Sabtu, 17 Agustus 2019

Efisien: Definisi, tujuan dan manfaat, syarat serta pembahasan lengkap tentang efisien

Definisi Efisien

Secara umum, definisi efisien adalah salah satu bentuk kegiatan yang berhasil dilakukan oleh seseorang atau kelompok tertentu. Pada umumnya, kegiatan tersebut akan diukur berdasarkan besar atau kecilnya sumber daya yang digunakan demi meraih suatu target yang telah ditentukan.

Dengan demikian, semakin banyak sumber daya yang digunakan untuk meraih target maka akan semakin efisien kegiatan atau prosesnya. Sebaliknya, apabila sumber daya yang digunakan untuk meraih target itu sedikit maka akan semakin kurang efisien pula kegiatan yang dilakukan. Dengan arti lain bahwa efisien dapat diukur dengan cara memperhatikan proses yang dilakukan dalam mencapai suatu target atau tujuan tertentu.

Definisi efisien menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah cara yang tepat untuk digunakan dalam melakukan dan menyelesaikannya dengan baik. Di dalam efisien tidak ada istilah buang-buang waktu, biaya ataupun tenaga sekalipun.

Baca juga: Implementasi: Definisi, tujuan, contoh serta pembahasan lengkap tentang implementasi

Definisi Efisiensi Menurut Para Ahli

Berikut adalah definisi lain mengenai efisiensi. Definisi berikut adalah definisi yang pernah dijelaskan oleh beberapa ahli, yaitu:

1. Mulyamah
Definisi efisiensi menurut pendapat Mulyamah (1987:3) adalah suatu ukuran yang digunakan untuk membandingkan kedua hal, yaitu antara rencana penggunaan input dengan penggunaan yang sesungguhnya.

2. S. P. Hasibuan
Definisi efisiensi menurut pendapat S. P. Hasibuan (1984: 233 - 4) adalah suatu ukuran yang dibandingkan satu dengan yang lainnya. Perbandingan yang dimaksud adalah perbandingan antara input dan output.

Baca juga: Efektivitas: Definisi, kriteria, aspek, contoh serta pembahasan lengkap

Tujuan dan Manfaat Efisiensi

Tahukah anda bahwa istilah efisiensi sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari? Efisiensi memiliki beberapa tujuan-tujuan tertentu, yaitu:

Efisien digunakan untuk memperoleh target yang telah ditentukan oleh seseorang atau kelompok tertentu.

Efisiensi digunakan agar kegiatan yang dilakukan dapat menghemat biaya, menghemat sumber daya yang dimiliki dan lain sebagainya.

Efisiensi digunakan agar perusahaan mendapatkan keuntungan yang maksimal

Efisiensi digunakan agar kinerja para karyawan dapat ditingkatkan secara maksimal

Efisiensi digunakan agar sumber daya dapat digunakan secara maksimal dan tidak ada yang terbuang sia-sia.

Syarat Tercapainya Suatu Efisiensi

Pada penjelasan sebelumnya kita dapat mengetahui bahwa efisiensi sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita. Ada yang pernah berhasil dalam meraih tujuannya dengan proses yang sangat efisien namun, ada pula yang gagal dalam melakukan efisiensi tersebut. Lalu apa saja hal yang dapat dikatakan bahwa seseorang atau kelompok tertentu berhasil melakukan efisiensi, simak penjelasannya dibawah ini.

Seseorang atau kelompok tertentu yang berada di lingkup unit kerja memiliki potensi atau kemampuan dalam mendatangkan hasil atau manfaat bagi warga disekitar. Hasil atau manfaat tersebut dapat berupa suatu barang dan lain sebagainya

Adanya tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok tertentu dalam mendapatkan input yang dapat dibilang baik namun tetap dengan tingkat yang seminim mungkin.

Karyawan atau para pekerja dapat mempertanggungjawabkan proses yang dilakukan

Adanya pembagian kerja yang bersifat realita atau nyata

Terdapat prosedur kerja yang lebih bersifat praktis daripada sebelumnya

Dan lain-lain

Baca juga: Sistem Manajemen Informasi: Definisi, fungsi, tujuan dan manfaat, contoh sistem manajemen informasi beserta pembahasan lengkap

Jenis - jenis dan Contoh Efisiensi

Berikut ini adalah beberapa jenis serta contoh efisiensi yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Simak penjelasannya berikut:

1. Efisiensi Optimal
Efisiensi optimal ini timbul karena adanya perbandingan antara sejumlah pengorbanan yang dilakukan untuk mendukung target yang ingin dicapai. Efisiensi optimal ini dapat dilihat dari dua sisi yang berbeda, yaitu:

Efisiensi optimal yang dapat dilihat dari sisi hasil. Contohnya yaitu seorang karyawan lebih sukses meraih output ketimbang input yang digunakan atau dikeluarkan.

Efisiensi optimal yang dapat dilihat dari sisi penghematan. Contohnya yaitu seorang pegawai yang menggunakan alat-alat modern karena dirasa dapat mengemat sumber daya dan lain-lain.

2. Efisiensi dengan Tolak Ukur
Efisiensi ini dapat diukur dengan cara melakukan perbandingan antara hasil minimum dengan hasil yang sesungguhnya. Efisien dapat dicapai apabila hasil yang sesungguhnya lebih besar dibandingkan dengan hasil minimum. Simak contoh berikut ini:

Seorang buruh yang berada di suatu wilayah indonesia berhasil menyusun 50 - 100 batu bata selama setengah hari.
Seorang buruh yang berada di suatu wilayah Thailand hanya mampu menyusun 25 batu bata selama setengah hari.

Dari penjelasan tersebut kita dapat mengetahui bahwa jenis efisiensi ini dapat dilihat dari kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing buruh dalam mencapai hasil minimum dan dengan waktu yang telah ditentukan sebelumnya.

3. Efisiensi dengan Titik Impas
Pada umumnya, jenis efisiensi ini sering digunakan pada suatu bidang usaha tertentu. Di dalam jenis efisiensi ini terdapat suatu titik impas atau dapat dikatakan sebagai titik batas.

Apabila suatu titik impas dapat diketahui dan dapat menghasilkan lebih dari sekedar titik impas maka hal itu dapat dikatakan sebagai efisiensi.

Demikian penjelasan porosilmu.com mengenai definisi, tujuan dan manfaat, syarat serta pembahasan lengkap tentang efisien. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya dan terimakasih telah membaca.


Loading...