Dunia Dalam Teori Benturan Peradaban

Clash of Civilizations


Dunia terbagi dalam sekat-sekat maya yang membuat setiap individunya terpisah dan berbeda. Tak ada yang sama antara setiap hal dan setiap manusia yang pernah hidup di bumi fana ini. Namun, selalu ada hal yang mempersatukan kita.

Menggiring kita masuk dalam kelompok-kelompok tertentu. Membuat kita merasa memiliki kesamaan. Memiliki suatu perasaan senasib, sepenanggungan. Memiliki peradaban yang sama.

Berbicara mengenai peradaban yang pernah ada dalam sejarah kehidupan manusia, membuat kita seakan masuk ke dalam sekat dimensi ruang dan waktu. Sekat yang membatasi pergaulan antar manusia yang hidup dengan peradaban berbeda.

Peradaban tak hanya terpisah karena waktu semata. Dalam dimensi waktu yang sama, beberapa peradaban eksis secara berdampingan. Kini, saat era abad ke-21 tengah kita jalani, peradaban besar muncul dalam bumi yang satu. Terkadang memecahkan konflik antar peradaban, dan dapat saling menjatuhkan.

Peradaban islam radikal dan peradaban barat kristiani, kini mengalami banyak benturan. Seperti dalam hipotesia yang diungkapkan Samuel Hatington dalam tesis dan bukunya “The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order”, mengenai pola konflik baru yang muncul setelah perang dingin berakhir.

Konflik tidak lagi berdasarkan pada ideologi dan ekonomi semata tapi berdasarkan pada pemisahan umat manusia atas dasar budaya. Setelah perang ideologi berakhir, politik internasional keluar dari fase western dan mulai melakukan interaksi dengan kebudayaan non-western atau interaksi antara kebudayaan non-western tersebut. Huntington melihat akar-akar peradabanlah yang akan menjadi sumbu soliditas kelompok negara yang terlibat dalam pertentangan dunia tersebut.

Baca juga: Ide Ide dalam Teori Gerakan Sosial

Peristiwa 11 September 2010 seakan menjadi bukti akan ungkapan Samuel Hatington ini. Peradaban islam seolah muncul dan menjadi penantang terhadap peradaban barat. Berbenturan satu sama lain. Dua peradaban besar yang dinilai akan menjadi pengguncang dunia di kala setiap peradaban akan mencari kelemahan peradaban lawannya, dan mengunggulkan peradabannya sendiri.

Lantas, apa saja yang menyebabkan clash of civilization?
1.       Perbedaan antar peradaban tidaklah nyata, tetapi mendasar.
2.       Dunia yang semakin sempit dikarenakan semakin intensnya interaksi antar peradaban.
3.       Perubahan ekonomi dan sosial telah menjadikan individu terpisah dari identitas lokalnya (sekuler), disinilah muncul fundalisme dari berbagai agama. The Revival of Religion, sebagaimana dikemukakan oleh Gilles Kepel, menyediakan dasar identitas dan komitmen yang menghapus nasionalitas dan budaya.
4.       Tumbuhnya civilization-consciousness, hal ini merupakan efek dari gagalnya ide-ide yang ditawarkan oleh barat seperti sosialisme, sehingga peradaban non-barat kembali ke nilai-nilai awalnya seperti asianisasi dan hindunisasi.
5.       Perbedaan berdasarkan budaya sulit untuk dikompromikan.
6.       Meningkatkan perekonomian regional yang meningkat dari tahun 1980.

Menurut Huntington, konsepsi peradaban muncul pertama kali pada abad 18 oleh para pemikir Perancis, konsep muncul dan dipertentangkan dengan ‘barbarisme’. Kemudian peradaban dalam pengertian plural menempatkan peradaban sebagai entitas kultural.

Huntington juga berpendapat bahwa peradaban bersifat fana (tidak kekal) namun, peradaban bertahan sangat lama, ia berkembang dan beradaptasi dan berpengaruh signifikan pada kehidupan manusia.

Huntington melihat pasca runtuhnya Uni Sovyet dan ideologi komunis, yang juga disinggung oleh Francis Fukuyama dalam the end of History, maka dunia akan bergerak mencapai keseimbangan baru, Barat yang dimotori Amerika dan negara Eropa telah hampir tak memiliki kekuatan penyeimbang, maka dalam pemikiran Huntington, ia melihat negara-negara dengan basis peradaban Islam akan menjadi kekuatan penyeimbang.

Peradaban merupakan puncak perkembangan kehidupan masayrakat dan menurut Huntington, benturan antar perdaban adalah konflik kesukuan dengan skala global. Dalam konflik-konflik tersebut, melibatkan beberapa permasalahan politik internasional, meliputi:

1. Pengaruh relatif dalam pembentukan perkembangan serta kebijakan-kebijakan global dari organisasi internasional semisal PBB, IMF dan Bank Dunia.
2.     Kekuatan relatif militer yeng memicu berbagai kontroversi
3.     Kekuatan ekonomi dan tingkat kesejahteraan
4.     Usaha melindungi eksistensi peradaban oleh suatu negara.
5.     Nilai dan kebudayaan
6.     Kelangkaan yang menimpa dunia

Realitas di atas semakin menjadi tatkala di dunia muncul semangat ‘kebencian kuno’ yang menggiring dunia pada semangat perang untuk mempertahankan eksistensi entitas kultural mereka, semangat ini tentu saja agak kontradiktif dengan semangat perdaban universal yang muncul di awal abad 20.

Namun, menurut Huntington, hal muncul sebagaia bentuk pencarian dunia pada tatanan yang ideal atau cara dunia menemukan titik keseimbangannya.

Melalui bukunya, The Clash of Civilization and the Remaking of World Order (1996), Huntington mengarahkan Barat untuk memberikan perhatian khusus kepada Islam. Menurutnya, di antara berbagai peradaban besar yang masih eksis hingga kini hanyalah Islam yang berpotensi besar menggoncang peradaban Barat, sebagaimana dibuktikan dalam sejarah.

Seperti dikatakan Huntington, harus dibedakan antara Islam militan dengan Islam secara umum. Islam militan adalah ancaman nyata terhadap Barat. Ia mengatakan,

"... tetapi Islam militan merupakan ancaman nyata bagi Barat melalui para teroris dan negara-negara bajingan (rouge state) yang sedang berusaha mengembangkan persenjataan nuklir, serta cara-cara lainnya."