Rabu, 08 Maret 2017

Pengertian Dasar Negara dan Fungsinya

Sebagai suatu negara yang berdaulat, sudah tentu Indonesia juga memiliki dasar negara. Dasar negara menjadi hal yang amat penting bagi setiap negara. Tanpa dasar negara, maka kedaulatan suatu negara akan sulit untuk didapatkan. Agar lebih memahami mengenai apa itu dasar negara, mari kita simak pengertian dasar negara dan juga fungsi dasar negara pada uraian berikut.

Pengertian Dasar Negara dan Fungsinya

Pengertian Dasar Negara

Pengertian Dasar Negara adalah pegangan suatu negara yang dijadikan sebagai sumber dari semua sumber hukum serta tata tertib hukum yang berlaku di dalam negara tersebut. Pada hakikatnya, Dasar Negara juga dikenal dengan istilah filsafat negara.

Karenanya, penting bagi kita untuk mengetahui pengertian filsafat negara itu sendiri, agar dapat lebih mengenal tentang dasar negara. Kata filsafat, berasal dari kata ‘philsof’, yang artinya sahabat, cinta dan dari kata ‘sophia’ yang artinya kebenaran, kebijaksanaan, dan belajar.

Dari sini, dapat diketahui kalau filsafat negara berarti suatu wujud dari hasil pemikiran, pembelajaran maupun kebijaksanaan yang dibuat dalam bentuk sistem dan peraturan guna mengatur masyarakat di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dasat Negara menjadi salah satu hal yang amat penting untuk dimiliki setelah suatu negara berdiri. Sebab, jika suatu Negara tidak memiliki dasar, maka negara tersebut tidak akan dapat memiliki pedoman yang jelas untuk menjalani kehidupan berbangsa dan bernegaranya. Jika demikian, tujuan yang hendak dicapai negara juga jadi tidak jelas. Hal ini juga berarti bahwa suatu negara yang tidak memiliki dasar negara, akan mudah terjadi kekacauan di dalamnya.

Dengan dasar negara ini pula, dibentuk suatu konstitusi, atau yang lebih dikenal dengan sebutan hukum. Hukum menjadi pedoman bagi rakyat dan negara untuk menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Indonesia juga memiliki dasar negara seabgai landasannya. Dasar negara Indonesia adalah Pancasila. Selain sebagai dasar negara, pancasila juga berperan sebagai ideoologi negara.

Fungsi Dasar Negara

Suatu negara akan memiliki kedaulatan yang lebih kuat ketika memiliki suatu dasar. Sebab, dasar negara ini juga menjadi landasan dari berdirinya serta berdaulatnya suatu negara. Sebagai Dasar Penyelenggaraan Negara, hal ini juga berarti bahwa dasar negara berfungsi sebagai pedoman nasional dalam mewujudkan cita-cita serta tujuan bangsa untuk kemajuan negara tersebut.

Selain itu, fungsi dasar negara juga sebagai dasar dan Sumber Huku. Artinya, setiap aktivitas dan tingkah laku dari warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus didasari dengan hukum yang berlaku di negara tersebut. Sumber hukum yang berlaku inilah yang disebut sebagai Dasar Negara.

Dasar negara juga berfungsi dalam menjaga hubungan antar warga negaranya. Artinya, warga menjadikan dasar negara ini sebagai pedoman selama terjadi interaksi sosial. Kesamaan pedoman ini sekaligus bermanfaat agar dapat memperlancar kerjasama dan tidak mengganggu kebebasan masing –masing indivdiu warga negara.


Manfaat Dasar Negara

Secara umum, manfaat dasar negara dapat dipahami sebagai berikut :
• Sebagai pedoman hidup dan pandangan seluruh masyarakat yang tinggal dalam suatu negara, sehingga masyarakat dapat hidup dengan baik dan mengerti norma – norma yang ada dalam suatu negara yang ditinggali.
• Agar seluruh masyarakat yang tinggal dapat memiliki tujuan yang lebih jelas dalam bernegara.
• Sebagai landasan dari idiil suatu negara atau sebagai acuan untuk masyarakat agar mampu menganut dan mengerti tentang negara yang menjadi tempat tinggalnya.
• Sebagai kepribadian dan jiwa dari bangsa negara.
• Untuk memberikan tujuan dan arah tertentu, agar cita – cita bangsa dapat tercapai dengan baik serta maksimal dan menjadi alat yang menyatukan bangsa tersebut.

Demikian artikel mengenai Pengertian Dasar Negara dan Fungsinya, semoga dapat bermanfaat.

Daftar Pustaka :
Sundawa, Dadang. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan Kelas VIII. Jakarta : Pusat Perbukuan. Departemen Pendidikan Nasional.
Setiadi dan Listyarti, Retno. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta : Erlangga.

Minggu, 05 Maret 2017

Pengertian Teater, Unsur, Fungsi, Contoh serta Perbedaannya dengan Drama

Teater adalah suatu aliran kesenian yang banyak digemari. Tak hanya oleh para seniman yang sudah profesional saja, teater juga banyak dipelajari oleh para seniman muda dan bahkan oleh para pelajar. Kesenian satu ini bahkan juga dipelajari dalam mata pelajaran kesenian di sekolah.

Para siswa yang menyukai teater juga banyak yang mengadakan ekstrakurikuler teater. Tak hanya pelajar sekolah saja, para mahasiswa di perguruan tinggi juga ada banyak yang terlibat dalam kegiatan unit kegiatan mahasiswa di bidang teater. Lantas, apa pengertian teater? Apa pula unsur, fungsi serta contoh teater? Agar lebih jelas lagi, akan dijelaskan pula mengenai apa perbedaan teater dan drama?


Pengertian Seni Teater

Untuk memahami pengertian teater, kita bisa mulai membahasnya dari sejarah kata ‘teater’. Kata teater berasal dari bahasa Inggris ‘theater’ atau ‘theatre’. Sedangkan dalam bahasa Perancis, kata ini berasal dari ‘théâtre’ dan pada bahasa Yunani dari kata ‘theatron (θέατρον)’. 

Jadi, secara etimologis, pengertian kata “teater” adalah tempat atau gedung pertunjukan. Sedangkan jika dilihat dari makna istilah, kata teater berarti segala hal yang dipertunjukkan di atas pentas untuk konsumsi para penonton atau penikmatnya.

Istilah teater juga dapat diartikan dalam dua cara, yakni dalam arti sempit dan dalam arti luas. Dalam arti sempit, teater diartikan sebagai sebuah drama atau perjalanan hidup seseorang yang dipertunjukkan di atas pentas, serta disaksikan oleh banyak orang dan berdasarkan naskah yang tertulis. 

Sedangkan dalam arti luas, teater diartikan sebagai segala adegan peran yang dipertunjukkan di depan orang banyak, dapat berupa ketoprak, dagelan, ludruk, wayang, janger, mamanda, sulap, sintren, akrobat, dan lain sebagainya.

Perbedaan Teater dan Drama

Istilah teater seringkali dikaitkan dengan drama. Kedua hal ini dianggap memiliki hubungan yang sangat erat dan identik. Padahal, pada prinsipnya, istilah teater dan drama adalah dua istilah yang berbeda. Drama adalah istilah yang berasal dari bahasa Yunani Kuno ‘draomai’ yang artinya bertindak atau berbuat, serta dalam bahasa Perancis dari kata ‘drame’ yang berarti menjelaskan tingkah laku kehidupan kelas menengah.

Dari penjelasan ini, dapat diketahui mengenai perbedaan teater dan drama. Teater berkaitan langsung dengan pertunjukkan, sedangkan drama berkaitan dengan peran atau naskah cerita yang hendak dipentaskan. 

Jadi, hubungan dari keduanya adalah teater menjadi visualisasi drama atau drama yang dipentaskan di atas panggung serta disaksikan oleh para penonton. Dapat dikatakan pula bahwa drama adalah bagian atau salah satu unsur teater.

Fungsi Seni Teater

Seiring perkembangan jaman, fungsi teater juga mengalami perkembangan. Dulunya, seni teater difungsikan sebagai sarana upacara atau hiburan. Tapi kini fungsi teater juga mencakup sarana pendidikan. Sebagai bagian dari seni, teater tak cuma dikonsumsi oleh masyarakat sebagai hiburan saja. Teater kini juga berperan dalam nilai afektif dalam masyarakat.

Adapun fungsi teater meliputi :
1. Teater sebagai Sarana Upacara
Teater pada awalnya hadir sebagai sarana upacara persembahan kepada dewa Dyonesos serta sebagai upacara pesta untuk dewa Apollo. Fungsi teater untuk kepentingan upacara ini tidak memerlukan penonton. Penonton teater ini sudah menjadi bagian dari peserta upacara itu sendiri. Di Indonesia, seni teater yang dijadikan sebagai sarana upacara juga dikenal sebagai teater tradisional.

2. Teater sebagai Media Ekspresi
Teater term asuk bentuk seni yang berfokus utama pada laku dan dialog. Dalam praktiknya, para seniman teater akan mengekspresikan seninya di dalam bentuk gerakan tubuh dan juga dalam ucapan-ucapan.

3. Teater sebagai Media Hiburan
Teater juga berperan sebagai sarana hiburan. Dalam hal ini, sebelum pementasan teater dilakukan, harus terdapat persiapan dengan usaha maksimal. Dengan begitu, diharapkan para penonton akan terhibur lewat pertunjukan yang digelar.

4. Teater sebagai Media Pendidikan
Teater adalah seni kolektif. Hal ini berarti bahwa teater tidak hanya dikerjakan secara individual saja. Untuk mewujudkan seni teater, diperlukan kerja tim yang harmonis. Apabila suatu teater dipentaskan, maka diharapkan pesan-pesan yang ingin diutarakan penulis dan pemain dapat tersampaikan pada para penontonnya. Sebab, umumnya  manusia akan lebih mudah mengerti suatu nilai baik atau buruk melalui pertunjukan, dibandingkan jika hanya membaca lewat sebuah cerita.

Unsur-Unsur Seni Teater

Tidak setiap pertujukan dapat dikatakan sebagai teater. Pertunjukkan bisa disebut sebagai teater apabila memenuhi unsur-unsur teater. Unsur-unsur teater terbagi menjadi dua, yakni unsur internal dan unsur eksternal, sebagai berikut :

Unsur Internal Teater
Unsur internal teater adalah unsur utama yang asalnya dari dalam teater itu sendiri. Jika tidak ada unsur utama ini, maka tidak akan ada pertunjukan teater. Unsur-unsur internal teater meliputi:

1. Aktor
Aktor adalah pemeran utama dalam pementasan teater. Tugas aktor dalam teater adalah untuk menyampaikan jalannya cerita melalui ekspresi, gerak dan suara.

2. Naskah
Dalam seni teater, naskah disebut sebagai lakon atau arahan peran. Naskah menjadi panduan dari jalannya cerita bagi para aktor dan sutradara dalam melakukan pementasan teater.

3. Pentas
Pentas adalah salah satu unsur yang dapat dinikmati oleh para penonton serta orang banyak. Pementasan adalah sebuah pertunjukan yang menyajikan estetika gerak, suara, ekspresi, dan setting dalam sebuah cerita atau drama.

4. Sutradara
Sutradara adalah orang yang bertugas untuk mengarahkan semua unsur yang ada di dalam seni teater. Tanggug jawab sutradara meliputi; mengarahkan aktor, membedah naskah dan juga untuk memunculkan ide-ide terkait pentas teater.

5. Kostum
Kostum adalah unsur penunjang bagi para aktor dalam melakukan pementasan teater. Kostum yang tepat dapat membuat watak  aktor terkesan mirip sesuai perwatakan tokoh yang dibawakan.

Unsur Eksternal Teater
Unsur eksternal teater adalah unsur pendukung yang berasal dari luar teater. Tanpa adanya unsur pendukung, pertunjukan tidak dapat berjalan dengan sukses. Adapun unsur-unsur eksternal teater meliputi:

1. Staf Produksi
Staf produksi meliputi orang-orang yang berada di balik layar teater, yang berperan untuk mendukung jalannya pementasan. Staf produksi terdiri dari manager tingkat produser atau pimpinan produksi hingga staf-staf di bawahnya. Tugas masing staf produksi berbeda-beda sesuai posisinya.

Jenis Jenis Seni Teater Berdasarkan Zamannya

Jenis-jenis teater dapat dibagi menurut zamannya. Jenis teater menurut jamannya dibagi dalam tiga jenis, yakni teater tradisional, teater modern, dan teater kontemporer. Berikut keterangannya.

1. Seni Teater Tradisional
Seni teater tradisional adalah seni teater yang asalnya dari suatu masyarakat tertentu. Teater tradisional umumnya tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat. Jadi, dapat dikatakan sangat dekat dan menjadi bagian hidup di dalam masyarakat. Teater tradisional ini diwariskan secara turun temurun sejak zaman nenek moyang sampai sekarang. Teater tradisional umumnya dikenal pula sebagai teater klasik.

Ciri-Ciri Seni Teater Tradisional
• Memiliki keunikan dan keindahan tersendiri (dalam bentuk dan cara penyajian, gerak fisik, latar, serta irama pengiringnya).
• Menggunakan latar atau setting sederhana.
• Pertunjukan diselenggarakan pada pentas terbuka tanpa menggunakan panggung.
• Berisi pesan moral dan nilai-nilai luhur.
• Kebanyakan dari dialognya adalah improvisasi.

Contoh Seni Teater Tradisional
Contoh seni teater tradisional yang banyak dijumpai dalam masyarakat adalah wayang orang, sendratari, lenong dan ketoprak.

2. Seni Teater Modern
Seni teater modern adalah jenis seni teater yang sudah tidak menggunakan pakem seni teater tradisional. Teater modern tumbuh dan berkembang dengan mendapat pengaruh perkembangan dari seni teater barat (dramaturgi). Dapat dikatakan bahwa seni teater ini sudah memiliki struktur, dan dialognya pasti serta mengikuti naskah. Jalan ceritanya pun juga mutlak ditentukan oleh sutradara. Teater modern telah menghilangkan sisi tradisi sehingga lebih menonjolkan sisi hiburan.

Ciri-Ciri Seni Teater Modern
• Bertujuan sebagai hiburan dan mendapatkan apreasiasi saja.
• Menggunakan bahasa nasional di dalam dialognya.
• Pertunjukan diselenggarakan pada pentas tertutup dengan menggunakan panggung serta segala properti pendukungnya.
• Berisi kritik sosial yang ada pada era sekarang.
• Kebanyakan dialognya sesuai dengan naskah, namun tetap boleh untuk diimprovisasi.

Contoh Seni Teater Modern
Contoh seni teater modern yang banyak dijumpai dalam masyarakat adalah drama, operet dan drama musikal.

3. SENI TEATER KONTEMPORER
Seni teater kontemporer adalah jenis seni teater yang mengandung usur kekinian. Teater kotemporer tumbuh dan berkembang di antara para tokoh penggiat teater dan komunitas teater. Seni teater kotemporer tidak menyasar pada jumlah penonton yang banyak atau pertunjukan yang megah. Pertunjukan ini biasanya dilakukan dengan tujuan untuk menyampaikan gagasan sutradara pada kalangan yang memahami teater, sehingga pesan-pesan yang disampaikan dapat tersampaikan secara tepat pada penontonnya.

Ciri-Ciri Seni Teater Kontemporer
• Merupakan buah pikir atau ide dari pada sutradara pribadi.
• Menggunakan bahasa nasional atau internasional di dalam dialognya.
• Pertunjukan diselenggarakan sesuai dengan tema. Dapat dilakukan pada pentas tertutup atau pentas terbuka, tanpa atau dengan panggung.
• Berisi nilai atau pesan sutradara yang hendak disampaikan pada penonton tertargetnya.
• Dialognya sebagian dari naskah, sebagian improvisasi.

Contoh Seni Teater Kontemporer
Contoh seni teater kontemorer yang banyak dijumpai dalam masyarakat seperti teater jalanan, teater persembahan (tribute to) dan teater kemanusiaan.

Jenis-Jenis Seni Teater Berdasarkan Penyampaiannya

Jenis - jenis teater menurut penyampaiannya dapat dibagi dalam lima jenis, yakni teater boneka, drama musikal, teater gerak/ pantomim, teater dramatik dan teaterikalisasi puisi. 

1. Seni Teater Boneka
Seni teater boneka merupakan jneis seni teater yang dimainkan para tokoh yang berupa boneka. Biasanya teater ini mengangkat tema cerita legenda atau kepercayaan tertentu. Teater boneka telah ada sejak zaman Yunani, India dan Mesir Kuno, yang dibuktikan dari ditemukannya seni teater tersebut di dekat makam-makam kuno.

Boneka yang digunakan dapat bermacam-macam. Seperti boneka yang digerakkan dengan tali Marionette, boneka yang digerakkan dengan tongkat seperti wayang, dan yang digerakkan dengan tangan. 

2. Drama Musikal
Seni teater yang berbentuk drama musikal adalah jenis seni teater yang dimainkan oleh orang serta didukung dialog yang indah. Teater jenis ini mengedepankan suara dalam penyampaian ceritanya. Pementasannya dapat dilakukan dalam bentuk dialog, nyanyian, musik, dan dipadukan dengan tarian dan alunan lagu.

Contoh drama musikal yang paling sering dilakukan dalam masyarakat adalah opera. Opera juga sering dipentaskan dalam tim paduan suara untuk membuat suasana jadi lebih hidup. Selain itu, opera juga merupakan seni teater lawas yang diperkirakan sudah ada di dunia barat sejak awal tahun 1600 masehi.

3. Seni Teater Gerak
Seni teater gerak merupakan jenis seni teater yang biasa dimainkan dengan menggunakan dialog minim, bahkan terkadang tanpa dialog. Teater gerak juga disebut sebagai pantomim. Tokoh dalam seni teater gerak hanya menyampaikan cerita melalui gerakan saja. Dalam beberapa pertunjukan, pantomim sering dipetnaskan tanpa menggunakan properti sama sekali. Karenanya, penonton pantomim akan diajak untuk membayangkan properti melalui perlakuan dan ekspresi tokohnya. Pantomim termasuk jenis seni tetaer paling minimalis, baik dari segi unsur maupun penampilan.

4. Seni Teater Dramatik
Seni teater dramatik merupakan jenis seni teater yang menyajikan rangkaian cerita persis dengan kejadian nyatanya. Seni teater dramatik menggunakan dialog dari naskah yang ketat, jarang dan seringkali bahkan tanpa improve. Tata gerak dan penuturan cerita dalam teater dramatik dibuat dengan senyata mungkin.

Dapat dikatakan pula bahwa seni ini menitikberatkan pada kemiripan dari kejadian nyata terhadap isi cerita, atau sesuai pakem. Tidak ada pengembangan dan improvisasi dalam pementasannya karena tujuannya murni untuk menyamakan cerita sesuai kejadian nyata agar semirip mungkin.

5. Teatrikalisasi Puisi
Teatrikalisasi puisi merupakan jenis seni teater yang dimainkan berdasar pada karya sastra puisi. Biasanya, teatrikalisasi puisi berisi tentang suara dan pandangan si pembuat puisi tersebut. Apabila dilihat dari kandungan isi ceritanya, maka teatrikalisasi puisi bersifat menyampaikan ajakan untuk melakukan suatu hal.

Selain itu, teatrikalisasi puisi juga dapat digunakan sebagai media penyampaian suara atau kritik sosial. Kebanyakan pementasan seni teater ini dilakukan ketika ada acara khusus tertentu dengan penonton yang terbatas.

Senin, 13 Februari 2017

3 Faktor yang Mempengaruhi Saluran Distribusi

Dalam memilih saluran distribusi, terdapat pertimbangan – pertimbangan yang harus dilakukan. Produsen harus mempertimbangkan adanya berbagai faktor yang berpengaruh dalam pemilihan saluran distribusi tersebut. 

Pemilihan saluran distribusi yang efektif, dapat mendorong peningkatan penjualan yang diharapkan. Dengan demikian, keberlangsungan hidup perusahaan dapat lebih terjamin. Faktor-faktor yang mempengaruhi saluran distribusi tersebut, antara lain menyangkut beberapa hal, yakni : pertimbangan pasar, pertimbangan barang dan pertimbangan perusahaan. Berikut keterangannya :


1. Pertimbangan Pasar (Market Consideration)

Saluran distribusi mendapat pengaruh cukup besar dari pola pembelian konsumen. Karenanya, keadaan pasar menjadi faktor penentu dalam memilih saluran tersebut. Beberapa faktor pasar yang harus diperhatikan sebagai pertimbangan pasar, yakni :

a) Konsumen atau pasar industri
Apabila pasarnya berupa pasar industri, maka kecil kemungkinan pengecer digunakan dalam saluran ini, atau bahkan tidak pernah digunakan. Sedangkan bila pasarnya berupa konsumen dan pasar industri, maka perusahaan akan menggunakan lebih dari satu saluran.

b) Jumlah pembeli potensial
Apabila jumlah konsumennya relatif kecil dalam pasar, maka perusahaan dapat mengadakan penjualan secara langsung kepada konsumen atau pemakainya.

c) Konsentrasi pasar secara geografis
Secara geografis, pasar dapat dibagi dalam beberapa konsentrasi, seperti: industri tekstil, industri kertas, dan sebagainya. Untuk daerah konsentrasi yang memiliki tingkat kepadatan  tinggi, maka perusahaan dapat menggunakan distributor industri tersendiri.

d) Jumlah pesanan
Volume penjualan dari sebuah perusahaan akan sangat berpengaruh terhadap saluran yang digunakannya. Apabila volume yang dibeli pemakai industri tidak begitu besar, atau relatif kecil, maka perusahaan bisa memilih menggunakan distributor industri.

e) Kebiasaan dalam pembelian
Kebiasaan membeli dari konsumen akhir dan pemakai industri sangat berpengaruh terhadap kebijaksanaan dalam penyaluran. Kebiasaan membeli yang dimaksud, antara lain:

  • Kemauan untuk membelanjakan uangnya
  • ketertarikan pada pembelian dengan kredit
  • Lebih senang melakukan pembelian yang tidak berkali-kali
  • ketertarikan pada pelayanan penjual



Pelajari juga: Pengertian, Fungsi Saluran Distribusi Dan Peranan Pentingnya


2. Pertimbangan Barang

Terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dari segi barang. Pettimbangan barang sebagai faktor yang mempengaruhi saluran distribusi, antara lain:

a. Nilai unit
Apabila nilai unit barang yang dijual relatif rendah, maka produsen akan cenderung memilih menggunakan saluran distribusi yang panjang. Sebaliknya, jika nilai unit barang  relatif tinggi, maka saluran distribusi yang dipilih cenderung pendek atau langsung.

b. Besar dan berat barang
Manajemen harus mempertimbangkan ongkos angkut dalam hubungannya dengan nilai barang secara keseluruhan. Dalam hal ini, besar dan berat barang sangat menentukan. Apabila ongkos angkut terlalu besar dibanding nilai barang, sehingga terdapat beban yang berat bagi perusahaan, maka sebagian beban tersebut dapat dialihkan kepada perantara. Jadi, perantaralah yang menanggung sebagian dari ongkos angkut.

c. Mudah rusaknya barang
Apabila barang yang dijual mudah rusak, maka perusahaan tidak perlu menggunakan perantara. Sedangkan bila perusahaan tetap ingin menggunakan perantara, perusahaan harus memilih perantara yang mempunyai fasilitas penyimpanan yang cukup baik sesuai produknya tersebut sehingga produknya bisa tetap aman.

d. Sifat teknis
Beberapa jenis barang industri, seperti instalasi umumnya disalurkan secara langsung kepada pemakai industri. Dalam hal ini, produsen harus memiliki penjual yang dapat menerangkan berbagai masalah teknis mengenai penggunaan dan pemeliharaan barang tersebut. 


Saluran distribusi yang dipilih juga harus dapat memberikan pelayanan, baik sebelum, maupun sesudah penjualan. Pekerjaan semacam ini jarang sekali, bahkan tidak pernah dilakukan oleh pedagang besar atau grosir.

e. Barang standard dan pesanan
Apabila barang yang dijual berupa barang standard, maka penyalur harus memelihara barang tersebut sejumlah persediaannya. Sebaliknya, apabila barang yang dijual berdasarkan pesanan, maka penyalur tidak perlu memelihara persediaan tersebut.

f. Luasnya product line
Apabila perusahaan hanya membuat satu macam barang, maka penggunaan pedagang besar sebagai penyalur akan lebih baik. Tapi, apabila macam barang yang diproduksi banyak, maka perusahaan dapat menjual langsung kepada pengecer.


3. Pertimbangan Perusahaan

Dari segi pertimbangan perusahaan sebagai faktor yang mempengaruhi saluran distribusi, terdapat beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, meliputi :

a) Sumber pembelanjaan
Penggunaan saluran distribusi langsung atau pendek, umumnya memerlukan jumlah dana yang lebih besar. Karenanya, saluran distribusi pendek kebanyakan hanya dilakukan oleh perusahaan yang kuat di bidang keuangan. Sementara perusahaan yang tidak kuat dalam kondisi keuanga, akan cenderung menggunakan saluran distribusi yang lebih panjang.

b) Pengalaman dan kemampuan manajemen
Biasanya, perusahaan yang menjual barang baru, atau ingin memasuki pasaran baru, akan lebih menyukai dengan menggunakan perantara. Ini karena pada umumnya, perantara sudah memiliki pengalaman sehingga manajemen dapat mengambil pelajaran dari mereka.

c) Pengawasan saluran
Faktor pengawasan saluran terkadang menjadi pusat perhatian produsen dalam kebijaksanaan saluran distribusinya. Pengawasan saluran ini akan lebih mudah dilakukan apabila saluran distribusinya pendek. Jadi, bagi yang ingin mengawasi penyaluran barang, mereka akan cenderung memilih saluran yang pendek walaupun ongkosnya tinggi.

d) Pelayanan yang diberikan oleh penjual
Apabila produsen ingin memberikan pelayanan yang lebih baik, seperti membangun ruang peragaan dan mencari pembeli untuk perantara, maka akan ada banyak perantara yang bersedia menjadi penyalurnya.

Demikian pemaparan mengenai Faktor yang Mempengaruhi Saluran Distribusi. Semoga bermanfaat.

Pengertian, Fungsi Saluran Distribusi dan Peranan Pentingnya

Dalam bisnis ritel, saluran distribusi merupakan hal yang mutlak ada. Saluran distribusi ini pun memegang peranan yang amat penting dalam keberlangsungan bisnis ritel. Lantas, apa saja fungsi saluran distribusi dan peranan pentingnya, terutama dalam menjalankan bisnis ritel? 

Sebelum masuk pada penjelasan mengenai fungsi saluran distribusi dan peran penting saluran distribusi, terlebih dahulu kita tentu perlu memahami mengenai apa iti saluran distribusi. Jadi, berikut ini adalah penjelasan mengenai pengertian saluran distribusi menurut beberapa ahli, dan disusul dengan penjelasan lain.


Pengertian Saluran Distribusi

Pengertian saluran distribusi dapat dipahami menurut pendapat para ahli, di antaranya :

Pengertian saluran distribusi menurut Alex S. Nitisemito
Saluran distribusi merupakan lembaga - lembaga distributor atau lembaga-lembaga penyalur, yang memiliki kegiatan menyalurkan barang -barang atau jasa -jasa, dari pihak produsen ke konsumen.

Pengertian saluran distribusi menurut The American Marketing Association 
Saluran distribusi adalah suatu struktur organisasi yang ada dalam perusahaan dan luar perusahaan, terdiri dari agen, dealer, pedagang besar dan pengecer, dan dijalankan melalui sebuah komoditi, produk atau jasa yang dipasarkan.

Pengertian saluran distribusi menurut C. Gleen Walters
Saluran distribusi merupakan sekelompok pedagang serta agen perusahaan yang mengkombinasikan pemindahan fisik dan nama suatu produk untuk dapat menciptakan kegunaan bagi pasar tertentu.

Pengertian distribusi menurut Warren J. Keegan 
Saluran distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk dapat menyalurkan barangnya dari produsen hingga sampai ke konsumen atau ke pemakai industri.


Pengertian distribusi menurut Assauri 
Saluran distribusi merupakan lembaga -lembaga yang berkegiatan memasarkan produk, berupa barang atau jasa, dari produsen ke konsumen.


Pengertian saluran distribusi menurut Kotler
Saluran distribusi adalah sekelompok perusahaan atau perseorangan yang mempunyai hak pemilikan atas suatu produk, atau yang berperan untuk membantu memindahkan hak pemilikan produk atau jasa ketika hendak dipindahkan dari produsen ke konsumen.


Dari beberapa definisi tentang saluran distribusi yang telah diuraikan, diketahui bahwa terdapat beberapa unsur penting dalam saluran distribusi, yakni : 

  • Saluran distribusi merupakan jalur yang digunakan produsen untuk memindahkan produk mereka, melalui suatu lembaga yang dipilihnya.
  • Saluran distribusi mengalihkan kepemilikan produk, baik secara langsung maupun tak langsung, dari produsen kepada konsumen.
  • Saluran distribusi bertujuan untuk mencapai pasar tertentu, karena pasar merupakan tujuan akhir kegiatan saluran distribusi.
  • Saluran distribusi merupakan satu kesatuan dalam sistem kegiatan (fungsi) yang lengkap guna menyalurkan produk.



Fungsi saluran distribusi

Fungsi utama saluran distribusi adalah untuk menyalurkan barang dari produsen menuju ke konsumen. Karena fungsi utamanya adalah untuk menyalurkan barang, maka perusahaan dalam melaksanakan dan menentukan saluran distribusi ini haruslah memiliki pertimbangan yang tepat dan baik. Sebab, konsumen adalah subjek utama dalam penyaluran barang ini.


Fungsi -fungsi saluran distribusi ini lebih lanjut juga dijelaskan oleh Kotler. Adapun fungsi-fungsi saluran distribusi menurut Kotler (1997 : 531-532) tersebut, meliputi :

  • Information, yakni saluran distribusi yang berguna untuk mengumpulkan informasi penting mengenai konsumen dan pesaing. Dengan informasi ini, perusahaan dapat merencanakan dan membantu pertukaran barang.
  • Promotion, yakni saluran distribusi yang berfungsi sebagai pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasif terkait produk yang ditawarkan oleh perusahaan.
  • Negotiation, yakni saluran distribusi yang berguna untuk mencoba menyepakati harga dan syarat-syarat lain, sehingga memungkinkan adanya perpindahan hak pemilikan.
  • Ordering, yakni sebagai fungsi agar pihak distributor memesan barang kepada perusahaan.
  • Payment, yakni agar pembeli membayar tagihan kepada penjual melalui bank atau lembaga keuangan lain.
  • Title, yakni saluran distribusi yang mendorong adanya perpindahan kepemilikan barang dari suatu organisasi atau orang kepada organisasi atau orang lain.
  • Physical Possession, yakni untuk mengangkut dan menyimpan barang-barang dari bahan mentah hingga barang jadi dan akhirnya sampai kepada konsumen akhir.
  • Financing, yakni saluran distribusi guna meminta dan memanfaatkan dana untuk biaya-biaya dalam pekerjaan saluran distribusi.
  • Risk Taking, yakni untuk menanggung resiko sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran distribusi. Hal ini dilakukan dengan langkah -langkah tertentu seperti melakukan riset pemasaran.


Peranan Penting Saluran Distribusi

Distribusi memegang peranan yang amat penting dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Jadi, saluran distribusi ini tidak hanya berguna bagi perusahaan yang memiliki barang dagangan saja. Masyarakat sebagai konsumen pun turut merasakan pentingnya peranan saluran distribusi yang baik.

Dengan adanya saluran distribusi yang baik, maka dapat menjamin ketersediaan produk yang diperlukan oleh masyarakat. Tanpa adanya distribusi, produsen akan kesulitan untuk memasarkan produknya, dan konsumen pun juga harus bersusah payah untuk mengejar produsen agar dapat menikmati produknya.

Dalam hal ini, diketahui bahwa saluran distribusi ini memegang peran penting, baik bagi produsen maupun konsumen. Selain itu, peran penting distribusi ini tidak hanya dari segi ekonomi saja, melainkan juga dari berbagai aspek lain dalam masyarakat, mengingat berbagai produk pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat juga memerlukan adanya distribusi untuk bisa dimanfaatkan.

Demikian pemaparan mengenai Pengertian, Fungsi Saluran Distribusi dan Peranan Pentingnya. Semoga bermanfaat.

Minggu, 15 Januari 2017

Tujuan Pameran Seni Rupa, Manfaat, dan Fungsinya

Suatu karya seni memang akan lebih baik bila bisa dinikmati banyak orang. Begitu pun para seniman yang memiliki karya, tentunya akan sangat senang bila hasil karyanya bisa mendapat apresiasi dari banyak orang. Apalagi, bila ia mendapatkan banyak apresiasi yang posititf terhadap karyanya.

Untuk bisa mendapatkan apresiasi inilah, maka suatu karya seni perlu dipajang atau dipamerkan. Untuk memamerkannya, para seniman bisa mengadakan pameran. Lantas, apa pengertian pameran, tujuan, manfaat dan juga fungsinya? Kali ini kita akan membahas mengenai tujuan pameran khususnya untuk pameran seni rupa, beserta dengan manfaat dan fungsinya.


Pengertian pameran

Pameran adalah kegiatan yang dilakukan untuk menyajikan karya seni rupa guna dikomunikasikan sehingga mendapat diapresiasi oleh masyarakat luas. Pameran dilakukan untuk menyampaikan ide atau gagasan perupa kepada public, melalui media karya seni yang dibuatnya.

Melalui kegiatan pemaran inilah, maka para diharapkan dapat terjadi komunikasi antara perupa yang diwakili oleh karya seninya dengan para apresiator. Pameran dapat diselenggaran di berbagai tempat, seperti di galeri, mall, museum, jalanan, termasuk di sekolah.

Umumnya, penyelenggaraan pameran di sekolah digunakan untuk menyajikan materi pameran berupa hasil studi para siswa, yang berasal dari kegiatan pembelajaran kurikuler maupun kegiatan ekstrakurikuler. Pameran di sekolah juga dapat dilakukan untuk menyajikan karya para perupa dan seniman profesional untuk diapresiasi oleh warga sekolah.

Tujuan Pameran Seni

Dalam bidang kesenirupaan, kegiatan pameran adalah hal yang amat penting. Bagi siswa, mengunjungi pameran juga merupakan hal penting untuk dapat menambah ilmu pengetahuan serta untuk meningkatkan apresiasi dan mempertajam imaginasi juga intuisinya.

Melalui pameran, para siswa dapat memperkenalkan karya-karya yang dibuatnya kepada masyarakat yang lebih luas, baik pada masyarakat di lingkungan sekolah ataupun masyarakat umum.

Umumnya, sekolah mengadakan kegiatan pameran seni pada akhir semester atau akhir tahun ajaran maupun ketika tengah memperingati hari-hari besar tertentu. Tujuan penyelenggaraan pameran di sekolah sendiri dapat berbagai macam, seperti untuk tujuan sosial, tujuan kemanusiaan, tujuan komersial, dan tujuan yang terkait pendidikan.

Jika tujuan pameran adalah untuk tujuan sosial, baik dalam skala besar maupun skala terbatas di sekolah, maka karya seni tersebut secara khusus dipamerkan demi kepentingan sosial. Bisa untuk penggalangan dana, atau sebagai bentuk apresiasi terhadap peristiwa sosial tertentu.

Jika tujuan pameran adalah tujuan komersial, maka kegiatan ini bertujuan untuk dapat menghasilkan profit atau keuntungan, terutama keuntungan bagi seniman dan pihak penyelenggara pameran. Sebuah kegiatan pameran yang diselenggarakan dengan tujuan komersial juga mengharap agar karya yang dipamerkan dapat terjual dan mendatangkan keuntungan bagi pemilik karya maupun untuk pihak penyelenggara pameran.

Tujuan kemanusiaan dalam kegiatan pameran dilakukan demi kepentingan pelestarian, pembinaan nilai-nilai, serta untuk pengembangan hasil karya seni budaya yang dimiliki oleh masyarakat. 

Sedangkan bila pameran bertujuan sosial kemanusiaan, maka dana dari hasil penjualan karyatersebut umumnya digunakan untuk kegiatan sosial kemanusiaan. Misalnya untuk disumbangkan ke korban bencana alam, ke panti asuhan, atau untuk masyarakat tertentu yang tidak mampu.

Jika dilihat dari konteks pembelajaran atau pendidikan seni rupa di sekolah, tujuan utama pameran adalah untuk mendapatkan apresiasi dan tanggapan dari pengunjung, demi meningkatkan kualitas berkarya para siswa selanjutnya dan untuk peningkatan wawasan kesenirupaan.

Manfaat Pameran Seni Rupa

Untuk melakukan pameran seni rupa, biasanya hasil karya yang hendak digunakan dikumpulkan dengan cara seleksi. Karya seni rupa yang dapat dikumpulkan secara umum terdiri dari karya dua dimensi dan karya tiga dimensi. Di sekolah, pengumpulan karya seni rupa juga menjadi sarana untuk pengumpulan nilai pada mata pelajaran Seni Budaya dan Kerajinan.

Dengan melakukan pameran di sekolah, maka akan ada banyak manfaat yang didapat, baik bagi sekolah, guru maupun bagi siswa. Manfaat pameran di sekolah bagi siswa, secara khsuus ditegaskan oleh Rasjoyo (Cahyono, 1994), yang meliputi :
  1. Menumbuhkan dan menambah kemampuan siswa dalam memberikan apresiasi terhadap hasil karya orang lain.
  2. Menambah wawasan serta kemampuan siswa dalam memberi evaluasi karya secara objektif.
  3. Melatih kerja kelompok, atau untuk dapat bekerjasama dengan orang lain.
  4. Meningkatkan pengalaman sosial.
  5. Melatih siswa untuk dapat bertanggungjawab dan bersikap mandiri.
  6. Melatih siswa agar dapat membuat suatu perencanaan kerja dalam melaksanakan apa yang telah direncanakan,
  7. Membangkitkan motivasi siswa dalam berkarya seni.
  8. Sebagai sarana untuk penyegaran bagi para siswa dari kejenuhan belajar yang dilakukan di kelas sehari -hari, dan sebagainya.

Fungsi Pameran

Umumnya, pameran seni rupa yang diselenggarakan di sekolah, bersifat pameran heterogen. Maksud dari pameran heterogen ini adalah pada pameran tersebut menampilkan jenis karya seni rupa yang jenisnya beragam.

Fungsi utama pameran seni rupa adalah untuk membangkitkan apresiasi seni para siswa. Selain itu, pameran seni rupa di sekolah juga dapat bergfungsi sebagai media komunikasi antara seniman dengan penonton atau penikmat seni.

Kegiatan pameran seni rupa menjadi sebuah wahana untuk menumbuhkembangkan apresiasi siswa tehadap seni. Menurut Cahyono (2002: 9.6), fungsi pameran dapat dibedakan ke dalam empat kategori, yang meliputi : fungsi apresiasi, fungsi edukasi, fungsi rekreasi, dan fungsi prestasi.

1# Fungsi apresiasi

Fungsi apresiasi artinya, pameran dilakukan sebagai kegiatan untuk menilai dan menghargai karya seni. Dengan kegiatan pameran, diharapkan para siswa dapat memiliki sikap menghargai terhadap karya seni. Rasa penghargaan ini umumnya akan timbul setelah pengamat (apresiator) melihat, menghayati, serta memahami karya seni yang disaksikannya.

Karenanya, melalui kegiatan ini, dapat muncul apresiasi aktif dan apresiasi pasif. Apresiasi aktif biasanya dirasakan oleh para seniman, yang seteleh menonton pameran ia akan termotivasi atau terdorong untuk mencipakan karya seninya sendiri. Sedangkan apresiasi pasif adalah yang umumnya terjadi pada orang awam, yang setelah menyaksikan pameran ia dapat menghayati, memahami, menilai dan menghargai karya seni.

2# Fungsi edukasi

Fungsi edukasi dari kegiatan pameran karya seni di sekolah adalah untuk memberikan nilai-nilai ajaran terhadap masyarakat terutama apresiator. Contohnya, nilai keindahan, nilai sejarah, nilai budaya, dan sebagainya. Selain itu, karya seni yang dipamerkan harus juga mempunyai nilai-nilai yang positif terhadap siswa serta para warga sekolah.

3# Fungsi rekreasi,

Fungsi rekreasi ini adalah bila kegiatan pameran dapat memberikan rasa senang sehingga dapat memberi nilai psikis dan spiritual yang positif, yakni hiburan. Dengan menyaksikan pameran, maka para apresiator akan merasa senang, tenang dan mendapat pencerahan.

4# Fungsi prestasi,

Fungsi prestasi ini adalah bila dengan kegiatan pameran di sekolah, maka dapat diketahui siapa para siswa yang berbakat dalam bidang seni. Hal ini dapat dilihat dari bentuk-bentuk kreasi yang disajikan oleh para siswa. Dari karya seni yang dipamerkan, para apresiator dapat memberikan penilaian apakah siswa yang menciptakan karya tersebut cukup kreatif atau kurang kreatif.

Nurhadiat (199) juga secara khusus menyebutkan adanya lima fungsi pameran seni rupa di sekolah yang meliputi :

  1. meningkatkan apresiasi seni warga sekolah khususnya bagi para siswa;
  2. membangkitkan motivasi para siswa untuk berkarya seni;
  3. penyegaran dari kejenuhan belajar siswa di kelas;
  4. motivasi berkarya visual lewat karya seni,
  5. belajar berorganisasi dalam perencanaan serta pelaksanaan kegiatan pameran.

Sabtu, 14 Januari 2017

Pengertian Magnet, Sifat, Bentuk, dan Jenis - Jenis Magnet

Dalam ilmu fisika, kita mengenal ada benda yang dapat saling menarik satu sama lain. Tentu maksud dari saling menarik ini berbeda dari sekedar menarik menggunakan suatu alat tertentu seperti tali. Tarik menarik di sini lebih mengarah pada benda yang memiliki sifat magnetik.
Lantas, apa yang dimaksud dengan magnet? Kali ini kita akan membahas mengenai pengertian magnet. Agar lebih paham, ada juga pembahasan mengenai sifat magnet, bentuk magnet dan jenis jenis magnet.


Pengertian Magnet

Pengertian magnet dapat dipahami sebagai suatu benda yang mampu menarik benda – benda lain di sekitarnya, yang memiliki sifat khusus. Setiap Magnet mempunyai sifat kemagnetan. Yang dimaksud dengan sifat kemagnetan adalah kemampuan benda dalam menarik benda-benda lain di sekitarnya.
Sejarah kata Magnet diambil dari nama daerah yang ada di Asia yaitu Magnesia. Magnesia inilah yang merupakan tempat bangsa Yunani menemukan sifat magnetik dari bebatuan yang mempunyai kemampuan untuk menarik biji besi.
Para ilmuwan meyakini bahwa magnet dengan sifat kemangnetannya ini sudah banyak dimanfaatkan sejak jaman dulu, yakni oleh bangsa Cina. Bangsa Cina menjadi bangsa yang pertama kali memanfaatkan sifat magnet sebagai kompas atau penunjuk arah.

Sifat – Sifat Magnet

Magnet mempunyai kemampuan untuk menarik benda lain di sekitarnya. Namun, kemampuan ini hanya dapat menjangkau benda –benda tertentu saja. Artinya, tidak semua jenis benda yang berada pada jangkauan magnet ini dapat ditariknya. Hal inilah yang merupakan sifat magnet, yakni mampu menarik benda tertentu di sekitarnya. Selain itu, ada pula beberapa sifat magnet lainnya. Secara umum, berikut adalah sifat –sifat magnet :

  1. Magnet hanya dapat menarik benda tertentu yang ada di sekitarnya, atau tidak semua jenis benda bisa ditariknya, meski berada dalam jangkauannya.
  2. Gaya Magnet dapat menembus benda. Artinya, bila semakin kuat gaya magnet maka semakin tebal pula benda yang dapat ditembus oleh gaya tersebut dan ditariknya.
  3. Magnet mempunyai dua kutub, yakni Kutub Utara dan Kutub Selatan
  4. Apabila Kutub magnet yang sejenis / senama didekatkan satu sama lain, maka kedua kutub ini akan saling tolak menolak. Dan bila kutub yang berlainan didekatkan satu sama lain, maka mereka akan saling Tarik Menarik. Misal, kutub selatan di dekatkan dengan kutub selatan maka kedua kutub akan saling menolak. Dan bila kutub selatan didekatkan dengan kutub utara, maka keuda kutub akan saling menarik dan berdekatan hingga akhirnya bisa menempel.
  5. Medan Magnet akan membentuk Gaya Magnet. Semakin dekat suatu benda dengan Magnet, maka medan magnetnya akan semakin rapat. Pada kondisi ini, gaya magnet akan semakin besar, dan demikian pula sebaliknya.
  6. Sifat Kemagnetan dapat hilang atau melemah dikarenakan beberapa hal, seperti : terus menerus jatuh, terbakar, dan lainnya.

Jenis Benda Berdasarkan Sifat Kemagnetannya

Berdasarkan pada sifat kemagnetannya, benda- benda dapat digolongkan menjadi 2, yakni benda magnetik dan benda non magnetik.  

1# Benda Magnetik (Feromagnetik)
Benda magnetik atau yang terkadang juga disebut sebagai feromagnetik adalah benda yang dapat ditarik dengan kuat oleh magnet. Jadi, jika benda jenis ini berada dekat dengan magnet, maka magnet akan dengan mudah menariknya mendekat.
Benda Magnetik yang bukan magnet juga dapat diolah menjadi magnet. Hanya saja, setiap benda mempunyai tingkat kesulitan berbeda jika hendak diubah menjadi magnet. Ada yang mudah dijadikan magnet ada juga yang sukar.
Contoh benda magnet adalah besi, baja, nikel, dan kebanyakan benda logam lain. Benda magnet yang paling mudah dijadikan magnet adalah baja. Besi juga dapat dijadikan magnet hanya saja lebih sukat.

2# Benda Non – Magnetik
Benda non magnetik masih dapat dikelompokkan lagi dalam dua jenis, yakni paramagnetik dan diamagnetik.
Paramagnetik, adalah benda yang dapat ditarik dengan lemah oleh magnet kuat. Artinya, bila benda paramagnetik berada dekat dengan magnet, maka ia dapat ditarik hanya saja dengan kakuatan yang amat lemah. Contoh benda paramagnetik adalah alumunium, tembaga, platina, dan lainnya.
Diamagnetik, adalah benda yang menolak magnet, atau benda ini tidak dapat ditarik sama sekali oleh magnet meski berada sangat dekat dengan magnet yang kuat. Contoh benda diamegnetik adalah emas, seng, merkuri, dan lainnya.
Teori Kemagnetan
Dalam teori kemagnetan terdapat beberapa pripsip yang perlu dipahami, meliputi :

  1. Sebuah magnet akan selalu tersusun atas magnet-magnet kecil yang disebut sebagai magnet elementer.
  2. Pada Benda Magnetik, magnet elementer tersusun secara teratur atau semuanya searah. Namun, pada benda non-magnetik, magnet elementer ini tersusun secara acak.
  3. Bahan magnetik yang bukan magnet dapat diubah menjadi magnet. Cara mengubahnya adalah dengan prinsip membuat magnet elementer di dalam benda tersebut menjadi teratur atau searah semua.
  4. Bahan Magnetik lunak lebih mudah diubah menjadi magnet. Hal ini disebabkan oleh magnet elementer yang lebih mudah disusun untuk dijadikan teratur.
  5. Apabila satu buah magnet dipotong, masing-masing potongan magnet tersebut akan tetap menjadi magnet dan masing –masingnya juga memiliki kutub utara dan kutub selatan.


Macam – Macam Bentuk Magnet

Magnet yang dapat ditemukan ada berbagai macam bentuk. Perbedaan bentuk magnet ini karena magnet masing –masing dibuat dengan tujuan serta kegunaan yang berbeda –beda. Secara umum, bentuk tetap magnet ada 5.
Kelima bentuk tetap magnet tersebut meliputi :

  1. Magnet Batang, bentuknya menyerupai batang atau balok atau kubus.
  2. Magnet Silinder, bentuk magnet ini menyerupai tabung panjang.
  3. Magnet Jarum, bentuk magnet ini menyerupai jarum kompas dengan kedua ujung atau kutub magnetnya lebih runcing.
  4. Magnet Cincin, magnet ini memiliki bentuk bulat menyerupai cincin.
  5. Magnet U (Magnet Ladam), magnet ini berbentuk seperti tapal kuda atau serupa dengan huruf U.


Jenis – Jenis Magnet

Secara garis besar berdasarkan pada proses terbentuknya, magnet juga dapat dibagi ke dalam dua jenis, yakni magnet alam dan magnet buatan.
1# Magnet Alam
Magnet Alam adalah magnet yang memiliki sifat kemagnetan yang didapatkan secara alami. Artinya, magnet ini ada tanpa ada campur tangan manusia karena sudah terbentuk dari alam. Contoh magnet alam adalah gunung Ida yang ada di Magnesia yang mampu menarik benda – benda di sekitarnya.
2# Magnet Buatan
Magnet Buatan adalah jenis magnet yang sengaja dibuat manusia agar memiliki sifat kemagnetan. Magnet buatan dapat dibuat dari bahan – bahan magnetic yang kuat seperti besi dan baja. Namun, umumnya bahan yang dibuat magnet adalah baja karena dapat menghasilkan magnet yang lebih kuat jangkauannya.
Magnet buatan dapat dibagi lagi ke dalam dua kelompok, yakni :
  1. Magnet Tetap (Permanen), magnet tetap adalah magnet yang sifat kemagnetannya bersifat permanen. Artinya, meski proses pembuatannya sudah dihentikan, benda tersebut tetap memiliki sifat kemagnetan. Contohnya adalah magnet baja yang dibuat dengan cara digosok agar magnet elementer di dalamnya teratur.
  2. Magnet Sementara (non permanen), adalah jenis magnet yang sifat kemagnetannya hanya sementara saja. Artinya, sifat kemangnetan hanya akan muncul selama proses pembuatannya saja. Contohnya adalah magnet yang dibuat dengan cara dialiri dengan listirk. Sehingga saat benda magnet tersebut tidak lagi dialiri listrik, maka sifat kemagnetannya akan menghilang.

Pengertian dan Klasifikasi Tumbuhan Paku

Dalam kingdom plantae atau tanaman, terdapat salah satu jenis tanaman yang cukup unik, yakni tumbuhan paku. Tumbuhan paku memiliki nama ilmiah Pteridophyta. Ciri umum dari tumbuhan paku adalah memiliki akar, batang, dan daun sejati, terutama pada golongan paku pohon.

Berdasarkan pada ciri umum ini, tumbuhan paku dapat dimasukkan ke dalam kelompok kormophyta. Dengan spora yang dibentuk dalam kotak spora, maka tumbuhan paku juga dijuluki sebagai kormophyta berspora.

Tumbuhan paku adalah tumbuhan berpembuluh tetapi tidak berbiji. Jika didasarkan pada morfologinya, tumbuhan paku dapat diklasifikasikan ke dalam 4 divisi, yakni : Psilopsida, Lycopsida, Equisetopsida atau Sphenopsida, dan Pteropsida. Berikut adalah keterangan dari klasifikasi tumbuhan paku.


1# Psilopsida

Psilopsida adalah jenis tumbuhan paku purba (primitif). Sebagian besar dari anggota psilopsida sudah punah dan ditemukan sebagai fosil. Penelitian menunjukkan bahwa psilopsida diduga hidup pada periode antara zaman Silurian dan Devonian.

Untuk saat ini, hanya beberapa spesies saja yang diperkirakan masih hidup dan dapat ditemukan di bumi, misalnya spesies Psilotum nudum. Ciri khas psilopsida adalah belum mempunyai struktur akar dan sebagian besar tidak mempunyai daun. Struktur akar psilopsida berupa rhizome dengan bagian batangnya terdapat sporangia.

2# Lycopsida

Lycopsida juga biasa dikenal sebagai paku kawat atau terkadang juga disebut club moss (lumut gada) atau ground pine (pinus tanah). Meski demikian, lycopsida sebetulnya bukan merupakan lumut atau pinus. Ciri khas lycopsida adalah mempunyai struktur daun yang menyerupai rambut sisik dengan batang seperti kawat. Ciri fisik inilah yang membuat lycopsida sering disebut sebagai paku kawat.

Sporangium pada Lycopsida tersusun dalam bentuk strobilus. Lycophyta memiliki spora dalam sporofit. Beberapa Lycopsida ada yang tidak mampu melakukan fotosintesis, tetapi dapat melakukan simbiosis dengan jamur.

Salah satu contoh spesies lycopsida adalah lycopodium sp. Spesies ini merupakan jenis lycophyta yang menghasilkan spora tunggal yang dapat berkembang menjadi gametofit berukuran kecil. Selain lycopodium sp, ada pula Selaginella yang dapat menghasilkan dua jenis spora (heterospora).

Pada umumnya, Lycopsida adalah tumbuhan epifit atau tumbuhan menumpang pada tumbuhan lain. Akan tetapi, ada juga beberapa spesies lycopsida yang tumbuh di tanah hutan di wilayah daerah tropis.

3# Equisetopsida (Sphenopsida)

Equisetopsida juga disebut sebagai paku ekor kuda (horsetail). Ini dikarenkaan bentuk tumbuhan paku ini mempunyai bentuk percabangan batang yang khas yakni mengulir atau lingkaran sehingga terlihat mirip ekor kuda.

Tumbuhan paku jenis ini mempunyai bentuk daun mneyerupai kawat dengan susunan daun berupa satu lingkaran. Ciri ciri equisetopsida antara lain : mempunyai homospora pada bagian konus di ujung batangnya, mempunyai banyak daun, batangnya berongga dan memiliki ruas.

Equisetopsida memiliki silika yang terkonsentrasi pada bagian batang. Karena silica yang sifatkan keras dan kasar, tumbuhan ini sering dijadikan sebagai bahan penggosok.

4# Pteropsida

Pteropsida juga disebut sebagai paku sejati atau pakis. Pteropsida ini adalah kelompok tumbuhan paku yang sering ditemukan tumbuh di berbagai habitat. Kebanyakan pteropsida hidup di wilayah yang lembab. Jumlah tumbuhan paku jenis ini juga yang memiliki spesies paling banyak, karena sampai saat ini telah ditemukan lebih dari 12.000 spesies.

Ciri -ciri pterophyta adalah daunnya yang besar atau berbentuk lembaran serta majemuk (terbagi menjadi beberapa lembaran), tulang daun bercabang-cabang, serta memiliki sorus di bagian bawah daun. Selain itu, daun pteropsida yang masih muda akan menggulung (circinate).

Sporofit Pteropsida memiliki batang, akar dan daun. Ukuran batang pteropsida bervariasi, ada yang kecil dan ada yang besar seperti pohon. Ada pula anggota pterophyta ada yang mempunyai panjang hingga 9 meter. Batang Pteropsida berada di bawah permukaan tanah (rizom).