Indikator: Definisi, fungsi, jenis-jenis serta pembahasan lengkap

Definisi Indikator

Secara umum, definisi indikator adalah suatu hal yang dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk dapat mengukur apakah ada perubahan yang terjadi pada suatu peristiwa atau kegiatan tertentu.

Ada yang berpendapat lain bahwa indikator merupakan suatu realita pada kondisi yang terjadi. Dengan kata lain, indikator hanya sebagai pembatas atas apa yang telah terjadi baik yang bersifat tetap maupun tidak tetap.

Sebagian masyarakat mungkin sudah tidak asing lagi dengan adanya istilah yang satu ini. Pasalnya, indikator merupakan suatu hal yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah rice cooker atau mesin penanak nasi.

Tahukah anda bahwa lampu yang sering kita lihat pada rice cooker adalah lampu indikator? Pada umumnya, lampu tersebut akan memberikan tanda kepada kita apakah nasi yang diolah sudah matang atau belum.

Baca juga: Deflasi: Definisi, faktor penyebab, dampak, upaya dan pembahasan lengkap

Definisi Indikator Menurut Para Ahli

Berikut adalah definisi indikator yang pernah dijelaskan oleh beberapa para ahli. Simak penjelasannya berikut ini.

1. Wilson R. dan T. Sapanuchart
Definisi indikator menurut pendapat Wilson R. dan T. Sapanuchart (1993) adalah suatu kondisi atau kejadian yang tidak langsung menjadi sebuah ukuran. Misalnya seperti indikator gizi pada bayi.

2. Darwin Syah
Definisi indikator menurut pendapat Darwin Syah adalah tanda bahwa peserta didik telah memenuhi standar kompetensi pendidikan.

3. Lawrence Green
Definisi indikator menurut Lawrence Green (1992) adalah variabel yang memberikan tanda akan kondisi tertentu. Dengan kata lain, indikator dapat digunakan sebagai alat ukur perubahan yang terjadi di sekitar.

4. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Definisi indikator yang terdapat dalam KBBI ini adalah suatu hal yang dapat memberikan petunjuk.

5. World Health Organization (WHO)
Definisi indikator menurut WHO adalah suatu variabel dapat memudahkan sang pengguna dalam melakukan pengukuran atas perubahan yang terjadi langsung ataupun tidak langsung.

Baca juga: Usaha Mikro Kecil dan Menengah: Definisi, Kriteria, Klasifikasi, Ciri-ciri, Jenis-jenis serta Pembahasan Lengkap

Fungsi Indikator

Dari penjelasan sebelumnya kita tahu bahwa indikator dapat dijadikan sebagai penanda akan terjadinya suatu perubahan. Berikut adalah beberapa fungsi dari adanya indikator.
Dapat memberikan petunjuk atas perubahan yang terjadi, baik kejadian maupun suatu kegiatan tertentu.
Sebagai acuan dalam menyusun dan menggunakan alat ukur.
Sebagai acuan dalam tata perencanaan dan pelaksanaan suatu kegiatan tertentu.
Sebagai acuan untuk mengembangkan kegiatan yang berdasarkan atas potensi, kebutuhan, lingkungan dan lain sebagainya.
Sebagai acuan untuk memberikan nilai atas kegiatan yang telah terjadi.

Baca juga: Human Resource Department (HRD): Definisi, fungsi, tugas dan tanggung jawab serta pembahasan lengkapnya

Jenis - Jenis Indikator

Indikator dapat dibedakan menjadi beberapa bagian, yaitu indikator pendidikan, indikator kerja dan indikator penelitian. Sebagian masyarakat mungkin telah sering menggunakan ketiga indikator tersebut. Simak penjelasannya berikut ini.

1. Indikator pendidikan
Jenis indikator ini mungkin sudah tidak asing lagi untuk didengar pada bidang pendidikan. Pada umumnya, pengelola diwajibkan harus membuat indikator tersebut. Indikator merupakan kompetensi dasar yang lebih utuh dan terarah.
Dengan adanya indikator ini maka guru dan lain sebagainya dapat menilai keefektivitasan sang murid, perilaku, tingkat kepahaman dan penguasaan materi. Tujuannya adalah agar kompetensi dasar dapat segera terpenuhi. 

2. Indikator kerja
Konsep yang digunakan pada indikator ini hampir bisa dibilang mirip dengan indikator penelitian, yang membedakan adalah sasaran objek yang dituju. Pada indikator ini, objek yang dituju adalah para pegawai atau karyawan.

Kualitas kinerja yang dimiliki oleh setiap para pegawainya merupakan indikator yang digunakan dalam dunia kerja. Kualitas tersebut berupa kedisiplinan waktu, kemandirian, keefektivitasan tingkat pengelolaan dan penggunaan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan (uang, bahan baku, teknologi dan lain-lain).

Hal-hal yang telah dijelaskan diatas adalah indikator dengan menggunakan metrik non finansial. Sedangkan, indikator yang digunakan sebagai alat untuk menilai kinerja karyawan, kenaikan jabatan, dan lain sebagainya adalah indikator yang berupa metrik finansial.

3. Indikator penelitian
Tahukah anda bahwa segala bentuk penelitian atau analisis selalu menggunakan indikator? Pasalnya, indikator tersebut dijadikan sebagai acuan atau tolak ukur dalam melakukan penelitian.

Pada umumnya, indikator jenis ini digunakan dalam penelitian yang bersifat lebih ilmiah. Contoh yang dapat kita lihat adalah penelitian lingkungan, reklamasi, bioteknologi dan lain-lain. Dalam pelaksanaannya, indikator ini jauh lebih fleksibel dan sangat luas. Masing-masing penelitian memiliki indikator yang berbeda-beda.

Indikator asam basa merupakan salah satu indikator yang telah dipelajari dan digunakan sejak dahulu. Agar kita dapat mengetahui bagaimana sifat asam atau basa pada suatu larutan maka kita dapat menggunakan indikator jenis ini. Di dalam indikator ini, pH meter, kertas lakmus, bunga horetensia dan lain sebagainya sangat diperlukan untuk mendukung jalannya proses penelitian.

Demikian penjelasan porosilmu.com mengenai definisi, fungsi, jenis-jenis serta pembahasan lengkap tentang indikator. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya. Terimakasih telah membaca.