Revolusi Industri Inggris

Jika mencari momentum sejarah terbesar yang merubah peradaban umat manusia, memang tak salah bila kita merujuk pada revolusi industri yang terjadi di Inggris. 

Revolusi industri seolah menjadi langkah paling dini yang mengantarkan manusia masuk ke dalam era globalisasi. 

Era dimana sekat antar negara semakin menipis dan setiap manusia dapat dengan jauh lebih mudah, melompat ke wilayah manapun di dunia ini, bahkan di luar angkasa sekalipun.

Revolusi industri merupakan penanda dari pertumbuhan pabrik-pabrik yang melejit secara dramatis, yang dimulai pada akhir tahun 1700an, di negara Inggris. 

Sebelumnya, masyarakat dunia mayoritas adalah para petani yang tinggal di desa-desa kecil, termasuk juga masyarakat Inggris. 

Dalam kesehariannya, para rakyat jelata ini menggarap lahan sawah maupun kebun. Bermula dari penemuan mesin pembuat kain yang disebut ‘Spinning Jenny’, keseharian masyarakat pun berubah.

Seorang penemu sekaligus penenun dari Lancashire, James Hargraves bisa jadi adalah salah satu orang yang paling bertanggung jawab terhadap perubahan ini. 

Tahun 1764, Hargraves berhasil meracik “spinning Jenny” yang membantu para penenun untuk memilin wol atau serat kain menjadi benang dalam gulungan yang banyak. 

Kemudian, pada 1766, Arkwright menemukan mesin jenny yang mampu digerakkan oleh kincir air yang besar. Tentu saja, memanfaatkan tenaga air jauh lebih efisien ketimbang tenaga tangan yang terbatas, seperti yang biasa dilakukan sebelumnya. 

Arkwright lalu memasang kincir airnya di Crompton Mill, Derby, dan menciptakan perusahaan besar yang pertama di dunia pada tahun 1771.




James Watt lalu merevisi karya Arkwright dengan mengembangkan mesin uap pertamanya di tahun 1780. Mesin uap ini menjadi motor penggerak untuk menjalankan mesin. 

Penemuan mesin uap Jamess Watt nyatanya lebih populer dibanding kincir air karena mesin uap ini lantas dengan cepat menggantikan air sebagai sumber utama tenaga penggerak di pabrik-pabrik. 

Selanjutnya, penemuan ini semakin dilengkapi oleh Henry Cort yang menemukan cara memurnikan bijih besi menjadi besi tempa yang kemudian mengantarkan besi sebagai bahan utama dari revolusi industri.

Baca juga: Mengurai Pemikiran dalam Ideologi Kapitalisme

Pada tahun-tahun inilah kemudian revolusi industri terjadi. Kegiatan pertanian yang semula menjadi tonggak hidup rakyat lalu digantikan dengan kegiatan perindustrian. 

Perusahaan-perusahaan besar yang memanfaatkan mesin didirikan di hampir seluruh penjuru Inggris. Masyarakat pun mengikuti langkah ini dengan berbondong-bondong menjadi pekerja pabrik dan kemudian tinggal di kota-kota besar.

Pada awal tahun 1800-an, revolusi yang terjadi di Inggris ini merambat ke Jerman, Perancis dan juga Amerika Serikat. 

Koloni Eropa menciptakan pasar yang luas untuk barang-barang hasil produksi mesinnya yang surplus atau melimpah. Seluruh dunia adalah target pasarnya. Kondisi ini mendorong adanya perdagangan lintas negara secara lebih intens. 

Pengembangan dan penemuan mesin-mesin baru selanjutnya terus terjadi. Seluruh dunia lalu merasakan akibat dari revolusi industri ini, hingga saat ini.