Sabtu, 14 Januari 2017

Pengertian Magnet, Sifat, Bentuk, dan Jenis - Jenis Magnet

Dalam ilmu fisika, kita mengenal ada benda yang dapat saling menarik satu sama lain. Tentu maksud dari saling menarik ini berbeda dari sekedar menarik menggunakan suatu alat tertentu seperti tali. Tarik menarik di sini lebih mengarah pada benda yang memiliki sifat magnetik.
Lantas, apa yang dimaksud dengan magnet? Kali ini kita akan membahas mengenai pengertian magnet. Agar lebih paham, ada juga pembahasan mengenai sifat magnet, bentuk magnet dan jenis jenis magnet.


Pengertian Magnet

Pengertian magnet dapat dipahami sebagai suatu benda yang mampu menarik benda – benda lain di sekitarnya, yang memiliki sifat khusus. Setiap Magnet mempunyai sifat kemagnetan. Yang dimaksud dengan sifat kemagnetan adalah kemampuan benda dalam menarik benda-benda lain di sekitarnya.
Sejarah kata Magnet diambil dari nama daerah yang ada di Asia yaitu Magnesia. Magnesia inilah yang merupakan tempat bangsa Yunani menemukan sifat magnetik dari bebatuan yang mempunyai kemampuan untuk menarik biji besi.
Para ilmuwan meyakini bahwa magnet dengan sifat kemangnetannya ini sudah banyak dimanfaatkan sejak jaman dulu, yakni oleh bangsa Cina. Bangsa Cina menjadi bangsa yang pertama kali memanfaatkan sifat magnet sebagai kompas atau penunjuk arah.

Sifat – Sifat Magnet

Magnet mempunyai kemampuan untuk menarik benda lain di sekitarnya. Namun, kemampuan ini hanya dapat menjangkau benda –benda tertentu saja. Artinya, tidak semua jenis benda yang berada pada jangkauan magnet ini dapat ditariknya. Hal inilah yang merupakan sifat magnet, yakni mampu menarik benda tertentu di sekitarnya. Selain itu, ada pula beberapa sifat magnet lainnya. Secara umum, berikut adalah sifat –sifat magnet :
  1. Magnet hanya dapat menarik benda tertentu yang ada di sekitarnya, atau tidak semua jenis benda bisa ditariknya, meski berada dalam jangkauannya.
  2. Gaya Magnet dapat menembus benda. Artinya, bila semakin kuat gaya magnet maka semakin tebal pula benda yang dapat ditembus oleh gaya tersebut dan ditariknya.
  3. Magnet mempunyai dua kutub, yakni Kutub Utara dan Kutub Selatan
  4. Apabila Kutub magnet yang sejenis / senama didekatkan satu sama lain, maka kedua kutub ini akan saling tolak menolak. Dan bila kutub yang berlainan didekatkan satu sama lain, maka mereka akan saling Tarik Menarik. Misal, kutub selatan di dekatkan dengan kutub selatan maka kedua kutub akan saling menolak. Dan bila kutub selatan didekatkan dengan kutub utara, maka keuda kutub akan saling menarik dan berdekatan hingga akhirnya bisa menempel.
  5. Medan Magnet akan membentuk Gaya Magnet. Semakin dekat suatu benda dengan Magnet, maka medan magnetnya akan semakin rapat. Pada kondisi ini, gaya magnet akan semakin besar, dan demikian pula sebaliknya.
  6. Sifat Kemagnetan dapat hilang atau melemah dikarenakan beberapa hal, seperti : terus menerus jatuh, terbakar, dan lainnya.

Jenis Benda Berdasarkan Sifat Kemagnetannya

Berdasarkan pada sifat kemagnetannya, benda- benda dapat digolongkan menjadi 2, yakni benda magnetik dan benda non magnetik.  

1# Benda Magnetik (Feromagnetik)
Benda magnetik atau yang terkadang juga disebut sebagai feromagnetik adalah benda yang dapat ditarik dengan kuat oleh magnet. Jadi, jika benda jenis ini berada dekat dengan magnet, maka magnet akan dengan mudah menariknya mendekat.
Benda Magnetik yang bukan magnet juga dapat diolah menjadi magnet. Hanya saja, setiap benda mempunyai tingkat kesulitan berbeda jika hendak diubah menjadi magnet. Ada yang mudah dijadikan magnet ada juga yang sukar.
Contoh benda magnet adalah besi, baja, nikel, dan kebanyakan benda logam lain. Benda magnet yang paling mudah dijadikan magnet adalah baja. Besi juga dapat dijadikan magnet hanya saja lebih sukat.

2# Benda Non – Magnetik
Benda non magnetik masih dapat dikelompokkan lagi dalam dua jenis, yakni paramagnetik dan diamagnetik.
Paramagnetik, adalah benda yang dapat ditarik dengan lemah oleh magnet kuat. Artinya, bila benda paramagnetik berada dekat dengan magnet, maka ia dapat ditarik hanya saja dengan kakuatan yang amat lemah. Contoh benda paramagnetik adalah alumunium, tembaga, platina, dan lainnya.
Diamagnetik, adalah benda yang menolak magnet, atau benda ini tidak dapat ditarik sama sekali oleh magnet meski berada sangat dekat dengan magnet yang kuat. Contoh benda diamegnetik adalah emas, seng, merkuri, dan lainnya.
Teori Kemagnetan
Dalam teori kemagnetan terdapat beberapa pripsip yang perlu dipahami, meliputi :
  1. Sebuah magnet akan selalu tersusun atas magnet-magnet kecil yang disebut sebagai magnet elementer.
  2. Pada Benda Magnetik, magnet elementer tersusun secara teratur atau semuanya searah. Namun, pada benda non-magnetik, magnet elementer ini tersusun secara acak.
  3. Bahan magnetik yang bukan magnet dapat diubah menjadi magnet. Cara mengubahnya adalah dengan prinsip membuat magnet elementer di dalam benda tersebut menjadi teratur atau searah semua.
  4. Bahan Magnetik lunak lebih mudah diubah menjadi magnet. Hal ini disebabkan oleh magnet elementer yang lebih mudah disusun untuk dijadikan teratur.
  5. Apabila satu buah magnet dipotong, masing-masing potongan magnet tersebut akan tetap menjadi magnet dan masing –masingnya juga memiliki kutub utara dan kutub selatan.



Macam – Macam Bentuk Magnet

Magnet yang dapat ditemukan ada berbagai macam bentuk. Perbedaan bentuk magnet ini karena magnet masing –masing dibuat dengan tujuan serta kegunaan yang berbeda –beda. Secara umum, bentuk tetap magnet ada 5.
Kelima bentuk tetap magnet tersebut meliputi :
  1. Magnet Batang, bentuknya menyerupai batang atau balok atau kubus.
  2. Magnet Silinder, bentuk magnet ini menyerupai tabung panjang.
  3. Magnet Jarum, bentuk magnet ini menyerupai jarum kompas dengan kedua ujung atau kutub magnetnya lebih runcing.
  4. Magnet Cincin, magnet ini memiliki bentuk bulat menyerupai cincin.
  5. Magnet U (Magnet Ladam), magnet ini berbentuk seperti tapal kuda atau serupa dengan huruf U.



Jenis – Jenis Magnet

Secara garis besar berdasarkan pada proses terbentuknya, magnet juga dapat dibagi ke dalam dua jenis, yakni magnet alam dan magnet buatan.
1# Magnet Alam
Magnet Alam adalah magnet yang memiliki sifat kemagnetan yang didapatkan secara alami. Artinya, magnet ini ada tanpa ada campur tangan manusia karena sudah terbentuk dari alam. Contoh magnet alam adalah gunung Ida yang ada di Magnesia yang mampu menarik benda – benda di sekitarnya.
2# Magnet Buatan
Magnet Buatan adalah jenis magnet yang sengaja dibuat manusia agar memiliki sifat kemagnetan. Magnet buatan dapat dibuat dari bahan – bahan magnetic yang kuat seperti besi dan baja. Namun, umumnya bahan yang dibuat magnet adalah baja karena dapat menghasilkan magnet yang lebih kuat jangkauannya.
Magnet buatan dapat dibagi lagi ke dalam dua kelompok, yakni :
  1. Magnet Tetap (Permanen), magnet tetap adalah magnet yang sifat kemagnetannya bersifat permanen. Artinya, meski proses pembuatannya sudah dihentikan, benda tersebut tetap memiliki sifat kemagnetan. Contohnya adalah magnet baja yang dibuat dengan cara digosok agar magnet elementer di dalamnya teratur.
  2. Magnet Sementara (non permanen), adalah jenis magnet yang sifat kemagnetannya hanya sementara saja. Artinya, sifat kemangnetan hanya akan muncul selama proses pembuatannya saja. Contohnya adalah magnet yang dibuat dengan cara dialiri dengan listirk. Sehingga saat benda magnet tersebut tidak lagi dialiri listrik, maka sifat kemagnetannya akan menghilang.