Kamis, 09 Mei 2019

Manajemen Personalia: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Tugasnya

Pengertian Manajemen Personalia

Manajemen personalia merupakan manajemen yang berkaitan dengan perencanaan, pengerahan, serta seleksi pegawai, pendidikan, uraian dari tugas, pelatihan juga pengembangan, dan juga pemeliharaan sumber daya manusia yang memiliki tujuan untuk membantu tercapainya suatu tujuan, baik tujuan dari individu, perusahaan atau bahkan masyarakat.

Manajemen personalia tidak selalu mengenai kompetensi karyawan yang kita miliki. Namun, ini juga berhubungan dengan bagaimana kita dapat menumbuhkan rasa “memiliki” dari seorang karyawan kepada perusahaan.

Apabila suatu organisasi menguasai manajemen personalia maka organisasi tersebut dapat menjalankan fungsi perusahaan dengan baik. Fungsi tersebut mulai dari perekrutan tenaga kerja, pengadaan pelatihan, hingga memberi motivasi karyawan agar dapat bekerja maksimal.

Baca juga: Pengertian Vendor, Fungsi, Tugas dan Jenis Vendor

Manajemen Personalia Menurut Para Ahli

Sedangkan menurut beberapa ahli, manajemen personalia memiliki pengertian yang beragam. Berikut pengertian pengertian tersebut:

1. Manulang

Menurut Manulang (2001:156), manajemen personalia merupakan suatu bidang ilmu yang mempelajari bagaimana cara memberikan suatu fasilitas guna perkembangan, pekerjaan serta rasa partisipasi pekerjaan dalam suatu kegiatan ataupun aktivitas.

2. Malayu S. P. Hasibuan

Menurut Malayu Hasibuan, manajemen personalia merupakan ilmu serta seni mengatur hubungan juga peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien dalam membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, serta masyarakat.

3. Alex S. Nitisemito

Menurut Nitisemito (1996: 143), pengertian manajemen personalia merupakan suatu ilmu seni dalam perencanaan, pengawasan, pengorganisasian. Sehingga, proses kerja dapat lebih efektif dan juga efisiensi personalia dapat ditingkatkan hingga tingkat yang maksimal guna mencapai tujuan.

4. John Soeprihanto

Menurut John Soeprihanto, pengertian manajemen personalia merupakan pengawasan pada fungsi fungsi manajemen, penarikan, pengadaan, pengembangan serta juga pemberian kompensasi, pengintegrasian juga pemeliharaan, guna membantu mencapai tujuan dari organisasi maupun perusahaan.

5. Heidjrachman Ranupandojo dan Suad Husnan

Menurut Heidjrachman Ranupandojo dan Suad Husnan, pengertian Manajemen Personalia merupakan pengorganisasian, perencanaan, pengarahan serta pengawasan dari pengadaan, pemberian kompensasi, pengintegrasian serta pemeliharaan tenaga kerja dengan tujuan agar tujuan perusahaan dapat tercapai.

6. Prof. Edwin B. Flippo

Menurut Flippo (Handoko; 2000), pengertian manajemen personalia merupakan perencaan, pengorganisasian, pengarahan serta juga pengendalian atas pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan juga pemutusan hubungan kerja dengan sumber daya manusia guna mencapai sasaran perorangan, organisasi maupun masyarakat.

Tujuan Manajemen Personalia

Jika merujuk pada pengertian manajemen personalia di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan utama dari manajemen personalia adalah menyinergikan antara tujuan perusahaan dengan seluruh sumber daya yang ada.

Menurut Manulang (2001:165), terdapat dua tujuan manajemen personalia. Tujuan tersebut adalah sebagai berikut:

• Production Minded (efisiensi dan daya guna)
• People Minded (kerjasama)

Maka dari itu, tujuan dari manajemen personalia sangat erat hubungannya dengan usaha menciptakan suatu kondisi, yang dapat membuat setiap pegawai memberikan sumbangsih secara maksimal kepada atasannya.

Baca juga: Manajemen Strategi: Pengertian, Tujuan dan Manfaatnya dalam Bisnis

Fungsi Manajemen Personalia

Terdapat empat fungsi manajemen personalia, jika dikaitkan dengan tujuan manajemen personalia tersebut. Empat fungsi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Fungsi Perencanaan

Manajemen personalia berfungsi untuk menentukan program personalia yang mendukung tercapainya tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Ada campur tangan aktif dari manajer personalia dalam tujuan tersebut.

2. Fungsi Pengorganisasian

Pada saat perusahaan telah menentukan fungsi fungsi yang harus dijalankan semua anggota, maka manajer personalia wajib membentuk organisasi. Hal itu dilakukan dengan membuat rancangan susunan dari berbagai hubungan antara jabatan personalia juga berbagai faktor fisik.

3. Fungsi Pengarahan

Selanjutnya setelah personalia membuat perencanaan serta pengorganisasian, hal yang dilakukan adalah melakukan pengarahan pada pekerja. Ini berarti mengupayakan supaya pegawai dapat bekerja secara efektif guna mencapai tujuan perusahaan.

4. Fungsi Pengawasan

Manajer personali berfungsi sebagai pengawas. Ini artinya manajer personalia mengobservasi kegiatan maupun aktivitas dari karyawan. Manajemen personalia mengamati serta membandingkan antara perencanaan juga pelaksanaan dan melakukan koreksi apabila ada penyimpangan.

Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa pengawasan merupakan fungsi yang berhubungan dengan masalah pengaturan berbagai jenis kegiatan. Kegiatan tersebut sesuai dengan rencana personalia yang telah disusun sebaga dasar analisis dari tujuan suatu organisasi fundamental.

Dalam praktik lapangan, anggota divisi HRM akan memberi sejumlah pengetahuan, alat yang diperlukan, pelatihan, saran, meletakan SDM sesuai dengan talenta yang diperlukan perusahaan, pelayanan administrasi serta yang lainnya. HRM juga akan membangun budaya kerja dalam perusahaan serta memastikan tim yang telah dibentuk dapat bekerja dengan benar.

Selain itu, dalam hal administratif, HRM akan menjadi mentor bagi karyawan serta tim. Mereka juga akan mengawasi SDM dalam perusahaan agar dapat bekerja dengan baik.

Baca juga: Pengertian Pasar Persaingan Sempurna beserta Ulasan Ciri, Contoh, Kelebihan dan Kekurangan

Tugas Manajemen Personalia

Personalia mempunyai tugas dalam hal pengadaan tenaga kerja yang berkualitas serta juga dengan kuantitas yang sesuai. Oleh karena itu, manajemen personalia selalu berhubungan dengan SDM. Lalu apa saja tugas dari manajemen personalia, berikut ini tugas tugas manajemen personalia tersebut:

• Menyeleksi tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan dari perusahaan serta memastikan calon karyawan yang akan direkrut berada di posisi yang tepat.
• Membuat rancangan anggaran untuk tenaga kerja.
• Membuat job description, job specification serta job analysis
• Menentukan serta memberikan sumber daya manusia pada perusahaan
• Mengurus, mendidik, serta mengembangkan sumber daya manusia. Ini juga berarti meliputi proses pendidikan sumber daya manusia.
• Mengurus segala hal yang berkenaan dengan pensiun serta pemberhentian.
• Mengurus kesejahteraan untuk karyawan.

Demikian penjelasan mengenai pengertian manajemen personalia, tujuan, fungsi, serta tugasnya. Semoga penjelasan dari artikel ini dapat bermanfaat juga dapat menambah wawasan kalian.


Loading...

Jangan lupa LIKE FP kami