Selasa, 23 Mei 2017

Pengertian Manajemen, Fungsi, Sejarah, Klasifikasi dan Prinsip

Bagi kamu yang sedang belajar ekonomi, kamu tentunya akrab dengan kata manajemen, bukan? Pengertian manajemen biasanya dibahas di bab bab awal ketika hendak mempelajari ekonomi. 

Selain itu, kita juga perlu belajar tentang fungsi manajemen, sejarah manajemen, klasifikasi manajemen dan juga prinsip manajemen. Beberapa hal inilah yang kali ini akan kita bahas ya.



Pengertian Manajemen, Fungsi, Sejarah, Klasifikasi dan Prinsip


Pengertian Manajemen

Pengertian Manajemen adalah koordinasi dari berbagai sumber daya yang berlangsung melalui rangkaian proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan serta pengawasan guna mencapai tujuan awal yang telah ditetapkan. Seluruh koordinasi sumber daya yang dilakukan adalah dengan menerapkan terapan ilmu dan seni, karena sesungguhnya Ilmu dan seni dalam disiplin manajemen tidaklah dapat dipisahkan.

Manajemen menjadi sebuah ilmu karena memang telah la.a dipelajari sejak dahulu. Selain itu, di dalam olmu ini juga terdapat penjelasan tentang aneka gejala manajemen yang didasarkan pada penelitian dengan menggunakan metode yang ilmiah serta dirumuskan dalam bentuk prinsip yang membuatnya layak disebut sebagai teori.

Adapun manajemen dianggap sebagai seni, yakni bila dilihat dari sudut pandang sebuah pekerjaan yang mengunakan tenaga serta kerja sama dengan orang lain. Laku cara-cara untuk mendapat kerja sama ini dapat dilakukan dengan me-manage atau mengatur. Dalam hal inilah dibutuhkan sebuah seni. Tujuannya, maksud hati dan cara penyampaian yang dilakukan dapat tersampaikan dengan baik.


Fungsi Manajemen

Manajemen memiliki banyak fungsi. Adapun fungsi manajemen, meliputi :

1. Planning (Perencanaan)

Pekerjaan harus sudah ditetapkan oleh kelompok guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan di awal. Dalam kegiatan Planning terdapat kegiatan pengambilan keputusan dan pemilihan keputusan yang realistis sehimgga akan lebih mudah untuk dijalankan. Planning penting untuk mencapai tujuan yang lebih besar karena visi dan pandangan ke depan yang baik penting untuk setiap orang.

Terdapat dua elemen utama dalam perencanaan, yang berupa sasaran dan rencana. Sasaran (goal) adalah satu hal yang perlu dicapai individu atau kelompok. Sasaran terkadang juga disebut dengan tujuan. Sedangkan rencana (plan) adalah bentuk dokumen yang digunakan untuk memberikan gambaran dalam mencapai tujuan. Rencana memiliki elemen-elemen lagi di dalamnya, berupa alokasi sumber daya, dana, jadwal, jangka waktu, dan frekuensinya.

Simak juga: Pengertian dan Syarat Segmentasi Pasar


2. Organizing (Pengorganisasian)

Adalah suatu proses mengelompokkan kegiatan -kegiatan guna mencapai tujuan dan untuk memberi tugas kepada setiap kelompok yang dilakukan oleh seorang manajer. Pengorganisasian seperti ini dilakukan dengan tujuan mengatur sumber yang diperlukan, seperti manusia dan pekerjaan yang dibutuhkan serta dikehendaki sehingga target keberhasilan dapat tercapai. Di dalam organisasi, terdapat empat komponen yang disingkat sebagai WERE (work, employees, relationship, environment).

Work atau pekerjaan adalah fungsi organisasi yang wajib dilaksanakan, fungsi ini dilandasi oleh adanya sasaran yang telah ditetapkan di awal atau sebelumnya. Employees atau pegawai-pegawai adalah orang-orang yang telah mendapat tugas atau pekerjaan tertentu yang akan dilaksanakan.

Relationship atau hubungan adalah satu elemen penting, yaitu hubungan antara pegawai dengan pekerjaannya, interaksi interpersonal antar pegawai, antara unit kerja yang satu dengan unit kerja yang lain. Environment atau lingkungan adalah suatu komponen yang di dalamnya mencakup sarana fisik dan sasaran umum, dan juga menjadi tempat pegawai -pegawai untuk menjalankan pekerjaannya, juga termasuk sebagain tempat alat - dan lokasi yang digunakan.


3. Actuating (Pelaksanaan)

Pelaksanaan adalah usaha yang dlakukan guna menggerakkan anggota- anggota yang tedapat di suatu kelompok tertentu dengan cara tertentu, sehingga orang-orang dalam kelompok tersebut tergerak dan berkeinginan melaksanakan kegiatan tertentu agar dapat mencapai tujuan yang telah direncanakan di awal.


4. Controlling (Pengawasan)

Pengawasan adalah penemuan dan penerapan cara, dan juga alat untuk menjamin bahwasanya planning atau rencana yang telah dilaksanakan sesuai dengan keinginan. 

Pengawasan yang dilakukan seorang manajer haruslah dilakukan dengan sebaik mungkin agar dapat menghindari keterlambatan proses pencapaian tujuan, dan menghindari hal-hal yang terjadi di luar prosedur. Manajer dapat melakukan pengawasan melalui alat, media, sekaligus melakukannya langsung.


Tipe - Tipe Pengawasan

Terdapat tiga tipe pengawasan yang perlu Anda ketahui. Berikut adalah beberapa tipe pengawasan :


1. Feedforward Control

Adalah tipe pengawasan yang dirancang guna mengantisipasi adanya masalah dan penyimpangan standar tujuan serta untum memungkinkan koreksi sebelum kegiatan tertentu diselesaikan.


2. Concurrent Control

Adalah tipe pengawasan dengan proses yang dilakukan pada aspek tertentu dari prosedur dan harus disetujui dulu sebelum kegiatan dilanjutkan atau guna menjamin ketepatan pelaksanaan kegiatan.


3. Feedback Control

Dilakukan dengan tujuan untuk mengukur hasil-hasil kegiatan yang telah selesai dilaksanakan.

Simak juga: Faktor Faktor Produksi dalam Ekonomi


Sejarah Manajemen

Sejarah perkembangan ilmu manajemen dapat dilihat dari adanya pembagian pada empat fase, yaitu :


Era Pemikiran Awal

Tahun 1776, Adam Smith memperkenalkan doktrin ekonomi klasik melalui bukunya yang berisi mengenai organisasi terhadap pembagian kerja yang menurutnya akan berefek positif terhadap keunggulan dan kesuksesan ekonomi. 

Pembagian kerja yang ia ungkap merupakan perincian pekerjaan terhadap pekerja beserta tugas yang lebih terkhusus untuk dilakukan secara berulang bagi masing masing pekerja. 

Adam Smith menyatakan bahwa dengan sepuluh orang yang menjalankan tugas khusus di sebuah perusahaan, maka akan menghasilkan 48 ribu peniti dalam satu hari. Namun, berbeda apabila hanya satu orang yang bekerja sendiri untuk seluruh bagian pembuatan peniti dati awal hingga akhir, maka paling hanya mampu menghasilkan sepuluh peniti saja.

Adam Smith berkesimpulan bahwa pembagian kerjalah yang dapat meningkatkan produktivitas, menghemat waktu, meningkatkan keterampilan kerja, serta hemat tenaga.

Lalu, terjadilah revolusi industri di Britania. Revolusi ini ditandai dengan maraknya penggunaan mesin yang menggantikan peran manusia, yang kemudian dikenal dengan pabrik. 

Akibatnya, manajer saat itu pun memerlukan teori yang tepat untuk mengarahkan dan memberi tugas tugas bagi bawahan- bawahannya. Teori dan disiplin ilmu tersebut lah yang juga merupakan awal dari perkembangan ilmu manajemen.


Era Manajemen Sains

Manajemen Sains atau manajemen ilmiah telah dipopulerkan oleh ahli manajemen bernama Frederick Winslow Taylor melalui bukunya yang berjudul "Principles of Scientific Management" (1911). Taylor dalam buku tersebut memaparkan bahwa manajemen sains merupakan ilmu yang di dalamnya terdapat penggunaan metode ilmiah dalam menentukan cara terbaik untuk menyelesaikan pekerjaan.

Lalu tahun 1940 an, Patrick Blackett mengeluarkan ilmu tentang riset operasi yang merupakan bagian dari ilmu kombinasi dari mikroekonomi dan teori statistika. Riset operasi ini lebih dikenal dengan sebutan 'manajemen sains'. Ini dilakukan dengan mencoba pendekatan ilmiah guna menyelesaikan masalah yang terdapat pada manajemen khususnya pada bidang operasi dan logistik. 

Lalu tahun 1946, Peter F Drucker meluncurkan bukunya yang berisi tentang manajemen terapan, berjudul "Concept of the Corporation". Buku ini di dalamnya menugaskan penelitian mengenai organisasi.

Manajemen yang dinyatakannya juga didukung pemikiran yang baru Henry Gantt dan Gilbreth. Henry menyumbangkan idenya yang menyatakan bahwa seorang mandor harus dapat memberi pendidikan pada para karyawannya, dan memanajemen serta mengontrol pekerjaannya. 

Aementara Lilian Gilbreth dan Frank yang merupakan oasutri juga menciptakan alat yang dapat mencatat gerakan yang dilakukan oleh para pekerja, yang diberi nama micromotion.

Tahun 1950, ada lima fungsi manajemen yang dikemukakan Henry Fayol, yang merupakan seorang industriawan dari Prancis, kelima fungsi manajemen tersebut meliputi:

  1. Merancang
  2. Mengorganisasi
  3. Memerintah
  4. Mengkoordinasikan
  5. Mengendalikan

Lalu tahun 1940, Patrick Balckett kembali mengemukakan tentang riset kombinasi dari teori mikroekonomi dan statistika. Risetnya kali ini mencoba menyelesaikan secara ilmiah dan manajemen pada bidang operasi dan logistik. 

Lalu di tahun 1946, Peter F Ducker menciptakan buku mengenai manajemen terapan dengan judul “Concept of the Corporation”, yang di dalam buku ini juga menggambarkan penelitian mengenai organisasi.


Era Manusia Sosial

Pada 1942, Mary Parker Follet menerbitkan sebuah buku yang berjudul “Creative Experience”. Di dalam buku ini bercerita tentang filosofi bisnis. Ia mengemukakan pendapatnya bahwa tugas memimpin adalah tujuan dari organisasi serta harus dapat mengitegrasikannya dengan tujuan kelompok serta individu. Pada intinya, para manajer dan karyawan harus menjadikan mereka sebagai rekan dan mitra kerja, bukan sebagai lawan


Era Modern

Era modern muncul di abad ke 20 yang pertama kali dicetuskan oleh ahli manajemen W. Edward Deming dan Joseph Juran. Deming sendiri di Jepang dianggap sebagai seorang Bapak Kontrol Kwalitas. Ia mengemukakan pendapatnya bahwa kebanyakan permasalahan dalam kualitas bukanlah berasal dari kesalahan para pekerja, akan tetapi berasal dari sistemnya. Akibatnya, ketika kualitas ditingkatkan, maka akan memiliki efek sebagai berikut, seperti:

  1. Berkurangnya biaya pengeluaran, karena terjadinya kesalahan sedikit, dapat mengakibatkan biaya untuk perbaikan menjadi berkurang
  2. Produktifitas meningkat
  3. Pangsa pasar yang meningkat karena peningkatan terhadap kualitas dan terjadi penurunan harga
  4. Keuntungan meningkat, sehingga perusahaan dapat bertahan
  5. Jumlah lapangan pekerjaan akan semakin bertambah.



Klasifikasi Manajemen

1) Manajemen Lini

Ini juga disebut dengan manajemen tingkat pertama, yang merupakan tingkatan paling rendah dari sebuah organisasi. Dalam hal ini, seseorang yang bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain. Seperti seorang mandor yang mengawasi pabrik, serta pengawas teknik suatu bagian penelitian dan riset.


2) Manajemen Menengah (Midle Manager)

Merupakan manejemen yang terdapat lebih dari satu tingkatan pada suatu organisasi. Manajer ini bertugas untuk mengarahkan kegiatan manajer lain, dan mengarahkan serta mengontrol kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan kebijakan organisasi. Contohnya seperti kepala bagian yang membawahi para kepala seksi.


3) Manajemen Puncak (Top Manager)

Merupakan manajemen yang terdiri dari kelompok dengan jumlah yang relatif kecil, yang bertanggung jawab terhadap manajemen keseluruhan dari organisasi. Manajer ini bertugas untuk menetapkan kebijaksanaan terhadap operasional dan aktivitas, serta membimbing terjadinya hubungan organisasi dengan lingkungannya. Sebutan bagi manajer ini yang biasanya adalah Chief Executive Officer atau direktur utama, Presiden.


Prinsip Manajemen

Prinsip manajemen adalah suatu dasar dan nilai yang menjadi dari sebuah keberhasilan pada manajemen.

Berikut merupakan 14 prinsip manajemen yang dirangkum dari ahli manajemen Prancis, Henry Fayol :


a. Pembagian Kerja

Memberikan spesialisasi pekerjaan pada para individu di dalam ruang lingkup manajemen, sehingga dapat menambah produktivitas dan juga menghemat waktu.


b. Wewenang dan Tanggung Jawab

Adalah suatu kunci dalam pelaksanaan kerja sama. Pemerintah berwenang untuk memberikan perintah, sekaligus tanggung jawab yang akan timbul dari kekuasaan tersebut. Tanggung jawab terbesar dalam hal ini terdapat pada manajer puncak, sehingga manajer puncak harus mempunyai sifat dan keahlian lebih tinggi mengenai kepemimpinan


c. Disiplin

Pemegang wewenang harus mampu menanamkan rasa disiplin di dalam dirinya sendiri, sehingga ia dapat memlunyai rasa tanggung jawab penuh terhadap pekerjaannya


d. Kesatuan Perintah

Prinsip ini adalah suatu perintah yang diterima para bawahan dan tidak boleh diberikan oleh lebih dari satu orang atasan. Dengan begitu karyawan hanya memiliki sebuah jalan pemikiran saja.


e. Kesatuan Pengarahan

Setiap golongan pekerjaan haruslah mempunyai tujuan yang sama. Ini berhubungan erat dengan adanya konsep hubungan kerja dan pembagian kerja.


f. Subordinasi Kepentingan Perseorangan Terhadap Kepentingan Umum

Bagi setiap karyawan haruslah mengabdikan kepentingan pribadinya terhadap kepentingan dari perusahaan. Inilah yang akan membuat aktivitas dapat berjalan baik.


g. Penggajian Pegawai

Pemberian upah secara adil dan maksimal untuk para pegawai, sehingga ini dapat meningkatkan rasa semangat serta sekaligus mampu menambah produktivitas dari pegawai


h. Pemusatan

Tanggung jawab terbesar ada pada orang yang memegang wewenang paling tinggi atau manajemen puncak. Ini membuat seoranh manajer terhindar dari simpang siur atau penyelewengan yang tidak diinginkan


i. Rangkaian Perintah

Merupakan prinsip yang di dalamnya mewajibkan perintah yang berasal dari atas ke bawah yang harus memiliki jarak dekat. Sehingga garis otoritas yang terbentuk tidak terlalu jauh


j. Ketertiban

Ketertiban sebuah pekerjaan merupakan syarat utama yang dapat mengakibatkan adanya  peningkatan disiplin dari karyawan


k. Keadilan

Manajer yang dapat memberikan keadilan terhadap para karyawannya sehingga dapat meningkatkan kesetiaan, ketaatan, dan tumbuhnya rasa patuh terhadap atasannya.


l. Stabilitas masa jabatan

Karyawan akan bekerja lebih baik, bila mendapatkan ransangan keamanan pekerjaan serta adanya peningkatan karir yang pasti.


m. Inisiatif

Inisiatif akan menjadi hal penting yang mampu membuat adanya jalan pintas baru untuk membuat pekerjaan menjadi lebih mudah dan lebih cepat selesai, tanpa harus mengurangi kualitas dari hasil suatu pekerjaan.


n. Semangat Kesatuan

Merupakan suatu kesetiaan kelompok dan kekompakan para pegawai yang dapat meningkatkan semangat kerja yang lebih baik. Manajer yang memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, akan dapat menumbuhkan semangat kesatuan sepeti ini.


Teori Manajemen

Beberapa teori manajemen yang diungkapkan oleh para ahli sebagai berikut.


Haiman

Manajemen merupakan suatu fungsi guna mencapai tujuan melalui kegiatan orang lain, serta dengan mengawasi usaha yang dilakukan individu agar mencapai tujuan


George R. Terry

Manajemen merupakan suatu cara untuk pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu melalui kegiatan orang lain


Marry Parker Follet

Manajemen sebagai suatu seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain


Stoner

Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, serta pengawasan usaha-usaha dari para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya manusia organisasi lain agar dapat mencapai tujuan organisasi yang sudah ditetapkan.


Gulick

Manajemen merupakan suatu bidang ilmu pengetahuan (science) yang di dalamnya berusaha secara sistematis agar dapat memahami tentang mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan dan untuk membuat sistem ini dapat lebih bermanfaat bagi kemanusiaan.

Schein
Manajemen sebagai suatu profesi. Menurutnya manajemen adalah suatu profesi yang dituntut untuk dapat bekerja secara profesional.


Terry

Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang di dalamnya melibatkan bimbingan atau pengarahan dari suatu kelompok orang-orang menuju arah dari tujuan-tujuan organisasional atau dari maksud-maksud yang nyata

Nah, demikianlah pembahasan kita kali ini mengenai pengertian manajemen dan hal - hal lain mengenai manajemen. Semoga bermanfaat ya.