Jumat, 18 Januari 2019

Penulisan Tanda Baca yang Benar dan Contoh Penggunaannya

tanda baca

Ketika kita menulis, selain memperhatikan penulisan huruf, kita juga harus memperhatikan penulisan tanda baca. Dalam sebuah kalimat, kehadiran tanda baca ini adalah hal penting dan wajib. Dengan tanda baca yang diletakkan secara tepat, kita bisa lebih mudah dalam memahami maksud dari suatu kalimat. 

Ada banyak tanda baca yang kita kenal dalam kaidah bahasa. Penulisan tanda baca dan penggunaan tanda baca tersebut memiliki aturannya masing-masing. Jadi, kita tidak boleh sembarangan ketika meletakkan tanda baca ya. 

Kelihatannya, peletakkan tanda baca ini sederhana. Akan tetapi, jika keliru hasilnya bisa menyebabkan makna sebuah kalimat jadi ambigu atau berubah. Itu sebabnya, penting bagi kita untuk memahami cara meletakkan tanda baca yang tepat dalam bahasa Indonesia. Jadi, kalimat yang kita buat bisa ditangkap maknanya secara tepat oleh pembaca.

Berikut ini disajikan tentang bagaimana penulisan tanda baca penggunaannya secara benar dalam sebuah kalimat. Ada banyak tanda baca yang ada dalam kaidah Ejaan Bahasa Indonesia serta dilengkapi contoh penggunaan tanda baca agar lebih mudah dipahami lagi.

TANDA BACA TITIK (.)

Tanda baca titik sangat sering muncul dalam kalimat. Fungsi tanda baca titik ada beberapa. Yang paling umum adalah sebagai penanda akhir dari rangkaian kata. 

Contohnya: 
Dila ingin makan permen coklat.
Selain itu, tanda baca titik juga berfungsi untuk mengakhiri singkatan yang belum resmi. 

Contoh: 
yth. (yang terhormat)
hlm. (halaman)
a.n. (atas nama)

Tanda titik juga digunakan untuk membatasi singkatan pada gelar sarjana dengan bidang yang diambilnya. 

Contoh: 
S.Pd (Sarjana Pendidikan)
S.E (Sarjana Ekonomi)
S.Hum (Sarjana Humaniora)

Tanda titik juga digunakan untuk mengakhiri angka atau huruf yang terdapat dalam laporan atau tabel.

Contoh:
Tabel 3.1

Tanda titik digunakan di dalam daftar pustaka sebagai pembatas antara satu keterangan lainnya.

Contoh: 
Knight, John. 2001. Wanita Ciptaan Ajaib. Bandung: Indonesia Publishing House.

Tanda titik dipakai untuk membatasi angka atau bilangan ribuan serta kelipatannya

Contoh: 
Harga jam tangan itu mencapai Rp 15.000.000.
Dia harus menyediakan pasir sebanyak 50.000 hektar.
Tanda titik dipakai untuk pembatas jam dan menit dalam hitungan waktu.

Contoh :
Dia berangkat pukul 05.00 dini hari tadi.
Kita harus sudah tiba di Bandung pukul 16.00.

Sebagai informasi tambahan, tanda titik (.) tidak digunakan dalam penulisan judul atau keterangan pengirim dan tujuan pada surat.

Baca juga: Majas atau Gaya Bahasa

TANDA TANYA (?)

Cara penulis tanda baca yang satu ini sangat sederhana. Kita bisa mengenali kalimat yang perlu menggunakan tanda baca dengan mudah. Tanda tanya sendiri berfungsi untuk menunjukkan posisi kalimat sebagai kalimat tanya. 

Jika menggunakan tanda tanya, berarti kita tidak perlu lagi meletakkan tanda titik (.) di akhir kalimat atau tanda tanya tersebut menggantikan tanda titik. Jika tanda titik mengarah pada kalimat pernyataan, berbeda dengan tanda tanya (?) yang berfungsi untuk mengarahkan kalimat sebagai kalimat yang bersifat pertanyaan. 

Tanda tanya ini selalu diletakkan di akhir kalimat. Ciri khas kalimat dengan tanda tanya di bagian akhir adalah kalimat tersebut diawali dengan kata tanya (Apa, Mengapa, Kenapa, Berapa, dan sejenisnya), sekalipun, kalimat yang tanpa kata tanya di depannya juga tetap bisa menggunakan tanda tanya di akhirnya, selama kalimat tersebut juga merupakan kalimat tanya.

Contoh:
Apakah Anda dapat menghadiri rapat hari ini?
Siapa nama saudara lelaki Anda?
Kamu bisa menolongku, bukan?

TANDA SERU (!)

Sama halnya tanda tanya, tanda seru (!) juga bisa menggantikan posisi tanda titik (.) di akhir kalimat. Bedanya, penggunaan tanda baca seru akan menghasilkan kalimat yang sifatnya perintah atau seruan. Penggunaan tanda baca seru juga dapat berfungsi menegaskan, mengajak, atau memengaruhi seseorang melalui kalimat tersebut.

Contoh :
Tutup jendelanya!
Silahkan kerjakan sendiri!
Anda sebaiknya melupakan target penjualan itu!

TANDA KOMA (,)

Tanda koma (,) juga merupakan tanda baca yang sering muncul dalam kalimat. Ciri khas peletakkan tanda baca yang benar adalah berada di dalam kalimat. Tanda koma tidak bisa digunakan untuk awalan atau penutup kalimat.  

Tata cara pemakaian dan penulisan tanda koma (,) yang tepat dalam bahasa Indonesia yang pertama adalah sebagai pemerinci dalam sebuah kalimat yang mempunyai subjek, objek, dan keterangan lebih dari dua. Dalam hal ini, peletakkan tanda koma selalu di akhir kata yang dirinci. Khusus pada kata terakhir, tanda koma (,) berada sebelum dan kata yang menjadi kata hubung.

Contoh: 
Kakak ingin membeli buku, tas, sepatu, dan pulpen di toko Rajawali.
Tanda koma sebagai pemisah antara anak kalimat yang letaknya mendahului induk kalimat.

Contoh: 
Karena kakinya sakit dan tidak ada taksi, Sintia menjadi terlambat datang ke sekolah.

Tanda koma sebagai pemisah antara petikan kalimat langsung dengan kalimat utamanya. Jika petikannya berada di belakang pengujar, tanda koma diletakkan sebelum petikan langsung. Akan tetapi, jika petikan kalimat langsung mendahului pengujar, tanda koma diletakkan di bagian akhir petikan, sebelum tanda kutip (“”).

Contoh:
Lily gembira melihat Kakek pulang dari rumah sakit, Lily lantas berkata, “Lily kangen sama Kakek.”
“Kakek jangan sakit lagi ya.” Kata Lily saat menyambut kakeknya dari rumah sakit.

Tanda koma sebagai pemisah antara nama dengan gelar.

Contoh: 
Kak Brany telah menyelesaikan kuliahnya dengan baik dan kini ia bergelar Brany Brian, S.Pd.

Tanda koma sebagai pemisah antara nama pengarang yang dibalik dalam daftar pustaka.

Contoh: 
Ardiani, Risa. 2005. Mahir Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Tanda koma sebagai pembatas antara satu keterangan dengan keterangan lain yang berada dalam catatan kaki.

Contoh: 
Sutan Takdir Alisjahbana, Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia, (Jakarta: Pustaka Rakyat, 150), hlm. 20.

Tanda koma sebagai pengapit keterangan tambahan yang ada di dalam kalimat.

Contoh:
Ibu yang memiliki anak bayi tersebut, Bu Ngadini, rajin membawa anaknya ke Posyandu.

Baca juga: Jenis Jenis Konjungsi, Fungsi dan Contoh Konjungsi

TANDA TITIK DUA (:)

Tanda titik dua terkadang kita temui dalam beberapa tipe tulisan. Tanda baca ini memang tidak sepopuler tanda baca titik dan koma, tapi kita tetap harus memahami bagaimana tata cara peletakkannya yang tepat.

Penggunaan tanda baca titik dua yang pertama adalah untuk membatasi keterangan dengan rinciannya.

Contoh: 
Sebagai bahan ujian praktikum, para siswa harus menyiapkan: jas praktikum, gelas ukur, bahan baku praktikum, lensa pembesar dan buku catatan.

Tanda titik dua digunakan dalam dialog yang ada pada naskah drama untuk membatasi antara pengujar dan kalimat yang diucapkan.

Contoh:
Lily : “Kenapa Kamu bisa sampai di sini?”
Dodi : “Aku mengikutimu sejak tadi.”

Tanda titik dua digunakan penanda batas antara penerbit dengan kota penerbit yang ada dalam penulisan daftar pustaka.

Rinawati. 2018. Bahasa Indonesia Kebanggaanku. Jakarta : Gramatikal.

Tanda titik dua digunakan sebagai pembatas antara keterangan yang ada dalam tulisan bersifat laporan.

Contoh:
Nama :
NIK : 
Institusi : 

TANDA TITIK KOMA (;)

Penggunaan tanda baca titik koma (;) pada dasarnya mirip dengan penggunaan tanda koma (,) dalam kalimat. Akan tetapi, khusus tanda baca titik koma (;) ini baru dapat digunakan ketika terdapat dua penempatan tanda koma (,) yang salah satunya bersifat lebih tinggi daripada yang lainnya. Tanda titik koma sendiri diletakkan pada kalimat dengan sifat yang lebih tinggi. Misalnya seperti yang ada dalam kalimat majemuk dengan rincian di dalamnya.

Contoh: 
Setelah selesai ujian; adik sudah menyiapkan berbagai perlengkapan liburan untuk di rumah nenek, seperti : bola, pakaian, sepatu, camilan, peralatan mandi, sampai kamera.

TANDA HUBUNG (-)

Tanda hubung cukup sering muncul dalam penulisan kalimat sehari-hari. Ada beberapa model kalimat yang mengharuskan kita menggunakan tanda hubung. Yang pertama, tanda hubung digunakan untuk menghubungkan kata-kata yang mengalami pengulangan.

Contoh: 
Aku melihat buku-buku itu berantakan.
Tanda hubung digunakan untuk menghubungkan imbuhan dalam bahasa Indonesia dengan kata asing.

Contoh: 
Lily tampak cantik hanya ketika wajahnya di-make up.

TANDA PISAH (—)

Untuk tanda pisah ini harus perlu dilihat dengan sangat hati-hati. Sebab, tanda baca ini terlihat mirip dengan tanda hubung (-). Akan tetapi, kedua tanda baca ini berbeda. Tanda pisah (—) memiliki bentuk yang lebih panjang. 
Penggunaan keduanya pun juga berbeda. Pemakaian tanda pisah (—) yang tepat dalam bahasa Indonesia yang pertama adalah sebagai pengapit antara keterangan tambahan dalam sebuah kalimat.

Contoh :
Aku ingin sekali –seperti orang-orang pada umumnya—yang bisa bebas berkarya. 
Tanda pisah juga digunakan untuk mengganti kata sampai atau hingga dalam keterangan waktu.

Contoh:  
Ujian lisan akan diadakan besok pada pukul 09.00—12.00.

TANDA PETIK (‘…’)

Penggunaan tanda petik yang utama adalah digunakan untuk mengapit istilah yang memiliki makna yang sifatnya konotatif atau tidak sebenarnya.

Contoh :
Aku tidak ingin menjadi ‘kambing hitam’ karena permasalahan ini.
Tanda petik juga digunakan untuk mengapit makna kata yang langsung dicantumkan di dalam kalimat.

Contoh :
Lily adalah anak emas ‘anak kesayangan’ keluarga ini.

TANDA KUTIP (“…”)

Tanda kutip pada dasarnya merupakan penggunaan tanda petik secara ganda. Namun, perlu diketahui bahwa fungsi tanda petik dan tanda kutip berbeda. Penggunaan tanda kutip dalam bahasa Indonesia adalah untuk mengapit judul makalah, judul rubrik, bab buku, atau judul karangan lain yang belum diterbitkan.

Contoh: 
Andini mengarang sebuah buku menarik yang berjudul “Kabut di Seberang Senja”.
Selain itu, tanda kutip juga digunakan untuk mengapit kalimat langsung.

Contoh: 
Pak Guru mengatakan, “Seluruh siswa harus mengumpulkan tugas tepat waktu.”

TANDA GARIS MIRING (/)

Tanda garis miring dalam penulisan bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam surat menyurat. Peran tanda garis miring adalah untuk pembatas dalam nomor surat. Selain itu, fungsi tanda baca garis miring juga untuk menggantikan kata tiap.

Loading...

Bantu kami dengan klik "LIKE"