Kamis, 22 Juni 2017

Pengertian Gerhana serta Macam Macam Gerhana

Selamat datang di porosilmu.com, blog dengan sejuta pengetahuan yang siap menambah wawasan kawan-kawan semua. Kali ini pembahasan tertuju pada gerhana, disini kita akan mengetahui pengertian gerhana dan macam-macam gerhana. Penjelasannya sebagai berikut.

Pengertian Gerhana

gerhana merupakan fenomena alam yang terjadi karena bayang-bayang matahari dihalangi oleh bumi atau bulan. Hal tersebut terjadi ketika matahari memancarkan sinarnya dan terhalang oleh bumi maka akan membentuk bayang-bayang inti dengan bentuk seperti kerucut (umbra) sedangkan dibagian lain terdapat bayang-bayang kabur (penumbra).

Terjadinya gerhana bukan hal yang sering terjadi karena bidang orbit bulan tidak berhimpitan dengan jalur lintasan benda langit dalam mengelilingi titik pusat sistem tata surya (ekliptika) hal tersebut sering disebut sebagai simpul, sehingga hal tersebut membuat bumi, matahari, dan bulan tidak sering berada dalam satu garis lurus.

Pengertian Gerhana serta Macam Macam Gerhana

Macam - macam Gerhana 

Seperti yang kita ketahui bahwa gerhana dibedakan menjadi 2 jenis yaitu, gerhana matahari dan gerhana bulan. Maka untuk memperjelas wawasan kita mengenai gerhana, mari kita simak kelanjutannya sebagai berikut.

A. Gerhana Bulan 
Proses terjadinya gerhana bulan adalah ketika bumi berada ditengah-tengah matahari dan bulan dalam satu garis lurus, sehingga sinar matahari tidak bisa mencapai bulan karena terhalang oleh keberadaan bumi.

Berhimpitnya bidang orbit bumi dengan bidang orbit bulan menimbulkan gerhana, bahkan kenampakan alam ini hanya bisa terjadi kurang lebih dua kali dalam setahun ketika malam bulan purnama dan bulan bersinar penuh. 

Akan tetapi gerhana bulan jarang terjadi ketika bulan purnama karena bidang orbit bulan dan ekliptika bersilang sebesar lima derajat. Ketika fenomena gerhana terjadi bulan purnama akan memasuki area bayangan bumi (penumbra) dan (umbra).

Berdasarkan penelitian gerhana bulan masih terbagi kedalam tiga jenis yaitu, gerhana bulan total, gerhana bulan penumbra, dan gerhana bulan sebagian. Untuk penjelasannya simaklah bacaan dibawah ini.

1. Gerhana bulan sebagian: terjadi ketika sebagian bulan memasuki area bayangn umbra bumi dan sebagiannya memasuki area penumbra bumi. Maka akan menimbulkan gelap kemerahan dibagian permukaan bumi dan dibagian lain akan terlihan biasa.

2. Gerhana bulan penumbra: terjadi ketika bulan memasuki area penumbra bumi, maka akan menimbulkan suasana redup dibagian permukaan bulan. Fenomena ini tidak bisa disaksikan dengan mata telanjang, harus menggunakan alat khusus dalam mengamati fenomena tersebut.

3. Gerhana bulan total: terjadi ketika bulan berada di area umbra bumi, sehingga fenomena ini mengalami beberapa tahap yaitu ketika sebagian bulan memasuki area umbra bumi maka akan terjadi gerhana bulan sebagian dan seiring berjalannya waktu akan membentuk bulan sabit dan akan berkurang terus sebanyak bagian bulan yang memasuki umbra bumi hingga menjadi gerhana total. 

B. Gerhana Matahari
Gerhana matahari terjadi karena bulan melintas di tengah-tengah bumi dan matahari maka matahari terhalangi oleh bulan sehingga bayang-bayang bulan tertuju pada bumi yang menyebabkan bumi tertutup bayang-bayang bulan yang menyebapkan gerhana matahari. 

Fenomena gerhana matahari memiliki durasi yang singkat dibandingkan dengan gerhana bulan yakni gerhana bulan berdurasi 3 jam sedangkan gerhana matahari hanya berdurasi 10 menit. Singkatnya durasi gerhana matahari dikarenakan ukuran bulan yang  lebih kecil dibandingkan dengan bumi, yang membuat bumi bisa cepat untuk keluar dari area bayang-bayang bulan.

Meskipun bulan memiliki ukuran yang lebih kecil daripada matahari tetapi ada saatnya bayang-bayang bulan menutupi matahari yaitu ketika posisi bulan dekat dengan bumi. Gerhana matahari masih terbagi menjadi beberpa jenis yaitu :

1. Gerhana Matahari Sebagian: gerhana matahari tersebut terjadi ketika sinar matahari terpancar ke bumi yang tertutup oleh bayang-bayang penumbra bulan. Fenomena tersebut terjadi sangat unik dikarenakan, ketika gerhana matahari sebagian berlangsung maka akan terlihat cakram matahari tertutup oleh cakram bulan.

2. Gerhana Matahari Cincin: gerhana terjadi dikarenakan bumi meneruskan proses umbra yaitu bulan yang berada di titik paling jauh dari bumi. Fenomena gerhana tersebut memiliki ciri-ciri khusus yakni dengan adanya garis cahaya yang berbentuk lingkaran seperti cincin yang berlubang hitam di area tengahnya.

3. Gerhana Matahari Hibrida: gerhana tersebut terjadi ditengah-tengah proses berlangsungnya gerhana matahari cincin dan total. Dengan kata lain ketika satu titik di permukaan bumi, maka gerhana matahari total sedangkan jika muncul dititik lain merupakan gerhana bulan cincin. Maka gerhana hibrida sangat jarnag terjadi.

4. Gerhana Matahari Total: gerhana tersebut terjadi ketika sinar matahari yang tertuju untuk bumi terhalangi oleh bayang-bayang bulan. Sehingga kedudukan bumi, bulan serta matahari berada dalam satu garis lurus.

Fenomena gerhana matahari total hanya bisa dilihat menggunakan alat khusus tidak menggunakan mata telanjang dan gerhana matahari total termasuk gerhana yang jarang terjadi.

Senin, 19 Juni 2017

Pengertian Demokrasi, Ciri, dan Macam-macam

PENGERTIAN DEMOKRASI

Demokrasi merupakan perwujudan dari sistem pemerintahan yang didalamnya terdapat hak yang sama yang dimiliki oleh warga negaranya, baik dalam mengambil keputusan untuk mengubah tatanan kehidupan. Dengan kata lain demokrasi ini merupakan kekuasaan tertinggi dari  rakyat  dengan slogannya “ dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.”  Menurut Abraham Lincoln.

Terdapat banyak pengertian tentang demokrasi yang kita ketahui, secara mendasar  kata Demokrasi terdiri dari 2 kata yakni “demos“  dan ”kratos“ yang berasal dari bahasa yunani, kata demos memiliki makna rakyat,  sedangkan kata kratos memiliki makna pemerintahan, keduannya bisa disimpulkan bahwa secara umum  demokrasi merupakan sebuah sistem pemerintahan dimana rakyatlah yang memiliki kekuasaan tertinggi.

Pengertian Demokrasi, Ciri, dan Macam-macam

Untuk menambah wawasan mengenai demokrasi dibahwa ini  terdapat beberapa pengertian dari demokrasi menurut para ahli, antara lain:
  1. Abraham Lincoln, sebelumnya diatas sudah disinggung bahwa pengertian demokrasi menurut Abraham Lincoln adalah : “ dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.”
  2. Sidney Hook, yang mengungkapkan bahwa demokrasi merupakan pemerintahan dimana kepentingan manyoritas dengan berdasarkan hak yang akan diberikan kepada seluruh rakyat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan secara langsung ataupun tidak langsung.
  3. Aristoteles,  mengatakan bahwa demokrasi merupakan kebebasan untuk seluruh warga negara dalam pembagian kekuasaan, dengan kata lain setiap warga negara setara dalam jumlah, yakni jika terdapat satu individu, dalam sistem demokrasi tidak terdapat penilaian tentang tingginya nilai individu tersebut, karena setiap warga negara sama.
  4. Samuel Hutington, berpendapat bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan dimana para pemegang kekuasaan di negara tersebut melakukan pemilihan secara umum, adil, dan jujur. Dengan kata lain rakyat yang berpartisipasi boleh melakukan persaingan secara sehat, dan seluruh rakyat memiliki hak yang sama dalam proses pemilihan.


CIRI - CIRI PEMERINTAHAN DALAM DEMOKRASI

Dalam pelakasanaannya sebuah pemerintahan yang didasari oleh sistem demokrasi dengan yang tidak didasari oleh sistem demokrasi sangatlah berbeda, maka dibawah ini adalah ciri-ciri dari sebuah pemerintahan yang didasari oleh sistem demokrasi sebagai berikut :
  1. Kehendak dan kepentingan warga negara merupakan acuan dari pemerintahan tersebut.
  2. Terdapatnya ciri konstitusional yang berhubungan dengan kepentingan, kekuasaan, dan kehendak warga negaranya secara menyeluruh diwujudkan dalam konstitusi dan undang-undang negara tersebut.
  3. Terdapatnya ciri kekuasaan dimana adanya pembagian dan pemisahan kekuasaan serta hak otonomi.
  4. Terdapatnya ciri pemilihan umum, dengan dilaksanakannya praktik politik dalam memilih pihak untuk pemerintahan.
  5. Terdapatnya ciri kepartaian, dalam negara demokrasi partai merupakan sarana untuk memperlancar pelaksanaan sistem demokrasi.
  6. Terdapatnya ciri tanggung jawab, dalam kasus ini adanya partisipasi rakyat yang telah dipilih agar bertanggung jawab dalam pelaksanaan sistem demokrasi.
  7. Terdapatnya ciri perwakilan, dalam pelaksanaannya untuk mempermudah penyaluran aspirasi maka kedaulatan rakyat harus diwakilkan oleh beberapa orang yang terpilih dari rakyat itu sendiri.


MACAM - MACAM DEMOKRASI

Dalam kenyataannya demokrasi yang diterapkan dimasing-masing negara memang berbeda-beda tergantung dari pedoman yang dianut oleh negara tersebut, berikut macam-macam demokrasi yang dibagi berdasarkan beberapa kategori.

1. Demokrasi berdasarkan proses penyaluran aspirasi rakyat.
a. Demokrasi Langsung atau Direct Democracy
Demokrasi ini melibatkan partisipasi rakyat secara langsung untuk mengambil keputusan dalam suatu negara. Contohnya partisipasi rakyat dalam menyampaikan pendapat secara langsung dalam rapat dan partisipasi rakyat dalam mengikuti pemilihan umum.

b. Demokrasi Tidak Langsung atau Indirect Democracy
Sistem demokrasi tersebut membebaskan rakyatnya untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan negara, akan tetapi dilakaksanakan secara tidak langsung dengan kata lain dalam kumpulan rakyat harus mengirimkan wakil yang dipercya untuk dijadikan sebagai sarana seluruh rakyat untuk menyampaikan aspirasi rakyat.

2. Demokrasi berdasarkan Prinsip Ideologi
a. Demokrasi Liberal atau Demokrasi Konstitusi
Demokrasi Liberal ini cenderung bersifat individual karena keputusan yang diambil hanya berdasarkan hak individu suatu warga negara. Dengan kata lain kekuasaan tertinggi dipegang oleh individu itu sendiri, bahkan pemerintah tidak memiliki wewenang untuk ikut campur mengurus kehidupan bermasyarakat dalam kasus ini pemerintah memiliki kekuasaan yang terbatas. Bahkan demokrasi ini dalam sistem pemerintahanya hanya dibatasi oleh konstitusi saja.

b. Demokrasi Komunis
Dalam pelaksanaan sistem demokrasi ini pemerintah lebih mendominasi dan memegang kekuasaan tertinggi. Demokrasi ini berbanding terbalik dengan demokrasi liberal karena demokrasi komunis ini pemerintah memiliki kekuasaan yang tidak terbatas dalam mengatur  kehidupan bermasyarakat. Kekuasaan pemerintah dalam demokrasi komunis ini bersifat totaliter sehingga keputusan pemerintah tidak bisa digugat dan dibantah oleh hak individu.

c. Demokrasi Pancasila
Sistem demokrasi ini bisa menjadi penengah bagi negara yang tidak menganut sistem demokrasi liberal dan komunis, karena demokrasi ini tidak mementingkan kepentingan individu ataupun memberikan kekuasaan sepenuhnya kepada pemerintah.

Salah satu negara yang menggunakan demokrasi pancasila adalah Indonesia, demokrasi ini didasari oleh nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.

3. Demokrasi berdasarkan Tingkat Fokus Perhatiannya
a. Demokrasi Formal
Demokrasi ini dalam pelaksanaannya lebih cenderung fokus terhadap dunia politik tanpa mengurangi kesenjangan ekonomi.

b. Demokrasi Material 
Demokrasi Material terfokus terhadap perkembangan bidang ekonomi tanpa menimbulkan kesenjangan politik.

c. Demokrasi Gabungan
Demokrasi ini merupakan perpaduan antara demokrasi formal dan Material yakni fokus terhadap bidang politik dan ekonomi secara seimbang. Indonesia juga menggunakan sistem demokrasi gabungan ini.

PRINSIP - PRINSIP DALAM DEMOKRASI 

Dalam pelaksanaannya demokrasi memiliki beberapa prinsip yang menjadi pedomannya untuk dilaksanakan oleh seluruh rakyat yang berpartisipasi, yakni:
  1. Kedudukan yang setara bagi setiap warga negara, dengan artian bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam pelaksanaan politik.
  2. Terdapatnya partisipasi oleh warga negara dalam mengambil keputusan politik.
  3. Adanya kebebasan yang diterima, diakui, dan dipakai oleh setiap warga neagara.


KEKURANGAN DAN KELEBIHAN SISTEM DEMOKRASI

Tentunya sesuatu yang ada dan diterapkan untuk kepentingan orang banyak akan memiliki 2 penilaian setelah dilaksanakan yaitu kekurangan dan kelebihan, begitu juga dengan sistem demokrasi yang memiliki kekurangan dan kelebihan antara lain sebagai berikut :

Kekurangan Sistem Demokrasi
  1. Beberapa ahli beranggapan bahwa kesetaraan hak dianggap tidak adil karena setiap individu memiliki pengetahuan yang berbeda dibidang politik.
  2. Adanya Pemilihan Umum yang terus berlanjut dianggap menurunkan fokus pemerintah yang menjabat saat itu, karena mereka beranggapan untuk masalah yang belum selesai dianggap tugas yang harus ditangani oleh pemerintah selanjutnya.
  3. Media memiliki pengaruh besar terhadap tingkat kepercayaan rakyat.


Kelebihan Sistem Demokrasi
  1. Dengan adanya demokrasi kesetaraan hak bisa membuat rakyat berpartisipasi dalam sistem politik.
  2. Demokrasi dianggap bisa mencegah adanya monopoli kekuasaan.
  3. Dalam menentukan pemimpin yang akan memegang kekuasaan akan dilaksanakan proses Pemilihan Umum berdasarkan kehendak rakyat secara demokrasi.

Minggu, 18 Juni 2017

Perjanjian Internasional: Pengertian, Tahap, dan Macamnya

Selamat datang di blog porosilmu.com blog dengan banyak informasi mengenai pendidikan untuk membantu kesulitan dalam memahami informasi. Kali ini terdapat pembahasan yang menarik mengenai perjanjian internasional. Mari kita simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian

Seperti yang kita ketahui bahwa dalam sebuah negara akan memerlukan bantuan dari negara lain demi kelancaran bersama. Maka seringlah terjalin hubunga internasional yang melibatkan berbagai negara untuk membuat perjanjian internasional  sebagai ketentuan dalam menjalakan kerja sama. 

Dalam bekerjasama dengan negara lain tidak semudah yang dibayangkan karena hal tersebut membutuhkan proses yang cukup rumit dan dilaksanakan secara formal karena hubungan tersebut bersangkutan dengan masing-masing negara yang menjalin hubungan internasional. 

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai perjanjian internasional maka kita simak terlebih dahulu pengertian dari perjanjian internasional.

Perjanjian Internasional: Pengertian, Tahap, dan Macamnya

Perjanjian internasional adalah sebuah kesepakatan dalam mengadakan hubungan internasional yang dilandasi hukum yang berlaku antara negara yang menjalin hubungan bersama untuk mengatur dan memberikan batasan dalam melaksanakan perjanjian guna memperlancar kelangsungan negara.

Dan dibawah ini terdapat beberapa pendapat dari berbagai ahli mengenai perjanjian internasional yaitu :

a. G. Schwarzenberger
Perjanjian internasional merupakan sebuah kesepakatan yang terdiri dari beberapa subjek hukum internasional ( lembaga internasional dan negara ) yang mewajibkan berlakunya tanggung jawab yang mengikat dalam sebuah hukum internasional. Perjanjian tersebut bisa bersifat bilateral dan multilateral. 

b. Mochtar Kusumaatmadja, SH. LL. M.
Perjanjiaan Internasional merupakan kesepakatan yang berlangsung antarnegara dengan tujuan untuk membina hubungan persahabatan sehingga menimbulkan akibat dari hukum tertentu.

c. Academy of Science of USSR
Perjanjian Internasional merupakan kesepakatan yang diumumkan secara formal kepada kedua belah pihak yang mengadakan perjanjian untuk menginformasikan mengenai persetujuan, pembatasan, serta perubahan sebuah hak dan kewajiban masing-masing negara secara timbal balik.

d. Oppenheimer – Leuterpacht
Perjanjian Internasional merupakan kesepakatan bersama antara kedua belah pihak atau lebih yang mengadakan perjanjian tersebut sehingga menciptakan adanya hak dan kewajiban diantara masing-masing pihak.

e. Konferensi Wina tahun 1969
Perjanjian Internasional merupakan kesepakatan yang dilaksanakan beberapa pihak ( negara ) dengan tujuan untuk menciptakan adanya akibat hukum tertentu untuk mengatur dan memberi batasan tentang perjanjian yang berlaku.

Jika dilihat dari segi norma yang diterapkan, maka setiap negara yang mengadakan perjanjian internasional wajib bertanggung jawab mengenai hasil dari perjanjian tersebut tanpa keberatan atau melanggar.

f. Berdasarkan UU No.24 tahun 2004
Perjanjian Internasional merupakan perjanjian dalam bentuk dan nama yang khusus dengan hukum interasional sebagai dasarnya sehingga perjanjian tersebut dibuat secara tertulis dan menciptakan adanya hak dan kewajiban di mata hukum.

Pengelompokan

Perjanjian Internasional dapat dikelompokan kedalam beberapa kategori, yaitu :
1. Menurut Subjeknya
a. Subjek Hukum Internasional : Perjanjian yang disetujui banyak pihak negara.
b. Perjanjian dengan banyak negara dan subjek hukum internasional lain.
c. Perjanjian antara subjek hukum internasional selain negara yaitu dengan organisasi.

2. Menurut Isinya 
a. Perjanjian Segi Politis : pakta pertahanan dan kedamaian
b. Perjanjian Segi Hukum : Status kewarganegaraan
c. Perjanjian Segi Batas Wilayah : Laut teritorial
d. Perjanjian Segi Ekonomi : Bantuan keamanan
e. Perjanjian Kesehatan : Penanggulangan wabah penyakit

3. Menurut Proses Pembuatan
a. Perjanjian sederhana : sebuah perjanjian yang dibuat melalui jalur perundingan lalu penandatangan.
b. Perjanjian penting : sebuah perjanjian yang dibuat melalui jalur perundingan, penandatangan, kemudian dilakukan ratifikasi.

4. Menurut Fungsi 
a. Perjanjian khusus : sebuah perjanjian yang menicptakan adanya hak dan kewajiban antara masing-masing pihak yang melakukan perjanjian.
b. Perjanjian membentuk hukum : sebuah perjanjian dimana hukum untuk seluruh masyarakat internasional bersifat multilateral dan terbuka untuk pihak ketiga.

Proses

Dalam membuat perjanjian internasional membutuhkan proses yang tidak mudah maka pembentukan perjanjian tersebut membutuhkan proses yang cukup lama, yaitu:

1. Negotiation ( Perundingan )
Proses ini merupakan tahapan awal dalam membuat perjanjian yaitu mendiskusikan hal apa saja yang akan menjadi hak dan kewajiban masing-masing pihak, maka dalam hal ini tiap negara wajib mengirimkan wakilnya untuk melakukan perundingan bersama dengan syarat membawa surat kuasa penuh.

2. Signature ( Penandatangan )
Tahap selanjutnya merupakan penandatangan perjanjian yang sudah disepakati, penandatangan perjanjian internasional dilakukan oleh kepala pemerintah atau menteri luar negeri . sedangkan untuk perjanjian multilateral maka hanya membutuhkan persetujuan setidaknya 2/3 dari anggota yang hadir, akan tetapi perjanjian tersebut belum bisa diberlakukan jika tidak dilakukan pengesahan oleh masing-masing negara.

3. Ratification ( Pengesahan )
Setelah dilakukan penandatangan perjanjian maka akan dilakukan pengesahan agar perjanjian tersebut sah dan bisa diberlakukan di masing-masing negara. 

Pengesahan perjanjian internasional dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu:
a. Pengesahan dengan Badan Eksekutif : diterapkan dinegara dengan sistem pemerintahan raja absolut atau secara otoriter.
b. Pengesahan dengan Badan Legeslatif : sistem tersebut sangat jarang digunakan dalam proses ratifikasi.
c. Pengesahan Campuran oleh Badan Eksekutif dan Legeslatif : sistem ini sangat banyak diterapkan dalam proses ratifikasi karena kedua badan tersebut sangat berperan dalam proses ratifikasi perjanjian.

Jenis

Perjanjian yang dilakukan dengan negara lain atau dengan organisasi  bisa dikelompokan dalam bentuk perjanjian bilateral dan multilateral.

1. Perjanjian Bilateral  adalah perjanjian yang mengatur kerjasama antar dua belah pihak negara. Perjanjian tersebut diadakan untuk mengatur kelancaran kedua negara tersebut yang saling membutuhkan, maka tak jarang kalau perjanjian tersebut bersifat tertutup dan tidak bisa dipublikasikan secara luas.

Contoh dari perjanjian bilateral adalah perjanjian yang diadakan pada tahun 1955  oleh Indonesia dengan RRC, dengan tujuan menyelesaikan masalah Dwi Kewarganegaraan.

2. Perjanjian Multilateral adalah perjanjian yang mengatur kerjasama antara dua negara atau lebih untuk mengatur kelangsungan antara pihak yang menjalankan perjanjian dengan negara lain yang tidak terlibat dalam perjanjian. Hubungan internasional ini berbeda dengan hubungan bilateral yang bersifat tertutup justru hubungan multilateral bersifat terbuka.

Contoh dari perjanjian multilateral adalah perjanjian tahun 1961, yang dilaksanakan oleh Indonesia dalam konferensi Wina mengenai Hubungan Diplomatik.

Sabtu, 17 Juni 2017

Macam - Macam Metode Sosiologi

Metode Sosiologi Umum
Secara umum metode yang dilakukan untuk melakukan penelitian dalam sosiologi dibedakan menjadi dua kelompok yaitu, metode kualitatif dan kuantitatif.

a. Metode Kualitatif adalah metode yang digunakan dalam penelitian tetapi cenderung mementingkan sesuatu yang sulit atau tidak bisa diukur secara akurat menggunakan angka tetapi pada kenyataannya terjadi dikalangan masyarakat. Dalam pengelompokannya hasil dari penelitian tersebut tidak bisa diterangkan secara sistematis.

b. Metode Kuantitatif adalah metode yang digunakan dalam melakukan penelitian dengan angka yang dijadikan dasar pengkajian menggunakan skala matematis tanpa melakukan penelitian sosiologi untuk menguasai ilmu statistik yang tinggi. 

Metode kuantitatif menggunakan layaknya tabel, diagram,  grafik, serta uji statistik.  Metode ini hanya memerlukan ilmu matematis secara sederhana hanya menghitung rata-rata, frekuensi, dan menjabarkan tabel, dll. 

Macam - Macam Metode Sosiologi

Metode Sosiologi Khusus
Menurut Soerjono Soekanto (1986), sosiologi merupakan ilmu untuk menjabarkan dan menyaksikan peristiwa sosial yang terjadi dikalangan masyarakat.  Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode ilmiah untuk mempertanggung jawabkan hasil ilmiahnya. 

a. Metode Statistik merupakan petunjuk suatu hubungan atau pengaruh suatu kualitas, serta memperkecil prasangka individu dari sebuah pihak.
Contoh dari metode statistik : menggunakan tabel untuk melakukan penelitian untuk mendapatkan hasil kuantitatif.

b. Metode studi kasus merupakan sarana untuk melakukan penelitian mengenai kebenaran peristiwa. Metode ini melalui beberapa tahap seperti mengamati individu, kelompok, dan kondisi. Metode ini memerlukan wawancara, quisioner, serta teknik dalam keterlibatan peneliti dalam masalah.

c. Metode studi pustaka merupakan metode dalam pengumpulan datanya memerlukan bantuan berbagai buku literatur yang tentunya tidak membutuhkan biaya besar dalam melakukan penelitian hanya memanfaatkan adanya perpustakaan dengan cara mencari topik yang sesuai dengan apa yang akan dibahas.

d. Metode survei lapangan, metode ini menerapkan secara turun dan langsung mengarah kelingkungan masyarakat untuk mengumpulkan data akurat.

e. Metode Eksperimen merupakan  metode untuk membandingkan suatu hasil percobaan dalam dua kelompok. Salah satu kelompok berperan sebagai eksperimen dan yang lainnya menjadi kontrol.

f. Metode empiris dan rasionalistis
Empiris: metode dengan fakta sebagai dasar untuk mengumpulkan data.
Rasionalistis: metode dengan logika atau akal sehat sebagai dasar pengumpulan data peninjauan mengenai masalah dalam bermasyarakat.

g. Metode Deduktif merupakan metode untuk mempelajari sesuatu yang bersifat umum agar menghasilkan kesimpulan secara khusus.

h. Metode Induktif merupakan metode untuk mempelajari sesuatu yang bersifat khusus agar menghasilkan kesimpulan secara universal.

i. Metode fungsionalisme merupakan metode untuk mengukur nilai fungsi suatu lembaga masyarakat serta struktur sosial masyarakat.

j. Metode Partisiasi merupakan metode dengan melakukan berbagai penelitian mengenai kelompok tertentu, pada kasus ini peneliti harus berperan aktif dalam kehidupan suatu kelompok yang diamati dengan tujuan memperoleh data.

Jumat, 16 Juni 2017

Seni: Pengertian, Fungsi, Unsur, dan Cabang - Cabangnya

PENGERTIAN SENI

Pada awalnya seni sering diangap sebagai sesuatu yang terkesan indah, halus, dan luhur. Dengan adanya perkembangan zaman banyak ahli seni yang berpendapat mengenai pengertian seni yang sesungguhnya berdasarkan pengalaman dan ekspresi mereka yang memiliki nilai estetika sehingga menjadikannya sebagai media komunikasi manusia.

Berikut adalah beberapa pendapat mengenai pengertian seni oleh beberapa ahli dari zaman ke zaman :
  1. Menurut Plato yang merupakan seorang filosof Yunani ( 428 – 348 SM ) berpendapat bahwa seni merupakan hasil tiruan dari alam atau yang sering disebut sebagai art imitator natural. 
  2. Kemudian disusul dengan pendapat Bendetto Croce ( abad ke - 19 ) yakni seni merupakan ungkapan dari apa yang dirasakan.
  3. S. Sugjojo yang berprofesi sebagai pelukis ternama dari Indonesia mengatakan bahwa seni merupakan jiwa yang terlihat.
  4. Ki Hajar Dewantoro, Seni merupakan seluruh aktivitas manusia yang muncul dari perasaan yang hidup dan memiliki nilai estetika sehingga bisa menggerakan jiwa perasaan manusia.


Seni: Pengertian, Fungsi, Unsur, dan Cabang - Cabangnya

SIFAT - SIFAT DASAR SENI

Seni juga memiliki beberapa sifat yang mendasar sebagai ciri khasnya antara lain sebaga berikut :
  1. Kreatif, seni terkenal dengan kreatifitasnya karena belum pernah diciptakan sebelumnya atau sebagai hal baru.
  2. Ekspresif, karya seni mempunyai emosi yang tampak sehingga bisa menarik perhatian orang lain.
  3. Universal, karya seni diciptakan sebagai wujud dedikasi kepada masyarakat sepanjang zaman.
  4. Individualistis, karya seni diciptakan untuk mengekspresikan perasaan penciptanya sehingga bisa menimbulkan ciri khas dari pencipta itu sendiri.
  5. Abadi, sebuah karya seni yang diciptakan akan bersifat abadi meskipun suatu saat nanti penciptanya sudah meninggal namu hasil karyanya akan tetap memiliki nilai estetis.


FUNGSI - FUNGSI SENI

Terciptanya sebuah karya seni merupakan cerminan dari perasaan sang penciptanya tentunya hal tersebut memiliki tujuan tersendiri. Bahkan seni juga memiliki fungsi yang sangat berperan dan fungsi tersebut terbagai menjadi 2 yaitu : 

1. Fungsi Individual Seni
Dalam fungsi ini masih terbagi menjadi dua bagian yaitu fungsi dalam memenuhi kebutuhan fisik dan kebutuhan emosional. 

a. Seni sebagai alat pemenuh kebutuhan fisik
Maka seni berperan untuk memenuhi kebutuhan fisik manusia, dalam hal ini sering disebut seni terapan. Contohnya seorang desainer perhiasan menciptakan sebuah kalung dengan model yang elegan maka banyak orang yang akan tertarik untuk membelinya maka dalam kasus ini seni memenuhi kebutuhan fisik manusia.

b. Seni sebagai alat pemenuh kebutuhan emosional manusia.
Seni adalah media untuk mengekspresikan perasaan penciptanya, sehingga bisa menimbulkan daya tarik para apresiator yang menikmati seni tersebut. Dalam hal ini pencipta seakan-akan menceritakan  apa yang sudah ia rasakan.

2. Fungsi Sosial Seni
Dalam fungsi sosial seni terbagi menjadi empat bagian, antara lain :

a. Seni adalah media pendidikan
Dalam proses pembelajaran tidak selalu mengedepankan penyampaian secara formal terkadang banyak pihak yang menggunakan seni sebagai media pembelajaran sehingga proses penyampaian pelajaran tidak membosankan.

b. Seni adalah media hiburan
Fungsi utama dari seni adalah sebagai hiburan bagi penikmat seni, sehingga seni bisa membawa kebahagiaan bagi penikmatnya.

c. Seni adalah media agama
Pada zaman dahulu dalam penyebarannya agama juga menggunakan seni untuk mempermudah penyebaran agama keberbagai daerah, contohnya dalam melakukan dakwah juga menggunakan seni agar mudah dalam proses penyampaiannya, bukan hanya itu bahkan dalam membaca Al-Quran juga terdapat seni yakni irama dalam membacanya, dan terdapat nasyid yang bertujuan untuk menyampaikan ajaran agama akan tetapi menggunakan syair sehingga terlihat seninya.

d. Seni adalah media penerangan
Terkadang dalam menyampaikan sebuah pemahaman kepada orang lain akan mudah dimengerti apabila penyampaiannya tersebut menyenangkan dan berbeda dari sebelumnya, maka seni diterapkan dalam penyampaian tersebut.

CABANG DARI SENI

Seni mengalami perkembangan yang cukup pesat seiring dengan berjalanya waktu seni terus berkembang dari faktor waktu, pemahaman, dan kebutuhan manusia. Maka di zaman ini banyaknya seni baru yang diciptakan oleh generasi baru, maka dari itu Oswald Kulpe membagi seni dalam beberapa cabang yaitu :

1. Visual Art (melalui pengelihatan)
Dalam menikmati seni tersebut mementingkan indra pengelihatan sebagai media pengapresiasian karya seni. Dalam visual art ini seni masih terbagi menjadi tiga yaitu, seni dua dimensi, tiga dimensi, serta seni integral.

a. Seni dua dimensi: merupakan seni yang memiliki panjang dan lebar saja, seni ini mementingkan indra pengelihatan kita. Seni dua dimensi bisa dibedakan antara seni dua dimensi tanpa gerak atau seni rupa layaknya sebuah lukisan dan seni dua dimensi dengan gerak atau seni perfilman.

b. Seni tiga dimensi: Seni tiga dimensi adalah seni dengan ukuran panjang, lebar, dan tinggi atau dengan kata lain seni tersebut memiliki volume, seni tiga dimensi juga dibagi menjadi seni tiga dimensi tanpa gerak yaitu seni pahat dan ukir, serta seni tiga dimensi dengan gerak yaitu seni tari dan pantonim.

c. Seni Integral: seni ini perpaduan antara tekstur dan bentuk contohnya arsitektur.

2. Auditory Art (melalui pendengaran)
Seni ini mementingkan indra pendengaran dalam menikmati sebuah karya seni, karena seni tersebut didominasi oleh suara. Auditory art terbagi dalam tiga bentuk yaitu :

a. Seni Kata: seni ini berisi ribuan kata yang memiliki nilai estetika sehingga ketika dirancang dan disempurnakan akan menjadi karya tulis yang indah, maka seni ini harus disampaikan secara lisan  kepada penikmat seni. Contohnya sajak, novel, dan cerpen.

b. Seni nada: seni ini didominasi kumpulan not yag nantinya akan menghasilkan bunyi yang indah. Seni ini terbagi dalam musik  instrumental tunggal ( biola, piano, gitar ) dan musik instrumental gabungan ( orkestra dan band )

c. Seni Integral: seni ini merupakan perpaduan antara kata dan nada, keduanya dirancang sedemikian rupa hingga menghasilkan seni yang bisa dinikmati. Contohnya lagu, tembang, dan musikalisai puisi.

3. Auditory & Visual Art
Seni ini merupakan perpaduan antara visual dan audiotory art, maka dalam menikmati seni tersebut dibutuhkan indra pengelihatan dan pendengaran. Seni tersebut terbagi dalam tiga jenis antara lain :
a. Seni dengan gerak dan nada : tarian dan dance
b. Seni dengan gerak, mimik, dan kata : teater dan drama
c. Seni dengan gerak, mimik, kata, serta nada : opera

Pada dasarnya cabang seni yang lebih umum terbagi menjadi lima cabang yaitu, seni rupa, seni gerak, seni musik, seni teater. 

1. Seni rupa adalah seni yang terdiri dari seni dua dimensi dan seni tiga dimensi, seni rupa dibagi menjadi kedalam dua kelompok yakni seni rupa terapan yang merupakan seni yang dihasilkan tidak terlalu mementingkan nilai estetisnya akan tetapi lebih mengutamakan nilai ergonomisnya untuk bisa dimanfaatkan sehari-hari, contohnya kincir angin, tas, gelang, dll  dan seni rupa murni yang merupakan seni yang dihasilkan dengan mementingkan nilai estetisnya agar menciptakan sensasi yang memukau bagi apresiatornya, contohnya patung, lukisan, relief, dll.

Tentunya dalam seni rupa terdapat beberapa unsur yang mendasar, disana terdapat delapan unsur dasar dalam seni rupa yaitu titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang. 

Dengan adanya unsur tersebut maka sebuah seni bisa diciptakan dengan beragam bentuk dan bukan hanya mementingkan unsur dasar saja akan tetapi dalam pembuatannya harus memperhatikan beberapa prinsip seni rupa diantaranya kesatuan, keselarasan, penekanan, irama, gradasi, proporsi, keserasian, komposisi, keseimbangan, serta aksentuasi.

2. Seni Gerak adalah seni yang bersifat tiga dimensi dengan didominasi gerak tubuh dari manusia atau yang sering disebut dengan tarian , tarian bukan hanya sekedar gerak yang timbul dari penari akan tetapi memiliki makna yang tersirat disetiap gerakannya karena gerakan tersebut tercipta karena penciptanya ingin mengekspresikan perasaannya kemudian diperhalus dengan nilai estetika.

Nah, seni tari bukan hanya terdiri dari seni tari saja tetapi masih terbagi menjadi empat jeis tari yaitu seni tari tradisional, seni tari klasik, seni tari kreasi baru dan seni tari modern yang sangat digemari oleh generasi sekarang misalnya dance, shuffle, capoera, dll. 

Tentunya seni tari juga memiliki beberapa unsur yang menjadi tolak ukur dalam penciptaannya, dan unsur seni tari terbagi menjadi dua antara lain :

a. Unsur keindahan
Unsur keindahan ini adalah unsur-unsur yang mempertimbangkan nilai estetikanya sehingga bisa memukau penikmat seni. Unsur keindahan ini terdiri dari gerakan, tema, tata rias, tata busana, iringan ( internal atau eksternal ), panggung.

b. Unsur Penilaian Tari
Unsur tersebut cenderung kepada tingkat penilaian atau penghayatan dari seni tersebut yang akan disajikan. Unsur tersebut terdiri dari wiraga, wirasa, wirama.

3. Seni Musik adalah seni yang dalam penciptaannya melalui media bunyi untuk menyalurkan ekspresi penciptanya, seni ini didominasi dengan bunyi. Kata seni musik itu sendiri berasal  dari bahasa inggris yatu music dan bahasa Belanda muziek. Musik juga terbagi dalam beberapa jenis yaitu  musik tradisional, klasik, blues, jazz, pop, rock, R&B, dll. 

Bukan hanya itu, banyak ahli sejarah yang mengatakan bahwa seni musik adalah kumpulan dari nama dewi kesenian yaitu musae yang berasal dari Yunani Purba. Seni musik memiliki beberapa unsur dasar yaitu :
a. Vokal: kumpulan beberapa nada yang disajikan dengan bantuan suara manusia sehingga penyanyi tersebut harus pandai dalam menghayati lagu yang dinyanyikan.
b. Instrumental: kumpulan dari berbagai nada yang disajikan dengan bantuan alat musik yang dibutuhkan baik tunggal atau gabungan. 

4. Seni Sastra adalah seni yang terdiri dari kumpulan ide dan imajinasi yang timbul dari sang pencipta untuk mengekspresikan diri ataupun peristiwa dalam bentuk naskah atau tulisan. 

Seni  Sastra mempunyai arti mengajar, memberi petunjuk, dan mengarahkan dalam bahasa indonesia. Dan terdapat pendapat dari Fananie bahwa sastra merupakan karya seni yang mencerminkan kehidupan. 

Dalam seni ini terdapat bermacam-macam seni yaitu sajak, puisi, pantun, cerpen, novel dan prosa. Bahkan bahasa antara satu karya dengan yang lain sangatlah berbeda tergantung penciptanya yang memilih gaya bahasanya sendiri dalam mengekspresikan jiwanya sehingga menjadikannya sebagai ciri khas.

Seni sastra memiliki pedoman dasar dalam penciptaannya sehingga karya yang dihasilkan sesuai dengan kaidah yang berlaku yaitu ide atau gagasan, perasaan, pengalaman, kepercayaan, ekspresi, dan semangat.

5. Seni Teater adalah seni yang merupakan gabungan dari beberapa cabang seni, seni ini memiliki gerak tubuh, suara, kata, dan iringan tersendiri dalam penyajiannya sehingga seni tersebut sangat lengkap. 

Seni teater terbagi dalam beberapa jenis yaitu :
a. Seni Teater lama
b. Seni Teater Baru
c. Seni Teater Komedi
d. Seni Teater Sendratasik ( seni drama dan musik )

Dan seni teater memiliki beberapa unsur yang mendominasi dalam penciptaannya, antara lain Naskah, sutradara, pemain, properti, penataan, serta penonton.

Kamis, 15 Juni 2017

Pancasila sebagai Ideologi Bangsa

Kali ini blog porosilmu.com memiliki pembahasan yang menarik dan tidak kalah penting dari tema yang lain, yaitu mengenai Pancasila sebagai Ideologi Bangsa. Seperti yang kita ketahui peran Pancasila bagi bangsa kita ini sangat penting. Maka kita simak terlebih dahulu mengenai pengertian dari ideologi.

Pancasila sebagai Ideologi Bangsa

Pengertian

Ideologi merupakan kumpulan dari berbagai konsep yang memiliki sistem sehingga dijadikan sebagai pedoman untuk mencapai  tujuan bangsa.

Dan bangsa indonesia menjadikan Pancasila sebagai ideologi dengan arti bahawa Pancasila merupakan konsep yang dijadikan pedoman dalam mencapai tujuan bangsa dalam membina kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Pancasila diterapkan disegala bidang dan lapisan masyarakat Indonesia, karena masyarakat indonesia terdiri dari beragam suku bangsa, budaya, serta agama maka untuk menyatukannya dibutuhkan Pancasila agar dalam mencapai tujuan bersama seluruh masyarakat bisa rukun, dinamis, damai, dan kuat. 

Berbicara mengenai tujuan bangsa terdapat di pembukaan UUD Th. 1945, yaitu:
1. Melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia
2. Memajukan kesejahteraan umum
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa
4. Ikut melaksanakan ketertban dunia yang berdasarkan kemerdekaan abadi dan keadilan sosial.

Nah, sekarang sudah mengetahui beberapa tujuan bangsa. Maka untuk mencapainya kita harus bekerja keras untuk mematuhi aturan dan hukum yang berlaku di negara kita.

Fungsi Pancasila

Pancasila memiliki fungsi yang sangat penting sebagai ideolog bangsa, maka kali ini pembahasan akan menuju kepada fungsi Pancasila sebagai ideologi bangsa. Berikut merupakan fungsi-fungsi Pancasila sebagai ideologi bangsa.

1. Pancasila adalah ideologi pemersatu
Seperti yang kita ketahui bahwa bangsa indonesia memiliki masyarakat dengan beragam suku bangsa maka untuk mempersatukan seluruh masyarakat indonesia digunakanlah Pancasila. Sehinga Pancasila dijadikan dasar dalam membina hubungan dengan masyarakat luas yang berbeda suku, agama, ras, dll. Hal tersebut bertujuan agar tidak tidak terpecah belah antara satu dengan yang lain.

Dalam hal ini Pancasila memiliki gagasan untuk membangun karakter warga negaranya yang berbeda-beda atau yang sering disebut sebagai “Pancasila membangun karakter bangsa“  sehingga bisa menimbulkan jati diri yang sesungguhnya.

2. Pancasila adalah ideologi terbuka
Dengan kata lain bahwa Pancasila bisa mengembangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila itu sendiri untuk dijadikan sebagai pedoman yang lebih baik sesuai perkembangan zaman. Meskipun bersifat terbuka akan tetapi Pancasila tidak bisa dirubah secara keseluruhan. Pancasila hanya dapat dikembangkan dan diterapkan sesuai kaidah yang berlaku seiring dengan perkembangan zaman.

3. Pancasila adalah ideologi pembangunan
Pancasila harus bisa menjadi dorongan dan pedoman bagi rakyatnya, dan Pancasila juga harus memiliki potensi untuk menjadi pedoman yang bisa membangun bangsanya menjadi bangsa yang utuh dan kuat baik dari segi ekonomi, teknologi, sumber daya manusia dan fisik lainnya.

Hal yang paling berpengaruh terhadap perkembangan suatu bangsa adalah potensi dari sumber daya manusia yang dimiliki, maka Pancasila harus mampu memberikan nilai-nilai luhur agar warga negaranya bisa menjadikannya sebagai contoh yang baik. Akan tetapi banyak pula yang menganggap bahwa Pancasila hanya sekedar formalitas dalam sebuah negara, dan tidak sedikit pula generasi muda yang menyelewengkan nilai-nila Pancasila. Contohnya mereka hanya menganggap Pancasila ada ketika dibacakan dalam upacara bendera setiap hari senin.

Pancasila bukan hanya memiliki 3 fungsi diatas saja tetapi masih banyak fungsi sebagai ideologi bangsa, yaitu :
1. Sebagai pedoman dalam memajukan bangsa
2. Pancasila sebagai petunjuk untuk meraih cita-cita bangsa
3. Pancasila menjadi pedoman untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pengertian Sedimentasi (Pengendapan), Jenis dan Cirinya

Pengertian
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai proses sedimentasi atau yang lebih dikenal dengan pengendapan, maka kita harus mengetahui secara jelas apa itu sedimentasi. Nah, untuk pembahasan lanjut mari kita simak penjabaran berikut ini.

Sedimentasi atau pengendapan merupakan proses terbawanya material dari pengikisan serta pelapukan yang disebabkan oleh air, gletser, dan angin yang terbawa hingga kesuatu tempat lalu akan mengalami pengendapan. Bukan hanya pengendapan saja yang terjadi akan tetapi material batu tersebut akan berubah menjadi batuan sedimen.


Jenis dan Ciri Sedimentasi
Untuk lebih jelasnya dibawah ini merupakan jenis serta ciri - ciri bentang alam yang diakibatkan oleh proses sedimentasi.

a. Sedimentasi oleh air sungai yang akan menghasilkan batu sedimen aktuatis, bentang alam hasil dari sedimentasi yang disebabkan oleh air antara lain yaitu oxbow lake, tanggul alam, delta, serta meander.  

1. Meander 
Sungai dengan bentuk yang berkelok dari bagian hulu sungai, sungai ini tercipta karena proses sedimentasi. Proses berkeloknya sungai terjadi ketika volume air di hulu mengecil dan membentuk tenaga yang kecil pula sehingga membuat sungai mencari jalan yang mudah dilewati karena harus menghindari penghalang, sedangkan dibagian hulunya belum terjadi proses sedimentasi. Lalu bagian tengah sungai yang datar akan membuat aliran air pelan, dan terbentuk meander. 

Proses terbentuknya meander sering terjadi di bagian tepi sungai, karena dibagian sungai dengan aliran air yang cepat akan mengakibatkan pengikisan, sedangkan dibagian sungai dengan aliran air yang pelan akan menimbukan pengendapan. Hal tersebut yang menjadi proses terbentuknya meander.

2. Delta
Pembentukan delta terjadi karena terjadinya perlambatan aliran air sungai yang menuju muara sehingga akan menimbulkan proses sedimentasi oleh air sungai. 

Material pasir akan mengendap dan di sisi lain material tanah liat dan lumpur akan tetap terbawa oleh aliran air sehingga membetuk beberapa lapisan sedimen yang nantinya akan mengeras dan menjadi dataran luas dibagian sungai yang menuju muara dan terbentuklah delta. 

Beberapa bentang alam yang merupakan proses terbentuknya delta adalah sungai kapuas, musi, dan kali brantas.

Terbentuknya delta memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu :
a. Arus yang terdapat dibagian pantai tidak begitu kuat.
b. Pantai harus dangkal.
c. Sedimen yang terbawa oleh sungai yang akan menuju laut harus berjumlah banyak.

3. Tanggul Alam
Proses terbentuknya tanggul alam berawal dari hujan lebat yang membuat volume air disungai meningkat dan menyebabkan banjir, pada saat mengalami surut beberapa material yang terbawa oleh aliran air sungai akan mengendap di tepi sungai sehingga akan membentuk dataran dengan tekstur yang kasar dan ketinggian yang melebihi dataran banjir yang terbentuk.

Selain terbentuknya tanggul sungai juga terdapat pembentukan tanggul pantai yang terbentuk karena proses sedimentasi air laut, tanggul sungai dan tanggul pantai merupakan tanggul alam.

b. Sedimentasi oleh air laut yang akan menghasilkan batu sedimen marine, terjadinya sedimentasi oleh air laut disebabkan karena terjadi gelombang. Proses tersebut menghasilkan bentang alam yaitu spit, pesisir, penghalang pantai, dan  tombolo. 

Pesisir: wilayah sedimentasi disepanjang pantai. Pesisir terdiri dari material pasir dengan ukuran dan komposisi yang bermacam-macam tergantung dengan perubahan cuaca, arus laut, arus angin.  

Tombolo: kenampakan alam yang terjadi karena pengendapan material sedimen yang menjadi penghubung antara daratan dan pulau kecil.
Contohnya, terdapat wilayah sempit Jimbaran yang menjadi penghubung antara pulau Bali dan pulau kecil bagian selatan.

Spit: wilayah yang merupakan hasil pengendapan material sedimen yang terletak dibagian ujung tanjung.

Spit terjadi karena arus pantai yang membawa material yang terdapat disepanjang pantai, apabila terjadi perubahan arah maka arus laut akan tetap membawa material tersebut ke dalam laut dan mengendap, sehingga akan menimbulkan akumulasi material diatas permukaan laut.

Penghalang  pantai  (barrier beach): kenampakan alam yang terjadi karena terbentuknya spit  yang melewati teluk karena arus pantai yang berkelanjutan secara terus menerus.

c. Sedimentasi oleh angin akan menghasilkan batu sedimen aeolis, proses sedimentasi oleh angin juga menghasilkan beberapa bentang alam yang mengagumkan antara lain gumuk pasir.

Gumuk pasir atau yang lebih dikenal dengan sand dune merupakan hasil dari proses sedimentasi oleh angin, hal tersebut terjadi karena adanya tiupan angin kencang yang membawa material pasir secara bertahap lalu terjadi akumulasi pasir dalam jumlah banyak dan menimbulkan gundukan pasir.

d. Sedimentasi oleh gletser menghasilkan sedimen glacial, beberapa bentang alam yang timbul karena proses sedimentasi gletser antaralain perubahan bentuk lembah yang semula V menjadi berbentuk U. 

Semua terjadi ketika musim semi, yang mengakibatkan pengikisan oleh gletser yang menuju lembah, selain itu juga terdapat batuan dan tanah dari pengikisan yang mengendap di lembah. Sehingga menyebabkan perubahan bentuk pada lembah.

Selasa, 23 Mei 2017

Pengertian Manajemen, Fungsi, Sejarah, Klasifikasi dan Prinsip

Bagi kamu yang sedang belajar ekonomi, kamu tentunya akrab dengan kata manajemen, bukan? Pengertian manajemen biasanya dibahas di bab bab awal ketika hendak mempelajari ekonomi. 

Selain itu, kita juga perlu belajar tentang fungsi manajemen, sejarah manajemen, klasifikasi manajemen dan juga prinsip manajemen. Beberapa hal inilah yang kali ini akan kita bahas ya.


Pengertian Manajemen, Fungsi, Sejarah, Klasifikasi dan Prinsip

Pengertian Manajemen

Pengertian Manajemen adalah koordinasi dari berbagai sumber daya yang berlangsung melalui rangkaian proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan serta pengawasan guna mencapai tujuan awal yang telah ditetapkan. Seluruh koordinasi sumber daya yang dilakukan adalah dengan menerapkan terapan ilmu dan seni, karena sesungguhnya Ilmu dan seni dalam disiplin manajemen tidaklah dapat dipisahkan.

Manajemen menjadi sebuah ilmu karena memang telah la.a dipelajari sejak dahulu. Selain itu, di dalam olmu ini juga terdapat penjelasan tentang aneka gejala manajemen yang didasarkan pada penelitian dengan menggunakan metode yang ilmiah serta dirumuskan dalam bentuk prinsip yang membuatnya layak disebut sebagai teori.

Adapun manajemen dianggap sebagai seni, yakni bila dilihat dari sudut pandang sebuah pekerjaan yang mengunakan tenaga serta kerja sama dengan orang lain. Laku cara-cara untuk mendapat kerja sama ini dapat dilakukan dengan me-manage atau mengatur. Dalam hal inilah dibutuhkan sebuah seni. Tujuannya, maksud hati dan cara penyampaian yang dilakukan dapat tersampaikan dengan baik.

Fungsi Manajemen

Manajemen memiliki banyak fungsi. Adapun fungsi manajemen, meliputi :

1. Planning (Perencanaan)

Pekerjaan harus sudah ditetapkan oleh kelompok guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan di awal. Dalam kegiatan Planning terdapat kegiatan pengambilan keputusan dan pemilihan keputusan yang realistis sehimgga akan lebih mudah untuk dijalankan. Planning penting untuk mencapai tujuan yang lebih besar karena visi dan pandangan ke depan yang baik penting untuk setiap orang.

Terdapat dua elemen utama dalam perencanaan, yang berupa sasaran dan rencana. Sasaran (goal) adalah satu hal yang perlu dicapai individu atau kelompok. Sasaran terkadang juga disebut dengan tujuan. Sedangkan rencana (plan) adalah bentuk dokumen yang digunakan untuk memberikan gambaran dalam mencapai tujuan. Rencana memiliki elemen-elemen lagi di dalamnya, berupa alokasi sumber daya, dana, jadwal, jangka waktu, dan frekuensinya.

Simak juga: Pengertian dan Syarat Segmentasi Pasar

2. Organizing (Pengorganisasian)

Adalah suatu proses mengelompokkan kegiatan -kegiatan guna mencapai tujuan dan untuk memberi tugas kepada setiap kelompok yang dilakukan oleh seorang manajer. Pengorganisasian seperti ini dilakukan dengan tujuan mengatur sumber yang diperlukan, seperti manusia dan pekerjaan yang dibutuhkan serta dikehendaki sehingga target keberhasilan dapat tercapai. Di dalam organisasi, terdapat empat komponen yang disingkat sebagai WERE (work, employees, relationship, environment).

Work atau pekerjaan adalah fungsi organisasi yang wajib dilaksanakan, fungsi ini dilandasi oleh adanya sasaran yang telah ditetapkan di awal atau sebelumnya. Employees atau pegawai-pegawai adalah orang-orang yang telah mendapat tugas atau pekerjaan tertentu yang akan dilaksanakan.

Relationship atau hubungan adalah satu elemen penting, yaitu hubungan antara pegawai dengan pekerjaannya, interaksi interpersonal antar pegawai, antara unit kerja yang satu dengan unit kerja yang lain. Environment atau lingkungan adalah suatu komponen yang di dalamnya mencakup sarana fisik dan sasaran umum, dan juga menjadi tempat pegawai -pegawai untuk menjalankan pekerjaannya, juga termasuk sebagain tempat alat - dan lokasi yang digunakan.

3. Actuating (Pelaksanaan)

Pelaksanaan adalah usaha yang dlakukan guna menggerakkan anggota- anggota yang tedapat di suatu kelompok tertentu dengan cara tertentu, sehingga orang-orang dalam kelompok tersebut tergerak dan berkeinginan melaksanakan kegiatan tertentu agar dapat mencapai tujuan yang telah direncanakan di awal.

4. Controlling (Pengawasan)

Pengawasan adalah penemuan dan penerapan cara, dan juga alat untuk menjamin bahwasanya planning atau rencana yang telah dilaksanakan sesuai dengan keinginan. 

Pengawasan yang dilakukan seorang manajer haruslah dilakukan dengan sebaik mungkin agar dapat menghindari keterlambatan proses pencapaian tujuan, dan menghindari hal-hal yang terjadi di luar prosedur. Manajer dapat melakukan pengawasan melalui alat, media, sekaligus melakukannya langsung.

Tipe - Tipe Pengawasan

Terdapat tiga tipe pengawasan yang perlu Anda ketahui. Berikut adalah beberapa tipe pengawasan :

1. Feedforward Control

Adalah tipe pengawasan yang dirancang guna mengantisipasi adanya masalah dan penyimpangan standar tujuan serta untum memungkinkan koreksi sebelum kegiatan tertentu diselesaikan.


2. Concurrent Control

Adalah tipe pengawasan dengan proses yang dilakukan pada aspek tertentu dari prosedur dan harus disetujui dulu sebelum kegiatan dilanjutkan atau guna menjamin ketepatan pelaksanaan kegiatan.

3. Feedback Control

Dilakukan dengan tujuan untuk mengukur hasil-hasil kegiatan yang telah selesai dilaksanakan.

Simak juga: Faktor Faktor Produksi dalam Ekonomi

Sejarah Manajemen

Sejarah perkembangan ilmu manajemen dapat dilihat dari adanya pembagian pada empat fase, yaitu :

Era Pemikiran Awal

Tahun 1776, Adam Smith memperkenalkan doktrin ekonomi klasik melalui bukunya yang berisi mengenai organisasi terhadap pembagian kerja yang menurutnya akan berefek positif terhadap keunggulan dan kesuksesan ekonomi. 

Pembagian kerja yang ia ungkap merupakan perincian pekerjaan terhadap pekerja beserta tugas yang lebih terkhusus untuk dilakukan secara berulang bagi masing masing pekerja. 

Adam Smith menyatakan bahwa dengan sepuluh orang yang menjalankan tugas khusus di sebuah perusahaan, maka akan menghasilkan 48 ribu peniti dalam satu hari. Namun, berbeda apabila hanya satu orang yang bekerja sendiri untuk seluruh bagian pembuatan peniti dati awal hingga akhir, maka paling hanya mampu menghasilkan sepuluh peniti saja.

Adam Smith berkesimpulan bahwa pembagian kerjalah yang dapat meningkatkan produktivitas, menghemat waktu, meningkatkan keterampilan kerja, serta hemat tenaga.

Lalu, terjadilah revolusi industri di Britania. Revolusi ini ditandai dengan maraknya penggunaan mesin yang menggantikan peran manusia, yang kemudian dikenal dengan pabrik. 

Akibatnya, manajer saat itu pun memerlukan teori yang tepat untuk mengarahkan dan memberi tugas tugas bagi bawahan- bawahannya. Teori dan disiplin ilmu tersebut lah yang juga merupakan awal dari perkembangan ilmu manajemen.

Era Manajemen Sains

Manajemen Sains atau manajemen ilmiah telah dipopulerkan oleh ahli manajemen bernama Frederick Winslow Taylor melalui bukunya yang berjudul "Principles of Scientific Management" (1911). Taylor dalam buku tersebut memaparkan bahwa manajemen sains merupakan ilmu yang di dalamnya terdapat penggunaan metode ilmiah dalam menentukan cara terbaik untuk menyelesaikan pekerjaan.

Lalu tahun 1940 an, Patrick Blackett mengeluarkan ilmu tentang riset operasi yang merupakan bagian dari ilmu kombinasi dari mikroekonomi dan teori statistika. Riset operasi ini lebih dikenal dengan sebutan 'manajemen sains'. Ini dilakukan dengan mencoba pendekatan ilmiah guna menyelesaikan masalah yang terdapat pada manajemen khususnya pada bidang operasi dan logistik. 

Lalu tahun 1946, Peter F Drucker meluncurkan bukunya yang berisi tentang manajemen terapan, berjudul "Concept of the Corporation". Buku ini di dalamnya menugaskan penelitian mengenai organisasi.

Manajemen yang dinyatakannya juga didukung pemikiran yang baru Henry Gantt dan Gilbreth. Henry menyumbangkan idenya yang menyatakan bahwa seorang mandor harus dapat memberi pendidikan pada para karyawannya, dan memanajemen serta mengontrol pekerjaannya. 

Aementara Lilian Gilbreth dan Frank yang merupakan oasutri juga menciptakan alat yang dapat mencatat gerakan yang dilakukan oleh para pekerja, yang diberi nama micromotion.

Tahun 1950, ada lima fungsi manajemen yang dikemukakan Henry Fayol, yang merupakan seorang industriawan dari Prancis, kelima fungsi manajemen tersebut meliputi:

  1. Merancang
  2. Mengorganisasi
  3. Memerintah
  4. Mengkoordinasikan
  5. Mengendalikan

Lalu tahun 1940, Patrick Balckett kembali mengemukakan tentang riset kombinasi dari teori mikroekonomi dan statistika. Risetnya kali ini mencoba menyelesaikan secara ilmiah dan manajemen pada bidang operasi dan logistik. 

Lalu di tahun 1946, Peter F Ducker menciptakan buku mengenai manajemen terapan dengan judul “Concept of the Corporation”, yang di dalam buku ini juga menggambarkan penelitian mengenai organisasi.

Era Manusia Sosial

Pada 1942, Mary Parker Follet menerbitkan sebuah buku yang berjudul “Creative Experience”. Di dalam buku ini bercerita tentang filosofi bisnis. Ia mengemukakan pendapatnya bahwa tugas memimpin adalah tujuan dari organisasi serta harus dapat mengitegrasikannya dengan tujuan kelompok serta individu. Pada intinya, para manajer dan karyawan harus menjadikan mereka sebagai rekan dan mitra kerja, bukan sebagai lawan

Era Modern

Era modern muncul di abad ke 20 yang pertama kali dicetuskan oleh ahli manajemen W. Edward Deming dan Joseph Juran. Deming sendiri di Jepang dianggap sebagai seorang Bapak Kontrol Kwalitas. Ia mengemukakan pendapatnya bahwa kebanyakan permasalahan dalam kualitas bukanlah berasal dari kesalahan para pekerja, akan tetapi berasal dari sistemnya. Akibatnya, ketika kualitas ditingkatkan, maka akan memiliki efek sebagai berikut, seperti:

  1. Berkurangnya biaya pengeluaran, karena terjadinya kesalahan sedikit, dapat mengakibatkan biaya untuk perbaikan menjadi berkurang
  2. Produktifitas meningkat
  3. Pangsa pasar yang meningkat karena peningkatan terhadap kualitas dan terjadi penurunan harga
  4. Keuntungan meningkat, sehingga perusahaan dapat bertahan
  5. Jumlah lapangan pekerjaan akan semakin bertambah.


Klasifikasi Manajemen

1) Manajemen Lini

Ini juga disebut dengan manajemen tingkat pertama, yang merupakan tingkatan paling rendah dari sebuah organisasi. Dalam hal ini, seseorang yang bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain. Seperti seorang mandor yang mengawasi pabrik, serta pengawas teknik suatu bagian penelitian dan riset.

2) Manajemen Menengah (Midle Manager)

Merupakan manejemen yang terdapat lebih dari satu tingkatan pada suatu organisasi. Manajer ini bertugas untuk mengarahkan kegiatan manajer lain, dan mengarahkan serta mengontrol kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan kebijakan organisasi. Contohnya seperti kepala bagian yang membawahi para kepala seksi.

3) Manajemen Puncak (Top Manager)

Merupakan manajemen yang terdiri dari kelompok dengan jumlah yang relatif kecil, yang bertanggung jawab terhadap manajemen keseluruhan dari organisasi. Manajer ini bertugas untuk menetapkan kebijaksanaan terhadap operasional dan aktivitas, serta membimbing terjadinya hubungan organisasi dengan lingkungannya. Sebutan bagi manajer ini yang biasanya adalah Chief Executive Officer atau direktur utama, Presiden.

Prinsip Manajemen

Prinsip manajemen adalah suatu dasar dan nilai yang menjadi dari sebuah keberhasilan pada manajemen.

Berikut merupakan 14 prinsip manajemen yang dirangkum dari ahli manajemen Prancis, Henry Fayol :


a. Pembagian Kerja

Memberikan spesialisasi pekerjaan pada para individu di dalam ruang lingkup manajemen, sehingga dapat menambah produktivitas dan juga menghemat waktu.

b. Wewenang dan Tanggung Jawab

Adalah suatu kunci dalam pelaksanaan kerja sama. Pemerintah berwenang untuk memberikan perintah, sekaligus tanggung jawab yang akan timbul dari kekuasaan tersebut. Tanggung jawab terbesar dalam hal ini terdapat pada manajer puncak, sehingga manajer puncak harus mempunyai sifat dan keahlian lebih tinggi mengenai kepemimpinan

c. Disiplin

Pemegang wewenang harus mampu menanamkan rasa disiplin di dalam dirinya sendiri, sehingga ia dapat memlunyai rasa tanggung jawab penuh terhadap pekerjaannya


d. Kesatuan Perintah

Prinsip ini adalah suatu perintah yang diterima para bawahan dan tidak boleh diberikan oleh lebih dari satu orang atasan. Dengan begitu karyawan hanya memiliki sebuah jalan pemikiran saja.

e. Kesatuan Pengarahan

Setiap golongan pekerjaan haruslah mempunyai tujuan yang sama. Ini berhubungan erat dengan adanya konsep hubungan kerja dan pembagian kerja.

f. Subordinasi Kepentingan Perseorangan Terhadap Kepentingan Umum

Bagi setiap karyawan haruslah mengabdikan kepentingan pribadinya terhadap kepentingan dari perusahaan. Inilah yang akan membuat aktivitas dapat berjalan baik.

g. Penggajian Pegawai

Pemberian upah secara adil dan maksimal untuk para pegawai, sehingga ini dapat meningkatkan rasa semangat serta sekaligus mampu menambah produktivitas dari pegawai

h. Pemusatan

Tanggung jawab terbesar ada pada orang yang memegang wewenang paling tinggi atau manajemen puncak. Ini membuat seoranh manajer terhindar dari simpang siur atau penyelewengan yang tidak diinginkan

i. Rangkaian Perintah

Merupakan prinsip yang di dalamnya mewajibkan perintah yang berasal dari atas ke bawah yang harus memiliki jarak dekat. Sehingga garis otoritas yang terbentuk tidak terlalu jauh

j. Ketertiban

Ketertiban sebuah pekerjaan merupakan syarat utama yang dapat mengakibatkan adanya  peningkatan disiplin dari karyawan

k. Keadilan

Manajer yang dapat memberikan keadilan terhadap para karyawannya sehingga dapat meningkatkan kesetiaan, ketaatan, dan tumbuhnya rasa patuh terhadap atasannya.

l. Stabilitas masa jabatan

Karyawan akan bekerja lebih baik, bila mendapatkan ransangan keamanan pekerjaan serta adanya peningkatan karir yang pasti.

m. Inisiatif

Inisiatif akan menjadi hal penting yang mampu membuat adanya jalan pintas baru untuk membuat pekerjaan menjadi lebih mudah dan lebih cepat selesai, tanpa harus mengurangi kualitas dari hasil suatu pekerjaan.


n. Semangat Kesatuan

Merupakan suatu kesetiaan kelompok dan kekompakan para pegawai yang dapat meningkatkan semangat kerja yang lebih baik. Manajer yang memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, akan dapat menumbuhkan semangat kesatuan sepeti ini.

Teori Manajemen

Beberapa teori manajemen yang diungkapkan oleh para ahli sebagai berikut.

Haiman

Manajemen merupakan suatu fungsi guna mencapai tujuan melalui kegiatan orang lain, serta dengan mengawasi usaha yang dilakukan individu agar mencapai tujuan

George R. Terry

Manajemen merupakan suatu cara untuk pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu melalui kegiatan orang lain

Marry Parker Follet

Manajemen sebagai suatu seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain

Stoner

Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, serta pengawasan usaha-usaha dari para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya manusia organisasi lain agar dapat mencapai tujuan organisasi yang sudah ditetapkan.

Gulick

Manajemen merupakan suatu bidang ilmu pengetahuan (science) yang di dalamnya berusaha secara sistematis agar dapat memahami tentang mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan dan untuk membuat sistem ini dapat lebih bermanfaat bagi kemanusiaan.

Schein
Manajemen sebagai suatu profesi. Menurutnya manajemen adalah suatu profesi yang dituntut untuk dapat bekerja secara profesional.

Terry

Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang di dalamnya melibatkan bimbingan atau pengarahan dari suatu kelompok orang-orang menuju arah dari tujuan-tujuan organisasional atau dari maksud-maksud yang nyata

Nah, demikianlah pembahasan kita kali ini mengenai pengertian manajemen dan hal - hal lain mengenai manajemen. Semoga bermanfaat ya.