Efek Negatif Penggunaan Banyak Gadget Terhadap Penurunan IQ



Sosial media dan gadget canggih seolah sudah terlalu melekat pada kehidupan banyak masyarakat Indonesia. 

Ya, saat ini, kemana pun mata melihat, dengan mudah kita bisa melihat orang yang sedang asyik bermain gadget. Betul?

Juga bukan hal rahasia kalau banyak orang yang bermain ponsel pintar sambil menonton TV. Atau berolahraga sambil mengawasi media sosial. 

Hal – hal semacam ini adalah hal yang biasa sekarang ini. Padahal, tahukah sobat PorosIlmu tentang efek negatif penggunaan banyak gadget sekaligus? 

Ya, kenyataannya cukup mengerikan juga sih efek negatif penggunaan banyak gadget terhadap penuruan IQ. 

Dikutip dari kompas.com, penelitian dari University of Copenhagen memmbuktikan bagaimana efek negatif penggunaan banyak gadget terhadap fungsi otak.

Bermain banyak gadget sekaligus melatih otak untuk tidak teratur


Main beberapa gadget dalam satu waktu akan melatih otak untuk bekerja secara tidak teratur. Dan hal inilah yang mampu berpotensi untuk menurunkan tingkat kecerdasan otak alias IQ. 

Bahkan, sekedar menontong TV sambil mengecek akun facebook pun juga bisa membuat otak jadi tidak fokus dan bekerja secara tidak teratur.

Pada proses penyimpanan informasi yang baik, otak atau pikiran harusnya bekerja secara teratur dan fokus. 

Jika otak fokus pada satu tugas, maka otak dapat mencerna informasi dengan benar untuk kemudian disimpan informasi tersebut disimpan dalam hippocampus. 

Hippocampus ini semacam perpustaak di dalam otak manusia dimana data diatur dan dikategorikan agar mudah untuk diambil kembali, jika sobat PorosIlmu memerlukan informasi itu. Artinya, kamu bisa lebih mudah mengingat berbagai hal.

Tapi, hal sebaliknya terjadi ketika kamu bermain banyak gadget sekaligus. Ini karena informasinya tak disimpan di hippocampus melainkan di bagian otak lain yakni striatum. 

Padahal, bagian otak ini berfungsi dalam geraka perencanaan dan motivasi, bukannya menyimpan data. 

Ini sebabnya, informasi yang disimpan disini jauh lebih sulit untuk diambil kembali. Artinya, kamu akan kesulitan untuk mengingat atau memahami sesuatu yang padahal sudah pernah kamu pelajari.

Gadget membuat tubuh mengeluarkan hormon yang sama ketika terkena obat terlarang


Penemuan dari University of Copenhagen mengungkapkan bahwa pengiriman data ke otak stratium sering membuat pola dimana infomasi disimpan di tempat yang salah. 

Parahnya lagi, penelitian ini pun membuktikan bahwa setiap kali seseorang berpindah dari gadget satu ke gadget lain, tubuh mengeluarkan kimiawi L-dopa yang memproduksi hormon dopamine.

Nah, peningkatan hormon dopamine dalam tubuh ini pun berdampak buruk pada kognitif manusia. Parahnya lagi, dampat kognitif akibat berpindah – pindah gadget ini bahkan lebih buruk ketimbang teler karena obat terlarang loh.

Baca juga: Eh ternyata, Menggambar bisa Meningkatkan Kecerdasaan Otak Lho

Sayangnya, banyak orang nyaman dengan beberapa gadget sekaligus


Padahal, laporan penelitian itu mengatakan juga bahwa lebih dari 80 % pemilik ponsel melakukan hal buruk ini. 

Hmm, susahnya, kebanyakan, bahkan hampir semua dari mereka yang justru merasa nyaman bekerja dengan bebeberapa gadget sekaligus. 

Para peserta yang diteliti ini pun merasa kalau menggunakan banyak gadget bisa membantu mereka bekerja dengan lebih produktif dan efisien. 

Padahal, hanya sedikit loh yang bisa menyerap informasinya. Lah, jadinya yang pintar gadgetnya doank donk yaa.

So, sobat PorosIlmu, harus gunakan gadget dengan cara yang cerdas ya. Jangan hanya mengandalkan gadget untuk berkativitas, dan tetap fokus ketika belajar. 

Gadget yang digunakan dengan cara yang tepat bisa membuatmu lebih cerdas, tapi bila digunakan dengan cara yang tidak tepat, hasilnya bisa jadi sebaliknya.


Diberdayakan oleh Blogger.