Kamis, 27 April 2017

Pengertian Teks Tantangan, Struktur dan Kebahasaannya

Salah satu materi tentang teks bahasa Indonesia adalah teks tantangan. Pada artikel kali ini, kita akan mengulas mengenai pengertian teks tantangan dan juga struktur teks tantangan. 

Pengertian Teks Tantangan, Struktur dan Kebahasaannya

Pengertian Teks Tantangan

Sudah tahukah kamu apa yang dimaksud dengan teks tantangan? Pengertian teks tantangan dapat dipahami sebagai teks yang sifatnya kontra atau melawan. Jadi, teks tantangan ini adalah suatu teks yang di dalamnya memuat informasi mengenai bantahan atau penolakan terhadap sesuatu hal atau kondisi atau peristiwa yang sifatnya kontroversial. 

Peristiwa atau hal yang ditolak dalam teks tantangan tersebut, umumnya adalah yang sedang berkembang di masyarakat. Bantahan disajikan dengan dilengkapi argumen dan data – data yang diperlukan sehingga mampu memberikan penguatan terhadapa bantahan tersebut. Biasanya, teks tantangan dijumpai dalam kegiatan debat.

Pengertian teks tantangan lain juga dapat diartikan sebagai teks yang berisi tentang bantahan atau sanggahan terhadap peristiwa yang tengah menjadi kontroversial. Jadi, yang dimaksud bukanlah peristiwa biasa, melainkan peristiwa yang cukup memberi dampak signifikan pada kehidupan masyarakat. 

Peristiwa tersebut bisa berupa peristiwa yang sedang berkembang atau pun peristiwa yang sudah terjadi, tetapi tidak ada kejelasan atau penyelesaian dari peristiwa tersebut.

Struktur Teks Tantangan

Struktur dari teks tantangan dapat dipahami dalam pembagiannya yang dibuat dalam tiga hal pokok. Tiga hal pokok yang ada dalam struktur teks tantangan, yaitu:

  • TOPIK, yang berupa bagian teks tantangan berisikan topik yang akan dibantah. Umumnya, topik yang dibicarakan adalah isu yang sedang berkembang. Topik menjadi bagian penting di dalam teks tantangan, karena nantinya yang akan dicari bukti valid untuk dibantah atau diperkuat dengan argumen adalah topik.
  • BUKTI, merupakan bagian teks tantangan yang isinya memuat tentang alasan atau bukti – bukti. Bukti berfungsi untuk memberikan dukungan terhadap bantahan dari topik yang sedang diperbincangkan. Bukti yang ditunjukkan dalam teks tantangan, harus valid, artinya dapat dipercaya sumbernya.
  • PERNYATAAN, merupakan bagian teks tantangan berisi pernyataan. Pernyataan yang dimaksud dibuat untuk menegaskan suatu bantahan.


Kebahasaan Teks Tantangan

Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kebahasaan teks tantangan, yakni berupa :

  • Kata rujukan, adalah suatu kata yang memberikan informasi.
  • Pilihan kata, ini berupa gagasan atau ide yang disampaikan dalam teks tantangan, yang didalamnya perlu menggunakan kata – kata yang baik.
  • Kata hubung, ini merupakan bagian dari kebahasaan teks tantangan yang fungsinya adalah untuk menghubungkan kata dalam teks.
  • Kalimat yang digunakan, adalah kalimat kompleks, yakni suatu kalimat yang di dalamnya memiliki struktur lebih dari satu. Bukan hanya strukturnya saja yang lebih dari satu, akan tetapi verba yang digunakan juga lebih dari satu.

Referensi: https://portal-ilmu.com/teks-tantangan/

Minggu, 23 April 2017

Bioma Tundra : Pengertian dan Ciri

Pembahasan kali ini porosilmu akan membahas mengenai salah satu bioma, yakni bioma tundra. Pembahasan ini berfokus pada apa itu bioma tundra dan juga ciri bioma tundra. Pembahasan mengenai pengertian bioma dan juga fungsinya telah dibahas diartikel sebelumnya.

Bioma Tundra : Pengertian dan Ciri

Bioma tundra dapat ditemui di belahan bumi bagian utara dan belahan bumi bagian selatan. Bioma ini terbentuk oleh karena lingkungan alam yang minim cahaya matahari selama berbulan – bulan. Kita tidak dapat menemukan pepohonan di bioma tundra. Melainkan, hanya sebatas tumbuhan kecil seperti rumput dan juga lumut, misalnya sphagnum dan lichens.

Ada beberapa hewan yang dapat ditemukan pada bioma tundra, yakni burung hantu salju, beruang, rusa kutub, dan beberapa hewan lain. Berdasarkan pembagian iklimnya, bioma tundra berada di kawasan iklim es abadi dan iklim tundra.

Untuk membedakan dengan bioma lain, kita dapat melihat ciri ciri dari bioma tundra. Ciri ciri bioma tundra tersebut yaitu:
  • Memiliki tanaman yang usia tumbuhnya sangat pendek, yakni antara 30 hingga 120 hari atau 1 hingga 4 bulan.
  • Memiliki wilayah yang tertutup salju atau es
  • Memiliki musim dingin yang panjang juga gelap. Musim panas juga panjang dan terang.


Demikian pembahasan mengenai bioma tundra. Semoga dapat membantu memahami pengertian dan juga ciri dari bioma tundra.

Sabtu, 22 April 2017

Pengertian dan Ciri Bioma Stepa atau Bioma Padang Rumput

Pada artikel sebelumnya telah dijelaskan mengenai pengertian, fungsi dan macam macam bioma. Kali ini porosilmu akan meneruskan pembahasan mengenai bioma stepa atau bioma padang rumput. Berikut penjelasan mengenai bioma stepa.


Bioma Stepa atau Bioma Padang Rumput


Pengertian Bioma Stepa

Bioma stepa merupakan bioma yang menjadikan padang rumput sebagai flora utamanya. Oleh karena itu bioma stepa disebut juga sebagai bioma padang rumput. Persebaran bioma tersebut meliputi daerah dengan curah hujan yang tidak tinggu di sepanjang iklim tropis dan subtropis.

Bioma stepa dapat ditemukan di gurun sahara yang terletak di Afrika Utara, great basin di Amerika Serikat, Padang Gibson di Autralia, Campos di Brasil, Takla Makan di Asia, juga terdapat di Indonesia.

Bioma padang rumput yang berada di Indonesia dapat kita temukan di Yogyakarta, Sumbawa, Nusa Tenggara Timur, dan juga Nusa Tenggara Barat.


Ciri Ciri Bioma Stepa

Untuk membedakan bioma stepa dengan bioma yang lain, maka perlu kita mengetahui ciri ciri dari bioma stepa ini. Berikut ciri ciri bioma stepa atau padang rumput:

  • Memiliki tanah pasir yang tandus karena tidak mengandung air
  • Memiliki deflasi yang tinggi
  • Memiliki suhu udara hingga 450 C pada siang hari dan 00 C pada malam hari
  • Memiliki curah hujan yang minim, yakni kurang lebih 25 mm / tahun
  • Memiliki evaporasi (penguapan) tumbuhan yang tinggi dibanding prepitiasi (hujan), hal ini disebabkan karena udara yang kering dan juga tingkat penyerapan yang lambat
  • Memiliki tingkat kelembaban udara yang minim dikarenakan entensitas hujan yang rendah

Bioma stepa mempunyai suhu udara yang panas dan juga kering. Hal tersebut menyebabkan tidak banyak hewan maupun tumbuhan yang bisa hidup disini. Salah satu tumbuhan yang dapat bertahan hidup di bioma stepa adalah tumbuhan kaktus. Sedangkan hewan yang dapat ditemui di bioma stepa yakni kerbau, kambing dan juga kuda.

Demikian penjelasan mengenai bioma stepa. Semoga dapat membantu menjelaskan perihal bioma stepa atau bioma padang rumput.

Jumat, 21 April 2017

Bioma : Pengertian, Fungsi dan Macamnya

Pada kesempatan kali ini porosilmu.com akan membahas tentang BIOMA. Pembahasan tersebut meliputi pengertian bioma, fungsi, dan juga macam macam bioma. Mari simak penjelasan porosilmu berikut ini.


Bioma : Pengertian, Fungsi dan Macamnya


Pengertian Bioma

Bioma merupakan ekosistem yang terbentuk karena kesamaan sifat geografis dan iklim. Bioma terdiri dari kumpulan flora dan fauna yang khas. Di mana proses pembentukan dan pembagian dari bioma didasarkan pada perbedaan letak astronomis dan geografis. Biasanya bioma terdiri dari produsen, konsumen dan juga pengurai atau decomposer, yang di dalamnya terjadi siklus yang diawali oleh tumbuhan.

Ada beberapa bagian bumi yang mempunyai jumlah makhluk hidup maupun bukan makhluk hidup dalam jumlah yang berbeda beda. Hal tersebut merupakan dasar pembagian bioma. Di mana struktur dari tumbuhan, jenis daun, jarak antar tumbuhan, dan juga iklim merupakan faktor penentu bioma. Bioma tidak dapat dibedakan menurut genetik, taksonomi, ataupun kesamaan sejarah. 

Di dalam bioma banyak tumbuhan dan hewan yang beradaptasi untuk menyesuaikan diri dengan tempat tinggalnya. Sebagai contohnya pohon kaktus memiliki duri dan daun sukulen, merupakan bentuk adaptasi terhadap iklim gurun.


Fungsi Bioma

Menurut para ahli, terdapat beberapa fungsi dari pembagian daerah di bumi menjadi bioma bioma tertentu. Para ahli membagi jenis jenis bioma berdasarkan letak geografis dan astronomisnya. Sedangkan fungsi dari bioma tersebut sebagai berikut:
  • Memudahkan dalam pendataan jenis jenis hewan maupun tumbuhan, baik yang sudah diketahui maupun yang baru diketemukan
  • Memudahkan pendataan suatu populasi
  • Dapat dengan mudah mengetahui jenis hewan atau tumbuhan berdasarkan cara hidupnya



Macam Macam Bioma

Secara fundamental, bioma terbagi menjadi dua yakni, bioma terestrial dan bioma air. Macam macam bioma ditentukan oleh curah hujan, suhu, intensitas cahaya matahari dan durasinya, sifat tanah, topografi maupun hambatan geografis.

Setidaknya ada 14 bioma di dunia, tetapi hanya 7 bioma saja yang dapat diterima secara umum. Berikut adalah 7 bioma tersebut:

Para ahli telah mengemukakan bahwa setidaknya terdapat 14 bioma yang ada di di dunia. Namun, hanya 7 bioma yang dapat diterima secara luas. Ke-7 bioma tersebut ialah:

1. Bioma Stepa
Bioma stepa disebut juga dengan bioma padang rumput. Disebut demikian karena bioma tersebut menjadikan padang rumput sebagai flora utamanya. Persebaran bioma stepa meliputi daerah yang mempunyai curah hujan yang tinggi di sepanjang iklim tropis dan juga subtropis. Penjelasan lebih lanjut akan dijelaskan diartikel ciri bioma stepa secara lengkap.

2. Bioma Tundra
Bioma tundra hanya terdapat di sebelah utara dan selatan belahan bumi. Bioma ini terbentuk oleh lingkungan alam yang gelap atau tidak mendapat cahaya matahari selama berbulan – bulan. Di bioma tundra kita tidak dapat menemukan pepohonan melainkan hanya sebatas tumbuhan kecil seperti rumput dan lumut. Untuk lebih lengkapnya silahkan baca artikel mengenai ciri bioma tundra.

3. Bioma Taiga
Jika dibanding dengan bioma yang lain bioma taiga adalah bioma yang paling luas. Bioma tersebut didominasi oleh tumbuhan seperti pinus atau cemara. Bioma taiga juga mempunyai danau dan rawa. Namun, pada bioma ini jarang ditemukan semak dan tumbuhan basah. Lebih lanjut silahkan baca mengenai bioma taiga diartikel ciri bioma taiga.

4. Bioma Gurun
Pada bioma gurun kita hanya bisa menemukan 250 mm / tahun curah hujan di suatu wilayah. Bioma gurun disebut juga bioma padang pasir. Bioma tersebut dapat dikatakan tidak mendukung kehidupan karena intensitas hujannya. Sedang persebaran bioma gurun biasanya terletak di tengah tengah benua. Simak penjelasan lebih lanjut diartikel ciri bioma gurun.

5. Bioma Hutan Hujan Tropis
Bioma hutan hujan tropis terletak di sekitaran khatulistiwa. Bioma ini berupa hutan basah dan juga lembab. Pada bioma tersebut intensitas curah hujan cukup tinggi dan juga berada di daerah iklim tropis. Untuk lebih lanjut bisa dilihat diartikel ciri bioma hutan hujan tropis.

6. Bioma Hutan Gugur
Bioma hutan gugur memiliki dua nama sebutan berdasar iklim bioma tersebut berada. Pada iklim tropis dengan lintang rendah, dapat disebut dengan bioma hutan musim tropis. Sedangkan, pada daerah iklim sedang disebut dengan bioma hutan gugur. Secara keseluruhan bioma hutan gugur berada pada kisaran 30 – 40 LU / LS. Simak penjelasan lebih detailnya pada artikel ciri bioma hutan gugur.

7. Bioma Sabana
Bioma sabana merupakan suatu bioma yang dimemiliki gerombolan semak dan pepohonan. Bioma ini dikelompokan menjadi 2 macam berdasarkan jenis tumbuhannya, yakni bioma sabana murni dan bioma sabana campuran. Simak juga penjelasan lebih lanjut diartikel ciri bioma sabana.


Demikian pembahasan mengenai pengertian bioma, fungsi dan macam macam bioma. Semoga artikel ini dapat membantu kalian memahami bioma secara global.

Kamis, 20 April 2017

Ciri Ciri Jamur

Jamur juga sering disebut sebagai cendawan atau fungi. Teradpat ciri ciri jamur yang khas yang membuatnya berbeda dari tumbuhan lain. Secara umum, jamur dapat diartikan sebagai jenis tumbuhan yang tidak memiliki klorofil.

Ciri Ciri Jamur

Lantas, apa ciri ciri jamur ? Berikut uraiannya :
  • Jamur adalah organisme uniseluler atau multiseluler. Artinya, ada dua kelompok jamur, yang terdiri dari uniseluler dan multiseluler.
  • Jamur memiliki dinding sel yang mengandung kitin.
  • Sifat jamur adalah eukariotik, yaitu memiliki nukleus (inti sel) yang terdapat membran sel
  • Tidak memiliki klorofil sehingga bersifat heterotrof, yakni tidak dapat membuat makanan sendiri.


Jamur hidup dengan cara heterotrof, dengan cara seperti :
  • Saprofit, yakni berupa pengurai sampah organik
  • Parasit, yakni bersifat merugikan organisme lain, karena mengambil makanan dari organisme lain.
  • Simbiosis atau dengan bekerja sama dengan organisme lain.


Jamur multiseluler tersusun dari rangkaian sel yang membentuk benang, dengan atau tanpa adanya sekat melintang, yang biasa disebut sebagai hifa. Hifa ini terbagi dalam dua bagian, yaitu miselium (kumpulan hifa untuk menyerap makanan) dan alat reproduksi (seperti sporangiofora dan kanidiofora).

Jamur uniseluler melakukan reproduksinya dengan cara aseksual dan seksual. Reproduksi jamur uniseluler tersebut, yakni :
  • Aseksual, dilakukan dengan cara membentuk kuncup dan spora.
  • Seksual. Dilakukan dengan cara membentuk spora askus.


Adapun reproduksi jamur multiseluler dilakukan dengan cara berikut :
  • Aseksual dilakukan melalui fragmentasi, zoospora dan konidia.
  • Seksual dilakukan dengan mempertemukan inti jantan dan inti betina, hingga akhirnya membentuk spora askus dan spora basidium.

Jamur dapat diklasifikasikan dalam beberapa kelompok. Klasifikasi jamur meliputi : zygomycotina, ascomycotina, basidiomycotina, dan deuteromycotina. 

Minggu, 09 April 2017

Teks Eksposisi: Struktur, Ciri dan Jenis

Jenis teks bacaan ada berbagai macam.  Mulai dari teks narasi, teks deskripsi, hingga teks eksposisi. Nah, kali ini, kita akan mempelajari lebih jauh tentang teks eksposisi. Kata eksposisi sendiri berasal dari bahasa Inggris “Exposition”, yang artinya adalah membuka atau memulai.

Jadi, teks eksposisi atau paragraf eksposisi adalah suatu paragraf yang isinya berupa ide, pendapat, buah pikiran, informasi atau pengetahuan yang ditulis dengan tujuan untuk memperluas wawasan pembaca.

Dalam suatu paragraf eksposisi, isinya merupakan suatu penjelasan suatu hal kepada pembaca, akan tetapi tidak ada unsur paksaan pada pembaca untuk mamu mempercayai atau mengikuti isi dari karangan tersebut.


Pada intinya, paragraf eksposisi ini hanya sekedar untuk memberikan informasi sehingga pengetahuan pembaca lebih luas. Paragraf eksposisi ini juga sering dikenal sebagai paparan.

Karangan eksposisi memiliki sifat ilmiah atau nonfiski. Di dalam karangan eksposisi, permasalahan utama yang disampaikan adalah informasi. Sumber informasi karangan bisa didapatkan dari hasil pengamatan, penelitian atau pengalaman.

Ini adalah hal utama yang membedakan antara karangan eksposisi dengan karangan deskripsi. Pada karangan deskripsi, bertujuan untuk menggambarkan atau melukiskan suatu hal yang membuat pembaca seolah -oleh mengalami sendiri hal yang dideskripsikan. Namun, karangan deskripsi sendiri bisa bersifat ilmiah atau pun non ilmiah. Sumber karangan deskripsi juga diperoleh dari pengamatan, penelitian dan imajinasi.

Ciri Ciri Teks Eksposisi
Dalam suatu teks eksposisi, tidak harus selalu terbagi dalam bagian -bagian umum seperti “pembukaan, pengembangan dan penutup”. Bagian -bagian teks eksposisi sangat bergantung pada sifat karangan dan tujuan yang hendak dicapai pada suatu karangan tersebut.

Ciri ciri teks eksposisi, yakni :
  • Berisi tentang gagasan dan pendapat penulis mengenai permasalahan tertentu, akan tetapi tetap bersifat objektif.
  • Bertujuan untuk menambah pengetahuan pembaca tanpa bermaksud untuk mempengaruhi.
  • Memiliki analisis dan disertai bukti.

Jenis Pola Pengembangan Paragraf Eksposisi
Karangan eksposisi dapat dikembangkan dalam beberapa jenis. Beberapa jenis pola pengembangan paragraf eksposisi meliputi : pola pengembangan eksposisi definisi, eksposisi klasfikasi (pembagian), eksposisi ilustrasi (contoh), eksposisi identifikasi, eksposisi analisis, dan eksposisi perbandingan. Berikut penjelasannya :

1) Eksposisi definisi
Teknik dedinisi dalam hal ini ialah teknik pola pengembangan eksposisi terhadap arti kata -kata. Beberapa macam definisi yang dapat digunakan untuk mengembangkan karangan eksposisi misalnya, sinonim, definisi nominal, definisi formal dan definisi luas.

2) Eksposisi klasfikasi (pembagian)
Eksposisi klasifikasi ini berarti adanya pokok masalah yang bersifat majemuk, lalu dipecah atau diuraikan hingga menjadi bagian -bagian kecil, lalu digolong -golongkan secara logis dan jelas.

Contoh teks eksposisi klasfikasi :
Pemerintah hendak memberikan bantuan pembagunan kios atau bangunan kepada para korban kebakaran. Bantuan pembangunan kios atau bangunan tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakannya. Bagi penguasaha yang kiosnya rusak ringan, bantuan yang diberikan sekitar 5 juta. Pengusaha yang kiosnya rusak sedang, bantuan yang diberikan sekitar 10 juta. Pengusaha yang kiosnya rusak berat, bantuan yang diberikan sekitar 20 juta. Calon penerima bantuan tersebut ditentukan oleh dinas perindustrian dan perdagangan setempat dengan pengawasan dari pihak LSM.

3) Eksposisi ilustrasi (contoh)
Eksposisi ilustrasi ini adalah teknik yang digunakan dengan menunjukkan contoh -contoh nyata, baik contoh -contoh dalam pengertian yang konkret maupun contoh -contoh untuk menggambarkan sesuatu yang abstrak.

Contoh eksposisi ilustrasi :
Sebetulnya, kondisi ekonomi Indonesia sudah relatif membaik. Indikatornya bisa diamati dari beberapa aspek khusus. Misalnya, pada bidang transportasi pribadi. Setiap hari kita dapat melihat banyak sepeda aneka kendaraan melintas di jalan raya. Kendaraan ini pun juga kebanyakan adalah model keluaran baru. Hal ini menandakan bahwa taraf hidup masyarakat mulai membaik. Indikator lain, daya beli masyarakat akan berbagai kebutuhan hidup, sandang, pangan, dan papan. Dalam hal papan misalnya ada banyak masyarakat yang mampu membangun tempat tinggal permanen.

4) Eksposisi identifikasi
Eksposisi identifikasi adlaah sebuah teknik pengembangan eksposisi yang dilakukan dengan menyebutkan ciri ciri atau unsur unsur yang membentuk suaut hal atau objek sehingga pembaca dapat mengenali objek tersebut dengan tepat dan jelas.

5) Eksposisi analisis
Eksposisi analisis ini berkaitan dengan cara memecahkan suatu pokok masalah. Suatu pokok masalah yang dipecah ini dijadikan ke dalam bagian -bagian yang logis. Macam teknik analisis dalam teks eksposisi ini juga ada beberapa yakni, :analisis proses, analisis sebab -akibat, analisis bagian, dan analisis fungsional.

6) Eksposisi perbandingan
Eksposisi perbandingan dilakukan dengan pola pengembangan teknik perbandaingan yang mengemukakan uraian dengan membandingkan antara hal -hal yang ditulis dengan sesuatu hal yang lain. Perbandingan ini dapat dilakukan dengan menunjukkan adanya persamaan -persamaan  dan perbedaan -perbedaan antara keduanya.

Teknik perbandingan dalam teks eksposisi dapat dibedakan lagi dalam tiga macam, yakni perbandingan langsung, perbandingan analogi dan perbandingan kemungkinan.

Pengembangan paragraf eksposisi dengan teknik perbandingan, mempunyai beberapa tujuan, meliputi :
  • Memperkenalkan suatu hal yang baru yang belum pernah diketahui pembaca dengan cara membandingkannya dengan suatu hal yang sudah diketahui.
  • Memperkenalkan beberapa hal dengan menghubungkannya dengan prinsip -prinsip umum yang berlaku secara bersama. Prinsip -prinsip umum ini digunakan sebagai landasan untuk membandingkan hal -hal yang dianggap belum diketahui oleh pembaca.
  • Menggunakan prinsip -prinsip umum atau gagasan umum dengan membandingkan hal -hal yang sudah diketahui oleh pembaca.

Struktur Teks Eksposisi
Struktur secara umum adalah pengaturan pola dalam bahasa yang dilakukan secara sintagmatis. Sintagmatis, adalah hubungan linear antara unsur bahasa dalam tataran tertentu. Karangan terdiri dari paragraf -paragraf, di mana tiap paragraf mempunyai kalimat utama dan kalimat penjelas.

Secara garis besar, struktur karangan teks eksposisi terdiri dari tiga bagian, yakni tesis, argumentasi, dan penguatan atau penegasan pendapat.

Senin, 03 April 2017

Struktur Teks Cerita Sejarah

Peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang telah terjadi di masa lampau. Artinya, secara sederhana sejarah dapat dipahami sebagai suatu hal yang membicarakan sederetan peristiwa yang sudah berlangsung.

Jadi, di dalam sejarah, fokus utama yang dibicarakan adalah mengarah dari segi waktu, yang dapat meliputi perkembangan masyarakat dari satu bentuk ke bentuk yang lain, atau kesinambungan yang berlansung dalam suatu masyarakat, pengulangan peristiwa yang telah terjadi di masa lampau, atau pun perubahan yang terjadi di dalam masyarakat, yang umumnya dipengaruhi oleh hal -hal dari luar masyarakat itu sendiri.


Bumi yang diketahui sudah berdiri sejak jutaan tahun lalu ini pun menyimpan begitu banyak cerita sejarah. Untuk bisa mengetahui cerita sejarah yang terjadi di bumi ini, kita membutuhkan catatan -catatan dan rekaman sejarah dari berbagai sumber untukk dipelajari.

Setiap peristiwa sejarah yang sekiranya penting, perlu untuk dilakukan pencatatan. Pencatatan peristiwa sejarah ini disebut juga sebagai cerita ulang, yang tertuang dalam teks cerita ulang. Teks cerita ulang ini juga disebut sebagai teks rekon (recount).

Salah satu bentuk teks rekon ini adalah teks cerita sejarah. Melalui teks cerita sejarah inilah, maka kita bisa menggali kearifan dari cerita -cerita sejarah yang ada. Jadi, dalam memahami teks cerita sejarah, yang terjadi bukan hanya proses transformasi pengetahuan semata, melainkan bagaimana bisa mengambil pelajaran yang berharga dari sejarah tersebut. 

Mempelajari sejarah dapat membantu membentuk pola pikir kita agar dapat mengetahui dan memilah hal yang baik dan buruk. Nilai -nilai kebaikan inilah yang dijadikan sebagai pembelajaran dalam kehidupan. 

Di dalam teks cerita sejarah, terdapat struktur teks cerita sejarah. Melalui struktur teks cerita sejarah, dapat diketahui urutan tahapan dalam teks. Pada setiap genrenya, dapat dilakukan identifikasi urutan elemen strukturnya.

Struktur teks cerita sejarah

Ada tiga tahapan dalam struktur teks sejarah. Tahapan tersebut yakni :
1. Orientasi,
Tahapan orientasi ini berisi informasi mengenai situasi cerita sejarah yang diperbincangkan dalam tema suatu teks.

2. Urutan peristiwa sejarah,
Tahapan urutan peristiwa sejarah ini merupakan tahapan yang terdiri dari beberapa paragraf. Di dalamnya terdapat rekaman peristiwa yang disajikan berdasarkan urutan waktu terjadinya peristiwa sejarah tersebut. Untuk menggali informasi di tahap ini, kita harus melihat rekaman waktu terjadinya peristiwa sejarah yang dimaksud.

3. Reorientasi,
Pada tahap reorientasi, tujuannya adalah untuk menghadirkan kembali peristiwa sejarah pada masa kini. Namun, tahapan reorientasi ini adalah tahapan yang berupa pilihan. Tahapan ini bisa saja tidak dimunculkan dalam sebuah teks cerita sejarah.

Evaluasi Teks Cerita Sejarah

Di dalam sejarah, kita mempelajari sesuatu yang nyata atau konkret. Sebab, di dalamnya terdapat fakta yang jelas tempat dan waktu kejadiannya. Ketika mempelajari teks sejarah, hal yang dipelajari bukan hanya aktivitas manusia sebagai pelakunya, melainkan aktivitas manusia yang mempunyai makna tertentu. 

Evaluasi cerita sejarah dapat diartikan sebagai proses penilaian. Teks sejarah harus mampu berperan dalam fungsi sosial, yakni dengan merekonstruksi dan memberikan informasi terkait dengan masa lampau. 

Melakukan proses penilaian terhadap teks cerita sejarah, berarti dilakukan dengan melakukan pengukuran informasi yang diberikan. Informasi diukur untuk mengetahui apakah informasi tersebut sesuai dengan yang dibutuhkan atau tidak.

Interpretasi Fungsi Sosial Teks Cerita Sejarah

Melakukan interpretasi makna teks cerita sejarah berarti memberikan penafsiran terhadap teks tersebut agar data sejarah yang ada di dalam teks tersebut dapat menyampaikan suatu informasi yang diperlukan. 

Di dalam interpretasi ini, perlu digali nilai dan kearifan yang terkandung di dalam peristiwa sejarah. Jadi, cerita sejarah tidak hanya menjadi sekedar cerita yang dikisahkan secara turun -temurun saja. 

Teks sejarah sudah selayaknya memiliki nilai dan kearifan yang diharapkan dapat membantu mengasah kebijakan ketika menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi. Sebab, dengan mengingat masa lalu, memahami situasi saat ini, serta mempersiapkan masa depan, maka kita bisa meraih apa yang telah dicita -citakan.

referensi:
https://portal-ilmu.com/teks-cerita-sejarah/

Minggu, 02 April 2017

Pengertian Erosi dan 4 Jenis Erosi

Ketika mempelajari mengenai bumi, maka kita akan sering pula mempelajari tentang tanah. Tanah merupakan salah satu bagian dari pelajaran geografi yang penting untuk dipelajari. Salah satu materi mengenai tanah yang penting untuk diketahui adalah tentang erosi. Kita perlu mempelajari apa pengertian erosi dan jenis erosi. Karenanya, kali ini kita akan membahas mengenai dua materi ini. Adapun jenis erosi yang akan dibahas meliputi : ablasi, abrasi, eksarasi, deflasi.


Pengertian Erosi

Erosi juga disebut dengan pengikisan. Pengertian erosi adalah proses pelepasan serta pemindahan dari massa batuan yang terjadi secara alami, dari satu tempat ke tempat lain, oleh tenaga yang bergerak di atas permukaan bumi. 

Jenis Jenis Erosi

Jika dilihat dari zat pelarutnya, erosi dapat dibagi ke dalam empat jenis. Jenis erosi tersbut meliputi : ablasi, abrasi, eksarasi dan deflasi. Berikut keterangannya.

1. Ablasi

Ablasi merupakan jenis erosi yang terjadi akibat air mengalir. Aliran air mengakibatkan banyak gesekan pada tanah yang dilewatinya. Besar kecilnya gesekan pada tanah dipengaruhi oleh besarnya aliran air yang melewati tanah. Jika kecepatan dan jumlah air semakin besar, maka gesekan pada tanah juga semakin besar. 

Kecepatan air sendiri dipengaruhi oleh gradien atau kemiringan lahan. Lahan yang semakin miring mengakibatkan air mengalir semakin cepat. Akibatnya, gesekan air dengan tanah dan batuan juga semakin besar. Lalu, benda –benda padat dapat terbawa bersama air yang mengalir tersebut.

Gesekan yang terjadi secara terus menerus inilah yang dapat mengakibatkan terjadinya pengikisan. Pengikisan air sungai yang terjadi terus menerus dapat menyebabkan terbentuknya aliran seperti huruf v, jurang atau ngarai, aliran deras, bahkan air terjun.

Simak juga: Karakteristik dan 3 Macam Bentuk Galaksi

Poses Terjadinya Lembah
Lembah dapat terjadi akibat erosi. Terjadinya lembah disebabkan oleh aliran air yang ada di dasar sungai yang amat cepat. Kemudian, terjadi pengikisan di dasar sungai yang sering disebut erosi vertikal. Apabila aliran air terjadi di pinggiran sungai, maka hasilnya adalah pengikisan ke arah samping atau erosi ke samping. 

Erosi vertikal ini membuat sungai semakin lama menjadi semakin dalam. Sedangkan erosi ke samping membuat sungai menjadi semakin lebar. Erosi vertikal dapat menyebabkan huruf v. Contoh sungai yang terbentuk akibat erosi vertikal misalnya lembah Aria, Ngarai Sihanok, dan Grand Canyon di Amerika Serikat.

Proses Terjadinya Jurang
Jurang merupakan bentuk bentang alam yang dalam adn sempit. Proses terjadinya jurang dapat disebabkan oleh pengikisan pada batuan yang resisten. Batuan resisten yang berada di sebelah kanan dan kiri sungai ini sfatnya tidak mudah terkikis air. Padahal, erosi vertikal terus berlangsung.

Akibatnya, erosi vertikal berlangsung lebih cepat dibanding erosi ke samping. Hal inilah yang membuat dinding sungai menjadi sangat miring atau cenderung vertikal. Sementara dasar sungai adalah bahan yang resisten, yakni batuan keras yang tidak mudah terkikis air.

Proses Terjadinya Aliran Deras Pada Sungai
Sungai dapat memiliki aliran yang deras, dan ada yang tidak. Terkadang, ada pula satu bagian sungai yang alirannya sangat deras. Aliran deras air sungai ini terjadi akibat adanya jenis batuan yang berselang-seling, yakni batuan resisten dan batuan yang tidak resisten di dasar sungai. 

Ketika air melewati batuan yang resisten, maka air menjadi sulit melakukan pengikisan. Inilah yang membuat dasar sungai menjadi tidak rata. Sedangkan ketika air melewati batuan yang tidak resisten, maka akan terjadi turbulensi sehingga terbentuklah aliran air yang menyerupai air terjun pendek yang beraliran deras. Bentang alam yang seperti ini, dikenal sebagai rapit atau aliran deras.

Tingkatan erosi akibat aliran air
Erosi yang terjadi karena air yang mengalir, dapat dibagi dalam beberapa tingkatan berdasarkan pada tingkat kerusakannya. Berikut pembagiannya :

(a) Erosi percik (Splash Erosion)
Erosi percik adalah proses pengikisan yang dapat terjadi dikarenakan percikan air. Percikan yang berupa partikel tanah dalam jumlah kecil lalu di bawa dan diendapkan di tempat lain.

(b) Erosi lembar (Sheet Erosion)
Erosi lembar adalah proses pengikisan tanah dengan ciri khas ketebalan sama atau merata pada suatu permukaan tanah.

(c) Erosi alur (Rill Erosion)
Erosi alur adalah erosi yang terjadi akibat aliran air yang mengalir berkumpul pada suatu cekungan. Akibatnya, erjadilah erosi tanah yang lebih besar di bagian cekungan tanah tersebut. Alur –alur yang terjadi karena erosi dapat dihilangkan melalui pengolahan tanah biasa.

(d) Erosi parit (Gully Erosion)
Erosi parit adalah erosi yang terjadinya sama seperti erosi alur. Akan tetapi, saluran yang terbentuk sudah lebih dalam. Karenanya, alur –alur yang terjadi tidak dapat dihilangkan melalui pengolahan tanah biasa.

2. Abrasi

Abrasi adalah erosi yang terjadi karena air laut sebagai hasil dari erosi marine. Tinggi rendahnya erosi yang terjadi karena air laut dipengaruhi besar kecilnya kekuatan gelombang. Erosi yang terjadi karena air laut ini adalah bentuk pengikisan di pantai akibat pukulan oleh gelombang laut secara terus menerus terhadap dinding pantai.

Erosi air laut ini menyebabkan terjadinya bentang alam berupa cliff (tebing terjal), notch (takik), gua pantai, wave cut platform (punggungan yang terpotong gelombang), tanjung, serta teluk. Cliff  dapat terjadi akibat gelombang yang melemahkan batuan yang ada di pantai. 

Awalnya, gelombang membuat batuan di pantai menjadi retak. Retakan ini lalu membesar dan terbentulah notch yang semakin dalam sehingga terbentuk gua. Karena gua diterjang oleh gelombang terus menerus, akibatnya atap gua runtuh. Akhirnya, terbentuklah cliff dan wave cut platform. 

3. Eksarasi

Eksarasi merupakan jenis erosi yang terjadi akibat hasil pengerjaan es. Eksarasi hanya dapat terjadi di daerah dengan musim salju atau daerah pegunungan tinggi. Awalnya, erosi terjadi akibat turunnya salju di lembah yang terdapat pada lereng atau perbukitan.

Lalu, salju yang terbentuk lama kelamaa akan menumpuk di lembah. Berubahlah salju itu menjadi padat dan terbentuk massa es yang berat. Karena terdapat gaya gravitasi, massa es kemudian meluncur turun ke lereng pegunungan atau di perbukitan.


4. Deflasi

Deflasi merupakan jenis erosi yang terjadi akibat tenaga angin. Proses terjadinya deflasi diawali dari angin yang menerbangkan pasir dan debu. Pasir dan debu ini menjadi alat bagi angin untuk menghantam bebatuan yang lebih besar yang dilewati oleh angin. Akibatnya, bebatuan besar tersebut akan terkikis sedikit demi sedikit.

Jumat, 31 Maret 2017

Pengertian dan Akibat Revolusi Bumi

Bumi memiliki banyak sekali fenomena menarik untuk dipelajari. Salah satu di antaranya adalah revolusi bumi. Kali ini, kita akan mempelajari tentang pengertian revolusi bumi dan akibat revolusi bumi tersebut. Materi mengenai revolusi bumi ini penting dipelajari karena sering muncul dalam ujian sekolah.


Pengertian revolusi bumi

Revolusi Bumi merupakan fenomena peredaran bumi mengelilingi matahari pada orbitnya. Dalam sekali mengelilingi matahari, bumi membutuhkan waktu selama 365 ¼ hari, atau selama satu tahun surya. Waktu satu tahun surya ini juga sering disebut sebagai ‘kala revolusi bumi’.

Poros bumi pada dasarnya tidak tegak lurus dengan bdiang ekliptika, melainkan berada pada posisi miring terhadap arah yang sama dan membentuk sudut 23,5 o terhadap matahari. Sudut kemiringan ini diukur dengan garis imajiner berupa sumbu rotasi. Sumbu rotasi adalah garis khayal yang menghubungan antara kutub utara dan kutub selatan. 


Pengertian dan Akibat Revolusi Bumi


Akibat Revolusi Bumi

Adanya revolusi bumi mengakibatkan beberapa gejala alam. Pengaruh revolusi bumi sangat besar dan dapat dirasakan oleh manusia. Revolusi bumi yang terjadi, ditambah dengan adanya kemiringan sumbu bumi terhadap bidang ekliptika mengakibatkan gejala alam yang berlangsung berulang setiap tahunnya. 

Peristiwa ini terlihat lebih jelas bila diamati pada sektiaran kutub utara dan kutub selatan. Beberapa pengaruh revolusi bumi, meliputi :

1. Terdapat Perbedaan Lamanya Siang dan Malam
Garis edar matahari yang mengalami pergeseran mengakibatkan perbedaan waktu lamanya siang dan malam hari. Artinya, suatu ketika, di tempat –tempat tertentu, malam hari akan menajdi lebih panjang dibandingkan siang hari. Sebaliknya, di sisi lain bumi akan mengalami siang hari yang lebih panjang dibandingkan malam hari.

Pada kutub utara, lamanya malam hari bahkan bisa mencapai 24 jam. Sebaliknya di waktu yang sama di kutub selatan dapat mengalami siang hari selama 24 jam. 

Akibat revolusi bumi antara tanggal 21 Maret s.d 23 September

  • Umumnya, kutub utara akan mendekati matahari pada tanggal tersebut. Sementara itu, kutub selatan akan menjauhi matahari. Karenanya, pada belahan bumi bagian utara akan menerima sinar matahari yang lebih banyak daripada di belahan bumi selatan.
  • Pada saat ini, di belahan bumi utara juga mengalami siang yang lebih panjang daripada di belahan bumi selatan.
  • Terdapat daerah di sekitar kutub utara, yang mengalami siang hari selama 24 jam , sementara di daerah sekitar kutub selatan mengalami malam hari selama 24 jam.
  • Jika diamati dari khatulistiwa, maka matahari akan tampak bergeser ke utara.
  • Kutub utara akan berada pada posisi paling dekat dengan matahari pada tanggal 21 Juni. Pada waktu tersebut, pengamat di khatulistiwa dapat melihat matahari yang bergeser sejauh 23,5o ke utara.

Simak juga: Faktor yang Mempengaruhi Evolusi


Akibat revolusi bumi antara tanggal 23 September s.d 21 Maret

  • Pada tanggal tersebut, kutub selatan berada lebih dekat dengan matahari, sementara kutub utara akan menjauhi matahari.
  • Sinar matahari akan menyinari belahan bumi selatan lebih banyak, daripada di belahan bumi utara.
  • Belahan bumi selatan akan mengalami siang yang lebih panjang daripada di belahan bumi utara.
  • Di daerah kutub utara terdapat daerah yang mengalami malam selama
  • Daerah sekitar kutub utara ada yang mengalami malam hingga 24 jam, sementara di sekitar kutub selatan ada daerah yang mengalami siang hingga 24 jam.
  • Matahari akan tampak bergeser ke selatan ketika diamati dari khatulistiwa.
  • Pada tanggal 22 Desember, kutub selatan akan berada pada posisi terdekat dengan matahari. Jadi, pengamat di khatulistiwa dapat melihat matahari bergeser 23,5o ke selatan.


Akibat revolusi bumi antara tanggal 21 Maret dan 23 Desember

  • Kutub utara dan kutub selatan memiliki jarak yang sama ke matahari
  • Belahan bumi utara dan belahan bumi selatan mendapatkan sinar matahari yang sama banyaknya.
  • Siang dan malam di seluruh belahan bumi memiliki lama yang sama.
  • Pada daerah khatulistiwa, matahari akan terlihat melintas tepat di atas kepala.


2. Adanya Gerak Semu Tahunan Matahari
Gerak semu matahari adalah peristiwa bergesernya posisi matahari ke arah belahan bumi bagian utara (terjadi pada 22 Desember – 21 Juni), serta posisi matahari yang bergeser dari belahan bumi bagian utara ke belahan bumi selatan (terjadi pada 21 Juni – 21 Desember ). Disebut gerak semu karena sebetulnya, matahari tidaklah bergerak. Gerakan yang tampak ini terjadi akibat pengaruh revolusi bumi terhadap sumbu rotasi yang miring.

3. Terjadi Perubahan Musim
Musim menjadi salah satu patokan pembagian utama dari tiap tahun. Pengertian musim sendiri merupakan hasil revolusi tahunan bumi dalam mengelilingi matahari, serta akibat dari adanya kemiringan sumbu bumi relatif terhadap bidang revolusinya. 

Pada daerah yang memiliki iklim sedang dan kutub, perubahan musim dapat diamati dari perubahan intensitas sinar matahari yang mencapai permukaan bumi. Musim yang bervariasi di tiap belahan bumi juga mengakibatkan adanya peristiewa hibernasi atau migrasi pada hewan, serta bagi tanaman akan membuat mereka semakin aktif.

Dalam satu tahun, umumnya di daerah beriklim sedang, musim dapat dibagi dalam empat kelompok, berikut pembagiannya:
- Musim semi (vernal) / Spring
Musim semi berada di daerah nontropis, yang merupakan musim peralihan dari musim dingin menuju musim panas. Pada belahan bumi bagian utara, musim semi umumnya berlangsung pada tanggal 21 Maret-21 Juni. Sedangkan pada belahan bumi bagian selatan, musim semi umumnya berlangsung pada tanggal 23 September-21 Desember. 

- Musim panas (festival) / Summer
Musim panas biasa terjadi di negara dengan iklim sedang. Namun, musim panas dapat terjadi pada waktu –waktu yang berbeda di tiap negara, tergantung letak geografisnya. Wilayah yang berada di bagian utara bumi, umumnya memiliki musim panas yang berlangsung tanggal 21 Juni- 23 September. Sedangkan wilayah bumi bagian selatan umumnya berlangsung pada tanggal 21 Desember- 21 Maret. 

Di banyak negara dengan musim panas, musim ini juga menjadi musim liburan sekolah. Banyak orang yang senang pergi berlibur ke pantai untuk berjemur di musim ini. Musim ini menjadi musim yang menarik karena banyak buah –buahan dan tumbuh –tumbuhan yang tumbuh subur.

- Musim gugur / Autumn
Musim gugur biasa terjadi pada daerah beriklim sedang dengan empat musim. Musim gugur merupakan musim peralihan dari musim panas ke dingin. Pada wilayah dengan zona iklim sedang, pada musim ini biasanya terdapat banyak tumbuhan yang siap panen. 

Pada musim ini pula, biasanya siang hari berlangsung lebih pendek. Presipitasi di beberala belahan dunia juga akan meningkat. Pada bumi bagian utara, umumnya musim gugur berlansung pada tanggal 23 September- 21 Desember, sementara pada bumu bagian selatan, musim gugur berlangsung pada tanggal 21 Maret- 21 Juni.

- Musim dingin (musim salju) / Winter
Musim dingin terjadi ketika suhu bumi berada di suhu terendah. Musim ini biasa terjadi di negara –negara dengan iklim subtropis dan sedang. Pada bumi begian utara, biasanya musim dingin berlangsung pada 21 Desember- 21 Maret, sementara pada bumi bagian selatan, musim dingin berlangsung pada 21 Juni- 23 September.

Adapun daerah dengan iklim tropis, umumnya hanya memiliki dua musim, seperti di Indonesia. Dua musim tersebut adalah musim kemarau dan musim hujan.

- Musim kemarau
Musim kemarau biasa berlangsung di daerah tropis, dan sering disebut sebagai musim kering. Terjadinya musim kemarau dipengaruhi sistem muson. Suatu masa disebut berada pada musim kemarau jika curah hujan per bulan tidak lebih dari 60 mm/ bulan atau 20 mm per sepuluh hari, selama sebulan berturut –turut. Wilayah yang memiliki musim kemarau meliputi : Asia Tenggara, Asia Selatan, Australia bagian timur laut, Afrika, dan sebagian Amerika Selatan.

- Musim hujan
Musim hujan merupakan musim yang ditandai dengan adanya peningkatan curah hujan di suatu wilayah, dan biasanya memiliki jangka waktu tertentu secara tetap. Musim ini hanya terdapat di wilayah dengan iklim tropis saja. Suatu masa disebut berada di musim hujan apabila memiliki curah hujan dalam tiga dasarian lebih dari 100 mm/m2 tiap dasarian dan brelangsung terus menerus.

- Musim pancaroba
Musim pancaroba merupakan musim peralihan yang terjadi antara dua musim utama (musim hujan dan musim kemarau) pada daerah iklim muson. Biasanya, musim pancaroba identik dengan frekuensi badai yang tinggi, hujan deras yang disertai guruh, serta adanya angin yang kencang. 

Biasanya, musim pancaroba banyak membuat orang –orang menderita masalah pada saluran pernafasan atasnya, seperti sakit batuk atau pilek. 

4. Perubahan Kenampakan Rasi Bintang
Rasi bintang merupakan bentuk susunan bintang-bintang yang membentuk pola-pola tertentu bila dilihat dari bumi. Bintang –bintang yang membentuk rasi sebetulnya tidak berada di lokasi berdekatan, melainkan amat jauh. Namun, terlihat berdekatan ketika diliha dari bumi yang letaknya juga amat jauh dari bintang –bintang tersebut.

Beberapa rasi bintang yang cukup populer, antara lain adalah Aquarius, Pisces, Gemini, Scorpio, dan Leo. Rasi bintang hanya dapat dilihat ketika malam hari, dengan penampakan yang tidak selalu sama pada setiap malamnya. 

Ketika bumi berada di timur matahari, rasi bintang yang terlihat hanya yang berada di sebelah timur matahari saja. Sedangkan bila bumi berada di utara matahari, maka bintang yang terlihat adalah yang terletak di sebelah utara matahari. Bintang –bintang yang terlihat dari bumi selalu mengalami perubahan diakibatkan adanya revolusi bumi.

5. Kalender Masehi
Penanggalan internasional memanfaatkan pembagian bujur barat dan bujur timur. Berdasarnya pembagian bujur tersebut, maka penanggalan internasional memiliki batas bujur pada angka 180o. Karenanya, jika wilayah di sebelah timur bujur 180o tanggal 15, maka wilayah di belahan barat dari bujur 180o masih tanggal 14. Hal ini seolah matahari melompat satu hari.

Kalender masehi menggunakan perhitungan kalender masehi, dengan satu tahun sama dengan 365 ¼ hari. Awalnya, kalender masehi yang digunakan adalah kalender Julius Caesar atau kalender Julian. Menurut kalender ini, selang waktu antara satu musim semi dan musim semi berikutnya berada di belahan bumi utara. Selang waktu tersebut tepatnya adalah 365,242 hari, atau 365 hari 5 jam 48 menit dan 46 detik.

Nah, demikianlah penjelasan mengenai pengertian revolusi bumi yang dilengkapi penjelasan tentang akibat revolusi bumi. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kawan –kawan semua. 

Minggu, 26 Maret 2017

Pengertian Pasar, Fungsi, Ciri, Struktur dan Jenis Pasar

Kamu tentu sudah tahu apa itu pasar bukan? Pasar sudah menjadi hal yang sangat akrab dalam kehidupan sehari –hari kita. Terutama bagi para ibu, pasar seolah jadi taman bermain. Nah, kali ini kita akan mempelajari mengenai pasar. Hal yang akan dipelajari meliputi pengertian pasar, fungsi pasar, ciri –ciri pasar, struktur pasar dan jenis pasar.


Pengertian Pasar, Fungsi, Ciri, Struktur dan Jenis Pasar


Pengertian Pasar

Pengertian pasar dapat dilihat dari dua sudut pandang, yakni artian pasar secara umum dan dalam arti ekonomi.

#Artian Pasar Secara Umum
Kata pasar berasal dari bahasa jawa, yakni kata “Pasaran”. Arti kata tersebut adalah “lima hari”. Jika merujuk pada asal katanya, maka istilah pasar dapat diartikan sebagai tempat terjadinya jual beli barang yang diadakan dalam waktu lima hari sekali di tempat tertentu. Pengertian ini terus berkembang sehingga kini pasar banyak diartikan oleh orang awam sebagai tempat jual beli barang kebutuhan sehari –hari.

# Artian Pasar dalam Ilmu Ekonomi
Pengertian pasar dalam ilmu ekonomi dapat dibagi dalam pengertian pasar dalam arti sempit dan dalam arti luas. Dalam arti sempit tersebut, pasar diartikan sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi guna menentukan nilai harga dari suatu barang atau jasa. 

Namun, ada juga pasar yang tidak mempertemukan para penjual dan pembeli secara langsung. Pasar demikian contohnya adalah pasar saham. Jadi, dalam arti luas pasar diartikan pula sebagai proses interaksi yang dilakukan antara penjual dan pembeli untuk menetapkan harga keseimbangan.

Dari pengertian pasar secara sempit dan luas tersebut, dapat pula disimpulkan bahwa pasar merupakan proses bertemunya penjual dan pembeli, baik dilakukan secara langsung maupun tidak langsung, dengan tujuan untuk transaksi barang atau jasa serta menetapkan harga keseimbangan yang sesuai dengan penawaran dan permintaan.


Pelajari juga:Teori Proses Evolusi Pasar Al Ghazali


Ciri – Ciri Pasar

Pasar dapat dikenali berdasarkan ciri –ciri tertentu. Ada pun ciri ciri pasar, sebagai berikut :
• terdapat calon penjual dan pembeli
• terdapat barang atau jasa yang diperjualbelikan
• terdapat Interaksi antara penjual dan pembeli, yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung
• terdapat proses permintaan dan penawaran oleh kedua pihak


Fungsi Pasar

Keberadaan pasar memiliki fungsi tersendiri yang penting dalam kehidupan. Adapun fungsi pasar meliputi :

1# Fungsi Distribusi Produk
Pasar sebagai fungsi distribusi berarti untuk pasar memegang peran dalam kegiatan menyalurkan barang atau jasa yang diproduksi produsen ke konsumen. Pasar berfungsi sebagai tempat distribusi produk karena di dalamnya terdapat banyak konsumen atau pembeli. Di dalam pasar pun juga terdapat para penjual yang berperan sebagai distributor dari barang produksi pihak lain (produsen).

Contoh nyatanya dapat dilihat dari seorang penjual di pasar yang membeli ketela dari orang lain yang menanam sendiri ketela tersebut. Lalu, ketela itu dibawanya ke pasar untuk dijual lagi. datanglah seorang pembeli atau konsumen yang membeli ketela tersebut dari si penjual tadi. 

Nah, dalam kasus inilah, si penjual di pasar tadi berperan sebagai distributor. Orang yang menanam kacang berperan sebagai produsen dan orang yang membeli ketela di pasar adalah konsumennya. Pada kasus lain, dapat juga seorang penjual yang menjadi produsen sekaligus distributor. Misalnya, bila penjual ketela tadi menjual ketela hasil tanamannya sendiri.

2# Fungsi Penetapan Harga / Nilai
Interaksi yang terjadi antara pembeli dan penjual akan mengakibatkan adanya permintaan dan penawaran kedua belah pihak. Dari interaksi tersebut, akan ada kesepakatan mengenai harga keseimbanga yang dicapai. Dalam hal inilah, pasar berfungsi sebagai tempat untuk menetapan harga atau nilai dari suatu barang atau jasa yang diperjualbelikan. Penetapan ini adalah hasil dari interaksi dan kesepakatan antara penjual dan pembeli.

3# Fungsi Promosi
Pasar menjadi tempat berkumpulnya para konsumen. Karenanya, pasar dapat berfungsi sebagai area promosi yang sempurna bagi para produsen. Para produsen dapat memperkenalkan produk –produk mereka pada konsumen yang jumlahnya banyak. Biasanya, para produsen akan melakukan penawaran menarik untuk mengundang minat konsumen, semisal dengan penawaran harga yang rendah.

4# Fungsi Penyerapan Tenaga Kerja
Pasar tak hanya terdiri dari penjual dan pembeli saja. Ada juga pihak lain yang dapat terlibat dalam kegiatan ekonomi yang berlangsung di pasar ini. Misalnya saja seperti para tukang sapu, pengangkut sampah, tukang ojek, tukang parkir, dan lainnya. Oleh karenanya, pasar juga dapat berfungsi sebagai tempat penyerapan tenaga kerja.


Jenis Jenis Pasar

Kita mengenal ada berbagai jenis pasar. Pengelompokkan jenis pasar ini dapat didasarkan pada berbagai hal. Berikut adalah jenis jenis pasar berdasarkan berbagai kelompoknya.

Jenis pasar Berdasarkan Wujud dan Ketersediaan Barang yang Diperjualbelikan

1# Pasar Konkret (Pasar Nyata)
Pasar Konkret merupakan bentuk pasar yang menjadi tempat terjadinya hubungan atau interaksi antara penjual dan pembeli secara langsung atau bertatap muka, dengan barang atau jasa yang diperjualbelikan dapat langsung ditunjukkan di tempat tersebut. Sederhananya, pasar konkrit adalah pasar yang wujudnya bisa dilihat secara nyata. Contoh pasar konkret adalah pasar tradisional.

2# Pasar Abstrak (Pasar Tidak Nyata)
Pasar Abstrak atau pasar tidak nyata merupakan pasar sebagai tempat terjadinya hubungan atau interaksi antara pedagang dan pembeli yang terjadi secara tidak langsung dan tanpa bertatap muka. Barang yang diperjualbelikan juga sifatnya abstrak, atau tidak dapat langsung dilihat maupun dimiliki. Jadi, pasar abstrak tidak memiliki wujud nyata yang dapat dilihat proses transaksinya. Contoh pasar abstrak adalah Pasar Saham dan Pasar Modal.

Jenis Pasar Berdasarkan Waktu Terjadinya
Berdasarkan pada waktu terjadinya, jenis pasar terdiri dari :
• Pasar Harian, adalah pasar dengan aktivitas yang berlangsung setiap hari. Contoh pasar harian adalah pasar pagi atau pasar saham.
• Pasar Mingguan, adalah pasar dengan aktivitas yang berlangsung satu kali dalam satu minggu. Contoh pasar mingguan Pasar Senin.
• Pasar Bulanan, adalah pasar dengan aktivitas yang berlangsung satu bulan sekali, dan aktivitas tersebut dapat berlangsung selama lebih dari satu hari.
• Pasar Tahunan, adalah pasar dengan aktivitas yang berlangsung setiap satu tahun sekali, dengan durasi  aktivitas pasar ini dapat berlangsung beberapa hari sampai lebih dari satu bulan. Contoh pasar tahunan adalah pameran tahunan.
• Pasar Temporer,  adalah pasar dengan aktivitas yang berlangsung pada waktu tertentu saja dan terjadi secara tidak rutin. Pasar jenis ini umumnya dibuka untuk merayakan peristiwa tertentu. Contoh pasar temporer adalah Bazar.

Jenis Pasar Berdasarkan Luas Jangkauannya
Berdasarkan pada luas jangkauannya, jenis pasar dapat digolongkan ke dalam beberapa kelompok berikut :
• Pasar Lokal, adalah pasar tempat terjadi hubungan atau interaksi antara pembeli dan penjual hanya pada suatu daerah atau wilayah tertentu. Pasar lokal juga sering disebut pasar daerah. Contoh pasar lokal adalah pasar pagi yang berlokasi di daerah tertentu.
• Pasar Nasional, adalah pasar tempat terjadi hubungan atau interaksi antara penjual dan pembeli yang berasal dari berbagai daerah atau wilayah di dalam satu negara. Contoh pasar nasional adalah pasar Batu Akik.
• Pasar Internasional, adalah pasar tempat terjadinya transaksi jual beli guna kepentingan masyarakat internasional. Contoh pasar internasional adalah pamerah internasional.

Jenis Pasar Berdasarkan Hubungannya dengan Proses Produksi
Berdasarkan pada hubungannya dengan proses produksi, jenis pasar dibedakan ke dalam :

1# Pasar Output (Pasar Produk)
Pasar Output adalah pasar tempat terjadinya suatu proses interaksi antara pedagang dan pembeli yang bertujuan untuk melakukan permintaan atau penawaran, untuk barang atau jasa yang merupakan hasil produksi perusahaan. Contoh pasar output adalah pasar pagi, pasar lokal, pasar swalayan, dan pasar lain pada umumnya.

2# Pasar Input 
Pasar Input adalah pasar sebagai tempat yang menyediakan berbagai faktor produksi yang digunakan oleh pihak produsen untuk dapat menghasilkan barang atau jasa yang diinginkan. Contoh pasar input adalah Pasar Sumber daya alam atau tanah, pasr Tenaga Kerja, pasar Modal, dan Kewirausahaan.

Jenis Pasar Berdasarkan Strukturnya (Jumlah Penjual dan Pembelinya)
Pasar berdasarkan pada strukturnya terdiri dari :
1# Pasar Persaingan Sempurna
2# Pasar Persaingan Tidak Sempurna, yang terbagi ke dalam :
• Pasar Monopoli
• Pasar Oligopoli
• Pasar Monopolistik
• Pasar Monopsoni
• Pasar Oligopsoni


Struktur Pasar

Struktur pasar dapat terbentuk dari jumlah pembeli, penjual, skala produksi, dan jenis produksi. Berbagai hal ini merupakan hal penting untuk mengubah tingkah laku serta kinerja pasar. Struktur pasar berdasarkan pada perbedaan jumlah penjual dan pembeli, dapat terdiri dari :

1# Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna adalah pasar yang mempunyai 5 syarat utama, yakni :
  • jumlah penjual dan pembeli yang banyak
  • barang dan jasa yang diperjualbelikan sifatnya homogeny, atau barang dan jasa yang diperdagangkan antara satu penjual dan lainnya sama, tidak ada unsur atau merek yang membedakannya. Contoh : Sayuran, Ikan, dan lainnya.
  • Penjual dan pembeli bebas untuk keluar masuk pasar. Jadi, masing –masing orang mempunyai hak menjadi penjual ataupun pembeli di pasar ini.
  • Informasi pasar bersifat sempurna. Berarti para pedagang memahami karakteristik barang atau jasa yang dijual serta pembeli juga mengerti kondisi dan kualitas barang yang hendak dibeli. Oleh karenanya, informasi bersifat sempurna sehingga para pedagang ataupun pembeli tidak tertipu.
  • Harga terbentuk di pasar. Berarti harga yang ditentukan dari hasi interaksi penjual dan pembeli didasarkan pada kekuatan permintaan dan penawaran sampai mencapai harga kesepakatan.


2# Pasar Persaingan Tidak Sempurna
Pasar Persaingan tidak sempurna adalah pasar yang dapat terbentuk akibat dalam pasar tersebut tidak memenuhi salah satu atau beberapa syarat yang ada dalam pasar persaingan sempurna. Pasar persaingan tidak sempurna, terbagi lagi dalam beberapa jenis pasar dengan ciri khas tersendiri, meliputi :
  • Pasar Monopoli, adalah pasar yang dikuasai satu orang penjual saja. Di dalam Pasar monopoli, kekuasaan yang tertinggi dipegang oleh pihak penjual yang hanya satu saja tersebut, karenanya kondisi pasar dapat langsung berubah karena tindakan penjual tersebut saja.
  • Pasar Oligopoli, adalah jenis pasar yang dikuasai beberapa perusahaan dengan hasil produksi barang atau jasa yang sejenis. Jadi, di dalam pasar oligopoly, terjadi persaingan barang atau jasa yang hanya dilakukan oleh beberapa perusahaan tadi saja. Beberapa perusahaan ini bersaing dengan mengunggulkan produknya masing-masing. Persaingan antar perusahaan dapat dilakukan dari segi kualitas produk atau pun harga produk.
  • Pasar Persaingan Monopolistik, adalah jenis pasar yang berada antara pasar monopoli dan pasar persaingan. Pasar persaingan monopolistik tidak memenuhi persyaratan barang atau jasa yang sifatnya homogen dan tidak memenuhi syarat menjadi pasar persaingan sempurna. Barang atau jasa sifatnya tidak homogen karena mempunyai merk yang berbeda-beda sehingga harga dan kualitasnya dapat berbeda. Persaingan pada pasar jenis ini terjadi antara beberapa penjual dan beberapa pembeli saja untuk barang sejenis.
  • Pasar Monopsoni, adalah jenis pasar yang hanya terdiri dari satu pembeli saja atau tunggal dan terdapat banyak penjual. Dalam pasar jenis ini, pembeli memiliki peran yang dominan. Keuntungan pasar jenis ini adalah kualitas barangnya yang relatif lenbih bagus, harga terjangkau. Sedangkan keburukannya produk yang dianggap tidak bagus oleh pembeli, seringkali menyebabkan kerugian pada produsen. Contoh pasar jenis ini adalah peternak sapi yang hanya dapat menjual hasil susu sapinya pada koperasi susu.
  • Pasar Oligopsoni, adalah jenis pasar yang terdiri dari beberapa orang pembeli, atua lebih dari 2 pembeli dengan banyak penjual atau produsen. Dalam pasar jenis ini, peran pembeli juga lebih dominan. Karenanya, harga barang atau jasa dipengaruhi oleh penawaran atau permintaan. Contoh : Pasar Kopi, atau tembakau.



Pengetahuan mengenai pengertian pasar, fungsi pasar, struktur pasar dan jenis pasar di atas adalah hal penting untuk dipelajari. Semoga penjelasan dan uraian mengenai materi pasar di atas dapat dipahami dengan baik dan bermanfaat.