Selasa, 04 Juni 2019

Perusahaan Manufaktur: Definisi, Ciri-ciri, Fungsi beserta Contoh Manufaktur

Apa yang dimaksud dengan perusahaan manufaktur? Apakah ini merupakan perusahaan yang sama dengan perusahaan-perusahaan lainnya? Apakah perusahaan tersebut ada di Indonesia? Sejauh mana anda mengetahui perusahaan ini? Simak artikel berikut untuk penjelasan secara lebih detailnya.
 

Definisi Perusahaan Manufaktur

Secara umum, perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang mengolah barang mentah menjadi barang jadi yang mempunyai nilai jual. Ketika barang jadi telah tersedia maka kemudian barang tersebut akan dipasarkan untuk dikonsumsi masyarakat dan sebagainya. Perusahaan ini pada umumnya juga sangat memperhatikan Standar Operasi Prosedur (SOP) yang berlaku.
 

Baca juga:  Konsolidasi: Definisi, Ciri-ciri beserta Contoh konsolidasi

Ciri - ciri Perusahaan Manufaktur

Berikut adalah ciri-ciri perusahaan manufaktur yang sekaligus membedakan dengan perusahaan lainnya.
 

1. Proses pengolahan ProdukDi dalam perusahaan ini, barang akan diolah dari barang mentah menjadi barang jadi dengan menggunakan waktu dan tenaga yang cukup besar. Hasil dari barang jadi tersebut kemudian akan di jual kepada para konsumen atau pelanggan yang membutuhkannya.
 

2. Mesin Berskala BesarSeperti apa yang telah dijelaskan di atas bahwa proses pengolahan produk membutuhkan tenaga yang cukup besar. Mengapa demikian? Karena hal tersebut bisa memberikan produk yang berkualitas serta mengolah produk dengan jumlah yang diinginkan. Dibalik mesin-mesin besar yang memproduksi barang tersebut terdapat suatu peran yang sangat penting yaitu tenaga kerja manusia yang profesional, tanpa mereka mesin-mesin tidak bisa beroperasi.
 

3. Biaya ProduksiPerusahaan ini membutuhkan biaya produksi yang besar. Mengapa demikian? Karena untuk memproduksi barang dengan jumlah banyak dan berkualitas dibutuhkan biaya yang besar pula. Biaya yang dimaksud adalah seperti halnya biaya tenaga kerja, perawatan mesin, pengadaan bahan baku dan lain-lain.
 

• Biaya tenaga kerja: Apabila banyak tenaga kerja maka kegiatan produksi pun akan cepat menghasilkan suatu produk yang banyak pula.
• Perawatan mesin: Apabila mesin rusak maka kegiatan produksi tidak akan berjalan dengan maksimal. Oleh sebab itu mesin perlu dirawat dengan baik.
• Pengadaan bahan baku: Apabila bahan baku kurang atau ada kendala lainnya maka hasil yang akan diinginkan nantinya juga tidak akan maksimal. 


4. Proses ProduksiProses yang ada dalam perusahaan manufaktur ini sangatlah kompleks. Oleh sebab itu, koordinasi antar divisi satu dengan lainnya juga perlu dilakukan dengan baik agar mampu menghasilkan produk secara maksimal pula.
 

5. Pemasaran dan PenjualanAgar produk yang dihasilkan dapat di kenal masyarakat, perusahaan perlu melakukan kegiatan pemasaran atau sering disebut juga sebagai marketing sehingga proses penjualannya pun menjadi hal yang mudah bagi perusahaan.
 

Baca juga:  Dividen: Definisi, Macam-macamnya serta Teori Kebijakan Dividen

Fungsi Perusahaan Manufaktur

Ada empat fungsi yang harus kita ketahui dari perusahaan manufaktur ini, yaitu:
 

1. Fungsi ProduksiDibagian fungsi ini, perusahaan manufaktur memerlukan biaya bahan baku, gaji untuk para pekerja, biaya perawatan mesin dan sebaginya agar produk dapat segera diproduksi dari barang mentah menjadi barang jadi. Hasil produk tersebut kemudian akan dijual ke para konsumen.
 

2. Fungsi PemasaranSedangkan dalam fungsi pemasaran ini, hal yang perlu kita ingat adalah keuntungan. Fungsi ini juga perlu mengeluarkan biaya lho, misalnya seperti biaya promosi, biaya distribusi, biaya sewa gedung, serta gaji untuk para karyawannya.
 

3. Fungsi Administrasi dan UmumFungsi yang satu ini agak berbeda dengan fungsi lainnya, karena fungsi ini berkaitan dengan kebijakan pengarahan dan kepengawasan. Biaya yang harus dikeluarkan adalah seperti biaya personalia, biaya akuntansi dan sebagainya.
 

4. Fungsi KeuanganDisinilah berbagai macam kebutuhan dana diatur, mulai dari kegiatan produksi hingga upaya pengembangan perusahaan itu sendiri.
 

Baca juga:  Koperasi Syariah: Definisi, Fungsi, Prinsip, Landasan dan Syarat Usaha Koperasi Syariah

Contoh Perusahaan Manufaktur

Berikut adalah contoh perusahaan manufaktur yang ada di Indonesia.
 

1. Industri Tekstil dan GarmenPerusahaan manufaktur dibidang ini pada umumnya akan mengolah kapas untuk menjadi benang, dari benang mereka kemudian akan memproduksinya lagi menjadi kain. Kain tersebutlah yang akan kita gunakan sebagai bahan pembuatan pakaian seperti baju, celana daln lain-lain. Contoh perusahaan yang bergerak dibidang industri ini adalah Argo Pantes Tbk, Asia Pasific Fibers Tbk, Eratex Djaya Tbk, Centex Tbk dan Apac Citra Centretex Tbk.
 

2. Industri OtomotifPerusahaan manufaktur dibidang ini pada umumnya akan memanfaatkan teknologi-teknologi yang ada untuk dapat menghasilkan suatu produk seperti sepeda motor, mobil dan lain-lain. Contoh perusahaan yang bergerak dibidang industri ini adalah Astra Otopart Tbk, Astra international Tbk, Gajah Tunggal Tbk, Indo Kordsa Tbk dan Goodyear Indonesia Tbk.
 

3. Industri ElektronikPerusahaan manufaktur dibidang ini juga membutuhkan teknoloi yang tinggi seperti industri otomotif. Industri ini kemudian akan menghasilkan suatu produk berupa laptop, komputer, televisi, kipas angin, hp dan lain-lain. Sedangkan contoh perusahaan yang bergerak dibidang ini yaitu Sat Nusa Persada Tbk.
 

4. Industri Makanan dan MinumanPerusahaan manufaktur dibidang ini pada umumnya akan mengolah bahan mentah menjadi makanan ataupun minuman untuk para konsumennya. Contoh perusahaan yang bergerak dibidang ini adalah Akasha Wira International Tbk, Cahaya Kalbar Tbk, Davomas Abadi Tbk dan Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

Demikian penjelasan mengenai perusahaan manufaktur, semoga artikel ini bermanfaat bagi semuanya.


Loading...