Senin, 29 Juli 2019

Kurs Mata Uang: Definisi, Jenis-jenis dan Faktor Yang Mempengaruhinya

Definisi Kurs Mata Uang

Secara umum, definisi kurs mata uang adalah value mata uang yang dimiliki oleh setiap negara. Value mata uang tersebut kemudian akan diukur dengan mata uang dari negara lainnya.

Kurs (exchange rate) juga dapat disebut sebagai kesepakatan yang terjadi antara sejumlah negara. Kesepakatan yang dimaksud adalah kesepakatan dalam hal menentukan nilai tukar mata uang yang akan digunakan pada masa saat ini atau bahkan masa yang akan datang.

Definisi Kurs Mata Uang Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa ahli yang pernah menjelaskan mengenai definisi kurs mata uang, antara lain yaitu:

1. Fabozzi dan Franco
Menurut pendapat beliau, definisi kurs adalah suatu jenis mata uang yang dapat ditukar dengan jenis mata uang lainnya.

2. Ekananda
Definisi kurs menurut pendapat Ekananda adalah nilai mata uang yang memiliki sifat relative terhadap nilai mata uang lainnya. Nilai mata uang tersebut sangat penting bagi pengambilan keputusan terhadap suatu pembelian produk.

3. Paul R. Krugman dan Maurice
Definisi kurs menurut pendapat beliau adalah mata uang yang berada dalam suatu negara diukur atau dinyatakan dalam bentuk mata uang yang berada di negara lainnya.

4. Nopirin
Definisi kurs menurut pendapat beliau adalah dua nilai mata uang yang ditukar dan kemudian dibandingkan.

5. Salvator
Definisi kurs menurut pendapat Salvator adalah harga satu mata uang terhadap harga mata uang lainnya. Salvator juga menjelaskan bahwa kurs dapat disebut sebagai istilah rasio pertukaran.

6. Mankiw
Definisi kurs menurut pendapat Mankiw adalah kesepakatan yang terjadi antara dua negara dalam menentukan tingkat harga. Mankiw juga menjelaskan bahwa kurs dapat disebut sebagai istilah valas.

7. Adiningsih, dkk
Definisi kurs menurut pendapat Adiningsih, dkk adalah adanya sistem translasi yang mengubah suatu harga mata uang menjadi mata uang lainnya.

Baca juga: Sumber keuangan negara: Pengertian, penjelasan lengkap

Jenis - jenis Kurs

Sebagian masyarakat mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah kurs. Terutama masyarakat yang telah melakukan berpergian keluar negeri hingga para pedagang internasional. Dari penjelasan sebelumnya, kita tahu bahwa kurs merupakan nilai mata uang yang diukur dengan nilai mata uang lainnya dan kurs memiliki pengaruh terhadap keputusan yang akan dikeluarkan. Keputusan yang dimaksud adalah keputusan untuk membeli suatu produk barang atau jasa.

Berikut adalah jenis kurs yang harus anda ketahui, yaitu:

1. Kurs Jual
Pihak yang terlibat dalam jenis kurs ini biasanya para pedagang valas atau Bank yang memiliki keperluan untuk membeli valuta asing. Hal ini juga berlaku pada seseorang yang ingin melakukan penukaran valuta asing.

2. Kurs Beli
Pihak yang terlibat dalam jenis kurs ini biasanya para pedagang valas atau Bank yang memiliki keperluan untuk menjual valuta asing. Hal ini juga berlaku pada seseorang yang ingin melakukan penukaran nilai mata uang terhadap mata uang dari negara lain.

3. Kurs Tengah
Jenis kurs ini merupakan kombinasi dari adanya kurs jual dan kurs beli. Kedua kurs tersebut ditambah lalu di bagi dua.

Baca juga: Badan Usaha Milik Swasta (BUMS): Definisi, karakteristik, kelebihan dan kekurangan, bentuk-bentuk serta contoh BUMS

Faktor Yang Mempengaruhi Kurs Mata Uang

Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi Nilai kurs, antara lain yaitu:

1. Kebijakan pemerintah
Pada umumnya, suatu kebijakan yang dibuat oleh pemerintah akan mempengaruhi nilai kurs mata uang secara langsung. Adapun tujuan dari adanya kebijakan tersebut, yaitu:

Mencegah adanya hambatan pada nilai valuta asing
Mencegah adanya hambatan terhadap pelaksanaan bisnis atau perdagangan internasional
Menginginkan adanya campur tangan terhadap pasar

2. Adanya inflasi
Dasar utama dalam pasar valuta asing ini adalah bisnis atau perdagangan internasional yang mencakup produk barang dan jasa. Nilai mata uang dapat dipengaruhi oleh adanya perubahan harga.

3. Tingkat suku bunga yang berbeda
Tahukah anda bahwa tingkat suku bunga yang dimiliki oleh suatu negara dapat mempengaruhi arus modal internasional?

4. Aktivitas neraca pembayaran
Neraca pembayaran yang aktif dapat memberikan jumlah debitur asing menjadi meningkat dari sebelumnya. Sebaliknya, apabila saldo pembayaran tersebut tidak aktif maka hal tersebut dapat mengakibatkan penurunan debitur asing, hal tersebut ditandai dengan adanya penurunan terhadap nilai tukar mata uang lokal.

5. Tingkat pendapatan yang relatif
Apabila suatu negara dapat mengatur laju pertumbuhan pendapatan sehingga menjadi lebih baik maka hal itu dapat dipastikan bahwa nilai kurs mata uang asing akan melemah.

6. Ekspektasi
Apabila suatu berita dianggap dapat mempengaruhi masa depan ekonomi suatu negara maka hal tersebut ditanggapi secara cepat oleh pasar valas.

Baca juga: Badan Usaha Campuran: Definisi, Ciri-ciri, Kelebihan dan Kekurangan

Pengaruh Kurs Terhadap Bidang Perbisnisan

1. Importir
Keuntungan akan diperoleh apabila seseorang menjual produk dengan sistem yang mewajibkan harus mengimpor bahan baku dari negara lain. Keuntungan tersebut dapat berasal dari nilai kurs yang telah ditentukan oleh suatu negara.

2. Eksportir
Apabila suatu produk domestik dapat dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi daripada sebelumnya maka hal tersebut dapat menguntungkan bagi para perusahaan.

3. Hutang Piutang
Apabila suatu negara mengalami nilai tukar rupiah yang melemah terhadap suatu nilai mata uang lainnya maka hal tersebut dapat membebankan hutang yang diterima oleh perusahaan domestik.

Demikian penjelasan porosilmu.com mengenai definisi, jenis-jenis dan faktor yang mempengaruhi kurs mata uang. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terimakasih telah membaca.


Loading...