Teks Prosedur Kompleks Lengkap



Di dalam Bahasa Indonesia, terdapat banyak jenis teks yang biasa digunakan. Salah satunya adalah teks prosedur. Prosedur secara sederhana dapat dipahami sebagai suatu aturan, ketentuan, cara atau langkah -langkah tertentu dalam melakukan suatu hal.

Seringkali, kita mungkin harus melakukan sesuatu tapi tidak tahu caranya. Nah, untuk hal inilah diperlukan suatu penjelasan mengenai tahap -tahap yang harus dilakukan ketika melakukan hal tersebut.

Seyogyanya, penjelasan mengenai langkah -langkah tersebut disusun secara berurutan, atau berdasarkan suatu urutan yang runtut dan tidak diubah. Penjelasan mengenai tahap -tahap dalam melakukan sesuatu memang tidak bisa dibalik atau diacak urutannya.

Untuk bisa melakukan langkah kedua, maka langkah pertama harus sudah dilakuakn elbih dulu. Begitu pun ketika hendak melakukan langkah ketiga, maka langkah pertama serta kedua juga harus sudah dilakukan. Penjelasan mengenai langkah -langkah ini harus sesuai urutannya, dari langkah pertama sampai langkah yang terakhir.


Pengertian Teks Prosedur Kompleks

Penjelasan mengenai langkah -langkah yang harus dilakukan sesuai dengan urutannya inilah yang disebut sebagai teks prosedur. Dengan kata lain, pengertian teks prosedur adalah uraian langkah demi langkah yang tersuusn secara pasti dalam melakukan suatu kegiatan tertentu.

Teks prosedur ini pun masih ada macamnya. Sebab, ada teks prosedur yang disusun secara sederhana, dan ada pula yang disusun degnan urutan yang sangat banyak. Teks prosedur yang disusun dengan urutan yang sangat banyak dan disertai rincian penjelasannya ini disebut sebagai teks prosedur kompleks.

Perbedaan teks prosedur sederhana dan teks prosedur kompleks

Umumnya, teks prosedur, baik teks prosedur sederhana maupun teks prosedur kompleks menggunakan jenis kalimat yang sama, yakni kalimat perintah. Kalimat perintah atau kalimat imperative merupakan kalimat yang isinya berupa permintaan atau menyuruh orang lain untuk melakukan suatu hal yang dikehendaki.

Fungsi kalimat perintah ini adalah untuk meminta atau melarang seseorang untuk melakukan suatu hal. Dalam kalimat teks prosedur, kalimat perintah umumnya bersifat meminta, meski terkadang juga disertai kalimat perintah yang sifatnya melarang.

Hanya saja, ada perbedaan paling terlihat antara teks prosedur sederhana dan teks prosedur kompleks, yakni pada jumlah langkahnya saja. Jika teks prosedur sederhana hanya terdiri dari dua atau tiga langkah saja. Sementara teks prosedur komplkes terdiri dari langkah -langkah yang lebih banyak dan rumit.

Kompleks berarti rumit. Pelekatan kata “kompleks” ini mengacu pada jumlah langkah -langkah dalam melakukan suatu kegiatan. Artinya, langkah -langkah dalam teks prosedur kompleks ini memang terkesa rumit.

Dalam teks prosedur kompleks, umumnya disampaikan langkah yang berjenjang dengan sub langkah di setiap langkahnya. Jika ada langkah -langkah yang tidak terpenuhi, maka langkah -langkah berikutnya jadi tidak bisa dikerjakan. Artinya, tujuan yang hendak dicapai gagal.

Umumnya, syarat -syarat dan pilihan -pilihan yang terdapat dalam setiap sub langkah teks prosedur kompleks ini disampaikan dengan menggunakan konjungsi. Konjungsi adalah ungkatan atau kata penghubung antarkata, antarklausa, antarfrasa dan antarkalimat.

Tujuan Teks Prosedur Kompleks

Tujuan Teks Prosedur Kompleks ditulis adalah agar dapat menjelaskan atau pun menunjukkan tentang bagaimana tata cara dalam mengerjakan sesuatu dengan tahapan -tahapan yang runtut.

Ciri Umum Teks Prosedur Kompleks

Tesk prosedur kompleks dapat dikenali dari ciri -cirinya yang secara umum meliputi :
  • Berisi tahapan -tahapan atau langkah-langkah
  • Disusun dengan bahasa informatif
  • Memuat penjelasan yang mendetail
  • Sifatnya objektif
  • Langkah berkelanjutan disertai penjelasan
  • Menggunakan syarat atau pilihan
  • Bersifat universal, akurat, aktual dan logis

Ciri Kebahasaan Teks Prosedur Kompleks

Dalam penulisan prosedur kompleks, terdapat ciri kebahasaan tersendiri yang berbeda dari jenis teks -teks lain. Ciri kebahasaan teks prosedur kompleks, yakni :

1) Penggunaan partisipan manusia secara umum, yakni semua manusia yang ikut serta di dalam teks tersebut.

2) Penggunaan verba material dan verba tingkah laku.
Verba material dan tingkah laku termasuk golongan verba atau kelas kata yang menyatakan suatu tindakan, pengalaman, keberadaan atau pengertian dinamis lain. Verba juga disebut sebagai kata kerja. Jenis kata ini menjadi predikat dalam suatu kalimat atau frasa.
  • Verbal material : Verba yang mengacu pada tindakan fisik, contoh : membuka, menutup, memukul, memutar.
  • Verba tingkah laku : Verba yang mengacu pada sikap yang dinyatakan melalui ungkapan verbal. Jelasnya, bukan sikap mental yang tampak. Contoh : menatap, melihat, mendengarkan.

3) Penggunaan konjungsi temporal
Konjungsi temporal adalah konjungsi yang mengacu pada urutan waktu yang berguna sebagai sarana kohesi teks. Kohesi merupakan kepadauan antar unsur -unsur dalam teks. Contoh kohesi temporal misalnya, pertama, kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya.

4) Penggunaan konjungsi syarat

5) Penggunaan kalimat perintah atau imperative

6) Penggunaan kalimat deklaratif atau yang berisi pernyataan

7) Penggunaan kalimat introgatif atau yang berisi pertanyaan

8) Penggunaan bilangan urutan atau angka yang menunjukkan urutan

9) Menggunakan kata dan kalimat yang baku

Struktur Teks Prosedur Kompleks
Struktur teks prosedur kompleks atau cara teks tersebut dibangun ini, tersusun oleh bagian -bagian berupa, tujuan, material dan langkah -langkah.

  • Bagian tujuan. Berisi tujuan pembuatan teks prosedur atau hasil akhir yang hendak dicapai. Tujuan ini bisa tertulis dalam bentuk judul.
  • Bagian material. Berisi informasi mengenai alat atau bahan yang diperlukankan. Akan tetapi, tidak semua teks prosedur ada bagian ini. Umumnya, bagian material ini terdapat pada prosedur berupa resep masakan.
  • Bagian langkah-langkah. Berisi cara atau langkah -langkah yang ditempuh untuk mencapai tujuan. Bagian inilah di dalam teks prosedur  yang tidak dapat diubah urutannya.

Cara Menyusun Teks Prosedur Kompleks

Untuk menulis teks prosedur kompleks ini tidak sulit. Yang terpenting, harus prosedur harus disampaikan secara jelas agar pembaca petunjuk tidak mengalami kesulitan atau kesalahan dalam melakukan suatu hal yang diinginkan sesuai petunjuk.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menulis teks prosedur, yakni :
  1. Tuliskan petunjuk secara urut sesuai dengan aturan yang harus dilakukan, bila perlu serta penomoran.
  2. Tuliskan petunjuk secara terperinci dan detail.
  3. Cantumkan keterangan secara jelas dan lengkap terkait hal yang akan dilakukan.
  4. Cantumkan hal -hal yang harus dihindari bila hal yang dilakukan terkait dengan suatu hal yang dapat menimbulkan akibat negatif.
  5. Gunakan bahasa yang singkat, jelas dan komunikatif.
  6. Sertakan ilustrasi pendukung, seperti gambar, bila diperlukan.

Contoh Teks Prosedur Kompleks


Cara Menggunakan Tensimeter Air Raksa dengan Benar

  1. Buka tensimeter air raksa, degnan cara geser jarum ke arah ON agar air raksa naik.
  2. Raba nadi pasien yang hendak diperiksa, lalu pasang manset sesuai ukuran pasien.
  3. Lilitkan manset tensimeter padalengan atas (boleh kiri atau kanan) di atas siku. Bagian ini terdapat pembuluh darah arteri branchialis yang langsung berasal dari jantung dan berada dekat di bawah kulit sehingga mudah dideteksi.
  4. Usahakan tensimeter diletakkan sejajar dengan jantung, baik pada posisi tidur, duduk atau pun berdiri. Sedangkan tangan pasien harus dalam keadaan rileks.
  5. Tutup katup pengatur udara pada pompa karet manset tensimeter dengan cara memutar ke arah kanan hingga habis.
  6. Pasang stetoskop pada telinga Anda, lalu bagian yang pipih tempelkan pada bagian lipatan siku, sebelah bawah lilitan manset.
  7. Pompa udara ke dalam manset dengan menekan pompa karet berulang kali sampai tekanan menunjukkan angka 140 mmHg untuk orang dewasa normal. Namun bila pasien menderita hipertensi, naikkan tekanannya hingga 20 mmHg dan seterusnya secara bertahap.
  8. Manset yang dipompa akan membuat tekanan meningkat dan menekan arteri brachialis sehingga aliran darah berhenti mengalir.
  9. Buka lagi katup pengatur udara dengan cara memutar ke kiri sedikit. Dengarkan dan amati suata dari stetoskop yang muncul ketika katup manset dibuka sambil mengamati angka pada air raksa.
  10. Detakan yang terdengar ertama kali adalah sistolik, dan detakan terakhir sebelum suara benar -benar hilang adalah diastolik.
  11. Terakhir, buka manset dan rapikan lagi perlengkapan tensimeter.

Referensi:
Somad, Adi Abdul. 2008. Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia untuk Kelas X SMA/MA. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan nasional.



Diberdayakan oleh Blogger.