Proses Pembelahan Sel Secara Mitosis




Sel adalah bagian terkecil sebagai unit struktural dan fungsional yang ada pada makhluk hidup. Sel ini pula lah yang menjadi faktor penyusun yang paling mendasar bagi tubuh makhluk hidup. Karena penting bagi tumbuh kembang makhluk hidup, sel pun perlu menjaga dirinya agar tetap sehat dan dapat bekerja dengan baik. Untuk itu, sel perlu melakukan reproduksi.

Sel dapat melakukan reproduksi denganc ara pembelahan. Pembelahan sel ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Berdsarkan pada ada atau tidaknya tahap – tahap dalam pembelahan sel ini, maka pembelahan sel dapat dibedakan dalam tiga bentuk, yakni pembelahan sel secara mitosis, amitosis dan meiosis. Berikut ini, akan dijelaskan mengenai pembelahan sel secara mitosis. (baca juga: Proses Sintesa Protein Lengkap)


Pembelahan sel secara mitosis

Pembelahan sel secara mitosis terjadi pada jenis sel eukariotik. Sel eukariotik sendiri merupakan sel yang memiliki membrane inti, sehingga terdapat pemisahan antara inti sel dengan sitoplasma, dengan ukuran 10 – 100 mm.

Contoh sel eukariotik ini diantaranya adalah sel ragi (khamir), sel tumbuhan, serta sel hewan, dan sel protozoa seperti amoeba, cilliata dan flagellata.

Dalam pembelahan sel secara mitosis, dapat menghasilkan 2 sel anakan yang identik. Pembelahan sel secara mitosis ini merupakan pembelahan sel yang terjadi melalui tahapan – tahapan tertentu dalam beberapa fase yakni :interfase – profase – metaphase, anaphase, dan telofase.

Berikut adalah penjelasan mengenai tahapan – tahapn dalam pembelahan sel secara mitosis :

1. Interfase (fase istirahat)
Tahapan interfase disebut juga sebagai fase istirahat yang terjadi pada dua buah pembelahan. Pada dase ini, memang tidak terjadi pembelahan kromosom atau pun sitoplasma. Tapi, pada tahap ini inti dan sitoplasma tetap melakukan aktivitas metobilsmenya secara aktif. Jadi, pada tahan ini, terjadi penambahan volume inti maupun sitoplasma.

2. Profase
Pada profase, terjadi pembelahan sel yang melalui beberapa tahapan berikut :
  • Benang – benang kromatin memendek dan juga menebal (kromosom)
  • Terjadi peleburan nucleolus atau anak inti
  • Tiap sentriol memisah ke arah kutub yang berlawanan sehingga terbentuklah benang – benang gelondong
  • Lalu dinding sel mulai melebur, tetapi masih belum benar – benar hilang
  • Kemudian, kromosom menduplikasikan diri, yang biasa disebut sebagai kromatid
  • Kromoson homolog saling berhadapan.

Baca juga: Aneka Manfaat Tumbuhan bagi Kehidupan Manusia

3. Metaphase
Pada metaphase, tahapannya dapat dilihat pada beberapa tanda berikut :

  • Dinding selnya telah benar – benar melebur dan benang gelondong pun meluas dari satu kutub menuju ke kutub yang lain.
  • Kromatid bergerak menuju ke bidang pembelahan sel, kemudian masing – masing selnya menempel pada benang – benang gelondong melalui sentromer.

4. Anafase
Tahapan anafe dapat dilihat melalui tanda – tanda berikut ini :

  • Sentromer dari masing – masing kromatif mengalami pembelahan jadi dua.
  • Kromatid dari bidang pembelahan memisah kemudian terbentuklah dua buah kromosom kembali.
  • Selanjutnya, kromosom pun bergerak menuju ke kutub yang berlawanan.
5. Telofase
Telofase merupakan tahap paling akhir dalam pembelahan sel secara mitosis, pada tahap ini, dapat dilihat dari tanda – tanda berikut :

  • Kromoson pada kutub sel mulai memanjang kembali, sehingga tampak seperti benang – benang yang tipis.
  • Lalu, anak inti atau nekleolus dibentuk lagi.
  • Selanjutnya, reticulum endoplasma membentuk selaput inti sel.
  • Terakhir, benang – benang gelondong pun menghilang.


Diberdayakan oleh Blogger.