Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Pengertian Manajer Investasi dan Hal yang Perlu Anda Tahu tentang Manajer Investasi

Di jaman yang begitu dinamis seperti sekarang ini, keamanan finansial adalah hal penting. Untuk mencapai keamanan finansial, salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan melek investasi. Investasi memiliki potensi untuk menjamin keamanan keuangan kita. Tentu saja, investasi yang dilakukan harus tepat dan cermat.

Sayangnya, melakukan analisis investasi bukanlah perkara mudah. Seorang tanpa ilmu dan keahlian khusus mungkin akan kesulitan untuk menentukan investasi yang tepat sesuai dengan kondisi finansialnya. Di sinilah pentingnya manajer investasi.

Manajer investasi dapat menjadi penasihat yang dapat diandalkan dalam mengatur portofolio investasi Anda. Untuk lebih memahami apa itu manajer investasi, peran dan hal penting lain terkait manajer investasi, simak artikel berikut.

Pengertian Manajer Investasi

Pengertian manajer investasi menurut OJK, adalah “pihak yang kegiatan usahanya mengelola Portofolio Efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.”

Sederhananya, manajer investasi akan bertindak untuk melakukan manajemen investasi dalam keuangan nasabahnya. Nerd Wallet berpendapat bahwa pengertian manajemen investasi adalah proses membangun portofolio saham, obligasi, dan instrumen investasi lainnya sesuai dengan tujuan. 

Mekanisme dan cara kerja manajer investasi di Indonesia diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.04/2018 tentang Penerapan Tata Kelola Manajer Investasi. Sesuai peraturan tersebut, seseorang tidak bisa serta merta menjadi seorang Manajer Investasi. Ia harus memperoleh sertifikasi profesi Wakil Manajer Investasi (WMI) sebelum menjalankan perannya.

Bisa disimpulkan bahwa pengertian manajer investasi merupakan pihak, perorangan maupun perusahaan, yang secara profesional mengelola dana nasabah (individu maupun perusahaan) pada berbagai instrumen investasi, mulai saham, obligasi, dan instrumen lain, yang bertujuan memperoleh keuntungan bagi para investor yang telah memercayakan dananya pada mereka.

Ketika telah terjadi kesepakatan antara nasabah dan manajer investasi, bisa dilakukan kontrak investasi kolektif (KIK). Dengan adanya kontrak tersebut, dana para investor dapat dikelola manajer investasi. Salah satu contoh KIK yang paling populer adalah reksa dana.

Selain itu, menyewa layanan manajemen investasi untuk mengelola perencanaan keuangan secara pribadi juga bisa dilakukan. Manajer Investasi ini seperti layanan keuangan yang siap menyarankan strategi investasi kepada klien, membeli, serta menjual investasi dan mengelolanya secara keseluruhan.

Baca juga: Mengenal Deposito dan Keuntungannya

Tugas Manajer Investasi

Beberapa tugas utama manajer investasi, meliputi:

• Mengelola portofolio efek nasabah, sesuai dengan perjanjian pengelolaan dana dengan mengacu pada peraturan Pengawas Pasar Modal/ OJK.

• Mengelola portofolio investasi kolektif melalui wadah produk-produk sesuai dengan yang diatur dalam peraturan Pengawas Pasar Modal. OJK.

• Kegiatan lain sesuai ketentuan Pengawas Pasar Modal/ OJK.

Cara Memilih Manajer Investasi yang Tepat

Memutuskan untuk menggunakan jasa seorang manajer investasi tentu harus melalui pertimbangan matang. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebagia cara memilih manajer investasi yang tepat, yakni:

• Cek legalitas. Legalitas adalah hal penting dan wajib sebagai manajer investasi. Jadi, perhatikan legalitas perusahaan investasi, apakah sudah terdaftar di OJK atau belum.

• Cek kompetensi dan konsistensi kinerja.  Pengalaman dan portofolio yang pernah dikelola oleh Manajer Investasi harus diperhatikan untuk bisa mengetahui sejah mana kinerja dan konsistensinya dalam mengelola dana investasi nasabah.

• Ketahui transparansi biaya. Manajer Investasi dapat memasang harga yang berbeda satu sama lain untuk layanan yang diberikannya. Pastikan dulu adanya transparansi tarif Manajer Investasi sehingga Anda tahu pasti penggunaan dana yang kita berikan secara jelas.

• Ketahui gaya berinvestasi. Tiap-tiap manajer investasi memiliki gaya atau cara sendiri guna menjanjikan dan memberikan keuntungan bagi nasabahnya. Ada manajer investasi yang siap untuk berbagai spekulasi dengan target keuntungan dana besar, ada pula yang kecil dan cenderung menghindari risiko. Pilih sesuai keinginan dan kebutuhan Anda.

Baca juga: Mengenal Aneka Macam Trading dan Contohnya

Cara Kerja Manajer Investasi

Saat Anda menempatkan dana untuk dikelola oleh Manajer Investasi, artinya Anda memutuskan dan percaya untuk menitipkan uang sesuai ketentuan investasi dengan harapan produk tersebut dapat bertumbuh dari nilai awal. 

Anda harus memahami bahwa menitipkan uang pada manajer investasi berbeda dengan menitipkan uang di bank. Manajer Investasi tidak mencatat dana nasabah yang digunakan sebagai utang, melainkan sebagai aset yang harus ia kelola sesuai karakteristik produk yang dipilih. 

Jika Anda sebagai investor meminta kembali dana yang dititipkan, Manajer Investasi wajib mengembalikan dana tersebut sesuai ketetapan. Manajer investasi akan berusaha mengelola dana sebaik mungkin sehingga dapat memberikan imbal hasil optimal sesuai yang diharapkan, sesuai tugas dan tanggung jawabnya. 

Tapi, nasabah juga harus paham bahwa terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi imbal hasil tersebut. Jadi, perlu dipahami bahwa tidak ada jaminan bahwa dana yang dititipkan pasti untung.

Baca juga: Pengertian Startup beserta Contoh Startup di Indonesia

Daftar Manajer Investasi di Indonesia

Anda bisa menemukan begitu banyak daftar manajer investasi di Indonesi. Setidaknya terdapat 97 PT yang terdaftar secara resmi sebagai manajer investasi di OJK. Perusahaan-perusahaan sebagai manajer investasi ini ada yang mengelola dana dalam jumlah kecil, dan ada pula yang berhasil menghimpun jumlah dana yang besar dari para nasabah.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa bulan Desember 2018, Schroder Investment Management Indonesia menjadi manajer investasi dengan kelolaan dana terbesar di nIndonesia, yakni mencapai Rp 46,29 triliun.

Namun, Oktober 2019, posisi ini digantikan Mandiri Manajemen Investasi (MMI). MMI berhasil menghimpun dana kelolaan hingga Rp 44,51 triliun, sementara dana yang dikelola Schroder berkurang.

Pada posisi kedua, ada Batavia Prosperindo, dengan jumlah dana kelolaan sebesar Rp 44,24 triliun. Sedangkan pada posisi ketiga terdapat PT Bahana TCW Investment yang berhasil menghimpun dana kelolaan sebesar Rp 42,32 triliun.

Anda bisa mengaskses daftar manajer investasi di Indonesia secara lengkap, melalui tautan di OJK, pada alamat situs berikut https://reksadana.ojk.go.id/Public/ManajerInvestasiList.aspx.

Referensi:

  • Carolina Ratri. 2020. 4 Tugas dan Fungsi Manajer Investasi, dan Bagaimana Memilih yang Terbaik, diakses dari https://diskartes.com/2020/03/tugas-dan-fungsi-manajer-investasi/
  • Tokopedia. Tt. Manajer Investasi, diakses dari https://kamus.tokopedia.com/m/manajer-investasi/
  • Mandiri investasi. Tt. Bank vs. Manajer Investasi, diakses dari https://mandiri-investasi.co.id/id/belajar-investasi/pusat-info/bank-vs-manajer-investasi/
  • Maulana Adieb. 2020. Manajemen Investasi: Pengertian Serta Bagaimana Cara Kerjanya, diakses dari https://glints.com/id/lowongan/manajemen-investasi/#.XydH6CgzbIU
  • OJK. Manajer Investasi, diakses dari https://reksadana.ojk.go.id/Public/ManajerInvestasiList.aspx