Jumat, 31 Maret 2017

Pengertian dan Akibat Revolusi Bumi

Bumi memiliki banyak sekali fenomena menarik untuk dipelajari. Salah satu di antaranya adalah revolusi bumi. Kali ini, kita akan mempelajari tentang pengertian revolusi bumi dan akibat revolusi bumi tersebut. Materi mengenai revolusi bumi ini penting dipelajari karena sering muncul dalam ujian sekolah.


Pengertian revolusi bumi

Revolusi Bumi merupakan fenomena peredaran bumi mengelilingi matahari pada orbitnya. Dalam sekali mengelilingi matahari, bumi membutuhkan waktu selama 365 ¼ hari, atau selama satu tahun surya. Waktu satu tahun surya ini juga sering disebut sebagai ‘kala revolusi bumi’.

Poros bumi pada dasarnya tidak tegak lurus dengan bdiang ekliptika, melainkan berada pada posisi miring terhadap arah yang sama dan membentuk sudut 23,5 o terhadap matahari. Sudut kemiringan ini diukur dengan garis imajiner berupa sumbu rotasi. Sumbu rotasi adalah garis khayal yang menghubungan antara kutub utara dan kutub selatan. 


Pengertian dan Akibat Revolusi Bumi


Akibat Revolusi Bumi

Adanya revolusi bumi mengakibatkan beberapa gejala alam. Pengaruh revolusi bumi sangat besar dan dapat dirasakan oleh manusia. Revolusi bumi yang terjadi, ditambah dengan adanya kemiringan sumbu bumi terhadap bidang ekliptika mengakibatkan gejala alam yang berlangsung berulang setiap tahunnya. 

Peristiwa ini terlihat lebih jelas bila diamati pada sektiaran kutub utara dan kutub selatan. Beberapa pengaruh revolusi bumi, meliputi :

1. Terdapat Perbedaan Lamanya Siang dan Malam
Garis edar matahari yang mengalami pergeseran mengakibatkan perbedaan waktu lamanya siang dan malam hari. Artinya, suatu ketika, di tempat –tempat tertentu, malam hari akan menajdi lebih panjang dibandingkan siang hari. Sebaliknya, di sisi lain bumi akan mengalami siang hari yang lebih panjang dibandingkan malam hari.

Pada kutub utara, lamanya malam hari bahkan bisa mencapai 24 jam. Sebaliknya di waktu yang sama di kutub selatan dapat mengalami siang hari selama 24 jam. 

Akibat revolusi bumi antara tanggal 21 Maret s.d 23 September

  • Umumnya, kutub utara akan mendekati matahari pada tanggal tersebut. Sementara itu, kutub selatan akan menjauhi matahari. Karenanya, pada belahan bumi bagian utara akan menerima sinar matahari yang lebih banyak daripada di belahan bumi selatan.
  • Pada saat ini, di belahan bumi utara juga mengalami siang yang lebih panjang daripada di belahan bumi selatan.
  • Terdapat daerah di sekitar kutub utara, yang mengalami siang hari selama 24 jam , sementara di daerah sekitar kutub selatan mengalami malam hari selama 24 jam.
  • Jika diamati dari khatulistiwa, maka matahari akan tampak bergeser ke utara.
  • Kutub utara akan berada pada posisi paling dekat dengan matahari pada tanggal 21 Juni. Pada waktu tersebut, pengamat di khatulistiwa dapat melihat matahari yang bergeser sejauh 23,5o ke utara.

Simak juga: Faktor yang Mempengaruhi Evolusi


Akibat revolusi bumi antara tanggal 23 September s.d 21 Maret

  • Pada tanggal tersebut, kutub selatan berada lebih dekat dengan matahari, sementara kutub utara akan menjauhi matahari.
  • Sinar matahari akan menyinari belahan bumi selatan lebih banyak, daripada di belahan bumi utara.
  • Belahan bumi selatan akan mengalami siang yang lebih panjang daripada di belahan bumi utara.
  • Di daerah kutub utara terdapat daerah yang mengalami malam selama
  • Daerah sekitar kutub utara ada yang mengalami malam hingga 24 jam, sementara di sekitar kutub selatan ada daerah yang mengalami siang hingga 24 jam.
  • Matahari akan tampak bergeser ke selatan ketika diamati dari khatulistiwa.
  • Pada tanggal 22 Desember, kutub selatan akan berada pada posisi terdekat dengan matahari. Jadi, pengamat di khatulistiwa dapat melihat matahari bergeser 23,5o ke selatan.


Akibat revolusi bumi antara tanggal 21 Maret dan 23 Desember

  • Kutub utara dan kutub selatan memiliki jarak yang sama ke matahari
  • Belahan bumi utara dan belahan bumi selatan mendapatkan sinar matahari yang sama banyaknya.
  • Siang dan malam di seluruh belahan bumi memiliki lama yang sama.
  • Pada daerah khatulistiwa, matahari akan terlihat melintas tepat di atas kepala.


2. Adanya Gerak Semu Tahunan Matahari
Gerak semu matahari adalah peristiwa bergesernya posisi matahari ke arah belahan bumi bagian utara (terjadi pada 22 Desember – 21 Juni), serta posisi matahari yang bergeser dari belahan bumi bagian utara ke belahan bumi selatan (terjadi pada 21 Juni – 21 Desember ). Disebut gerak semu karena sebetulnya, matahari tidaklah bergerak. Gerakan yang tampak ini terjadi akibat pengaruh revolusi bumi terhadap sumbu rotasi yang miring.

3. Terjadi Perubahan Musim
Musim menjadi salah satu patokan pembagian utama dari tiap tahun. Pengertian musim sendiri merupakan hasil revolusi tahunan bumi dalam mengelilingi matahari, serta akibat dari adanya kemiringan sumbu bumi relatif terhadap bidang revolusinya. 

Pada daerah yang memiliki iklim sedang dan kutub, perubahan musim dapat diamati dari perubahan intensitas sinar matahari yang mencapai permukaan bumi. Musim yang bervariasi di tiap belahan bumi juga mengakibatkan adanya peristiewa hibernasi atau migrasi pada hewan, serta bagi tanaman akan membuat mereka semakin aktif.

Dalam satu tahun, umumnya di daerah beriklim sedang, musim dapat dibagi dalam empat kelompok, berikut pembagiannya:
- Musim semi (vernal) / Spring
Musim semi berada di daerah nontropis, yang merupakan musim peralihan dari musim dingin menuju musim panas. Pada belahan bumi bagian utara, musim semi umumnya berlangsung pada tanggal 21 Maret-21 Juni. Sedangkan pada belahan bumi bagian selatan, musim semi umumnya berlangsung pada tanggal 23 September-21 Desember. 

- Musim panas (festival) / Summer
Musim panas biasa terjadi di negara dengan iklim sedang. Namun, musim panas dapat terjadi pada waktu –waktu yang berbeda di tiap negara, tergantung letak geografisnya. Wilayah yang berada di bagian utara bumi, umumnya memiliki musim panas yang berlangsung tanggal 21 Juni- 23 September. Sedangkan wilayah bumi bagian selatan umumnya berlangsung pada tanggal 21 Desember- 21 Maret. 

Di banyak negara dengan musim panas, musim ini juga menjadi musim liburan sekolah. Banyak orang yang senang pergi berlibur ke pantai untuk berjemur di musim ini. Musim ini menjadi musim yang menarik karena banyak buah –buahan dan tumbuh –tumbuhan yang tumbuh subur.

- Musim gugur / Autumn
Musim gugur biasa terjadi pada daerah beriklim sedang dengan empat musim. Musim gugur merupakan musim peralihan dari musim panas ke dingin. Pada wilayah dengan zona iklim sedang, pada musim ini biasanya terdapat banyak tumbuhan yang siap panen. 

Pada musim ini pula, biasanya siang hari berlangsung lebih pendek. Presipitasi di beberala belahan dunia juga akan meningkat. Pada bumi bagian utara, umumnya musim gugur berlansung pada tanggal 23 September- 21 Desember, sementara pada bumu bagian selatan, musim gugur berlangsung pada tanggal 21 Maret- 21 Juni.

- Musim dingin (musim salju) / Winter
Musim dingin terjadi ketika suhu bumi berada di suhu terendah. Musim ini biasa terjadi di negara –negara dengan iklim subtropis dan sedang. Pada bumi begian utara, biasanya musim dingin berlangsung pada 21 Desember- 21 Maret, sementara pada bumi bagian selatan, musim dingin berlangsung pada 21 Juni- 23 September.

Adapun daerah dengan iklim tropis, umumnya hanya memiliki dua musim, seperti di Indonesia. Dua musim tersebut adalah musim kemarau dan musim hujan.

- Musim kemarau
Musim kemarau biasa berlangsung di daerah tropis, dan sering disebut sebagai musim kering. Terjadinya musim kemarau dipengaruhi sistem muson. Suatu masa disebut berada pada musim kemarau jika curah hujan per bulan tidak lebih dari 60 mm/ bulan atau 20 mm per sepuluh hari, selama sebulan berturut –turut. Wilayah yang memiliki musim kemarau meliputi : Asia Tenggara, Asia Selatan, Australia bagian timur laut, Afrika, dan sebagian Amerika Selatan.

- Musim hujan
Musim hujan merupakan musim yang ditandai dengan adanya peningkatan curah hujan di suatu wilayah, dan biasanya memiliki jangka waktu tertentu secara tetap. Musim ini hanya terdapat di wilayah dengan iklim tropis saja. Suatu masa disebut berada di musim hujan apabila memiliki curah hujan dalam tiga dasarian lebih dari 100 mm/m2 tiap dasarian dan brelangsung terus menerus.

- Musim pancaroba
Musim pancaroba merupakan musim peralihan yang terjadi antara dua musim utama (musim hujan dan musim kemarau) pada daerah iklim muson. Biasanya, musim pancaroba identik dengan frekuensi badai yang tinggi, hujan deras yang disertai guruh, serta adanya angin yang kencang. 

Biasanya, musim pancaroba banyak membuat orang –orang menderita masalah pada saluran pernafasan atasnya, seperti sakit batuk atau pilek. 

4. Perubahan Kenampakan Rasi Bintang
Rasi bintang merupakan bentuk susunan bintang-bintang yang membentuk pola-pola tertentu bila dilihat dari bumi. Bintang –bintang yang membentuk rasi sebetulnya tidak berada di lokasi berdekatan, melainkan amat jauh. Namun, terlihat berdekatan ketika diliha dari bumi yang letaknya juga amat jauh dari bintang –bintang tersebut.

Beberapa rasi bintang yang cukup populer, antara lain adalah Aquarius, Pisces, Gemini, Scorpio, dan Leo. Rasi bintang hanya dapat dilihat ketika malam hari, dengan penampakan yang tidak selalu sama pada setiap malamnya. 

Ketika bumi berada di timur matahari, rasi bintang yang terlihat hanya yang berada di sebelah timur matahari saja. Sedangkan bila bumi berada di utara matahari, maka bintang yang terlihat adalah yang terletak di sebelah utara matahari. Bintang –bintang yang terlihat dari bumi selalu mengalami perubahan diakibatkan adanya revolusi bumi.

5. Kalender Masehi
Penanggalan internasional memanfaatkan pembagian bujur barat dan bujur timur. Berdasarnya pembagian bujur tersebut, maka penanggalan internasional memiliki batas bujur pada angka 180o. Karenanya, jika wilayah di sebelah timur bujur 180o tanggal 15, maka wilayah di belahan barat dari bujur 180o masih tanggal 14. Hal ini seolah matahari melompat satu hari.

Kalender masehi menggunakan perhitungan kalender masehi, dengan satu tahun sama dengan 365 ¼ hari. Awalnya, kalender masehi yang digunakan adalah kalender Julius Caesar atau kalender Julian. Menurut kalender ini, selang waktu antara satu musim semi dan musim semi berikutnya berada di belahan bumi utara. Selang waktu tersebut tepatnya adalah 365,242 hari, atau 365 hari 5 jam 48 menit dan 46 detik.

Nah, demikianlah penjelasan mengenai pengertian revolusi bumi yang dilengkapi penjelasan tentang akibat revolusi bumi. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kawan –kawan semua. 


-- Materi Pelajaran --

Administrasi Perkantoran - Bahasa Indonesia - Bahasa Jawa - Bahasa Inggris - Biografi - Biologi - Kimia - Fisika - Matematika - Sejarah - Sosiologi - Ekonomi - Hukum - Politik - Keterampilan - Info

Loading...