Minggu, 07 Juli 2019

Kebijakan Sanering: Definisi, dampak, contoh, penjelasan lengkap

Apakah kalian pernah mendengar istilah yang satu ini? Mungkin sebagian masyarakat banyak yang belum tahu sama sekali mengenai istilah yang satu ini. 

Bagaimana dengan anda? Apabila anda belum paham atau bahkan belum mengetahuinya sama sekali maka artikel ini merupakan solusinya. Artikel akan memberikan informasi yang lengkap mengenai definisi, dampak dan lain sebagainya mengenai kebijakan sanering. Untuk penjelasan lebih lanjut, simak artikelnya berikut ini:

Definisi Kebijakan Sanering

Secara umum, definisi sanering adalah salah satu dari sekian banyak kebijakan pemerintah. Namun, pada kebijakan yang satu ini pemerintah akan membuat kebijakan sanering untuk menurunkan nilai mata uang sehingga daya beli konsumen juga menjadi menurun. 

Banyak yang menyamakan istilah sanering ini dengan istilah redenominasi, padahal keduanya merupakan hal yang sangat berbeda. Apa yang dimaksud dengan istilah redenominasi? 

definisi redenominasi adalah mata uang yang disederhanakan namun nilainya masih tetap sama. Sedangkan sanering lebih spesifik akan memotong atau menurunkan nilai uang agar daya beli masyarakatnya juga dapat menurun. Umumnya, hal tersebut akan digunakan untuk  mencegah perekonomian yang tidak sehat.

Segala sesuatu pasti mempunyai dampak positif serta dampak negatifnya masing-masing, tak terkecualikan pada kebijakan yang satu ini. 

Baca juga: Teori Kendala: Definisi, bentuk-bentuk, konsep, faktor dan tahapan teori kendala

Dampak Kebijakan Sanering 

Dengan adanya kebijakan tersebut, sebenarnya masalah inflasi dapat ditekan serta menjadikan perekonomian negara semakin membaik atau kembali normal dan stabil. 

Namun, fakta yang mengejutkan dari kebijakan ini adalah hal itu justru berbanding terbalik. Pada kenyataannya kebijakan sanering ini pernah membuat perekonomian indonesia menjadi kacau balau, masalah ini terjadi pada saat masa pemerintahan Ir. Soekarno, 1959. 

Hal itu juga menyebabkan pelaku usaha menjadi rugi serta beban yang harus ditanggung oleh pemerintah pun semakin besar dan masalah inflasi justru makin merajalela. 

Kelemahan Kebijakan Sanering

Berikut adalah beberapa kelemahan yang dimiliki oleh kebijakan ini, antara lain yaitu:

Merugikan masyarakat umum, terutama rakyat kecil.
Menambah beban bagi pemerintah, hal ini disebabkan oleh adanya kebijakan sanering yang membuat nilai mata uang menjadi menurun sehingga pemerintah akan kesulitan mengendalikan perekonomian dibidang ekspor impor dan lain sebagainya karena hal itu berkaitan dengan suatu transaksi.

Menyulitkan para pelaku usaha, hal ini disebabkan kebijakan sanering yang membuat nilai mata uang menjadi menurun sehingga produk tidak banyak diminati oleh para konsumen.
Daya beli masyarakat atau konsumen menjadi menurun.

Masyarakat akan sulit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, hal ini disebabkan oleh adanya kebijakan sanering yang membuat nilai mata uang menjadi menurun sehingga mereka tidak mampu membeli produk-produk berupa barang atau jasa, terutama produk kebutuhan pokoknya.
Nilai tukar rupiah dalam negeri menurun terhadap nilai tukar asing, , hal ini disebabkan oleh adanya kebijakan sanering yang membuat nilai mata uang menjadi menurun terhadap nilai mata uang luar negeri. 

Perekonomian yang tidak terorganisir dengan baik.

Baca juga: Holding Company: Definisi, tujuan, ciri-ciri, kelebihan dan kekurangan beserta contoh holding company

Contoh Kebijakan Sanering

Berikut adalah contoh studi kasus yang pernah dialami oleh Indonesia, antara lain:

1. Kebijakan sanering 1950
Pada 19 maret 1950 yang lalu, pemerintah mengeluarkan dan melakukan kebijakan sanering yang diberlakukan untuk pertama kalinya dalam sejarah. Banyak yang menyebut kasus ini dengan sebutan istilah “Gunting syarifudin”. Adanya istilah tersebut karena pada waktu itu uang kertas digunting menjadi dua.

2. Kebijakan sanering 1959
Pada 25 agustus 1959 yang lalu, pemerintah mengeluarkan dan melakukan kebijakan sanering untuk yang kedua kalinya. Hal ini ditandai dengan adanya penurunan nilai mata uang Rp. 500 menjadi Rp. 50 (masyarakat menyebutkan sebagai uang macan) dan Rp. 1000 menjadi Rp. 100 (masyarakat menyebutkan sebagai uang gajah). 

3. Kebijakan sanering 1965 
Pada 13 desember 1965 yang lalu, pemerintah mengeluarkan dan melaksanakan kebijakan sanering untuk yang ketiga kalinya dalam sejarah. Hal ini ditandai dengan adanya penurunan nilai mata uang dari Rp. 1000 menjadi Rp. 1.

Baca juga: Sumber keuangan negara: Pengertian, penjelasan lengkap

Demikian penjelasan mengenai kebijakan sanering serta penjelasan lengkapnya. Semoga artikel ini dapat memberi manfaat bagi semuanya. Terimakasih telah membaca.


Loading...

Jangan lupa LIKE FP kami