Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Seluk Beluk Obligasi: Pengertian, Jenis hingga Kelebihan dan Kelemahan

Salah satu bentuk investasi yang banyak digemari adalah obligasi. Kenapa? Karena obligasi dianggap sebagai salah satu instrumen investasi yang relatif aman. Nah, bagaimana obligasi bisa dianggap aman? Untuk memahaminya, tentu kita perlu terlebih dahulu memahami pengertian obligasi. Artikel ini juga akan dilengkapi dengan penjelasan tentang jenis obligasi, kelebihan dan kekurangannya, sehingga Anda bisa mengenal lebih dalam tentang obligasi.

Pengertian Obligasi 

Nama lain obligasi adalah surat utang. Obligasi merupakan salah satu bentuk Efek yang tercatat di Bursa, dan masuk dalam pengelompokkan efek bersifat utang di samping Sukuk. 

Pengertian obligasi adalah suatu surat utang jangka menengah panjang yang dapat dipindahtangankan, dan di dalamnya berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayarkan imbalan berupa bunga dalam periode tertentu serta melunasi pokok utangnya pada periode waktu sesuai yang ditentukan kepada pihak pembeli obligasi. 

Pengertian obligasi secara lebih sederhana adalah surat pernyataan utang dari penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Dalam dunia investasi, penerbit obligasi ini adalah pihak yang berutang, dan pemegang obligasi adalah pihak yang berpiutang atau investor. 

Sebagai sebuah surat utang, di dalam obligasi tertulis waktu atau tanggal jatuh tempo pembayaran utang dan bunga (kupon). Tanggal inilah yang menjadi pegangan bahwa pihak penerbit obligasi harus mampu memenuhi kewajibannya kepada pemegang obligasi sesuai tanggal tersebut. 

Waktu Obligasi, umumnya, jangka waktu obligasi di Indonesia adalah pada kisaran waktu 1 hingga 10 tahun.

Penerbit obligasi, biasanya bisa berupa korporasi atau perusahaan, dan bisa juga diterbitkan oleh negara. 

Alasan penerbitan obligasi, atau tujuan penerbitan obligasi adalah agar dapat menghimpun dana dari masyarakat untuk bisa dipergunakan sebagai sumber pendanaan sesuai yang dibutuhkan penerbit obligasi. Jika di dunia bisnis, penerbitan obligasi bermanfaat untuk memperoleh dana segar sehingga bisa bermanfaat untuk melakukan ekspansi atau mengembangkan usaha. 

Sedangkan bagi suatu negara yang menerbitkan obliglasi, harapannya adalah negara bisa mendapat sumber pendanaan untuk bisa membiayai kebutuhan anggaran seperti sebagian defisit anggaran belanja pemerintah atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Jenis Obligasi

Obligasi ada banyak jenisnya. Dilihat secara umum, jenis obligasi ada tiga, yakni:

  • Obligasi Pemerintah, n=merupakan jenis obligasi yang berbentuk Surat Utang Negara dan diterbitkan oleh Pemerintah, atau di sini adalah Pemerintah Republik Indonesia. Obligasi yang diterbitkan pemerintah mempunyai beberapa jenis kupon lagi. Obligasi dengan kupon tetap (seri FR- Fixed Rate), obligasi dengan kupon variable (seri VR –Variable Rate) dan obligasi berprinsip syariah/ Sukuk Negara.
  • Obligasi Korporasi, merupakan jenis obligasi berupa surat utang yang diterbitkan oleh Korporasi di Indonesia, bisa berupa BUMN atau korporasi swasta. Obligasi korporasi juga memiliki kupon tetap, obligasi dengan kupon variabel dan obligasi dengan prinsip syariah. Selain itu, juga ada obligasi korporasi yang telah diperingkat serta yang tidak diperingkat.
  • Obligasi Ritel, merupakan jenis obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah yang dijual kepada individu atau perseorangan, melalui agen penjual yang ditunjuk langsung oleh Pemerintah. Terdaoat beberapa jenis obligasi ritel, yakni yaitu ORI atau Sukuk Ritel.

Kelebihan Obligasi sebagai Investasi

Nah, setelah mengetahui pengertian obligasi, sudahkah Anda memperkirakan apa saja keuntungan obligasi sebagai instrumen investasi? Ini adalah rangkuman keuntungan obligasi atau kelebihan obligasi:

  • Adanya potensi keuntungan dari kupon (bunga) yang terbagi dalam tiga jenis, yaitu kupon tetap (fixed coupon) dan kupon mengambang (floating/variable coupon). Namun, ada juga obligasi yang tidak memberlakukan kupon (zero coupon bond). Imbal balik (yield) obligasi didapatdari jangka waktu obligasi, yang akan memberikan keuntungan semakin besar ketika durasinya semakin panjang.
  • Adanya potensi keuntungan dari selisih harga obligasi (dalam persentase) setelah diperdagangkan. Jadi, ketika Anda membeli obligasi dengan harga awal 100% (disebut harga pari). Lalu, Anda bsia menjualnya dengan kenaikan harga menjadi 115%, sehingga Anda mendapat keuntungan sebesar 15% (capital gain 15%).
  • Memiliki sifat cenderung aman, karena pembayaran kupon dan pokok obligasi dijamin oleh UU No. 24 Tahun 2002/UU No. 19 Tahun 2008, sehingga harus dibayar oleh penerbit obligasi, kecuali pada keadaan tertentu sesuai peraturan.
  • Kupon/bunga obligasi lebih tinggi daripada bunga deposito.
  • Mudah diperdagangkan di Pasar Sekunder, dengan mekanisme perdagangan yang telah diatur di dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) atau juga dapat diperdagangkan pada transaksi di luar bursa.
  • Dapat dijaminkan sebagai agunan, seperti obligasi negara.

Kekurangan Obligasi sebagai Investasi

Sekalipun terdapat keuntungan yang menggiurkan, terdapat pula keterbatasan yang membuat obligasi memiliki kelemahan, seperti:

  • Masih terdapat risiko gagal bayar dari penerbit obligasi. Meski risiko ini jarang terjadi, tapi bila sampai terjadi gagal bayar, investor tidak bisa memperoleh keuntungan bunga maupun pokok utang. Biasanya, risiko ini berada pada obligasi yang dikeluarkan korporasi. Untuk obliglasi negara atau yang diterbitkan pemerintah, risiko ini hanya terjadi bila terjadi negara gagal, yang sangat kecil kemungkinannya.
  • Obligasi rentan terhadap perubahan suku bunga, ekonomi, dan serta instabilitas politik, karena berhubungan dengan pasar keuangan.
  • Menjual obligasi sebelum jatuh tempo di Pasar Sekunder dapat mengakibatkan kerugian bagi investor karena harga jualnya terkadang bisa lebih rendah dari harga beli.

Referensi:

  • Cermati. 2017. Apa Itu Obligasi? Inilah Penjelasan Lengkapnya, diakses dari https://www.cermati.com/artikel/apa-itu-obligasi-inilah-penjelasan-lengkapnya
  • Idx. Tt. Surat Utang (Obligasi), diakses dari https://www.idx.co.id/produk/surat-utang-obligasi/
  • Niko Ramadhani. 2019. Yakin Obligasi Adalah Investasi yang Cocok Untuk Kamu?, diakses dari https://www.akseleran.co.id/blog/obligasi-adalah/ 
  • Ojk. Tt. Definisi dan Jenis Obligasi, diakses dari https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/364