Jumat, 14 Juni 2019

Retail: Definisi, Fungsi dan Jenis-Jenisnya

Definisi Retail

Secara umum, retail merupakan salah satu kegiatan dari pemasaran. Mereka akan melakukan pemasaran produk barang ataupun jasa secara eceran atau satuan langsung ke konsumen akhir. Jadi, retail ini bukan untuk dijual kembali namun lebih kepada konsumen akhir seperti penggunaan secara pribadi atau rumah tangganya.

Ada pendapat lain bahwa, retail ini merupakan salah satu kegiatan ekonomi dimana ia akan membeli produk (barang dan jasa) dari penjual atau produsen lalu kemudian akan dijual lagi kepada konsumen akhir.

Baca juga: Harga: Pengertian, Fungsi, Tujuan serta Jenis-jenis harga


Definisi Retail Menurut Para Ahli

Ada beberapa ahli yang berpendapat mengenai definisi retail ini, antara lain yaitu:

1. Berman dan Evans
Menurut pendapat beliau, retail adalah adanya upaya dari suatu bisnis untuk memasarkan produk barang ataupun jasanya kepada pihak konsumen akhir. Konsumen akhir tersebut lalu tidak akan menjualnya kembali namun akan lebih menggunakannya secara pribadi atau untuk kebutuhan rumah tangganya.

2. Kotler
Menurut pendapat beliau, retail adalah barang dan jasa yang dijual secara eceran, hal itu kemudian akan digunakan sebagai kebutuhan pribadi bukan suatu bisnis.

3. Gilbert
Menurut pendapat beliau, perusahaan retail akan mengupayakan terjadinya kepuasaan terhadap konsumen akhir atas barang dan jasa yang dibelinya.

4. Levy dan Weitz
Menurut pendapat kedua ahli ini, retail adalah bagian dari bisnis dimana retail tersebut dapat menambah nilai guna terhadap barang ataupun jasa yang kemudian akan dijual kembali kepada konsumen akhir.

Baca juga: Koperasi Simpan Pinjam: Arti, Tujuan, Jenis-jenis dan contoh koperasi simpan pinjam


Fungsi Retail


Berikut adalah beberapa fungsi retail yang harus anda ketahui, yaitu:

1. Untuk membeli dan menyimpan produk secara pribadi.
2. Adanya transisi kepemilikan suatu produk dari tangan retail ke konsumen akhir.
3. Memberikan informasi secara langsung terhadap konsumen akhir.
4. Umumnya lokasi daripada perusahaan retail ini sangat mudah untuk ditemukan. Dengan begitu para konsumen akhir pun akan mudah untuk membelinya.

5. Memudahkan para konsumen untuk memilih barang.
6. Perusahaan retail ini juga akan mengubah produk menjadi suatu yang lebih unik sehingga dapat menarik perhatian para konsumen akhir.
7. Memberikan layanan serta menangani berbagai macam masalah yang dikeluhkan oleh para konsumen akhir.
8. Perusahaan retail ini pun juga akan memberikan kredit atau sewa bagi konsumen akhirnya.

Baca juga: Emiten: Definisi, Tujuan, Syarat-syarat beserta Contohnya


Jenis - jenis Retail

Retail dapat dibedakan menjadi 5 jenis yaitu jenis yang berdasarkan kepemilikan, produk yang dijual, non-store retailing, strategi penetapan harga dan berdasarkan lokasinya. Simak penjelasannya berikut ini:

1. Berdasarkan Kepemilikan
Independent Retail Firm: Perusahaan retail jenis ini tidak bergantung kepada afiliasi lainnya seperti ruko, warung, toko kelontong dan lain-lain.
Franchising (waralaba): Perusahaan retail ini akan memberikan haknya kepada perusahaan atau pengusaha lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Corporat Chain: Adanya keterkaitan antar kelompok usaha yang berada dalam satu manajemen dan dimiliki oleh beberapa pemegang saham seperti halnya department store, pasar swalayan, specialty store, superstore dan sebagainya.

2. Berdasarkan Produk yang Dijual

A. Product Retailing
Department Store (Toko serba): Retail jenis ini biasanya memiliki pegawai minimal 25 orang, mereka akan menjual barang-barang berupa pakaian dan peralatan rumah tangga.
Specialty Store: Jenis produk sangat diperhatikan dalam retail jenis ini seperti toko mainan anak, toko komputer, toko sepatu olahraga dan sebagainya.
Catalog Showroom: Retail ini akan menjual merek-merek lokal dengan harga yang sedikit miring. Biasanya mereka hanya memiliki ruang kecil untuk kegiatannya.
Food and Drug Retailer: Retail jenis ini pada umumnya akan menjual barang-barang seperti layaknya makanan dan minuman, obat-obatan dengan jumlah yang besar namun harga dapat terjangkau.

B. Service Retailing
Rented Goods Service: Retail ini pada umumnya akan menyewakan produk yang dimilkinya kepada para konsumen seperti halnya penyewaan mobil, apartement, carpet cleaner dan sebagainya.
Owned Goods Service: Retail pada jenis ini akan menjual jasa-jasa perbaikan serta perawatan suatu barang seperti jasa perbaikan mobil, jam tangan, sepeda, dry cleaning dan sebagainya.
Non Goods Service: Retail ini akan menjual jasa personal seperti halnya baby sitter, supir, tour guide dan sebagainya.

3. Non-Store Retailing
Telephone and Media Retailer: Retail ini akan menggunakan media telepon sebagi telemarketing, media surat kabar, radio, televisi dan lain-lain.
Mail Order: Retail ini akan menawarkan produknya dengan mengirimkan pos surat kepada konsumen akhir.
Vending Machines: Hal ini mencakup mesin penjual minuman layaknya di hotel, pasar swalayan dan kantor.
Electronic Shopping: Retail ini akan menggunakan media elektronik dalam memasarkan produknya. Contohnya seperti televisi, komputer dan juga jaringan internet.
Direct Selling: Pada umumnya para pengusaha retail ini akan memasarkan produknya secara langsung kepada konsumen.

4. Berdasarkan Strategi Penetapan Harga
Harga yang ditawarkan oleh retailer ini sangat beragam, walaupun merek produknya sama. Ada yang menawarkan dengan harga tinggi namun pelayanan juga tinggi, ada pula yang menawarkan dengan harga diskon dan sebagainya.

5. Berdasarkan Lokasi 
Strip development: Jadi, lokasi pada strip development ini pada umunya akan menggunakan lahan komersial. 
Downtown central business districts: Sedangkan pada jenis ini, lokasi retail tersebut menjadi suatu pusat bisnis dan komersial di wilayah perkotaan.
Shopping center: Lokasi pada shopping center ini akan digabung dalam satu bangunan tertentu, misalnya komplek.

Demikianlah penjelasan mengenai retail, semoga artikel ini dapat memberi manfaat bagi semuanya.


Loading...