Pengertian dan Ciri Bioma Stepa atau Bioma Padang Rumput

Pada artikel sebelumnya telah dijelaskan mengenai pengertian, fungsi dan macam macam bioma. Kali ini porosilmu akan meneruskan pembahasan mengenai bioma stepa atau bioma padang rumput. Berikut penjelasan mengenai bioma stepa.


Bioma Stepa atau Bioma Padang Rumput


Pengertian Bioma Stepa

Bioma stepa merupakan bioma yang menjadikan padang rumput sebagai flora utamanya. Oleh karena itu bioma stepa disebut juga sebagai bioma padang rumput. Persebaran bioma tersebut meliputi daerah dengan curah hujan yang tidak tinggu di sepanjang iklim tropis dan subtropis.

Bioma stepa dapat ditemukan di gurun sahara yang terletak di Afrika Utara, great basin di Amerika Serikat, Padang Gibson di Autralia, Campos di Brasil, Takla Makan di Asia, juga terdapat di Indonesia.

Bioma padang rumput yang berada di Indonesia dapat kita temukan di Yogyakarta, Sumbawa, Nusa Tenggara Timur, dan juga Nusa Tenggara Barat.


Ciri Ciri Bioma Stepa

Untuk membedakan bioma stepa dengan bioma yang lain, maka perlu kita mengetahui ciri ciri dari bioma stepa ini. Berikut ciri ciri bioma stepa atau padang rumput:

  • Memiliki tanah pasir yang tandus karena tidak mengandung air
  • Memiliki deflasi yang tinggi
  • Memiliki suhu udara hingga 450 C pada siang hari dan 00 C pada malam hari
  • Memiliki curah hujan yang minim, yakni kurang lebih 25 mm / tahun
  • Memiliki evaporasi (penguapan) tumbuhan yang tinggi dibanding prepitiasi (hujan), hal ini disebabkan karena udara yang kering dan juga tingkat penyerapan yang lambat
  • Memiliki tingkat kelembaban udara yang minim dikarenakan entensitas hujan yang rendah

Bioma stepa mempunyai suhu udara yang panas dan juga kering. Hal tersebut menyebabkan tidak banyak hewan maupun tumbuhan yang bisa hidup disini. Salah satu tumbuhan yang dapat bertahan hidup di bioma stepa adalah tumbuhan kaktus. Sedangkan hewan yang dapat ditemui di bioma stepa yakni kerbau, kambing dan juga kuda.

Demikian penjelasan mengenai bioma stepa. Semoga dapat membantu menjelaskan perihal bioma stepa atau bioma padang rumput.

Pengertian dan Contoh Verba Material dan Verba Tingkah Laku

Verba Material dan Verba Tingkah Laku

Bahasa Indonesia mengenal berbagai bentuk kata, beberapa di antaranya adalah kata verba material dan verba tingkah laku. Apakah kamu pernah mendengar kedua bentuk kata verba ini? Bagi yang belum paham tentang maksud kata verba dan penggunaannya, kali ini kita akan menjelaskan lebih lanjut mengenai pengertian dan contoh verba material dan verba tingkah laku.

VERBA MATERIAL

Kata verba sendiri adalah bentuk kata kerja. Verba, artinya kerja. Jadi, jika menyebut kata verba, itu artinya kita menunjuk pada kata kerja. Kata kerja sendiri ada banyak macamnya. Di antaranya adalah verba material ini. 

Pengertian Verba Material
Pengertian kata verba material adalah suatu bentuk kata kerja berimbuhan yang menunjukkan adanya tindakan fisik, atau suatu perbuatan yang secara fisik dilakukan oleh seseorang atau partisipan. Jadi sederhananya, kata kerja ini bisa dilihat secara nyata.

Contoh Verba Material (Kata dan Kalimat)
Agar lebih jelas, kita bisa melihat pada contoh  kata verba material yang sekaligus akan dimasukkan ke dalam kalimat berikut ini.
1. Membaca :  Ani membaca sebuah buku di sudut perpustakaan.
2. Menonton : Dita dan Doni menonton bioskop di mall.
3. Mengiris : Ibu mengiris sayuran di dapur.
4. Menaikkan : Petugas bendera menaikkan bendera sang saka merah putih.
5. Menyetir : Ayah menyetir mobil dengan serius.
6. Menyirami : Kakak menyirami tanaman kaktus di taman belakang rumah.
7. Membungkus : Dina membungkus kado dengan sangat rapi.

Simak juga: Pengertian Teks Anekdot, Ciri Ciri, Kaidah dan Struktur

VERBA TINGKAH LAKU

Jika dalam kata verba material dapat dikenali dengan adanya tindakan fisik, maka berbeda halnya dengan verba tingkah laku. Kita perlu mengenali bagaimana ciri khas dari verba tingkah laku dan seperti apa contohnya.

Pengertian Verba Tingkah Laku
Pengertian verba tingkah laku adalah verba atau kata kerja yang mengacu pada adanya tindakan yang dilakukan dengan ungkapan. Tindakan dengan ungkapan ini maksudnya lebih pada sesuatu yang sulit untuk dilihat secara langsung atau secara fisik.

Contoh Verba Tingkah Laku (Kata dan Kalimat)
Agar bisa lebih memahami seperti apa verba tingkah laku ini, mari kita lihat pada contoh contoh verba tingkah laku berikut ini.
1. Yakin : Dita yakin bahwa ia bisa mengerjakan ujian tadi dengan benar.
2. Menikmati : Lisa menikmati masakan ibu dengan sangat lahap.
3. Menerima : Doni menerima nasehat yang diberikan oleh gurunya dengan seksama.
4. Merasa : Lili merasa bahwa dirinya telah berusaha dengan keras untuk membatu meringankan beban kedua orang tuanya.
5. Menolak : Shindu menolak amplop pemberian rekannya karena tidak ingin dikira korupsi.
6. Memahami : Lidya sangat memahami tentang kondisi kakak kelasnya.

Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli

Sosiologi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat untuk dipelajari. Di dalam sosiologi, kita mempelajari banyak hal tentang interaksi sosial, masyarakat, dan dinamikanya. 

Ilmu sosiologi berkembang dengan diawali dari pola pikir manusia tentang realitas kehidupan sosial. Jadi, pola kehidupan sosial dilakukan analisa secara lebih lanjut untuk bisa memperoleh paradigma ilmu baru. 

Sosiologi ini merupakan ilmu pengetahuan yang terhitung baru atau masih muda. Meski demikian, perkembangannya telah cukup lama berlangsung. Awalnya, sosiologi muncul sebagai wujud daya tarik manusia terhadap berbagai jenis permasalahan sosial yang ada.


Permasalahan sosial ini muncul seiring jalannya proses interaksi antarindividu dalam lingkungan masyarakat. Lalu, masalah -masalah ini diteliri hingga didapatkan nilai atau kaidah yang menjadi dasar dari perilaku manusia di dalam lingkungan masyarakat.

Karena erat hubungannya dengan interaksi sosial, maka hampir dipastikan bahwa kita semua menghadapi berbagai kajian ilmu sosiologi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kajian sosiologi ini dapat meliputi interaksi sosial, nilai sosial, norma sosial, perubahan sosial, sosialisasi, penyimpangan sosial, serta struktur sosial dalam masyarakat.

Pengertian Sosiologi

Setelah mengetahui gambaran umum mengenai apa itu sosiologi, kita juga perlu memahami pengertian sosiologi. Pengertian sosiologi ini erat hubungannya dengan kajian hubungan sosial antar masyarakat yang tersusun secara ilmiah berdasarkan pola pikir kritis. 

Selain dari pengertian tersebut, para pakar ahli sosiologi pun juga banyak yang memberikan pendapatnya mengenai apa definisi sosiologi. Lantas, apa saja definisi sosiologi menurut para ahli atau pakar.

Definisi sosiologi menurut Pitirim A. Sorokin

Pitirim A. Sorokin mengartikan sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala nonsosial. Yang dimaksud dengan hubungan dan pengaruh timbal balik antar gejala sosial ini, contohnya adalah gejala politik dengan hukum, gejala ekonomi dengan moral, gejala agama dengan moral. Dan untuk gejala nonsosialnya, contohnya adalah gejala biologis dan gejala geografis.

Definisi sosiologi menurut Roucek dan Warren

Roucek dan Warren mendefinisikan sosioloi sebagai ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan kelompok -kelompok sosial.

Definisi sosiologi menurut William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkoff 

Definisi sosiologi  berdasarkan pendapat William F Ogburn dan Mayer F Nimkoff adalah proses penelitian ilmiah yang dilakukan terhadap interaksi sosial masyarakat yang menghasilkan organisasi sosial.

Definisi sosiologi menurut Selo Soemardjan dan Selo Soemardi

Selo Soemardjan dan Selo Soemardji memberikan definisi sosoiologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari stuktur sosial, proses dan perubahan sosial.

Definisi sosiologi menurut Karel J. Veeger

Karel J. Veeger mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu yang selalu meninjau perilaku manusia yang terkait dengan struktur sosial kemasyarakatan. Di mana struktur sosial kemasyarakatan yang dimaksud ini telah dibentuk serta dilaksanakan secara bersama.

Sudah jelas bukan, apa saja definisi sosiologi menurut para ahli sesuai yang disebutkan di atas? Pada hakikatnya, sosilogi ini berperan sebagai ilmu murni atau pure science. Ilmu murni ini dipakai guna mengembangkan kualitas ilmu pengetahuan itu sendiri.

Selain itu, ilmu sosiologi sendiri pada dasarnya tidak bisa diterapkan untuk memecahkan permasalahan sosial yang ada. Namun, ilmu sosiologi lebih cenderung pada tata cara pengkajian permasalahan sosial yang ada untuk dikembangkan secara lebih lanjut.

Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan pun telah memenuhi unsur -unsur ilmu pengetahuan yang ada. Dengan ciri utama sosiologi adalah sifatnya yang : empiris, teoritis, kumulatif dan nonetis.

Pengertian dan Macam Macam Alat Optik

Haii, selamat datang di porosilmu.com blog yang penuh dengan berbagai macam informasi sehingga membantu untuk memahami dan menambah wawasan kita semua. 

Pada kali ini porosilmu.com akan berbagi informasi mengenai alat optik. Disini akan dibahas mengenai pengertian hingga macam-macam dari alat optik.

Pengertian Alat Optik

Alat optik merupakan alat yang bekerja dengan prinsip cahaya sebagai dasarnya. Hal tersebut mempermudah manusia dalam bekerja untuk menganalisis atau mengabadikan sesuatu.

Pengertian dan Macam Macam Alat Optik

Macam - macam Alat Optik

Berikut adalah macam - macam alat optik yang terdapat didalam tubuh manusia, sebagai berikut :

1. Mata 
Mata merupakan alat optik tercanggih yang dimiliki oleh manusia, dengan adanya mata manusia bisa melihat sesuatu yang nampak. Dengan adanya mata manusia bisa mengamati dan menikmati sesuatu hal yang bermanfaat, tanpa adanya mata manusia tidak bisa melihat dan hanya nampak gelap. Mata memiliki beberapa bagian yang memiliki fungsi yang berbeda dan saling mendukung yaitu sebagai berikut:

Kornea
bagian terluar dari mata dengan tekstur yang tipis, lunak dan transparan. Ini berfungsi untuk meneruskan cahaya yang ditangkap mata dan melindungi bagian sensitif mata.
Pupil
celah kecil yang berbentuk lingkaran sebagai jalan masuknya cahaya ke dalam mata.
Iris
selaput yang berwarna hitam, coklat, atau biru yang berguna untuk mengatur besar kecilnya cahaya dipupil.
Aquaeus Humour
cairan yang terdapat di lensa mata untuk membiaskan cahaya yang masuk ke mata.
Lensa mata
lensa mata berbentuk cembung, elastis, bening dan berserat berguna untuk membiaskan cahaya dari benda agar terbentuk bayangan di retina.
Retina
tempat terbetuknya bayangan suatu benda. Retina terletak di bagian belakang mata.
Bintik kuning
bagian dari retina mata yang berguna untuk pembentukan cahaya dengan jelas.
Bintik buta
bagian dari mata yang apabila cahaya jatuh dibagian ini akan terlihat kabur.
Syaraf mata
jalur yang menyalurkan bayangan dari retina menuju otak.
Otot akomodasi
otot yang melekat di lensa mata untuk mengatur tebal tipisnya lensa mata.
Vitreous humour
cairan yang terdapat pada bola mata yang berguna untuk meneruskan cahaya dari lensa mata ke retina.

Daya akomodasi mata 
Jarak antara lensa mata ke retina selalu tetap, sehingga bayangan yang terbentuk selalu tetap meskipun jarak benda yang kita lihat selalu berbeda. 

Kita bisa melihat benda dengan jarak bayangan yang terbentuk tetap meskipun jarak benda yang dilihat berubah, dengan cara mengubah jarak fokus lensa mata yaitu mengubah kecembung lensa mata. Dengan cara tersebut kia bisa melihat benda dengan jarak berbeda tanpa kesulitan. 

Terjadinya perubahan tebal dan tipisnya lensa karena pengaruh otot akomodasi (otot siliar), otot tersebut akan menegang sehingga membuat lensa cembung jika melihat benda yang letaknya dekat sedangkan untuk melihat benda jauh maka otot siliar akan mengendur sehingga membuat lensa pipih.

Cacat mata 
Tidak semua manusia memiliki mata yang normal, bahkan tidak semuanya bisa membentuk bayangan tepat pada retina yang disebabkan karena daya akomodasi mata sudah berkurang yang mengakibatkan titik jauh dan titik dekat mata bergeser.

Hipermetropi
rabun dekat merupakan cacat mata dimana hanya bisa melihat benda dengan jarak jauh ( mata terang jauh ) hal tersebut disebabkan karena lensa mata pipih dan bayangan jatuh di belakang retina.
Miopi
rabun jauh kondisi dimana mata hanya bisa melihat benda dengan jarak dekat. Hal ini disebabkan karena lensa mata teralu cembung  dan bayangan jatuh di depan retina.
astigmatisma
cacat mata yang disebabkan karena kelengkungan mata selaput bening sehingga cahaya yang ditangkap mata tidak bisa terpusat dengan baik.
presbiopi
mata tua merupakan cacat mata yang diakibatkan karena faktor usia yang mulai menua. Pada saat ini titik dekatnya lebih jauh daripada titik dekat mata normal dan titik jauhnya lebih dekat daripada titik jauh mata normal.

2. LUP
Lup atau yang lebih dikenal sebagai kacamata pembesar adalah alat optik yang memiliki lensa cembung untuk melihat dan mengamati benda kecil agar terlihat jelas. 

Penggunaan LUP tidak bisa sembarangan, berikut terdapat dua cara dalam menggunakan lup yaitu, dengan mata tidak berakomodasi dan dengan mata berakomodasi. Akan tetapi dengan menggunakan mata yang berakomodasi maksimum membuat mata cepat lelah.

3. Kamera 
Kamera merupakan alat yang berfungsi untuk menghasilkan bayangan fotografi pada film negatif. Pada kehidupan sehari-hari kamera digunakan untuk mengabadikan moment istimewa bagi penggunanya.

Berikut merupakan bagian-bagian dari kamera :

Lensa cembung
berguna untuk membiaskan cahaya yang diterima dan membentuk bayangan nyata, diperkecil, dan terbalik.
Diafragma
berguna sebagai pengatur banyak cahaya yang masuk ke lensa dengan bentuk seperti lubang kecil yang bisa diatur lebarnya.
Pelat film
berguna untuk tempat dimana bayangan menghasilkan gambar negatif.
Apertur
berguna untuk mengatur besar kecilnya diafragma.

4. Mikroskop
Mikroskop adalah alat yang berfungsi untuk mengamati benda kecil agar terlihat jelas. Mikrsokop terdiri dari dua lensa cembung (mikroskop cahaya lensa ganda) yaitu lensa objektif dan lensa okuler. 

Lensa objektif adalah lensa yang dekat dengan objek yang diamati dan lensa okuler adalah lensa yang dekat dengan pengamat. Karena terdiri dari dua buah lensa positif maka lensa objektif mikroskop akan diperkuat daripada lenda okuler  agar mikroskop bisa lebih praktis sehingga benda yang diamati terlihat besar dan jelas. 

Agar mendapatkan bayangan yang maksimal, lensa okuler bisa digeser dengan memutar tombol pengatur agar bayangan nampak terang, dan dibawah objek terdapat cermin cekung sebagai pengumpul cahaya yang diarahkan ke objek. Berikut adalah sifat-sifat dari bayang yang terbentuk pada mikroskop antara lain: 

Lensa okuler
diperbesar, maya, dan tegak
Lensa objektif
diperbesar, nyata, dan terbalik
Mikroskop
diperbesar, maya, dan terbalik terhadap bendanya.

5. Teropong
Teropong atau yang dikenal sebagai teleskop merupkan alat yang berguna untuk melihat benda dengan jarak jauh supaya terlihat jelas dan dekat.
Teropong ditinjau dari objeknya dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

a. teropong medan: dengan nama lain teropong bumi yang digunakan untuk mengamati benda dengan jarak jauh pada permukaan bumi. Teropong ini terdiri dari tiga lensa cembung (lensa okuler, lensa objektif, dan lensa pembalik) yang memiliki fungsi tersendiri yaitu:

Lensa okuler
berperan sebagai lup
Lensa objektif
berperan sebagai pembentuk bayangan
Lensa pembalik
berperan sebagai pembalik bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif.

Bayangan yang terbentuk oleh teropong medan adalah tegak, diperbesar dan maya.

b. teropong bintang: dengan nama lain teropong astronomi yang berguna untuk mengamati benda langit (planet, satelit, asteroid, dan bintang). Teropong ini dibedakan menjadi teropong pantul dan teropong bias.

1. Teropong bias
Teropong tersebut memiliki dua lensa cembung yaitu lensa okuler dan objektif. Teropong ini disebut biasa karena hanya membiaskan cahaya yang diterima oleh teropong tersebut.

2. Teropong pantul
Teropong ini dinamakan teropong pantul karena sinar yang diterima teropong tersebut dengan cara memantul. Dengan cara ini cahaya yang dikumpulkan cermin melengkung yang besar dan akhirnya cahaya akan dipantulkan ke mata.

6. Periskop
Periskop merupakan teropong yang terdapat dikapal selam, periskop berguna untuk mengamati benda di permukaan laut yang terdiri dari dua lensa cembung dan dua prisma siku-siku sama kaki.

Proses jalannya sinar pada priskop antara lain sebagai berikut:
a. Cahaya sejajar dari benda dengan jarak yang jauh menuju lensa objektif.
b. Prisma P1 akan memantulkan cahaya dari lensa objektif menuju prisma P2.
c. Setelah diterima oleh prisma P2 cahay akan dipantulkan dan bersilang di depan lensa okuler tepat di titik fokus lensa okuler.

7. proyek slide
Proyek slide merupakan alat yang berguna utuk memproyeksikan gambar diapositif agar mendapatkan bayangan nyata dan diperbesar pada layar. 

Proyektor slide memiliki bagian terpenting antara lain lampu kecil untuk memancarkan sinar kuat melalui pusat kaca, cermin cekung berguna sebagai reflektor cahaya, slide (gambar diapositif), dan lensa cembung berperan membentuk bayangan pada layar.

8. Optalmoskup 
Optalmoskup merupakan alat yang digunakan untuk memeriksa retina mata. Cara kinerja optalmoskup sebagai berikut berkas cahaya yang diterima dari sumber cahaya yang terdapat di fokus lensa akan dibiaskan sejajar ke cermin. 

Setelah itu cermin akan memantulkan sinar ke mata. Sehingga pengamat bisa mengamati retina melalui lubang ditengah cermin dan lensa berperan sebagai lup.

Bentuk Bentuk Pemerintahan Negara di Dunia Berdasarkan Kontrol Kekuasaan

Setiap negara pasti memiliki pemerintahan. Salah satu syarat berdirinya negara adalah adanya pemerintah. Meski pun pemerintah adalah hal yang pasti dimiliki oleh setiap negara, tapi bukan berarti bentuk pemerintahan negara di dunia ini semuanya sama. Ada banyak bentuk pemerintahan yang bisa dianut oleh setiap negara.
Setiap negara pun bebas memilih bentuk pemerintahan seperti apa yang paling sesuai untuk diterapkan di negaranya. Karena ada banyak bentuk pemerintahan negara di dunia ini, maka ada baiknya kita mengetahui satu per satu apa saja bentuk pemerintahan yang ada tersebut.
Tapi, perlu dipahami bahwa setiap bentuk pemerintahan ini pada dasarnya tidaklah berlaku rigid atau kaku. Suatu negara bisa menggubah sistem pemerintahan yang ada dengan menyesuaikan pelaksanaannya dengan kondisi di negaranya, sekaligus bisa menggabungkan dua atau lebih sistem pemerintahan yang ada.
Jadi, berikut ini adalah beberapa sistem pemerintahan negara -negara yang ada di dunia, berdasarkan pada kontrol kekuasaan yang ada.

# Otokrasi (Autocracy)

Bentuk pemerintahan otokrasi adalah pemerintahan yang kekuasaannya berpusat hanya pada satu individu saja. Jadi, pemimpin puncak ini tidak tunduk terhadap apa pun, juga tidak memiliki batasan dalam melakukan kontrol pemerintahan di negaranya.

# Geniokrasi (Geniocracy)

Di dalam Geniokrasi, pemerintahan dijalankan berdasarkan pada pemimpin yang dianggap sebagai kelompok orang bijaksana dan cerdas. Bentuk pemerintahan ini diajukan oleh Rael, yang merupakan pemimpin gerakan Raelian pada tahun 1977.
Konsep yang diajukan adalah kepemimpinan dari mereka yang memiliki kreativitas, serta kemampuan untuk memecahkan masalah dengan baik, dan bekal IQ yang tinggi. mereka dengan kriteria yang memenuhi persyaratan saja yang dapat duduk di pemerintahan.

# Bankokrasi (Bankocracy)

Bentuk pemerintahan bankokrasi adalah suatu pemerintahan dengan sistem kekuasaan, di mana para pembuat undan -undang diserahkan kepada pihak perbankan dan lembaga keuangan.

# Kratokrasi (Kratocracy)

Bentuk pemerintahan kratokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan dengan pemimpin yang berusaha mempertahankan kekuasaan yang dimiliki dengan menggunakan kekuatan. Untuk naik dan mempertahankan kepemimpinan, para pemimpin dapat melakukan segala cara, termasuk dengan melakukan intimidasi dan menakuti sehingga bisa tetap berkuasa.


# Teknokrasi (Technocracy)

Bentuk pemerintahan teknokrasi, orang -orang yang menjalankan pemerintahan dipilih dari kalangan dokter, insinyur dan atau arsitek. Dalam sistem pemerintahan ini, posisi penting diberikan kepada para professional yang telah mempunyai keahlian tertentu.

# Meritokrasi (Meritocracy)

Bentuk pemerintahan negara meritokrasi ini pemegang pemerintahan yang ada diberikan kepada para pemimpin berdasarkan pada kemampuan, keterampilan dan kontribusi yang dilakukan demi masyarakat.

# Despotisme (Despotism)

Bentuk pemerintahan despotism pada dasarnya menyerupai autokrasi, yang memiliki pemimpin puncak seorang individu tunggal dengan kekuasaan penuh. Hanya saja, pada despotism, penguasa negara ini memperlakukan warga negara layaknya budak, dan sering melakukan genosida serta pembunuhan massal. Contoh bentuk pemerintahan despotik pernah dilakukan di Amin di Uganda pada tahun 1970-an.

# Kediktatoran (Dictatorship)

Bentuk pemerintahan kediktatoran memiliki pemimpin puncak seorang individu yang mempunyai kendali penuh serta mutlak terhadap negaranya. Pemimpin puncak yang disebut sebagai dictator ini mendapatkan kekuasaannya dengan cara melakukan kudeta militer. Dapat pula kekuasaan didapatkan dengan dipilih oleh penguasa yang ada pada pemerintahan yang berbeda, lalu merebut kekuasaan. Contoh kediktatoran yang pernah ada di dunia adalah Adolf Hitler pada era Nazi Jerman.

# Fasisme (Fascism)

Fasisme adalah bentuk negara yang didasarkan pada propaganda nasionalisme serta kebanggaan patriotik. Kepemimpinan dijalankan oleh seorang pemimpin tunggal sebagai bagian kelompok yang lebih besar, yang juga mengikuti filosofi yang sama.
Pada pemerintahan fasisme, sentimen nasionalisme menjadi faktor penting dalam menguasai orang-orang dan digunakan untuk menindas kebebasan rakyat. Contoh fasisme adalah pemerintahan Italia di bawah diktator Benito Mussolini.

# Monarki Absolut (Absolute Monarchy)

Bentuk pemerintahan monarki absolut menempatkan raja sebagai kepala negara dan sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Jadi, raja memimpin dan mengontrol pemerintahan secara mutlak. Pada bentuk pemerintahan ini pun seringkali tidak membutuhkan adanya konstitusi formal. Contoh monarki absolut pernah dilakukan di negara Brunei, Swaziland dan Oman.

# Monarki Konstitusional (Constitutional Monarchy)

Bentuk pemerintahan monarki konstitusional menempatkan raja -raja sebagai pemimpin negara tertinggi. Hanya saja, hak -hak serta kekuasaan raja dibatasi dengan adanya konstitusi. Contoh negara monarki konstitusional yang masih berlangsung adalah Jepang, Selandia Baru dan Denmark.

# Monarki Federal (Federal Monarchy)

Sistem monarki federal merupakan suatu bentuk federasi negara yang mempunyai raja atau kepala negara yang berbeda, akan tetapi diperintah oleh seorang raja saja. Raja inilah yang disebut kepala dari seluruh federasi. Contoh negara monarki federal adalah Kerajaan Belgia dan Kerajaan Spanyol.

# Korporatokrasi (Corporatocracy)

Bentuk pemerintahan korporatokrasi ini memiliki sistem pemerintahan yang dijalankan oleh perusahaan, karena perusahaan telah mengambil alih pemerintahan. Penggambaran fiksi dalam bentuk negara korporatokrasi ini dapat dilihat dalam film Aliens (1986). Dalam film itu digambarkan bahwa perusahaan Weyland- Yutani berusaha menguasai sebagian besar dunia serta mendanai eksplorasi luar angkasa.

# Mobokrasi (Mobocracy)

Bentuk pemerintahan mobokrasi ini dilakukan oleh massa atau gerombolan. Jadi, sistem pemerintahan ini menempatkan populasi umum yang mengambil alih pemerintahan untuk diperintah di bawah tangan mereka sendiri. Kondisi ini umumnya bisa terjadi dalam konteks negatif. Jadi, ketika hukum dan ketertiban dalam suatu negara rusak, kemudian massa pun melakukan kekerasan dan pemberontakan terhadap otoritas negaranya.

# Dwikekuasaan (Diarchy)

Sistem pemerintahan yang berlangsung pada dwikekuasaan ini termasuk jenis monarki. Hanya saja, negara berada di bawah kekuasaan dua kepala negara. Para pemimpin ini mendelegasikan sebagian tanggung jawab yang dimiliki kepada orang lain. selain itu, pemerintahan yang dijalankan selalu berada di bawag kedua pemimpin. Contoh modern dari bentuk dwikekuasaan adalah Andorra, dengan dua kepala negara, yakni Presiden Perancis dan Uskup Urgell.

Jadi, demikianlah bentuk bentuk pemerintahan negara di dunia yang didasarkan pada kontrol kekuasaan yang ada. Semoga artikel ini bermanfaat ya.

Karakteristik dan 3 Macam Bentuk Galaksi

Tidak ada yang meragukan bahwa jagat raya ini adalah sesuatu yang teramat luas. Bahkan, batas dari jagat raya itu sendiri masih belum ada yang mengetahui. Namun, banyak pakar yang meyakini bahwa jagat raya yang luas ini memiliki sifat tanpa batas.

Galaksi

Jika dibandingkan dengan jagat raya ini, bumi hanyalah satu di antara bagian yang sangat kecil dari jagat raya. Lalu di dalam luasnya jagat raya ini, masih terdapat begitu banyak planet yang mendiami masing -masing sistem seperti tata surya dan juga galaksi. Ya, galaksi adalah salah satu contoh benda langit yang cukup besar. Lalu, apa yang disebut dengan galaksi ini?

Galaksi adalah suatu sistem bintang atau tatanan bintang yang terdiri dari banyak bintang, planet, meteor, dan benda -benda langit lain yang tersusun secara menggerombol. Masing -masing galaksi yang ada mempunyai daya tarik / gravitasnya sendiri.

Ada banyak sekali jumlah galaksi yang terdapat di jagat raya ini. Salah satunya adalah galaksi bima sakti (Milky Way Galaxy) yang merupakan bentuk galaksi spiral, dan menjadi letak bumi dan sistem Tata Surya kita berada. Selain galaksi bima sakti, masih ada galaksi -galaksi lain yang terdapat dalam jagat raya ini.

Simak juga: Pengertian, Komponen dan Macam Ekosistem

Karakteristik Galaksi
Masing -masing dari galaksi yang ada pada dasarnya memiliki karakteristik tersendiri sehingga ia bisa disebut sebagai galaksi. Karakteristik galaksi meliputi:
  • Galaksi memiliki cahaya sendiri, atau bukan merupakan cahaya pantulan.
  • Galaksi - galaksi lain dapat terlihat berada di luar galaksi bima sakti.
  • Jarak antargalaksi berkisar hingga jutaan tahun cahaya.
  • Galaksi memiliki bentuk tertentu, seperti bentuk spiral, elips, atau tidak beraturan (irregular galaxis).
  • Galaksi memiliki lubang hitam (black hole).

Contoh Galaksi
Ada beraneka macam galaksi yang sejauh ini berhasil ditemukan dan dikenal. Beberapa contoh galaksi yang cukup populer seperti :
  • Galaksi Bimasakti. Galaksi Bimasakti adalah galaksi tempat bumi berada. Galaksi ini memiliki bentuk spiral dengan diameter sekitar 100.000 tahun cahaya.
  • Galaksi Magellan. Galaksi Magellan merupakan galaksi yang berada paling dekat dengan galaksi Bimasakti. Jarak kedua galaksi ini sekitar 150.000 tahun cahaya dan berada di sekitar belahan langit selatan.
  • Galaksi Ursa Mayor. Galaksi ini berjarak sekitar 10.000.000 tahun cahaya dari Galaksi Bimasakti. Galaksi Ursa Mayor berbentuk elips.
  • Galaksi Jauh. Galaksi Jauh adalah galaksi -galaksi yang letaknya lebih dari 10.000.000 tahun cahaya dari galaksi Bimasakti. Contoh dari galaksi Jauh adalah Galaksi Sivery, Galaksi Triangulum, dan Galaksi Whirpool.

Bentuk Bentuk Galaksi
Bentuk galaksi ada bermacam -macam. Setidaknya, ada tiga bentuk galaksi yang dikenal. Macam bentuk galaksi tersebut adalah galaksi tidak beraturan, galaksi elips, dan galaksi spiral.

1) Galaksi tidak beraturan
Galaksi tidak beraturan ini artinya tidak mempunyai bentuk khusus. Galaksi ini memiliki banyak materi antar bintang yang terdiri dari gas dan debu. Contoh galaksi tidak beraturan adalah Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil.

2) Galaksi Elips
Galaksi elips adalah galaksi yang memiliki bentuk bundar hingga berbentuk bola pepat. Galaksi bentuk ini sangat sedikit mengandung materi antar bintang dan anggotanya adalah bintang -bintang tua. Contoh galaksi berbentuk elips adalah galaksi M87 atau galaksi elips raksassa di rasi Virgo.

3) Galaksi Spiral
Galaksi berbentuk spiral ini mempunyai beberapa bagian utama. Yakni halo, bidang galaksi (termasuk tenga spiral) dan budge atau bagian pusat galaksi yang menonjol. Galaksi bentuk ini berotasi sangat cepat sehingga memipih dan membentuk bidang galaksi. Contoh galaksi spiral adalah galaksi Andromeda dan Galaksi Bimasakti.

Contoh Teks Prosedur Kompleks Singkat

Bahasa Indonesia memang pelajaran yang sangat menarik. Di dalamnya, kita akan diajak untuk mempelajari aneka jenis teks, termasuk teks prosedur. Lalu, apa itu teks prosedur? Secara sederhana, teks prosedur dapat dipahami sebagai suatu teks yang memuat keterangan prosedur atau runtutan kerja untuk tujuan membuat atau menghasilkan sesuatu.

Pengertian teks prosedur dan penjelasan lain yang lebih mendetail dijabarkan dalam artikel tersendiri pada website ini ya. Sebab, kali ini kita akan membahas lebih dalam pada bagian contoh teks prosedur saja. Tepatnya, berupa contoh teks prosedur kompleks singkat. 

Agar lebih jelas, contoh teks prosedur tersebut dibagi ke dalam meberapa tema sempit. Adapun tema yang akan diambil meliputi: membuat makanan, dan melakukan sesuatu.

Langsung saja lihat contoh di bawah ini:

Contoh Teks Prosedur Membuat Makanan


Cara Memasak Nasi Goreng Mawut
Siapa yang tidak kenal dengan nasi goreng? Ada banyak sekali penggemar nasi goreng di dunia ini. Sebab, rasa dan tampilan nasi goreng sangatlah nikmat. Apalagi, nasi goreng dapat dikreasikan ke dalam aneka bentuk, rupa dan rasa. Salah satu kreasi menarik nasi goreng adalah nasi gorng mawut.

Nasi goreng mawut ini khas sekali rasanya. Dulu, nasi goreng mawut banyak terdapat di daerah Jawa Timur, seperti di Surabaya dan Malang. Tapi, kini nasi goreng mawut mulai banyak ditemukan di berbagai tempat di Indonesia.

Nasi goreng mawut memang sangat sedap. Bagi Anda yang juga senang menikmati sedapnya nasi mawut, Anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Berikut ini adalah contoh resep atau contoh teks proosdur komplek singkat:



Bahan:

  1. Nasi Secukupnya
  2. Telur
  3. Bumbu Nasi Goreng Instan
  4. Minyak goreng atau mentega secukupnya
  5. Mie kuning
  6. Bakso
  7. Sosis
  8. Cap jay
  9. Sayuran

Langkah langkah:

  1. Panaskan minyak goreng di atas wajan dengan api kecil.
  2. Masukkan telur ke dalamnya, lalu kocok rata.
  3. Masukkan nasi. Aduk rata.
  4. Tambahkan bumbu nasi goreng, sedikit mie kuning yang sudah direndam air.
  5. Masukkan irisan sosis,bakso dan cap jay. Aduk rata.
  6. Tambahkan sayuran, aduk perlaha hingga sayuran layu.
  7. Angkat dan siap disajikan.

Cara Membuat Agar -agar




Agar -agar adalah jenis makanan yang cukup lezat. Ada banyak orang yang suka menikmati agar-agar. Meskipun sudah sangat populer, tidak ada salahnya kita kembali mengulas tentang cara membuat agar -agar. Berikut adalah caranya :


Bahan :
1) 1 bungkus agar -
2) 1 gelas gula pasir
3) 3 gelas ar

Cara membuat :
1) Masukkan ar dalam panci.
2) Masukkan agar -agar dan gula pasir,
3) Panaskan di atas kompor sambil terus diaduk. Tunggu sampai sedkit mengental.
4) Angkat. Tuangkan ke dalam wadah -wadah kecil.
5) Tunggu hingga agar -agar mengeras dan siap dinikmati.

Pengertian dan Fungsi Hukum Kepler

Selamat datang di porosilmu.com blog yang akan memberikan informasi yang menambah wawasan. Pada kali ini akan membahas mengenai pengertian, fungsi dan bunyi dari hukum kepler I, II, III.

Sering kita mendengar mengenai hukum kepler akan tetapi kita tidak memahaminya, nah maka dari itu bisa disimak informasi mengenai hukum kepler dibawah ini. 

Pertama mengenai asal usul dari hukum kepler yakni ditemukan oleh Johannes Kepler seorang matematikawan yang merupakan astronom  yang berasal dari Jerman (1571 – 1630). Penemuan tersebut berdasarkan data  yang sudah diamati oleh Tycho Brahe yang merupakan astronom dari Denmark pada tahun 1546 – 1601.

Pengertian dan Fungsi Hukum Kepler

Sebelum ditemukannya hukum kepler dahulunya manusia menganut paham geosentris yang menyatakan bahwa bumi adalah pusat alam semesta. 

Paham tersebut didasari oleh pengalaman indrawi manusia yang terbatas ketika setiap harinya mengamati matahari, bulan dan bintang yang bergerak sedangkan bumi dianggap diam. 

Paham tersebut dikuatkan oleh astronom dari Yunani Claudius Ptolemeus (100 – 170 M) bahwa bumi merupakan pusat dari tata surya dengan matahari dan planet mengitari bumi dalam lintasan melingkar.

Begitu banyak pendapat mengenai sistem tata surya,  nah pada tahun 1543 Nicolaus Copernicus seorang astronom dari Polandia  mulai mencetuskan model heliosentris yang artinya adalah bumi dan planet lainnya mengitari matahari dengan lintasan yang melingkar. 

Pendapat tersebut belum sempurna, dan pada akhirnya pada tahun 1596 kepler meluncurkan buku pertama dalam bidang astronomi yang berjudul “ The Mysteri of the Universe “ buku tersebut menjelaskan kekurangan dari tidak adanya keselarasan antara lintasan orbit planet dari data pengamatan Tycho Brahe. 

Di tahun  1609  telah ditemukan bentuk orbit yang cocok dengan data yang pengamatan Brahe yaitu berbentuk lonjong yang akhirnya penemuan tersebut dipublikasikan dalam buku yang berjudul “ Astronomia Nova “ dan hukum kapler yang selanjutnya adalah buku berjudul “ Harmonices Mudi “.

Hukum Kepler I
Lintasan planet ketika mengitari matahari, berbentuk lonjong dan matahri berada pada salah satu fokusnya.
Hukum Kepler II
Setiap planet yang bergerak sedemikian rupa sehingga garis khayal yang ditarik dari matahari ke planet tersebut mencapai daerah yang memiliki luas yang sama dalam waktu yang sama.
Hukum Kepler III
Kuadrat perioda planet sebanding dengan pangkat tiga antara jarak rata-ratanya dari matahari

Fungsi Hukum Kepler

Hukum kepler memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan modern ini, yaitu digunakan untuk memperkirakan lintasan planet dan benda luar angkasa yang mengorbit matahari, contohnya asteroid. 

Bukan hanya dalam pengorbitan matahari hukum kepler juga digunakan dalam pengorbitan lainnya misalnya bulan yang mengorbit bumi dan bahkan pada saat ini telah ditemukan ada benda luar angkasa lain yang mengorbit bumi selain bulan yaitu asteroid 2014 OL339 dengan ukuran 150 meter yang memerlukan waktu 364, 92 hari untuk mengorbit matahari.

Pengertian, Macam - Macam dan Tujuan Kebijakan Fiskal

Pengertian Kebijakan Fiskal

Alam (2007: 57) menyatakan kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang menyesuaikan pengeluaran dan penerimaan pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi.

Ahman (2007: 126) kebijakan fiskal merupakan kebijakan dalam ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengendalikan atau mengarahkan perekonomian ke arah yang lebih baik.

Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dibuat oleh suatu pemerintahan untuk mengarahkan ekonomi negara melalui pendapatan dan pengeluaran negara, pendapatan tersebut berupa pajak (Tim Visi Adiwidya, 2015: 92).

Haryadi (2014: 82) menyatakan kebijakan fiskal merupakan kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengarahkan perekonomian suatu negara ke arah yang lebih baik atau sesuai dengan yang diinginkan dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintahan.

Instrumen yang digunakan untuk kebijakan fiskal yaitu pengeluaran pemerintah dan pajak. Zain (2008: 12) menyatakan pajak adalah pungutan yang dilakukan oleh negara, baik pemerintah pusat maupun daerah yang diatur oleh undang-undang untuk pembiayaan umum dari pemerintah dalam rangka menjalan fungsi pemerintahan dan tidak mengandung unsur imbalan individual oleh pemerintah terhadap pembayaran pajak.


Tujuan Kebijakan Fiskal

Alam (2007: 58) menyatakan tujuan dari kebijakan fiskal yaitu memperbaiki kondisi ekonomi, mengupayakan adanya kesempatan kerja, dan menjaga kestabilan harga untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Fungsi Kebijakan Fiskal

Menurut (Haryadi 2014: 83), yaitu
1.    Fungsi alokasi yaitu menyediakan barang publik yang diharapkan dapat menghasilkan eksternalitas yang menguntungkan.
2.    Fungsi distribusi bertujuan untuk memperbaiki distribusi pendapatan.
3.    Fungsi stabilitas, yaitu fungsi APBN yang antisiklis untuk menjaga keseimbangan antara penerimaan pemerintah dan pengeluaran pemerintah.

Jenis - jenis kebijakan fiskal
menurut Tim Visi Adiwidya (2015: 92), ditinjau menjadi dua hal, yaitu sisi teori dan perbandingan antara jumlah penerimaan dan pengeluaran.
Ditinjau dari sisi teori, kebijakan fiskal dibagi menjadi:

1.    Kebijakaan pengelolaan anggaran, yaitu kebijakan yang bertujuan untuk mengatur pengeluaran pemerintah, perpajakan dan pinjaman, untuk mencapai ekonomi yang mantap.
2.    Kebijakan anggaran pembiayaan fungsional, yaitu kebijakan yang bertujuan untuk mengatur pengeluaran pemerintah dengan meninjau dari beberapa akibat tidak langsung, terhadap pendapatan nasional dan untuk meningkatkan kesempatan kerja.
3.    Kebijakan stabilisasi anggaran otomatis, yaitu kebijakan yang bertujuan untuk mengatur pengeluaran pemerintaj dengan meninjau dari besarnya biaya dan manfaat dari berbagai macam program, sehingga terjadi penghematan dalam pengeluaran pemerintah.

Simak juga: Teori Perdagangan Internasional


Ditinjau dari perbandingan antara jumlah penerimaan dan pengeluaran, kebijakan fiskal dibagi sebagai berikut:

1.    Kebijakan anggaran defisit, yaitu kebijakan anggaran yang dilakukan dengan cara menyusun pengeluaran lebih besar dari pada penerimaan.
2.    Kebijakan anggaran dinamis, yaitu kebijakana anggaran yang dilakukan dengan cara terus menambah jumlah penerimaan dan jumlah pengerluaran sehingga tidak statis atau semakin lama semakin besar.
3.    Kebijakan anggaran seimbang, yaitu kebijakan anggran yang dilakukan dengan cara menyusun pengeluaran sebanding dengan penerimaan.
4.    Kebijakan surplus, yaitu kebijakan anggaran yang dilakukan dengan cara menyusun jumlah pengeluaran lebih kecil dari jumlah penerimaan.

Macam-macam kebijakan fiskal (Haryadi 2014: 83), yaitu
1.    Kebijakan fiskal yang disengaja, bertujuan untuk mengatasi masalah ekonomi yang sedang dihadapi oleh suatu negara, dengan cara memanipulasi anggaran belanja secara sengaja, melalui perubahan pajak atau perubahan pengeluaran pemerintah. Bentuknya yaitu mengubah pengeluaran pemerintah, mengubah sistem memungut pajak, mengubah secara serentak, baik pengeluaran pemerintah maupun sistem pemungutan pajak.
2.    Kebijakan fiskal yang bersifat automatic stabilize, bertujuan untuk mengendalikan putaran bisnis, agar tidak terlalu fluktuatif. Selain itu, menambah aktifitas ekonomi pada kondisi depresi dan mengurangi aktifitas kegiatan ekonomi pada kondisi inflasi. Jenisnya berupa pajak progresif dan proporsional, asuransi pengangguran, dan kebijakan harga minimum.


Referensi:
Ahman, E. 2007. Membina Kompetensi Ekonomi: Buku Pelajaran untuk SMA/MA Kelas X. Bandung: Grafindo Media Pratama.
Alam S. 2007. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XI KTSP Standar Isi 2006. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama.
Haryadi, S. 2014. Ekonomi, Bisnis, Regulasi, & Kebijakan Telekomunikasi: Catatan Kuliah. Bandung: telecommunication Engineering Institut Teknologi Bandung Indonesia.
Tim Visi Adiwidya. 2015. Panduan Lulus Seleksi CPNS Kementrian Kesehatan Sistem CAT (Computer Assisted Test). Jakarta Selatan: Transmedia Pustaka.
Zain, H.M. 2008. Manajemen Perpajakan, Edisi 3. Jakarta: Salemba Empat.