Sabtu, 18 Mei 2019

Perusahaan Dagang: Definisi, Karakteristik, Kategori beserta Contohnya

Definisi Perusahaan Dagang

Apa yang ada di benak anda jika mendengar istilah yang satu ini “perusahaan dagang”? Secara umum definisi perusahaan dagang adalah usaha atau bisnis yang dijalankan oleh sekelompok orang dan mereka telah mampu untuk mendirikan suatu toko sendiri bahkan lebih dari toko, kita sering menyebutnya sebagai perusahaan. 

Sekelompok orang yang menjalankan atau mengelola perusahaan tersebut bergerak dibidang perdagangan barang. Pengelolaan perusahaan yang dimaksud adalah tentang bagaimana cara menyimpan, membeli, dan menjual kembali barang dengan harga yang lebih guna mencapai suatu keuntungan.

Dengan kata lain, barang yang telah dibeli kemudian dijual kembali. Sifat dan bentuk barang sama namun harga tidaklah sama, biasanya barang yang akan dijual kembali akan jauh berbeda dengan harga awal, bisa saja harga barang tersebut melonjak hingga 2x lipat/lebih bahkan mungkin hanya bisa selisih beberapa persen saja. Karena keuntungan merupakan tujuan utama dari para pemilik perusahaan dagang.

Lalu timbul pertanyaan, barang yang diperjualbelikan itu seperti apa? Berikut jenis barang tersebut:
Bahan baku
Barang setengah jadi
barang jadi
barang komoditas
barang hasil industri

Baca juga: Pengertian CRM, Fungsi, Tujuan, Komponen dan Tahapan CRM

Karakteristik Perusahaan Dagang

Belum afdol rasanya apabila kita hanya mengetahui definisi dari perusahaan dagang saja. Akan lebih baik lagi jika kita dapat mengetahui secara mendalam tentang karakteristik perusahaan tersebut karena jika kita mengingat istilah perusahaan, ada banyak sekali perusahaan yang berdiri di suatu wilayah tertentu. Oleh sebab itulah kita perlu mengetahui karakteristik dari perusahaan dagang tersebut agar dapat membedakan dengan perusahaan lainnya, berikut karakteristiknya:

1. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa perusahaan tersebut bergerak dibidang perdagangan yang mengelola tentang bagaimana cara menyimpan, serta jual beli barang

2. Produk barang yang akan dijual tetaplah sama. Dengan kata lain, ketika barang tersebut dibeli, perusahaan tersebut langsung akan menjualnya kembali tanpa ada proses produksi untuk menambah nilai lebih pada suatu barang itu lagi (kualitas tetap sama).

3. Ketika perusahaan menjual kembali barang yang dibelinya, harga barang tersebut akan meningkat dan hal itu akan menjadi suatu keuntungan bagi perusahaan.

4. Bentuk perusahaannya hanya membeli dan menjual kembali barang

5. Jika dilihat dari kacamata akuntansi, perusahaan ini menggunakan akun persediaan barang agar dapat menghitung harga-harga serta laporan keuntungan atau kerugian dengan cara menggunakan sistem single step dan multiple step.

Baca juga: Pengertian BEP, Rumus, Komponen, Manfaat dan Contoh BEP

Kategori Perusahaan Dagang

Ada beberapa kategori dalam perusahaan dagang yang bisa kita cermati. Simak berikut ini:
1. Kategori berdasarkan produk barang yang dikelola. Ada 2 macam barang yang termasuk kedalam kategori ini yaitu barang produksi dan barang jadi.

Barang Produksi yaitu kegiatan jual beli produk bahan baku yang disediakan oleh perusahaan dagang. Bahan baku tersebut bisa dijadikan sebagai bahan utama untuk membuat produk yang baru. Dan bahan baku yang dimaksud adalah seperti benang, kayu gelondongan, mesin bubut, dan sebagainya.
Barang Jadi yaitu kegiatan jual beli suatu produk barang yang telah siap pakai. Contohnya seperti baju, celana, gadget, televisi, kursi dan sebagainya.

2. Kategori berdasarkan jenis konsumen. Dalam kategori ini, jenis konsumen tersebut dibagi lagi menjadi 3 macam, antara lain:

Perusahaan besar (Wholeshaler), yaitu jenis perusahaan yang berani membeli dan menjual produk barang dengan jumlah yang banyak. Contohnya seperti pedagang grosir.
Perusahaan perantara (Middleman), yaitu jenis perusahaan yang berani membeli produk barang dengan jumlah yang banyak namun menjualnya dengan jumlah yang sedang. Contohnya seperti sub grosir
Perusahaan retail atau pengecer (Retailer), yaitu jenis perusahaan yang menjual barang secara eceran, biasanya para perusahaan ini berkontak dan berkomunikasi langsung dengan para konsumen untuk melakukan jual beli. Contohnya seperti kios, warung dan pasar swalayan.

Baca juga: Manajemen Personalia: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Tugasnya

Mekanisme sistem perusahaan dagang

Ada suatu sistem utama yang menjadikan perusahaan tersebut dikatakan sebagai perusahaan dagang, yakni:
1. Pembelian. Dalam sistem ini, perusahaan bertugas untuk membeli apa saja yang akan mendukung usaha dagangnya.
2. Pengeluaran uang. Dalam sistem ini perusahaan akan mengeluarkan uangnya untuk mendukung usaha dagangnya. Akan tetapi, mengeluarkan uang yang dimaksud adalah seperti layaknya membayar pajak, membayar hutang, dan juga untuk membeli barang atau pun jasa serta keperluan lainnya.
3. Penjualan. Perusahaan akan lebih menjual produk barang guna meraih target pencapaian laba.
4. Penerimaan uang. Untuk sistem ini, perusahaan akan bertugas untuk menerima uang dari hasil penjualan barang, pembayaran, utang piutang, dan sebagainya.

Contoh perusahaan dagang

Berikut adalah contoh perusahaan dagang lengkap dengan kategori beserta produk barangnya.



Loading...