Konsep Perubahan Sosial




Setiap masyarakat baik yang tinggal di desa maupun di kota, tentunya mengalami perubahan dan dinamika sosial budaya. Perubahan dan dinamika sosial ini merupakan akibat dari adanya interaksi antarmanusia dan antarkelompok.

Artinya, karena masyarakat selalu melakukan interaksi sosial, maka sebuah perubahan sosial tidak bisa dielakkan.

Proses dinamika atau perubahan sosial pada dasarnya dapat dianalisis atau diamati lebih dalam. Untuk menganalisis proses-proses dinamika serta perubahan masyarakat dan kebudayaan.

Maka diperlukan pemahaman dalam konsep-konsep perubahan sosial itu sendiri yang meliputi internalisasi (internalization), sosialisasi (socialization), enkulturasi (enculturation), difusi (diffusion), akulturasi (acculturation), asimilasi (assimilation), pembaruan atau inovasi (inovation), dan penemuan baru (discovery atau invention). Konsep-konsep perubahan sosial tersebut memiliki pengertian seperti berikut: 



a) Internalisasi

yaitu proses panjang sejak seorang individu dilahirkan sampai ia hampir meninggal. Dalam proses ini, seorang individu belajar untuk menanamkan segala perasaan, hasrat, nafsu, dan emosi yang diperlukan selama hidup dalam kepribadiannya.

b) Sosialisasi

yaitu proses yang dilalui oleh seorang individu dari masa kanak-kanak hingga masa tuanya, dimana proses itu bertujuan untuk mempelajari pola-pola tindakan dan juga untuk berinteraksi dengan berbagai macam individu di sekelilingnya, serta agar individu tersebut bisa menempati posisi dan peranan sosial tertentu dalam masyarakat.

c) Enkulturasi

yaitu proses seorang individu dalam mempelajari dan menyesuaikan pikiran serta sikapnya dengan adat istiadat, sistem norma, dan peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya.

Proses ini sudah dimulai sejak kecil di dalam lingkungan keluarga dan teman sepermainan atau di sekolah. Seorang individu seringkali belajar dengan meniru berbagai tindakan, kemudian dari tindakan tersebut diinternalisasikan (dimasukkan) dalam kepribadiannya.

Dengan berkali-kali meniru, tindakannya menjadi suatu pola yang mantap dan norma yang mengatur tindakannya atau menjadi sebuah tindakan yang dibudayakan.

d) Difusi

Yaitu suatu proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dan sejarah hingga ke seluruh dunia. proses penyebaran ini juga bersamaan dengan penyebaran dan migrasi kelompok-kelompok manusia di muka bumi.

Baca juga: Klasifikasi Nilai dalam Sosiologi

e) Akulturasi

yaitu proses sosial yang timbul ketika seorang individu/ masyarakat bertemu suatu kebudayaan tertentu dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing dan kemudian unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan itu sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian budaya tersebut.

Secara sederhana, akulturasi dipahami sebagai bentuk percampuran kebudayaan asing dan lokal, dengan masih mempertahankan unsur kepribadian budaya lokal.

f) Asimilasi

yaitu proses perpaduan dua kebudayaan. Proses ini dapat terjadi apabila ada hal-hal seperti:

1. golongan-golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda;
2. saling bergaul langsung secara intensif untuk waktu yang lama;
3. kebudayaan-kebudayaan golongan-golongan tadi masing-masing berubah sifatnya yang khas, dan juga unsur-unsurnya berubah wujudnya menjadi unsur-unsur kebudayaan campuran.

Dalam asimilasi budaya terjadi percampuran budaya yang lebih membaur dibanding pada akulturasi.

g) Inovasi atau penemuan

yaitu suatu proses pembaruan dari penggunaan sumber-sumber alam, energi, dan modal, pengaturan baru dari tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru yang kesemua hal tersebut akan menyebabkan adanya sistem produksi, dan dibuatnya produk-produk yang baru. Inovasi biasanya berkaitan dengan pembaruan kebudayaan yang khusus mengenai unsur teknologi dan ekonomi.

Referensi:
Waluya, Bagja. 2009. Sosiologi 1 : Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.


Diberdayakan oleh Blogger.