Senin, 17 April 2017

Pengertian Kelompok Sosial, Fungsi, Ciri dan Macam-macam Kelompok Sosial

Dalam pelajaran sosiologi, kita mengenal adanya Kelompok Sosial. Materi mengenai kelompok sosial erat kaitannya dengan sifat manusia sebagai makhluk sosial. 

Manusia selain berinteraksi sosial, juga membentuk kelompok kelompok sosial demi memenuhi kepentingan atau tujuannya masing-masing. Lebih lanjut, berikut ini terdapat pembahasan mengenai pengertian kelompok sosial, fungsi kelompok sosial, ciri kelompok sosial seeta macam -macam kelompok sosial 


Pengertian Kelompok Sosial, Fungsi, Ciri dan Macam-macam Kelompok Sosial


Pengertian Kelompok Sosial

Manusia merupakan makhluk individu, namun sekaligus juga makhluk sosial. Karenanya, manusia hidup tidak akan bisa lepas dari hubungan dengan manusia lainnya. Hubungan itu kemudian akan membentuk interaksi antara individu-individu (manusia). Dari interaksi inilah terbentuk kelompok kelompok sosial yang didasari adanya kepentingan bersama.

Pengertian kelompok sendiri adalah kumpulan individu yang berinteraksi satu sama lain, yang mempunyai pekerjaan yang berhubungan, serta berinteraksi.

Sedangkan pengertian kelompok sosial adalah kumpulan dari individu-individu yang memiliki pola perilaku tertentu dan berinteraksi saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya, sehingga diantara mereka timbul perasaan bersama serta mempunyai hubungan yang erat. 

Kumpulan dari individu-individu ini hidup secara bersama dan mempunyai hubungan yang sifatnya timbal balik. Selain itu, mereka juga memiliki kesadaran akan keanggotaannya. 

Individu yang tergabung di dalam kelompok sosial secara umum terdapat kesamaan aktivitas umum, interaksi, dan juga mempunyai perasaan untuk membentuk keseluruhan yang terorganisir.

Dari penjabaran di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kelompok sosial adalah suatu kumpulan individu yang beraktivitas, saling tolong-menolong, berinteraksi satu sama lain serta memiliki hubungan yang erat secara timbal balik (saling berketergantungan), dan masing -masing individunya harus memiliki kesadaran bersama akan keanggotaannya.


Fungsi Kelompok Sosial

Fungsi kelompok sosial dapat dilihat berdasarkan dampaknya. Adapun fungsi tersebut dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Fungsi kelompok formal
Yakni sebagai saranamengerjakan tugas-tugas sulit yang saling berkaitan dan sukar dikerjakan secara individu, sebagai sarana mencetuskan pikiran-pikiran baru atau sebagai pemecahan masalah yang membutuhkan kreativitas tertentu, dan juga sebagai wahana sosialisasi serta pelaksanaan keputusan yang sulit ditentukan.

2. Fungsi kelompok individual
Ini adalah fungsi kelompok yang berkaitan pada tiap - tiap individu yang memiliki beraneka macam kebutuha. Dari kelompok inilah individu tersebut dapat memenuhi kebutuhan, seperti meliputi pemenuhan kebutuhan persahabatan, dukungan, dan kasih sayang. 

Fungsi lain adalah sebagai sarana pengembangan, peningkatan serta penegasan rasa menegaskan rasa identitas dan pemeliharaan harga diri, sebagai sarana menguji kenyataan sosial melalui diskusi yamg dilakukan dengan orang lain, pengembangan diri dari segi perspektif, dan konsensus bersama demi mengurangi keragu-raguan dalam lingkungan sosial agar dapat diambil keputusan yang baik dan menguntungkan.


Fungsi kelompok sosial lain juga bisa ditinjau secara umum. Berikut fungsi kelompok sosial secara umum : 

  • Meningkatkan semangat dan produktivitas di dalam berkelompok
  • Meningkatkan rasa percaya diri karena adanya perasaan mempunyai tempat bernaung
  • Membentuk kerjasama yang baik untuk dapat mengerjakan sebuah tujuan
  • Mempunyai tempat untuk bercerita, berkeluh kesah, dan mencurahkan perasaan atau isi hatinya
  • Menjadi sarana bertukar pikiran dan berdiskusi tentang aneka topik yang hendak dibicarakan bersama
  • Menjadi wadah pemersatu sekalipun individu -individu memiliki perbedaan latar belakang
  • Meningkatkan interpersonal skill, terutama untuk berinteraksi dan mengambil tindakan yang berkaitan dengan orang lain atau orang banyak.



Ciri Kelompok Sosial

Suatu kumpulan individu dapat disebut sebagai kelompok sosial jika masuk dalam kriteria kelompok sosial. Adapun persyaratannya, yaitu :

  • terdapat hubungan timbal balik atau feedback antara anggota satu dengan anggota lain dalam satu kelompok tersebut
  • masing -masing individu dalam kelompok sosial menyadari bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompok tersebut.
  • terdapat suatu faktor tertentu yang dimiliki individu-individu dalam kelompok tersebut, sehingga ikatan yang ada di antara semakin erat, faktor tersebut dapat berupa nasib yang sama, cita- cita yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, karakteristik fisik yang sama, ideologi politik yang sama dan sebagainya.
  • terdapat strukturisasi tersendiri dalam ikatan kelompok sosial, sehingga masing -masing anggotanya memiliki fungsi, peranan, serta kedudukan hierarkis jelas
  • terdapat kaidah-kaidah terkait dengan aktivitas kelompok tersebut
  • mempunyai pola perilaku dan interaksi aktif
  • Hubungan yang terjalin sudah berlangsung dalam beberapa waktu yang berarti (bisa minggu, bulan, tahun)
  • Kejadian yang menimpa seorang individu, mempengaruhi perilaku individu anggota lain.
  • terdapat pergerakan atau dinamika di dalam kelompok tersebut.
  • terdapat penegasan dan peneguhan norma-norma pedoman tingkah laku anggota  kelompok yang di dalamnya mengatur interaksi serta kegiatan anggota kelompok dalam merealisasikan tujuan kelompok tersebut
Simak juga: Definisi Penyimpangan Sosial dan Ciri Cirinya


Macam - macam Kelompok Sosial

Macam kelompok sosial berdasarkan pada ada tidaknya organisasi hubungan sosial antara kelompok, dan kesadaran, yaitu;

1. Kelompok Statis
Adalah kelompok yang bukan organisasi, tidak terdapat hubungan sosial dan kesadaran jenis di antara individu dalam kelompkok tersebut. Contoh : kelompok penduduk anak dan remaja berusia 5-19 tahun di sebuah desa

2. Kelompok Kemasyarakatan
Adalah kelompok yang dindalamnya terdapat persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.

3. Kelompok Sosial
Adalah kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis serta berhubungan satu sama lain, akan tetapi tidak terikat dalam suatu ikatan organisasi. Contoh: kelompok pertemuan, ikatan alumni, organisasi mahasiswa

4. Kelompok Asosiasi
Adalah kelompok yang anggotanya memlunyai kesadaran jenis dan persamaan kepentingan pribadi serta kepentingan bersama. Contoh : negara, universitas, perusahaan-perusahaan tertentu.

Macam kelompok Berdasarkan interaksi sosial, yaitu:
1. Kelompok Primer
Adalah kelompok yang di dalamnya terjadi interaksi sosial, anggota- anggotanya saling mengenal secara dekat dan berhubungan erat di dalam kehidupan, atau jika menurut Goerge Homan, kelompok primer adalah sejumlah orang yang terdiri dari beberapa orang yang seringkali berkomunikasi satu dengan lainnya sehingga setiap orang mampu berkomunikasi secara langsung (bertatap muka) tanpa perantara. Contoh: keluarga, RT, kawan sepermainan, kelompok agama, dan lain-lain.

2. Kelompok Sekunder
Merupakan sekelompok individu yang di dalamnya terjadi interaksi sosial yang tidak secara langsung, secara berjauhan dan ikatannya kurang erat. Sehingga hubungan ini lebih bersifat objektif. Contoh : partai politik, himpunan serikat kerja dan sebagainya

3. Kelompok Formal
Merupakan kelompok yang di dalamnya terdapat peraturan seperti Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) yang biasanya disebut AD/ART.  Kelompok ini mempunyai peranan (hierarki), pembagian kerja jelas dan terstruktur. Contoh : organisasi mahasiswa, organisasi kepemerintahan, perusahaan yang memiliki AD/ART, OSIS, dan lainnya.

4. Kelompok Informal
Merupakan kelompok yang terbentuknya melalui proses interaksi yang dilakukan berulang kali, terdapat daya tarik, dan kebutuhan individu. Individu yang ada dalam kelompok ini biasanya tidak mempunyai strukturisasi dan peran yang baik dalam keanggotaan kelompok sosial tersebut. Tugas masing-masing individu hanya dibagi berdasa kekeluargaan dan perasaan simpati. Contoh: kelompok arisan, persatuan ibu rumah tangga.


Macam Kelompok Sosial Berdasarkan solidaritas yang terbentuk antar anggota, yaitu:

1. Solidaritas organik
Merupakan solidaritas yang sifatmya mengikat masyarakat yang kompleks dan telah mengenal adanya pembagian kerja teratur sehingga para anggotanha telah disatukan dari adanya rasa saling ketergantungan antaranggota. Peranan dan struktur yang terbentuk di dalamnya juga sudah jelas.

2. Solidaritas mekanik
Merupakan solidaritas yang muncul pada individu -individu dalam kolompok yang sifanya masih sederhana sederhana dan diikat oleh rasa kesadaran yang belum menyeluruh serta belum mengenal adanya pembagian kerja di antara para anggota kelompoknya. Peranan dan struktur yang terbentuk pun juga belum begitu jelas.

Macam Kelompok Sosial Berdasarkan ikatan dalam kelompok, yaitu:
1. Paguyuban
Paguyuban juga dikenal sebagai gemeinschaft. Ini adalah kelompok sosial yang terdapat ikatan erat, intim dan harmonis antar anggtanya. Mereka memiliki ikatan batin, dan hubungan yang berlangsung ini bersifat informal.

Adapun ciri Paguyuban yaitu:

  • Intimate, hubungan menyeluruh dan mesra
  • Private, hubungan yang sifatnya pribadi dan dengan cakupan yangbtidak rerlalu luas
  • Exclusive, hubungan hanya untuk “kita”, dan tidak termasuk orang yang ada di luar ”kita”.

Contoh: ikatan kumpulan mahasiswa yang berasal dari kota yang sama, keluarga, RT, RW, Partai politik berlatar belakangkan agama.

2. Patembayan
Patembayan juga dikenal dengan sebutan gesellschaft, yakni kelompok sosial atau kehidupan publik yang hanya bersifat sementara dan semu. Bentuk kelompok ini lebih sering terdapat dalam hubungan atau ikatan perjanjian berdasar pada ikatan timbal balik. Contoh : ikatan antar pedagang, organisasi dalam sebuah industri maupun pabrik.

Macam Kelompok Sosial Berdasarkan identifikasi diri, yaitu:
1. In-Group
Merupakan Kelompok sosial dengan anggota individu yang mengidentifikasikan dirinya dengan kelompok sosialnya. Sifat-sifat ingroup umumnya berdasarkan adanya faktor rasa simpati , dan selalu mempunyai perasaan yang dekat dengan anggota-anggota dalam kelompok. Contohnya: kumpulan guru.

2. Out-Group
Merupakan Kelompok sosial yang oleh individu di dalamnya diartikan sebagai lawan in-group-nya. Sifat outgroup ini umumnya selalu ditandai adanya sifat kelainan yang berwujud antagonisme dan antipati sehingga terdapat kaitan erat dengan istilah kami, kita dan mereka. Contoh : kami adalah guru, sedangkan mereka adalah dosen. Kami adalah polisi dan mereka adalah tentara.

Macam Kelompok Sosial Berdasarkan hubungan antar individu, yaitu:

1. Kelompok primer (primary group)
Merupakan kelompok sosial yang para anggotanya mempunyai perasaan kebersamaan dan saling mengenal dekat, akrab, erat, dan intensif. Anggota kelompok sering bertatap muka dan berdialog, sehingga lebih akrab layaknya keluarga. Kelompok ini juga diken dengan sebutam kelompok “face to face”.

Kelompok primer tidak mengenal pembagian tugas secara terpaksa, sehingga pembagian peranan dan tugas dibagi berdasar pada rasa sukarela, simpati, dan kekeluargaan. Contoh : RT, RW, anggota kelas siswa.

2. Kelompok sekunder (secondary group)
Merupakan kelompok yang di dalamnya terdapat kepentingan yang sama sehingga kerjasama didasarkan pada hitungan untung rugi. Anggota kelompok sekunder menerima dan membagikan tugas berdasar keahliannya serta mereka dituntut untuk kerja secara maksimal agar dapat mencapai target bersama. Contoh : partai politik, kumpulan organisasi seprofesi.