Memahami Teks Cerita Fiksi dalam Novel

Siapa yang tak pernah mendengar kata novel. Kamu tentu pernah mengenal sebuah novel saja bukan? Tentu saja kamu juga sudah tahu gambaran umum tentang novel itu sendiri. Lantas, apa itu teks cerita fiksi novel?

Novel merupakan salah satu bentuk karya fiksi yang berupa prosa. Ciri novel ada beberapa seperti :
  1. ditulis dengan gaya narasi dan terkadang dicampur dengan penjelasan deskripsi untuk menggambarkan suasana,
  2. bersifat realistis, atau merupakan tanggapan pengarang terhadap situasi lingkungannya
  3. bentuknya panjang, biasanya ditulis lebih dari 10.000 kata
  4. alur ceritanya cukup kompleks.

Pada sebuah teks cerita fiksi berupa novel, terdapat beberapa unsur yang saling berkaitan. Unsur inilah yang dapat memunculkan ide yang hendak disampaikan pengarang kepada pembacanya.

Teks cerita fiksi ini adalah karya sastra yang berbentuk prosa. Karena hakikat prosa adalah narasi (cerita), maka di dalam teks cerita fiksi ini pun harus ada pelaku cerita (tokoh), pokok masalah yang diceritakan (tema), rangkaian cerita (alur), siapa yang menyampaikan cerita (pencerita), serta tempat, waktu, dan suasana seperti apa yang berlangsung (latar) dalam cerita tersebut.

Beberapa hal tersebutlah yang kemudian disebut sebagai unsur intrinsik prosa atau teks cerita fiksi berupa novel. Unsur -unsur dalam novel tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:


Unsur Tema

Unsur novel yang pertama adalah tema. Tema merupakan inti atau ide pokok yang ada dalam cerita. Tema ini adalah tolak awal pengarang dalam menyampaikan ide cerita.

Tema novel dapat berupa banyak hal, yang menyangkut berbagai persoalan dalam kehidupan manusia. Bisa berupa masalah kemanusiaan, politik, kekuasaan, sosial, kasih sayang, dan sebagainya.

Dalam menulis novel maupun membaca teks cerita novel, maka menemukan tema adalah hal pertama yang perlu dilakukan. Untuk menemukan tema, pertama -tama harus diidentifikasi berbagai masalah yang dapat ditemukan dalam cerita.

Masalah ini kemudian akan dapat menggiring dalam menemukan tema sebuah novel. Dalam setiap bab pada novel, biasanya ada masalah tersendiri yang ditonjolkan.

Tema novel bersifat mengikat keseluruhan masalah yang ada di dalam cerita. Karenanya, setelah semua permasalahan teridentifikasi dengan baik, maka kita bisa menemukan sebuah tema umum dengan penggambarannya yang ditampilkan pada keseluruhan bab.

Tema ini akan berusaha untuk menampilkan sebuah realitas di tengah masyarakat dengan menggunakan kaca mata fiksi.

Pelajari juga: Memahami Pengertian Teks Cerpen Lengkap dengan Ciri Ciri, Unsur Intrinsik dan Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur Hubungan Kausalitas

Unsur novel selanjutnya adalah adanya hubungan kausalitas. Hubungan kausalitas yang dimaksud adalah jalur tempat lewatnya rentetan peristiwa yang merupakan rangkaian polah dari para tokoh sebagai tindakan usaha untuk memecahkan konflik dalam sebuah cerita.

Hubungan kausalitas ini lebih berkaitan erat dengan alur. Alur merupakan perpaduan semua unsur pembangun yang terdapat pada cerita cerita sehingga menghasilkan kerangka utama. Alur inilah yang selalu mempunyai penekanan pada hubungan kausalitas di tiap peristiwa yang ada.

Untuk melihat hubungan kausalitas ini, maka kitabisa mengidentifikasi permasalahan yang ada dalam cerita dan kemudian mengetahui bagaimana alur novel yang digunakan.

Unsur Alur /Plot

Alur juga sering disebut sebagai Plot. Alur atau plot merupakan rangkaian peristiwa dalam novel. Alur dapat dibedakan ke dalam 2 (dua) bagian yakni alur maju (progesif) dan alur mundur (flash back progresif) dan ada juga alur bolak balik.

Alur maju atau alur progresif yakni apabila peristiwa pada novel bergerak secara bertahap berdasarkan urutan kronologis untuk membentuk alur cerita.

Alur mundur atau flash back progesif  merupakan alur yang menampilkan peristiwa masa lalu yang terjadi ada kaitannya dengan peristiwa yang sedang berlangsung. Plot / alur ini umumnya mampu menampilkan kejadian –kejadian yang mengandung konflik yang menarik bahkan mencekam pembaca.

Setiap cerita, baik novel maupun cerpen, selalu memiliki salah satu bentuk alur yang ada. Untuk dapat mengetahui bentuk alur sebuah cerita novel, maka kita perlu menyimak rangkaian peristiwa yang ada dalam karya tersebut.

Umumnya, pada bagian awal teks cerita fiksi berisi paparan yang disertai sedikit ajakan yang akan mengantarkan ke permasalahan sebenarnya.

Di bagian tengah teks cerita fiksi, barulah komplikasi cerita terjadi. Komplikasi ini akan diuraikan dan setelah dievaluasi, maka akan berlanjut pada bagian akhir cerita yang biasanya ditutup dengan penyelesaian.

Pelajari juga: Aneka Karya Sastra Peninggalan dari Kerajaan Islam

Unsur Penokohan

Penokohan dalam teks cerita novel adalah cara pengarang dalam menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh-tokoh yang ada pada cerita tersebut.

Untuk menggambarkan karakter seorang tokoh atau penokohan ini, pengarang bisa menyebutkannya secara langsung. Misal Alfa adalah orang yang disiplin, Beta itu merupakan anak yang sombong, dan lainnya.

Namun, dapat pula pengarang melakukan penjelasan karakter tokoh dapat melalui gambaran fisik dan perilakunya, cara bicaranya, lingkungan kehidupannya, jalan pikirannya, atau melalui penggambaran oleh tokoh lain yang dilakukan secara tidak langsung.

Untuk dapat melihat bagaimana pengarang melukiskan sosok dan watak tokoh, serta suasana latar belakang cerita, baik latar waktu maupun tempat, kita dapat melihat bagaimana pengarang menggunakan perumpamaan, atau majas atau gaya bahasanya.

Sebuah novel umumnya menggunakan kata sifat yang meluas untuk melukiskan sesuatu. Hal ini dilakukan agar bisa memberikan penggambaran secara lebih jelas.

Misalnya saja, ketika menggambarkan seorang wanita menangis sedih, maka pembaca tidak bisa mengetahui seberapa dalam kesedihan yang dialami wanita tersebut.

Namun, bila digambarkan seperti ini : wanita itu tak kuasa menahan isak tangisnya. Seluruh tubuhnya sampai gemetaran karena terisak. Air mata terus saja mengucur dari kedua bola matanya yang sangat sembab.

Jika digambarkan demikian, maka pembaca akan bisa membayangkan kesedihan seperti apa yang dialami oleh si wanita.