Selasa, 01 Januari 2019

Pengertian Kalimat Efektif, Syarat, Ciri-Ciri dan Contohnya

pengertian kalimat efektif

Kalimat yang baik adalah kalimat yang maksud dan tujuannya dapat ditangkap dengan jelas oleh pembaca. Kalimat tersebut tentunya juga tidak boleh bertele-tele. Secara kaidah bahasa, kalimat seperti ini sering disebut sebagai kalimat efektif.

Sayangnya, membuat kalimat efektif sering bukan perkara mudah. Banyak yang sering terjebak membuat kalimat yang tumpang tindih sehingga menghasilkan kalimat tidak efektif. Kalimat tidak efektif ini biasanya terjadi karena penyusunan klausa, penambahan subjek, predikat dan objek yang tidak tepat, serta bisa juga karena keterangan dan tanda baca yang kurang pas. Agar lebih jelas, kita bisa melihat uraian materi kalimat efektif berikut ini.

Pengertian Kalimat Efektif

Pengertian kalimat efektif adalah susunan kata yang taat terhadap kaidah kebahasaan yang baik dan benar. Kaidah bahasa yang dimaksud adalah kaidah Ejaan Bahasa Indonesia (EBI), yang dulu sering juga dikenal sebagai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

Di dalam Kaidah Ejaan Bahasa Indonesia, terdapat berbagai aturan tentang penyusunan klausa, peletakkan konjungsi, penggunaan tanda baca dan tanda hubung, serta aturan lainnya agar kalimat yang disusun jelas dan tidak menimbulkan makna ambigu. Berbagai aturan inilah yang harus dipenuhi agar kalimat yang dihasilkan menjadi kalimat efektif.

Syarat Kalimat Efektif

Suatu kalimat dapat dikatakan sebagai kalimat efektif jika dapat memenuhi beberapa syarat utama, sebagai berikut :

1# Sesuai EBI/ EYD
Kalimat efektif harus menggunakan ejaan dan tanda baca yang tepat sesuai dengan kaidah Ejaan Bahasa Indonesia yang tepat. Jadi, kata-kata yang digunakan juga harus menggunakan kata-kata baku dan dengan pemenggalan yang juga tepat.

2# Sistematis
Kalimat efektif harus disusun dengan sistematis. Kalimat yang disusun dengan sistematis dapat dikenali dari rangkaiannya yang cukup sederhana, mudah dipahami sehingga tidak menimbulkan makna ganda atau ambigu.

Sebuah kalimat sederhana biasanya disusun oleh satu subjek, satu predikat, satu objek dan bisa ditambah satu keterangan. Dalam kalimat majemuk, subjek, predikat, objek maupun keterangan dapat lebih dari satu dan disusun dengan cukup panjang. Sebisa mungkin susun kalimat majemuk ini dengan sistematis sehingga urutannya membuat maknanya mudah ditangkap.

3# Tidak Boros dan Bertele-tele
Kalimat efektif tidak boleh bertele-tele atau melakukan pemborosan kata. Maksudnya, jangan sampai kita menggunakan dua atau tiga kata yang sesungguhnya memiliki makna sama secara berbarengan. Semisal kita menggunakan “para” yang menunjukkan “jamak”, kita tidak perlu menggunakan kata ulang yang menunjukkan jamak seperti “ibu-ibu”. Susunan kalimat harus ringkas dan padat makna.

4# Tidak Ambigu
Kalimat efektif memiliki syarat utama berupa maknanya yang mudah ditangkap. Berarti, kalimat efektif tidak boleh memiliki makna ambigu. Sangat penting untuk membuat para pembaca paham secara jelas dan tidak menangkap makna ganda atau multi tafsir. Berarti, susunan kata ini harus ringkas, sistematis dan sesuai kaidah bahasa sehingga makna yang disampaikan penulis bisa disanggah dengan mudah dan jelas oleh pembaca.

Ciri-ciri Kalimat Efektif

Kita dapat mengenali apakah suatu kalimat termasuk kalimat efektif atau kalimat tidak efektif berdasarkan ciri-cirinya. Berikut adalah ciri-ciri kalimat efektif yang dapat kita kenali :

1# Kesepadanan Struktur
Kesepadanan struktur kalimat berarti merujuk pada kelengkapan struktur dan penggunaannya dalam kalimat. Kesepadanan struktur kalimat efektif dapat dibentuk dengan beberapa cara, yakni :

(a) memastikan kalimat yang mengandung unsur klausa minimal yang lengkap, berupa subjek dan predikat; serta

(b) Tidak meletakkan kata depan (preposisi) di depan subjek agar tidak mengaburkan pelaku dalam kalimat tersebut.

Agar lebih jelas, kita lihat contoh kalimat efektif dan tidak efektif berikut ini :
Ex= Bagi semua panitia diharapkan berkumpul di lobi. (tidak efektif)
Ex= Semua panitia diharapkan berkumpul di lobi. (efektif)

(c) Menggunakan konjungsi di depan predikat yang tidak menimbulkan perluasan dari subjek.
Contoh:
Lina yang datang membawakan bekal. (tidak efektif)
Lina datang membawakan bekal. (efektif)

(d) Tidak menggunakan subjek ganda, atau subjek yang ‘sama’ dalam satu kalimat.
Contoh:
Tuti lelah sehingga Tuti tidak mau ikut bermain. (tidak efektif)
Tuti lelah sehingga tidak mau ikut bermain. (efektif)

2# Kehematan Kata
Masih ingat bukan bahwa syarat kalimat efektif salah satunya adalah kalimatnya ringkas dan tidak bertele-tele. Hal ini juga menjadi ciri-ciri kalimat efektif yakni dari kehematan katanya. Ketika membuat kalimat efektif, kita tidak diperbolehkan menyusun kata-kata dengan makna sama dalam satu kalimat karena itu menunjukkan pemborosan kata.

Kata-kata yang boros ini biasanya terjadi pada karakter kata yang menyangkut kata jamak serta kata-kata yang memiliki sinonim. Karenanya, dalam membuat kalimat yang mengandung kata jamak dan menggunakan kata-kata bersama sinonimnya, kita harus berhati-hati.

Contoh Kata Jamak:
Para mahasiswa-mahasiswi itu sedang mengadakan kuliah kunjungan industri. (tidak efektif)
Mahasiswa-mahasiswi itu sedang mengadakan kuliah kunjungan industri. (efektif)
Para mahasiswa itu sedang mengadakan kuliah kunjungan industri. (efektif)

Contoh kalimat diatas ada yang menjadi kalimat tidak efektif karena bentuk jamaknya yang yang disampaikan dua kali. Semisal kata “para” sudah menunjukkan jamak, sehingga menggunakan kata “Para mahasiswa” saja sudah cukup menunjukkan bahwa subjek yang dimaksud jamak. Begitu pun jika sudah menggunakan mahasiswa-mahasiswa juga telah menunjukkan jumlah subjek/ mahasiswa yang lebih dari satu. Jadi, sebaiknya, pilih salah satu saja yang tepat, jangan menggunakan keduanya berbarengan.

Contoh Kata Sinonim:
Ayah Daisi naik ke atas genteng. (tidak efektif)
Ayah Daisi naik genteng. (efektif)

Dari contoh kalimat di atas, terdapat kalimat tidak efektif, yakni terdapat dua kata dalam satu frasa yang pada dasarnya keduanya memiliki pengertian yang sama. Kata tersebut yakni kata “naik” dan “ke atas”.

Untuk membentuk kalimat efektif, kata “naik” saja sudah cukup dan lebih tepat karena kata “naik” sifatnya merupakan kata kerja dan dapat menjadi predikat. Kita tidak bisa memilih menggunakan kata “ke atas” dan menghilangkan kata “naik” —sehingga menjadi Ayah Daisi ke atas genteng—karena kalimat ini tidak memiliki predikat. Jika menurut kesepadanan struktur, kalimat ini tidak bisa disebut sebagai kalimat efektif.

3# Kesejajaran Bentuk
Bentuk yang dimaksud adalah bentuk kata-kata yang terkait dengan imbuhan-imbuhan yang menempel di kata tersebut. Kata-kata yang menjadi bagian dari kalimat harus memiliki imbuhan yang tepat dengan kesejajaran bentuk sesuai kedudukannya dalam kalimat.

Kata imbuhan yang digunakan harus paralel dan konsisten. Artinya, ketika imbuhan yang digunakan adalah imbuhan me-, maka imbuhan selanjutnya yang digunakan pada fungsi yang sama juga harus menggunakan imbuhan me-.

Contoh:
Tugas utama sekretaris proyek ini adalah mencatat, berkirim surat dan pembuatan laporan. (tidak efektif)
Tugas utama sekretaris proyek ini adalah mencatat, menyusun surat dan membuat laporan. (efektif)

4. Ketegasan Makna
Makna adalah hal penting untuk disampaikan dalam bentuk kalimat apapun, termasuk dalam kalimat efektif. Ketegasan makna dalam kalimat efektif dapat dibuat dengan meletakkan keterangan di awal kalimat. Perlu diketahui bahwa subjek tidak harus berada di awal kalimat. Terkadang, kita dapat meletakkan keterangan sebelum subjek untuk memberi efek penegasan.

Penegasan makna dapat membantu pembaca memahami gagasan utama kalimat secara langsung. Biasanya, cara ini digunakan untuk membuat kalimat efektif berjenis kalimat larangan, perintah atau anjuran yang diikuti partikel –lah atau –pun.

Contoh:
Kamu tutuplah jendela itu agar tidak dingin! (tidak efektif)
Tutuplah jendela itu agar tidak dingin! (efektif)

5. Kelogisan Kalimat
Ciri-ciri kalimat efektif adalah memiliki makna yang logis. Artinya, kalimat efektid tersebut tidak boleh memberikan kesan ambigu. Kalimat efektif harus mudah dimengerti dan masuk akal untuk dipahami oleh pembaca. Pembaca harus mampu memahami maksud tersebut secara logis, jika tidak kalimat tersebut tidak bisa disebut kalimat efektif.

Contoh:
Kepada Ketua Yayasan Tunas Maju, waktu dan tempat kami persilakan. (tidak efektif)
Ketua Yayasan Tunas Maju dipersilakan meresmikan acara ini sekarang. (efektif)

Jadi, demikianlah artikel kali ini yang telah mengulas tentang pengertian kalimat efektif, ciri-ciri kalimat efektif, disertai contohnya. Semoga bermanfaat.

Bantu kami dengan klik "LIKE"