Teori Proses Evolusi Pasar Al Ghazali




Al Ghazali merupakan seorang tokoh ilmuwan Islam yang sangat populer. Al Ghazali yang memiliki nama lengkap Abu Hamid Al Ghazali ini adalah seorang ilmuwan Arab yang populer dan hidup pada abad ke- 11. 

Tokoh yang lahir di Tus pada tahun 1058 dan meninggal di tempat yang sama di tahun 1111 Ad ini memiliki berbagai karya ilmu pengetahuan yang cukup fenomenal. Salah satu karya monumentalnya adalah kitab Ihya’ Ulum alDin sebanyak empat jilid .


Al Ghazali dikenal sebagai seorang ahli tasawuf kenamaan dengan segala pemikiran -pemikirannya yang tajam dan cerdas. Namun, selain berbicara tentang tasawuf, Al Ghazali pun juga mulai memikirkan tentang suatu konsep pasar yang terjadi dalam kegiatan ekonomi masyarakat.

Salah satu teori Al Ghazali mengenai pasar yang cukup populer adalah teori proses evolusi pasar Al Ghazali. Pandangan Al Ghazali mengenai pasar ini ditulis secara rinci. Ia mengungkapkan tentang peranan aktivitas perdangangan serta timbulnya pasar ini, harganya bergerak sesuai dengan kekuatan permintaan dan penawaran. 

Al Ghazali memandang bahwa pasar merupakan bagian dari “keteraturan alami” atau natural order. Pandangan bahwa pasar sebagai keteraturan alami inilah yang membuatnya memiliki apresiasi mendalam terkait pasar. 

Dalam bukunya ihya’ Ulum alDin, Al Ghazali menyatakan tentang teori evolusi pasar ini sebagai :

“ Perhaps, farmers live where farming tools are not available. Blacksmiths and carpenters live where farming is lacking. So, the farmer needs blacksmiths and carpenters, and they in turn need farmers. 

Naturally, each will want to satisfy his needs by giving up in exchange a portion of what he possesses. But it is also possible that when the carpenter wants food in exchange for foods, and the farmers does not need the tools. 

Or when food in exchange for tools, the carpenter does not need food. So, such situation create problem. Therefore, pressures emerge leading to the creation of trading places where various tools can be kept for exchange and also warehouses goods and markets are established. 

Farmers bring produce to the markets and if they cannot readily sell or exchange what they possess, the sell them at a lower rate to the traders who in turn store the produce and sell to the buyers at a profit. That is trus for all kinds of goods ."

Dari penjelasan di atas, Al Ghazali secara terperinci menjelaskan bagaimana susah dan rumitnya praktek perdagangan yang dilakukan pada masa -masa bertars. Praktek perdagangan seperi ini menjadi praktek yang senantiasa terjadi di berbagai kota dan negara. 

Orang -orang akan melakukan perjalanan ke berbagai wilayah untuk bisamendapat alat -alat makanan dan kemudian membawanya lagi ke tempat lainnya. 

Dari sini, kepentingan ekonomi orang -orang akhirnya diorganisasikan ke kota -kota, tempat di mana tidak semua makanan dibutuhkan. Dari kegiatan inilah, kemudian dibutuhkan adanya alat transportasi. 

Tercipta pula kelas pedagang regional dalam masyarakat. Motif dari para pedagang ini tnetu adalah untuk mencari keuntungan. Artinya, para pekerja bekerja untuk memenuhi kebutuhan orang lain, namun sekaligus juga untuk bisa memperoleh keuntungan dan makan oleh orang lain pula.

Secara tegas, Al Ghazali menyadari serta mengungkapkan akan sulitnya ekonomi yang dilakukan dengan sistem barter. Ia juga menyadari akan pentingnya spesialisasi dan pembagian kerja menurut regional serta sumber daya setempat. 

Di samping itu, Al Ghazali juga menyadari pentingnya perdagangan ini. Perdagangan berperan penting dalam memberikan nilai tambah dengan jalan menyediakan suatu kebutuhan pada waktu dan tempat sesuai yang dibutuhkan. Mengenai keuntungan, Al Ghazali tidak menyangkal kenyataan bahwa motif perdagangan ini utamanya adalah keuntungan. 

Dalam penjelasan lain terkait teori proses evolusi pasar, Al Ghazali juga mengungkapkan pentingnya peranan pemerintah dalam menjamin keamanan jalur perdanganan. Pemerintah harus bisa berperan dalam memperlancar perdagangan dan pertumbuhan ekonomi. Lebih lanjut, Al Ghazali pun memberikan penjabaran mengenai pentingnya etika bisnis. 


Diberdayakan oleh Blogger.