Bioma Stepa atau Bioma Padang Rumput


Pengertian Bioma Stepa

Bioma stepa merupakan bioma yang menjadikan padang rumput sebagai flora utamanya. Oleh karena itu bioma stepa disebut juga sebagai bioma padang rumput. Persebaran bioma tersebut meliputi daerah dengan curah hujan yang tidak tinggu di sepanjang iklim tropis dan subtropis.

Bioma stepa dapat ditemukan di gurun sahara yang terletak di Afrika Utara, great basin di Amerika Serikat, Padang Gibson di Autralia, Campos di Brasil, Takla Makan di Asia, juga terdapat di Indonesia.

Bioma padang rumput yang berada di Indonesia dapat kita temukan di Yogyakarta, Sumbawa, Nusa Tenggara Timur, dan juga Nusa Tenggara Barat.


Ciri Ciri Bioma Stepa

Untuk membedakan bioma stepa dengan bioma yang lain, maka perlu kita mengetahui ciri ciri dari bioma stepa ini. Berikut ciri ciri bioma stepa atau padang rumput:

  • Memiliki tanah pasir yang tandus karena tidak mengandung air
  • Memiliki deflasi yang tinggi
  • Memiliki suhu udara hingga 450 C pada siang hari dan 00 C pada malam hari
  • Memiliki curah hujan yang minim, yakni kurang lebih 25 mm / tahun
  • Memiliki evaporasi (penguapan) tumbuhan yang tinggi dibanding prepitiasi (hujan), hal ini disebabkan karena udara yang kering dan juga tingkat penyerapan yang lambat
  • Memiliki tingkat kelembaban udara yang minim dikarenakan entensitas hujan yang rendah

Bioma stepa mempunyai suhu udara yang panas dan juga kering. Hal tersebut menyebabkan tidak banyak hewan maupun tumbuhan yang bisa hidup disini. Salah satu tumbuhan yang dapat bertahan hidup di bioma stepa adalah tumbuhan kaktus. Sedangkan hewan yang dapat ditemui di bioma stepa yakni kerbau, kambing dan juga kuda.

Demikian penjelasan mengenai bioma stepa. Semoga dapat membantu menjelaskan perihal bioma stepa atau bioma padang rumput.

Pengertian dan Contoh Verba Material dan Verba Tingkah Laku

Verba Material dan Verba Tingkah Laku

Bahasa Indonesia mengenal berbagai bentuk kata, beberapa di antaranya adalah kata verba material dan verba tingkah laku. Apakah kamu pernah mendengar kedua bentuk kata verba ini? Bagi yang belum paham tentang maksud kata verba dan penggunaannya, kali ini kita akan menjelaskan lebih lanjut mengenai pengertian dan contoh verba material dan verba tingkah laku.

VERBA MATERIAL

Kata verba sendiri adalah bentuk kata kerja. Verba, artinya kerja. Jadi, jika menyebut kata verba, itu artinya kita menunjuk pada kata kerja. Kata kerja sendiri ada banyak macamnya. Di antaranya adalah verba material ini. 

Pengertian Verba Material
Pengertian kata verba material adalah suatu bentuk kata kerja berimbuhan yang menunjukkan adanya tindakan fisik, atau suatu perbuatan yang secara fisik dilakukan oleh seseorang atau partisipan. Jadi sederhananya, kata kerja ini bisa dilihat secara nyata.

Contoh Verba Material (Kata dan Kalimat)
Agar lebih jelas, kita bisa melihat pada contoh  kata verba material yang sekaligus akan dimasukkan ke dalam kalimat berikut ini.
1. Membaca :  Ani membaca sebuah buku di sudut perpustakaan.
2. Menonton : Dita dan Doni menonton bioskop di mall.
3. Mengiris : Ibu mengiris sayuran di dapur.
4. Menaikkan : Petugas bendera menaikkan bendera sang saka merah putih.
5. Menyetir : Ayah menyetir mobil dengan serius.
6. Menyirami : Kakak menyirami tanaman kaktus di taman belakang rumah.
7. Membungkus : Dina membungkus kado dengan sangat rapi.

Simak juga: Pengertian Teks Anekdot, Ciri Ciri, Kaidah dan Struktur

VERBA TINGKAH LAKU

Jika dalam kata verba material dapat dikenali dengan adanya tindakan fisik, maka berbeda halnya dengan verba tingkah laku. Kita perlu mengenali bagaimana ciri khas dari verba tingkah laku dan seperti apa contohnya.

Pengertian Verba Tingkah Laku
Pengertian verba tingkah laku adalah verba atau kata kerja yang mengacu pada adanya tindakan yang dilakukan dengan ungkapan. Tindakan dengan ungkapan ini maksudnya lebih pada sesuatu yang sulit untuk dilihat secara langsung atau secara fisik.

Contoh Verba Tingkah Laku (Kata dan Kalimat)
Agar bisa lebih memahami seperti apa verba tingkah laku ini, mari kita lihat pada contoh contoh verba tingkah laku berikut ini.
1. Yakin : Dita yakin bahwa ia bisa mengerjakan ujian tadi dengan benar.
2. Menikmati : Lisa menikmati masakan ibu dengan sangat lahap.
3. Menerima : Doni menerima nasehat yang diberikan oleh gurunya dengan seksama.
4. Merasa : Lili merasa bahwa dirinya telah berusaha dengan keras untuk membatu meringankan beban kedua orang tuanya.
5. Menolak : Shindu menolak amplop pemberian rekannya karena tidak ingin dikira korupsi.
6. Memahami : Lidya sangat memahami tentang kondisi kakak kelasnya.

Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli

Sosiologi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat untuk dipelajari. Di dalam sosiologi, kita mempelajari banyak hal tentang interaksi sosial, masyarakat, dan dinamikanya. 

Ilmu sosiologi berkembang dengan diawali dari pola pikir manusia tentang realitas kehidupan sosial. Jadi, pola kehidupan sosial dilakukan analisa secara lebih lanjut untuk bisa memperoleh paradigma ilmu baru. 

Sosiologi ini merupakan ilmu pengetahuan yang terhitung baru atau masih muda. Meski demikian, perkembangannya telah cukup lama berlangsung. Awalnya, sosiologi muncul sebagai wujud daya tarik manusia terhadap berbagai jenis permasalahan sosial yang ada.


Permasalahan sosial ini muncul seiring jalannya proses interaksi antarindividu dalam lingkungan masyarakat. Lalu, masalah -masalah ini diteliri hingga didapatkan nilai atau kaidah yang menjadi dasar dari perilaku manusia di dalam lingkungan masyarakat.

Karena erat hubungannya dengan interaksi sosial, maka hampir dipastikan bahwa kita semua menghadapi berbagai kajian ilmu sosiologi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kajian sosiologi ini dapat meliputi interaksi sosial, nilai sosial, norma sosial, perubahan sosial, sosialisasi, penyimpangan sosial, serta struktur sosial dalam masyarakat.

Pengertian Sosiologi

Setelah mengetahui gambaran umum mengenai apa itu sosiologi, kita juga perlu memahami pengertian sosiologi. Pengertian sosiologi ini erat hubungannya dengan kajian hubungan sosial antar masyarakat yang tersusun secara ilmiah berdasarkan pola pikir kritis. 

Selain dari pengertian tersebut, para pakar ahli sosiologi pun juga banyak yang memberikan pendapatnya mengenai apa definisi sosiologi. Lantas, apa saja definisi sosiologi menurut para ahli atau pakar.

Definisi sosiologi menurut Pitirim A. Sorokin

Pitirim A. Sorokin mengartikan sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala nonsosial. Yang dimaksud dengan hubungan dan pengaruh timbal balik antar gejala sosial ini, contohnya adalah gejala politik dengan hukum, gejala ekonomi dengan moral, gejala agama dengan moral. Dan untuk gejala nonsosialnya, contohnya adalah gejala biologis dan gejala geografis.

Definisi sosiologi menurut Roucek dan Warren

Roucek dan Warren mendefinisikan sosioloi sebagai ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan kelompok -kelompok sosial.

Definisi sosiologi menurut William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkoff 

Definisi sosiologi  berdasarkan pendapat William F Ogburn dan Mayer F Nimkoff adalah proses penelitian ilmiah yang dilakukan terhadap interaksi sosial masyarakat yang menghasilkan organisasi sosial.

Definisi sosiologi menurut Selo Soemardjan dan Selo Soemardi

Selo Soemardjan dan Selo Soemardji memberikan definisi sosoiologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari stuktur sosial, proses dan perubahan sosial.

Definisi sosiologi menurut Karel J. Veeger

Karel J. Veeger mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu yang selalu meninjau perilaku manusia yang terkait dengan struktur sosial kemasyarakatan. Di mana struktur sosial kemasyarakatan yang dimaksud ini telah dibentuk serta dilaksanakan secara bersama.

Sudah jelas bukan, apa saja definisi sosiologi menurut para ahli sesuai yang disebutkan di atas? Pada hakikatnya, sosilogi ini berperan sebagai ilmu murni atau pure science. Ilmu murni ini dipakai guna mengembangkan kualitas ilmu pengetahuan itu sendiri.

Selain itu, ilmu sosiologi sendiri pada dasarnya tidak bisa diterapkan untuk memecahkan permasalahan sosial yang ada. Namun, ilmu sosiologi lebih cenderung pada tata cara pengkajian permasalahan sosial yang ada untuk dikembangkan secara lebih lanjut.

Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan pun telah memenuhi unsur -unsur ilmu pengetahuan yang ada. Dengan ciri utama sosiologi adalah sifatnya yang : empiris, teoritis, kumulatif dan nonetis.