Jumat, 28 Juni 2019

Prinsip Ekonomi: Definisi, tujuan, karakteristik dan contoh dari prinsip ekonomi

Definisi Prinsip Ekonomi

Secara umum, definisi prinsip ekonomi adalah suatu hal yang harus tetap dipegang teguh oleh seorang individu atau pihak lainnya. Mereka harus mampu menghasilkan keuntungan secara maksimal namun dengan pengorbanan yang seminim mungkin.

Pendapat lain mengatakan bahwa prinsip ekonomi adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh seseorang. Upaya yang dimaksud adalah melakukan pengorbanan kecil untuk mendapatkan kebutuhan yang maksimal.

Jadi, dengan adanya prinsip ini maka diharapkan agar masyarakat mampu memenuhi kebutuhannya dengan menggunakan cara yang efisien dan efektif. Sehingga mereka dapat tetap sejahtera dan makmur.

Baca juga: Negosiasi: Definisi, Tujuan dan Manfaatnya

Tujuan Prinsip Ekonomi

Tahukan anda bahwa salah satu tujuan utama pada prinsip ekonomi ini adalah agar masyarakatnya dapat memenuhi kebutuhan ekonomi baik secara efisien maupun efektif. Berikut adalah beberapa tujuan lainnya dari prinsip ekonomi:

Agar pengeluaran tidak boros. Dengan adanya prinsip ekonomi membuat kita untuk bersih keras melakukan penghematan terhadap konsumsi yang kita butuhkan
Untuk meminimalisir terjadinya kerugian tertentu
Mendapatkan laba dari hasil kegiatan ekonomi dengan jumlah yang besar 
Dengan adanya prinsip ini juga membuat seseorang dapat mengembangkan dan menggunakan kemampuan serta modal yang ia miliki

Baca juga: Perseroan Terbatas  (PT): Definisi, karakteristik, jenis-jenisnya serta keuntungan dan kelemahannya

Karakteristik Prinsip Ekonomi

Untuk dapat membedakan prinsip ini dengan prinsip lainnya maka hal yang harus dilakukan adalah mengenali karakteristiknya terlebih dahulu. Simak penjelasannya dibawah ini:

Masyarakat atau pihak tertentu yang menggunakan prinsip ini umumnya selalu bertindak hemat
Biasanya mereka akan selalu memperhitungkan untung rugi yang diperoleh dari hasil kegiatan ekonominya
Lebih mengutamakan kebutuhan ekonominya daripada keinginannya
Umumnya sangat berhati-hati dalam mengeluarkan biaya untuk membeli suatu produk. Mereka sangat mempertimbangkan hal-hal semacam itu.
Pengeluaran biaya yang dibutuhkan untuk membeli sesuatu harus dapat diseimbangkan dengan pendapatan yang dimilikinya.

Baca juga: Pasar Oligopoli: Definisi, Karakteristik, Bentuk-bentuknya serta Keuntungan dan Kelemahan Pasar Oligopoli

Jenis - jenis Prinsip Ekonomi

Ada beberapa jenis umum dalam prinsip ekonomi ini, hal tersebut meliputi prinsip produsen, penjual dan pembeli. Ketiganya akan dijelaskan pada penjelasan dibawah ini:

1. Prinsip Produsen 
Prinsip ini digunakan ketika para produsen ingin menentukan bahan baku, biaya produksi, alat-alat produksi dan sebagainya yang mendukung jalannya proses produksi. Jadi, bagaimana caranya agar semua yang diperlukan untuk mendukung jalannya proses produksi dapat tersedia atau dibeli dengan biaya yang seminim mungkin.

2. Prinsip Penjual
Prinsip ini digunakan ketika para penjual akan menjalankan usahanya, hal tersebut meliputi kegiatan promosi (marketing) atau iklan, diskon, gift away dan sebagainya. 

Tujuan daripada hal itu adalah untuk menjual berbagai produk ke para konsumen dan agar mereka tertarik dengan berbagai macam promosi yang  dilakukan oleh si penjual. Dengan begitu, produk yang dijual pun akan laku karena banyak pelanggan atau konsumen yang tertarik dan membelinya. 

Semakin banyak pelanggan maka semakin banyak pula keuntungan yang akan didapatkan, begitu pun sebaliknya.

3. Prinsip Pembeli
Prinsip ini digunakan ketika para pembeli akan membeli suatu produk. Hal yang paling utama dilakukan mereka adalah membeli barang berkualitas dengan harga yang dapat dijangkau atau lebih murah. 

10 Prinsip Ekonomi 

1. Trade-off 
Ketika kita menginginkan sesuatu maka kita juga perlu mengorbankan sesuatu. Misalnya ketika kita ingin membeli suatu barang seperti makanan, minuman dan sebagainya maka kita juga perlu mengorbankan sesuatu seperti uang. 

2. Berpikir logika
Dengan prinsip ini membuat kita akan mempertimbangkan segala sesuatu yang akan berpengaruh terhadap keuntungan dan kerugian yang kita peroleh.

3. Tanggapan terhadap insentif
Tahukah anda bahwa manusia akan semakin aktif ketika mereka memperoleh keuntungan tambahan dari hal yang dikerjakannya? Hal itu berlaku pada prinsip ekonomi ini.

4. Perdagangan menguntungkan semua pihak
Setiap manusia pasti saling membutuhkan satu sama lain. Misalnya produsen yang memiliki hasil produksi yang tidak maksimal akan membeli produk dari produsen yang produksinya lebih optimal. 

5. Koordinasi yang baik dalam pasar
Kita semua tahu bahwa didalam pasar ada banyak kegiatan ekonomi yang dilakukan seperti salah satunya yaitu transaksi jual beli. Dalam prinsip ini, produsen akan mengatur barang apa yang harus disediakan dan siapa saja yang harus ikut dalam kegiatan proses produksi. Sedangkan konsumen berhak mengatur penghasilannya untuk memilih produk yang diinginkan dalam pasar tersebut.

6. Mengorbankan biaya untuk mendapatkan sesuatu 
Prinsip ini juga dapat disebut sebagai biaya kesempatan (opportunity cost), dimana kita harus mengambil kesempatan yang ada untuk mendapatkan nilai yang lebih baik. 

7. Pemerintah dapat meningkatkan faktor produksi 
Dengan adanya campur tangan dari pemerintah maka penjual akan mendapatkan hasil yang maksimal pula. Pemerintah bisa saja menambah stok dagang untuk penjual.

8. Standar hidup negara dapat mempengaruhi proses produksi 
Apabila suatu negara memiliki angkat produktivitas yang tinggi maka hal itu dapat meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi negaranya serta pendapatan rata-ratanya.

9. Inflasi
Apabila uang beredar dengan jumlah yang tidak terbatas maka hal itu dapat menimbulkan inflasi.

10. Trade off jangka pendek 
Permasalahan inflasi dan pengangguran umumnya akan terjadi hanya sementara saja. Namun, kedua hal tersebut bisa terjadi secara terus menerus atau bertahun-tahun. 

Demikian penjelasan mengenai definisi, tujuan, karakteristik dan contoh dari prinsip ekonomi. Semoga artikel ini dapat memberi manfaat bagi semuanya. Terimakasih telah membaca.


Loading...

Jangan lupa LIKE FP kami