Rabu, 13 September 2017

Jenis Jenis Hutan Berdasarkan Fungsi dan Lainnya

Bagi bumi, hutan adalah hal yang amat penting. Kita tentu pernah mendengar bahwa hutan adalah paru paru dunia bukan? Nah, karenanya, sudah sewajarnya kalau kita selalu melestarikan hutan yang ada di muka bumi ini. Selain itu, ada baiknya kita juga lebih mengenal jenis jenis hutan yang ada di dunia.

Jenis jenis hutan ini ada banyak macam pembagiannya. Pembagian jenis jenis hutan juga didasarkan pada berbagai hal, seperti berdasarkan fungsi, jenis pohon, proses terjadi, tempat dan lainnya. Agar lebih mengenalnya, mari kita coba mempelajari jenis jenis hutan berikut ini.
Jenis Jenis Hutan

Jenis hutan menurut fungsinya

Jenis jenis hutan menurut fungsinya meliputi empat macam : hutan lindung, hutan suaka alam, hutan produksi dan hutan wisata, dengan penjelasan sebagai berikut.

- Hutan Lindung
Hutan Lindung memiliki fungsi untuk melindungi serta menjaga kelestarian tanah dan air yang terdapat pada suatu wilayah. Gundulnya pepohonan yang ada di hutan lindung dapat mengakibatkan tanah yang di sekitar hutan tersebut mudah tererosi sehingga  air hutan yang meresap dalam tanah sangat sedikit.

Jika demikian, mata air di daerah kawasan tersebut dapat menjadi kering dan permukaan air tanah pun juga lebih dalam. Artinya, wilayah tersebut akan rawan banjir. Selaiknya, tata air yang buruk juga dapat mengakibatkan banjir.

- Hutan Suaka Alam
Hutan suaka alam yang berupa kawasan hutan dengan sifat-sifat khas ini berfungsi untuk melindungi kondisi alam hayati atau jenis tumbuhan serta ekosistem juga hewan tertentu. Ada dua jenis hutan suaka alam, yaitu hutan hutan cagar alam dan hutan suaka margasatwa.

Hutan cagar alam berfungsi melindungi berbagai jenis tumbuhan, dengan kondisi alamnya yang khas agar tumbuhan dapat berkembang secara alami dalam ekosistem alaminya. Adapun hutan suaka margasatwa berfungsi untuk melindungi aneka hewan di habitan asli atau alaminya, karena kawasan hutan suaka margasatwa yang khas dan memiliki keunikan dan keanekaragaman jenis satwa.

Simak juga: Pengertian Vulkanisme (Gunung Api)

- Hutan Wisata
Hutan wisata berfungsi untuk memenuhi kebutuhan atau kepentingan masyarakat dalam hal pariwisata atau wisata baru. Hutan wisata ada beberapa, yakni berupa taman wisata, taman baru serta taman laut.

Taman wisata umumnya memiliki panorama alam khas dan tampak indah, dengan keindahan nabati, hewani dan alam yang menarik sehingga sesuai untuk dimanfaatkan dalam rangka rekreasi dan kebudayaan.

Taman Baru berfungsi untuk tujuan wisata yang khas karena memiliki aneka satwa baru yang hidup sehingga memungkinkan diselenggarakan perburuan secara teratur demi kepentingan rekreasi.

Taman Laut adalah kawasan laut atau lepas pantai di dalam batas wilayah laut Indonesia, dengan keadaan alam yang khas dan menarik, bebatuan kosong atau biota laut lain yang khas. Selaligus kondisinya memungkinkan untuk dijadikan tempat tujuan rekreasi.

- Hutan Produksi
Hutan Produksi berfungsi untuk diambil hasilnya, atau untuk menghasilkan suatu produk hutan, seperti kayu atau non kayu, industri kayu dan obat-obatan, dan sebagainya.

Jenis Hutan Berdasarkan Jenis Pohonnya

Jenis hutan berdasarkan jenis pohon yang hidup di dalamnya dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu : hutan homogen dan hutan heterogen.

- Hutan Homogen
Hutan Homogen merupakan hutan dengan tanaman yang hidup di dalamnya hanya satu jenis saja, atau seluruh tanamannya seragam. Hutan homogen umumnya berupa hutan buatan yang sengaja dibuat khusus untuk tujuan tertentu, seperti produksi, reboisasi, atau keperluan perluasan industri dan lainnya. Contoh hutan homogen bisa berupa hutan jati, hutan cemara, hutan bakau, hutan kayu putih dan hutan pinus.

- Hutan Heterogen
Hutan Heterogen adalah hutan dengan jenis tanaman yang hidup di dalamnya bervariasi, atau banyak jenisnya. Contoh hutan homogen yang paling populer adalah hutan rimba, hutan lindung, dan hutan suaka alam.

Kebanyakan hutan heterogen ditemukan di wilayah tropis yang mempunyai jumlah curah hujan tinggi, seperti di Amerika Selatan, Amerika Tengah, Afrika, Asia Tenggara dan Australia Timur Laut. Hutan -hutan heterogen ini umumnya mempunyai pepohonan yang menjuang tinggi dan berdaun lebar.

Contoh hutan heterogen di Indonesia, adalah hutan hutan yagg ada di pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Irian Jaya.

Simak juga: Siklus Hidrologi: Pengertian, Tahapan dan Macamnya

Jenis Hutan Berdasarkan Proses Terjadinya

Jenis hutan berdasarkan pada proses terjadinya atau terbentuknya, meliputi : hutan asli atau hutan alami dan hutan buatan.

- Hutan Asli atau hutan alami
Hutan asli atau hutan alami adalah hutan yang proses terjadinya secara alami, atau tanpa bantuan manusia. Contoh hutan alami adalah hutan rimba.

- Hutan Buatan
Hutan buatan adalah hutan yang terjadnya disebabkan oleh bantuan manusia karena dengan sengaja dibuat. Hutan buatan umumnya hanya terdiri dari satu jenis pohon, dan biasanya khusus untuk tujuan tertentu.

Contoh hutan buatan adalah hutan jati, hutan kayu putih dan lainnya, yang biasanya sengaja dibuat untuk tujuan produksi demi memenuhi kepentingan ekonomi.

Akan tetapi, ada juga hutan homogen yang bukan hutan buatan, yakni hutan mangrove atau hutan bakau pada umumnya, yang biasanya merupakan hutan alami. Ada juga hutan mangrove yang merupakan hutan alami, yang biasanya dibuat untuk melindungi tanah yang ada di sekitar pantai dari ombak, atau abrasi.

Jenis Hutan Berdasarkan Tempatnya

Jenis hutan berdasarkan tempatnya ada sangat banyak dan sangat mudah dikenali. Sebab, hutan -hutan ini dinamai atau disebut sesuai dengan di mana kawasan hutan tersebut berada. Umumnya, hutan -hutan seperti ini adalah hutan yang ada di wilayah tropis, yang memiliki curah hujan tinggi.

Contohnya, hutan yang tumbuh di kawasan rawa dinamai hutan rawa, hutan yang tumbuh di daerah pantai dinamai hutan pantai, hutan yang tumbuh di wilayah pegunungan dinamai hutan pegunungan dan lainnya.

Jenis Hutan Berdasarkan Iklimnya

Jenis hutan berdasarkan pada iklim terdapat berbagai jenis, seperti :

- Hutan Hujan Tropis
Hutan hujan tropis merupakan jenis hutan yang terdapat di daerah dengan iklim tropis basah dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun. Ciri khas tumbuhan-tumbuhan yang tumbuh di wilayah hutan hujan tropis umumnya memiliki ukuran pohon tinggi, dengan daun lebar, selalu tampak hijau dan umumnya merupakan jenis pohon besar. Hutan hujan tropis biasanya kaya akan hewan Vertebrata dan Invertebrata.

Contoh hutan hujan tropis banyak terdapat di wilayah Amerika Tengah dan Selatan, wilayah Australia timur Laut, wilayah Afrika dan juga di wilayah Asia Tenggara.

- Hutan Musim Tropik
Hutan musim tropik umumnya banyak terdapat di daerah yang memiliki iklim tropis basah, dengan musim kemarau panjang. Ciri khas pepohonan yang ada di hutan musim tropis umumnya menggugurkan daunnya ketika musim kemarau. Contoh hutan musim tropik banyak ditemukan di daerah India dan Asia Tenggara, dan termasuk Indonesia.

- Hutan Hujan Iklim Sedang
Hutan hujan iklim sedang adalah jenis hutan raksasa yang terdapat di wilayah dengan iklim sedang dengan curah hujan yang tinggi. Hutan hujan iklim sedang di wilayah Australia dan di sepanjang pantai Pasifik Amerika Utara serta California sampai ke negara bagian Washington. Hutan hujan iklim sedang yang terdapat di wilayah Australia diketahui sebagai hutan dengan pohon-pohon tertinggi di dunia.

- Hutan Pegunungan Tropik
Hutan Pegunungan Tropik memiliki ciri khas yang menyerupai hutan hujan iklim sedang. Bedanya, hutan ini memiliki struktur dan karakteristik yang berbeda di letaknya, karena hutan ini berada di wilayah pegunungan yang ada di daerah tropis.

Simak juga: Pengertian, Lapisan dan Manfaat Atmosfer

- Hutan Hujan Iklim Sedang yang selalu hijau
Hutan hujan iklim sedang memiliki ciri khas dengan warna yang selalu hijau. Hutan ini dapat ditemukan di wilayah yang memiliki iklim sedang. Kita bisa menemukan hutan jenis ini di kawasan Amerika Serikat dan Eropa yang memiliki iklim kontinen.

- Hutan Gugur Iklim Sedang
Hutan Gugur Iklim Sedang adalah hutan yang biasa terdapat di daerah dengan iklim kontinen sedang, namun agak basah dengan musim hujan yang berlangsung ketika musim panas, dan  musim dingin yang biasanya berlangsung keras.

Pohon-pohon yang mendominasi hutan gugur iklim sedang berupa pohon-pohon berdaun lebar yang menggugurkan daunnya pada musim dingin. Hutan ini banyak terdapat di dearah Amerika Serikat, Amerika Tengah, Asia Timur, Chile, dan Eropa.

- Taiga
Taiga adalah hutan yang memiliki tumbuhan berupa aneka jenis conifer. Hutan ini banyak terdapat di wilayah terdingin yang ada di iklim hutan. Taiga terbesar terdapat di wilayah Amerika Utara, Eropa dan Asia.

- Hutan Lumut
Hutan lumut adalah komunitas pegunungan tropik dengan ciri khas adanya struktur lumut dan banyak ditemukan pada wilayah dengan ketinggian sekitar 2500 meter atau lebih. Ciri khas hutan lumut adalah pohon-pohonnya yang pendek, atau bahkan kerdil dengan ditumbuhi lumut serta lumut kerak.

- Sabana
Sabana adalah daerah padang rumput tropis dengan ciri khas adanya pohon-pohon besar. Hutan sabana umumnya berada pada daerah peralihan antara hutan dan padang rumput. Kebanyakan sabana terdapat di wilayah Australia dan Brasilia.

- Gurun
Gurun adalah wilayah daratan dengan ciri khas yang kering dan di wilayahnya tidak terdapat jenis tumbuhan apa pun, kecuali beberapa jenis kaktus saja. Umumnya, gurun terdapat di wilayah dengan iklim sangat panas dengan suhu yang tinggi, dan curah hujan rendah sehingga tidak banyak tumbuhan yang dapat bertahan hidup di wilayah gurun.

Beberapa jenis tumbuhan yang mampu bertahan hidup di sana adalah kaktus dan hanya beberapa jenis saja.

Jenis Hutan Berdasarkan Tujuannya

Jenis hutan berdasarkan tujuannya, meliputi :
- Hutan Konservasi dan Taman Nasional, adalah hutan yang dibuat dengan tujuan konservasi dan juga taman nasional.
- Hutan Produksi Terbatas dan Hutan Produksi Tetap, adalah hutan yang dibuat dengan tujuan untuk diambil hasil produksinya.
- Hutan Lindung, adalah hutan yang dibuat dengan tujuan melindungi ekosistem tertentu.
- Hutan Konversi, adalah hutan yang dibuat dengan tujuan konversi.
Jadi, jenis jenis hutan memang ada banyak yang bisa dilihat dari berbagai faktor. Untuk itu, kita perlu mempelajari aneka jenis hutan berdasarkan pada aneka faktor yang ada. Semoga tidak bingung dengan penjelasannya ya.

Referensi :
Mulyo, Bambang Nianto dan Purwadi Suhandini. 2015. Geografi untuk Kelas XI SMA dan MA. Solo : Global Tiga Serangkai.