Kamis, 06 Juni 2019

Biaya Produksi: Definisi, Tujuan, Unsur-unsur serta Jenis dari Biaya Produksi

Tahukan anda bahwa produksi tak hanya sekedar proses, ada biaya-biaya yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya atau prosesnya. Untuk mengetahui lebih dalam, mari kita simak penjelasan berikut ini.

Definisi Biaya Produksi

Secara umum, definisi biaya produksi adalah mencakup segala sesuatu yang dikeluarkan untuk proses produksi. Proses produksi itu yang kemudian akan menghasilkan suatu produk yang siap untuk dipasarkan.

Apa yang berpendapat lain bahwa biaya produksi merupakan hal yang penting dari proses produksi. Perusahaan harus bisa memikirkan tentang berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk tenaga kerja, overhead pabrik hingga bahan baku, semuanya perlu dihitung atau diakumulasikan.


Dengan kata lain, biaya produksi tersebut adalah ongkos suatu perusahaan agar dapat menghasilkan barang dan kemudian dipasarkan.


Baca juga: Dividen: Definisi, Macam-macamnya serta Teori Kebijakan Dividen

Definisi Biaya Produksi Menurut Para Ahli

1. Mulyadi (1995:14)
Menurut pendapat beliau, definisi biaya produksi adalah bahan baku perlu diolah menjadi bahan jadi dan itu semua memerlukan biaya.
 

2. Hansen dan Mowen (2002:24)
Menurut pendapat kedua ahli ini, definisi biaya produksi adalah proses pembuatan produk barang atau pun jasa itu berhubungan dengan total biaya.
 

3. M. Nafarin (2009:497)Menurut pendapat beliau, definisi biaya produksi adalah suatu barang yang dihasilkan akan berhubungan dengan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan juga biaya overhead pabrik.
 

4. Abdul Halim (1988:5)Menurut pendapat beliau, biaya produksi adalah proses produksi akan terkait langsung dengan akumulasi biaya dan ketika produk tersebut dijual maka akan menghasilkan suatu pendapatan tersendiri.
 

5. Amin Widjaja Tunggal (1993:1)Menurut pendapat beliau, definisi biaya produksi adalah biaya dan produksi saling berhubungan seperti halnya biaya overhead pabrik, jumlah bahan, dan juga upah langsung.
 

Baca juga: Koperasi Syariah: Definisi, Fungsi, Prinsip, Landasan dan Syarat Usaha Koperasi Syariah

Tujuan Biaya Produksi

Setelah mengetahui penjelasan mengenai definisi dari biaya produksi, lalu apa sih tujuan dari biaya produksi itu sendiri? Berikut adalah penjelasannya:
 

1. Penetapan biaya produksi: dalam biaya produksi ini, bukti transaksi, pencatatan dan sebagainya sangat perlu diperhatikan. Karena dengan begitu, perusahaan akan  mendapatkan penetapan biaya produksi yang tepat.
 

2. Pengendalian biaya produksi: Saat perusahaan mampu mengumpulkan semua bukti transaksi, pencatatan, dan penentuan produksi maka akan dapat dipastikan semua manajemen pengawasan dan biaya dapat dikendalikan dengan baik dan mudah.
 

3. Alternatif kebijakan: Biaya produksi ini juga akan membantu para perusahaan untuk dapat membantu dalam pengambilan keputusan jangka pendek seperti halnya pembelian bahan baku, alat produksi dan penentuan harga jual barang jadi.

Unsur - unsur Biaya Produksi

Tahukan anda bahwa biaya produksi dapat membentuk suatu harga pokok produksi itu sendiri? Harga produksi yang dimaksud seperti harga pokok barang jadi dan lain-lain. Berikut adalah unsur-unsur biaya produksi menurut Charles T. Horngren:
 

1. Direct Material (Biaya bahan baku langsung): Bahan-bahan yang ada akan langsung di produksi menjadi suatu barang jadi.
2. Direct Labour (Biaya tenaga kerja langsung): Biaya ini mencakup keseluruhan tenaga kerja yang ditempatkan dan diberdayakan.
3. Factory Overhead (Biaya overhead pabrik): Biaya ini mencakup keseluruhan manufaktur yang tidak ditelusuri secara langsung ke output seperti biaya bahan baku tidak langsung, biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya depresiasi dan amortisasi aktiva tetap serta biaya reparasi dan pemeliharaan mesin.
 

Baca juga: Wiraswasta: Pengertian, Karakteristik, Unsur dan Contohnya

Jenis - jenis Biaya Produksi

Kita dapat membedakan biaya produksi ini ke dalam lima jenis, yaitu biaya tetap, variabel, total, rata-rata dan marjinal. Semua jenis tersebut harus dapat kita pahami secara jelas karena hal itu merupakan hal yang penting bagi suatu perusahaan agar dapat memanajemen berbagai macam produksinya dengan mudah dan supaya perusahaan dapat membandingkan berapa biaya yang ia keluarkan dan berapa biaya yang ia dapatkan kembali. Simak berikut ini:

1. Biaya tetap (Fixed cost): Biaya ini tidak tergantung pada hasil produksi, pelaksanaannya langsung pada priode tertentu namun dengan jumlah yang masih tetap. Misalnya penyewaan gedung, pajak perusahaan, biaya administrasi dan lain-lain.
2. Biaya variabel (Variabel cost): Hasil produksi akan mempengaruhi biaya variabelnya. Jadi, semakin besar atau banyak hasil produksi maka semakin besar pula biaya variabelnya, begitu juga sebaliknya. Misalnya biaya untuk tenaga kerja, biaya bahan baku dan lain-lain.
3. Biaya total (Total cost): Biaya tetap dan biaya variabel akan di akumulasikan secara keselurahan hingga menjadi biaya total.
4. Biaya rata-rata (Average cost): Biaya rata-rata ini biasanya akan membagikan total biaya dengan jumlah produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Biaya produksi per unitnya kemudian akan dihitung sebagai biaya rata-rata.
5. Biaya marjinal (Marginal cost): Biaya marjinal merupakan biaya tambahan. Biasanya perusahaan akan mengeluarkan biaya ini agar dapat menghasilkan satu unit barang jadi. 


Demikian penjelasan mengenai biaya produksi, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya.


Loading...

Jangan lupa LIKE FP kami