Jumat, 01 Juni 2018

Cek Nama Domain Anda – Ini Cara Memilih Domain Terbaik


Istilah ‘domain’ akan sangat sering muncul dalam dunia blogging. Istilah ini sebetulnya cukup mudah untuk dipamahi. Meski begitu, tak ada salahnya jika kita kembali menguraikan sedikit tentang apa itu domain, demi memperjelas definisi domain itu sendiri. 

Secara sederhana, domain adalah alamat website. Kenapa domain diperlukan? Karena demi memudahkan para pengunjung blog mengingat alamat blog atau website tersebut. Memilih nama domain tidak bisa sembarangan. Jadi, kita harus cek nama domain sebelum membelinya. Cek nama domain tersebut apakah sudah cukup mampu mendorong popularitas blog Anda atau tidak.

Ingat! Kita hanya boleh menggunakan nama yang terdiri dari huruf, angka dan garis penghubung, sedangkan pengunaan huruf kapital dan huruf kecil diabaikan. Sebagai contoh, GOOGLE.com sama saja dengan google.com dan sama juga dengan GooGLE.com.

Sama halnya dengan alamat yang hanya dapat dimiliki oleh seorang saja, maka sebuah nama domain pun juga hanya bisa dimiliki oleh satu orang saja. Ini sebabnya, domain juga bisa disebut sebagai nama unik yang menjadi sebuah kode untuk menuju blog kita. Nama yang unik dan khas ini, hanya boleh dimiliki oleh satu orang saja. 

Sebab, tidak mungkin bukan, jika ada dua atau lebih alamat yang sama. Bisa –bisa orang –orang yang mencari alamat tersebut kebingungan, lantaran alamat yang dituju. Jadi, jika suatu domain telah dimiliki oleh orang lain, maka kita tidak bisa memilikinya.

Kecuali, jika Anda memang ingin suatu nama yang sudah digunakan, kita harus menunggu hingga domain itu expired dan sudah tidak lagi diperpanjang kembali oleh pemiliknya. Ya, meskipun tidak ada jaminan juga bahwa nama domain itu bakalan ditinggalkan oleh pemiliknya ya. memilih nama domain memang terkadang jadi hal yang cukup ribet. 

Apalagi, pemilihan nama domain ini pun tidak bisa sembarangan. Pemilihan nama domain yang tepat, bisa membawa hoki bagi blog Anda. Begitu pun sebaliknya jika nama domain blog Anda ternyata kurang pas, maka bisa jadi hal yang menghambat kemajan blog Anda. 

Kenapa? Karena nama blog juga akan berpengaruh terhadap kredibilitas blog Anda di mata mesin pencari dan mata pengunjung. Ini pula sebabnya, Anda akan menemukan aneka nama domain yang unik dan menarik, yang sesungguhnya dibuat dengan banyak pertimbangan.

Contoh nama domain menarik, yang mungkin bisa jadi inspirasi misalnya: google.com; yahoo.com; detik.com; alibaba.com; malesbanget.com; blanja.com; bro.do; youtube.com; zenius.com; dan masih banyak lagi nama menarik lain. Cek nama domain ini, dan cari tahu apa kesamaan dari nama –nama ini.

Daftar nama domain ini dirancang dengan banyak pertimbangan agar bisa mendapatkan nama domain terbaik. Nah, memangnya apa saja sih pertimbangan yang harus diambil ketika kita hendak memilih nama domain? Ini dia.

1# Pilih brandable domain, ketimbang EMD

Ada dua kubu berbeda dalam pemilihan nama domain. Kubu pertama memilih dengan menggunakan EMD. Kubu kedua memilih brandable domain. Eh, apaan itu EMD dan brandable domain itu? 

EMD adalah singkatan dari Exact-Match Domain, yang merupakan suatu domain yang dibuat dengan menggunakan kata kunci yang ditargetkan sebagai upaya mendapatkan ranking di mesin pencari.

Sebagai contoh, jika target kata kunci adalah “tips merawat wajah”, berarti Anda bisa menggunakan nama domain sesuai Exact-Match Domain berupa www.tips-merawat-wajah.com. Contoh lain, jika kata kunci yang ditarget adalah “tempat wisata jogja”, berarti nama domain yang harus dipilih adalah www.tempatwisatajogja.com.

Proses untuk mencari EMD sendiri diawali dengan menemukan keyword tertarget yang ingin dibidik. Keyword dengan nilai iklan tinggi dan nilai pencarian tinggi biasanya adalah yang paling menarik. 

Setelah kata kunci ini dijadikan sebagai nama domain, maka blog nantinya juga akan digarap dengan dominasi konten artikel yang terkait dengan kata kunci tersebut. Tata cara penamaan kata kunci dengan metode EMD ini banyak dianggap efektif untuk menjaring pengunjung dengan kata kunci tertarget.

Adapun yang dinamakan dengan ‘brandable domain’ adalah nama domain yang dipilih dengan mengutamakan pada sisi branding, dan bukannya pada keyword. Seperti apa brandable domain itu? 

Contoh nama domain ini seperti google.com, yahoo.com, kaskus.com, facebook.com, nationalgeographic.com, mataharimall.com, shopee.com, cumicumi.com, bukalapak.com, cussons.com, samsung.com, dan lain sebagainya.

Sudah paham bedanya kedua jenis metode pemilihan domain ini bukan? Lantas, mana yang lebih baik? Tidak ada patokan ‘baik’ dan ‘buruk’ dalam hal ini. Yang ada adalah mana yang lebih disarankan. 

Para blogger sendiri masih banyak yang memperdebatkan soal mana yang lebih rekomended. Ada yang bilang kalau EMD adalah pilihan yang lebih efektif untuk membantu meningkatkan ranking blog di mesin pencari. Di sisi lain, ada pula yang berpendapat kalau brandable domain bisa berperan lebih baik.

Saya sendiri, merujuk pada kebanyakan mastah  yang saya anut, lebih cenderung pada brandable domain. Kenapa? Yang jelas, domain yang semata-mata dibuat untuk mengejar keyword jelas saja tidak keren. 

Alasan lain, Exact-Match Domain sekarang ini sudah tidak begitu berpengaruh terhadap ranking blog di mesin pencari, khususnya bagi Google. Bagaimana pun juga, Google digarap oleh orang –orang jenius yang terus menerus memperbaruhi sistem pada robot pencarinya.

Selain itu, blog dengan EMD ini identik dengan blog -blog spam dan blog –blog dengan kualitas rendah. Bagaimana pun juga, blog dengan EMD ini memang sengaja menyasar kata kunci tertentu sehingga seringkali diisi dengan konten yang cenderung sempit, terkait kata kunci itu saja. 

Seringkali, satu kata kunci yang sama dibuat dalam puluhan artikel, dan kesemunya memiliki konten yang mirip. Pola ini rupanya telah dikenali oleh mesin pencari seperti Google. Itu sebabnya, Google sering melakukan update algoritma mesin pencarinya demi mengurangi web Exact-Match Domain yang berkualitas rendah di hasil pencarian. 

Tujuannya, tentu saja adalah demi memberikan hasil pencarian terbaik bagi para penggunanya. Akan tetapi, Anda tidak bisa menyimpulkan bahwa menggunakan kata kunci pada nama domain adalah hal buruk dan wajib dihindari ya.

Kata kunci tetap bisa diletakkan di dalam nama domain, selama bukan Exact-Match Domain. Jadi, triknya adalah dengan memadukan antara kata kunci, yang ditanamkan di dalam brandable domain. Masih bingung? 

Begini contohnya : tokopedia.com. Nama domain tokopedia(dot)com ini adalah sebuah branding. Meski begitu, masih ada unsur kata kunci berupa “toko”, yang tetap dipadukan dengan unsur branding.

2# Hindari trademark pada nama domain

Anda tahu trademark? Merek dagang yang dimiliki oleh para pemilik merek ini dilindungi oleh hukum. Jadi, jika Anda bukan pemilik resmi dari suatu trademark, jangan menggunakannya atau menyelipkannya dalam nama domain Anda. 

Jangan hanya demi menargetkan popularitas di blog, Anda justru mendapatkan masalah ikutan. Sebab. Hal ini rupanya seringkali dilupakan. Apa Anda masih bingung seperti apa penggunaan trademark dalam nama domain? Saya kasih contoh ya. Bisa berupa : doktersamsung.com. 

Anda tentu tahu bukan, kalau ‘samsung’ adalah trademark yang dimiliki oleh suatu perusahaan? Jika sampai Samsung mengetahuinya, dan ternyata tidak terima trademark yang dimiliki Anda gunakan, maka bukan tidak mungkin jika pihak Samsung menuntut Anda denda hingga Rp 500.000.000 karena Anda sudah memakai trademark miliknya tanpa izin. 

Tentunya tidak ingin hal buruk seperti ini menimpa Anda bukan? Apalagi, jika Anda ingin membesarkan blog Anda. Blog yang besar akan sangat rawan terkena tuntutan. Terlebih, bila ada trademark tertentu yang melekat pada nama domain blog Anda, maka ini bisa jadi celah untuk menjatuhkan blog Anda. 

Hmm, sayang sekali bukan? Jadi, jangan lupa untuk memastikan terlebih dahulu ketika Anda hendak mendaftarkan nama domain. Cek apakah nama domain yang hendak Anda daftarkan tersebut, di dalamnya mengandung trademark atau tidak.

3# Pilih ekstensi .COM

Anda tahu yang dimaksud dengan ekstensi domain? Ini adalah suatu nama yang melekat di bagian belakang suatu nama domain, yang menunjukkan identitas atau klasifikasi dari blog tersebut. Ekstensi domain blog ini biasanya berupa singkatan, yang dapat digunakan untuk menunjukkan jenis blog. Misalnya, :
(dot)com : commersial/ komersial.
(dot)edu : education/ pendidikan
(dot)net : networking/ jaringan.
(dot)biz : business/ bisnis atau usaha.
(dot)info : information/ informasi.
(dot)gov : goverment/ pemerintah.
(dot)sch : school/ sekolah.

Beberapa ekstensi domain di atas adalah contoh dari beberapa ekstensi domain yang ada. Jumlah ekstensi domain sendiri ada sangat banyak dan beragam. Dengan ekstensi yang tepat, klasifikasi atau jenis blog Anda memang bisa jadi lebih mudah dikenali. 

Tapi, Anda perlu tahu bahwa sesungguhnya, ekstensi domain ini tidak selalu menguntungkan. Sebab, ketika ekstensi blog yang Anda pilih tidak populer, sekalipun tepat untuk menggambarkan blog Anda, pengunjung akan kesulitan untuk mengenali, mengingat dan datang kembali ke blog Anda.

Misalnya saja, Anda memilih nama domain : ‘tipscantik’ dengan ekstensi ‘name’, yang berarti nama domain Anda adalah ‘tipscantik.name’. Nah, ketika pengunjung sudah datang ke blog Anda, tertarik, dan ternyata ingin datang lagi, mereka harus mengingat nama blog. 

Sementara, nama ekstensi blog Anda adalah ekstensi yang tidak biasa. Mereka mungkin akan sulit mencarinya, atau tersesat pada blog dengan nama ‘tipscantik.com’. Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena ekstensi (dot)com adalah yang paling populer di internet. 

Orang akan jauh lebih mudah mengingat blog dengan ekstensi (dot)com. Apalagi, kebanyakan orang yang masih awam dalam hal internet, lebih sering mengira kalau semua alamat blog selalu ditutup dengan nama (dot)com. Padahal, target pengunjung blog kebanyakan ini ya orang awam. 

Jadi, daripada membingungkan mereka, ada baiknya Anda memilih nama blog yang umum, yakni (dot)com. Tapi, bagaimana jika ternyata setelah pencarian panjang, Anda kesulitan dan tidak bisa menemukan nama domain yang pas dengan ekstensi (dot)com? Alternatif kedua yang masih cukup populer adalah (dot)net. 

Ekstensi (dot)net ini juga cukup populer di internet, sehingga masih bisa ditolerir penggunaannya. Jika masih ingin tambahan alternatif lain, Anda bisa memilih (dot)org. Tapi, akan lebih baik bila blog tersebut juga dibangun oleh suatu kelompok atau organisasi, sehingga pas dengan ekstensinya. 

Namun, blog pribadi menggunakan ekstensi (dot)org sering dianggap kurang pas. Karenanya, disaranakn untuk menggunakan alternatif lain, yakni berupa ccTLD. Apa itu ccTLD? ccTLD adalah singkatan dari ‘Country Code Top-Level Domain’, atau yang artinya : ‘Domain tingkat atas dengan kode negara’. 

Maksudnya adalah sebuah ekstensi domain yang dikhususkan untuk Negara tertentu. Jadi, masing –masing negara memiliki kode TLD tersendiri, sama halnya seperti kode telepon. Agar lebih jelas, ini dia contoh ccTLD : 
(dot)ID = Indonesia 
(dot)EN = Inggris
(dot)DE = Jerman
(dot)ES = Spanyol
(dot)IN = India
(dot)JP = Jepang

4# Domain unik dan khas

Nama yang khas dan unik akan membantu Anda membangun karakter blog yang baik. Jadi, alangkah baiknya jika Anda bisa memilih nama domain yang seunik mungkin sehingga bisa membuat nama domain Anda lebih khas atau berkarakter. Karena Anda memiliki target yang jauh ke depan, yakni membesarkan blog Anda, maka akan lebih baik bila Anda menggunakan nama domain yang semenarik mungkin. 

Cara ini akan membantu menunjukkan eksistensi blog Anda di mata dunia maya. Jadi, jangan pula berusaha untuk meniru –niru trademark dan nama beken dari blog lain atau orang lain. Pilih nama domain milik Anda sendiri, yang khas, yang unik, yang berkarakter. 

Misalnya, Anda ingin menyediakan blog sebagai sumber referensi yang lengkap dan komprehensif, karena ingin menyusul kesuksesan wikipedia dalam menyediakan referensi lengkap dari berbagai hal. Maka, jangan lantas Anda memilih nama domain ‘mbakwiki.com’, atau ‘wikiblog.com’, atau malah ‘wikipediabelajar.com’. 

Ketimbang nama blog dengan label demikian, kenapa tidak memilih nama yang lebih khas seperti : ‘portal-ilmu.com’, atau ‘porosilmu.com’, atau ‘sijenius.com’, atau ‘otakotak.com’, atau ‘zona-xys.com’, atau ‘okezone.com’, atau ‘greatsuhu.com’, dan sejenisnya.

5# Nama yang mudah diucap, diingat, diketik

Tidak hanya unik, tapi nama domain juga perlu dibuat agar sangat mudah untuk diucapkan, diingat, dan juga diketik. Sederhananya, nama domain ini harus benar –benar jelas, gamblang. Tidak boleh menimbulkan kerancuan, atau kesusahan bagi mereka yang ingin mengunjungi blog itu. Jadi, nama blog harus mudah akrab di telinga, di ujung jari dan di otak.

Bayangkan jika nama blog Anda begitu sulit untuk diingat, maka siapa yang akan repot –repot mengingatnya untuk sesekali mengunjungi blog Anda. Begitu pula jika blog Anda susah untuk diucapkan. 

Ketika ada orang yang merasa tertarik dengan blog Anda, dan ingin ikut mempromosikan blog Anda pada orang lain, tapi ternyata ia kesulitan mengucapkannya, maka bukan tidak mungkin orang yang mendapat informasi akan tersesat ke blog lain. Bisa jadi, ia juga akan kesulitan dalam mengetikkan alamat blog. 

Blog dengan nama yang terlalu rumit dan terlalu panjang, biasanya sudah membuat para calon pengunjung kelelahan hanya untuk sekedar mengetikkannya sebelum browsing. Hmm, tentunya tidak ingin hal ini terjadi bukan? Calon pengunjung lari, bahkan sebelum berkunjung. Ingat! Promosi offline pun juga cukup penting dan berpengaruh terhadap popularitas blog loh.

Dengan membuat nama yang sederhana, maka Anda akan lebih mudah untuk mempromosikan blog Anda secara offline, bahkan juga secara online. 

Bayangkan saja, kalau nama blog Anda seperti ini :
“isiisiotax.com’
‘mastahanakingusan.net’
‘antraxx212yes.xyz’
‘grizzysayyes.com’
‘everybodysayyeah.com’
‘ninnabobbox456.org’
‘oneoone101.info’

Apakah mudah melafalkan, membaca, serta mengingat masing –masing dari contoh di atas? Terlalu panjang, penggunaan angka, penggunaan huruf yang tumpang tindih. Deretan hal seperti ini seyogyanya dihindari dalam pembuatan nama domain.  Sebab, sudah pasti akan membingungkan para pengunjung yang hendak menghapal blog Anda. 

Ketika mempromosikan blog Anda pun, Anda juga akan kesulitan sendiri. Coba saja, bayangkan bagaimana Anda melafalkannya, bila blog Anda dinamai seperti ini “bloggueemangpalingyahuuddehyachbro.com’. Aduh. Ngelus dada deh ya.

6# Hindari pengaruh tren

Tidak sedikit blog yang dibuat berdasarkan tren. Tentunya tidak salah jika memang Anda hanya ingin menargetkan blog Anda jadi pemeriah pada tren tertentu saja. Tapi, ini tentu bukan karakter dari blog yang ingin dipopulerkan. Blog yang hanya mengikuti tren biasanya akan lenyap ketika tren tersebut sudah usang. 

Blog yang semacam ini biasanya menggunakan nama domain yang identik memuat kata kunci dari tren yang dimaksud. Misalnya, jika sedang tren tanaman jemani, maka ia membuat blog dengan nama ‘infojemani.com’, ketika tren batu akik, maka blog yang dibuat adalah ‘infobatuakik.com’, dan sejenisnya. 

Memilih nama blog dengan kata kunci yang sempit sesuai tren ini hanya pas jika blog Anda hanya ingin dihidupkan sementara saja. Tapi, sangat disarankan, jika Anda ingin blog Anda panjang umur, maka hindari pemilihan nama blog berdasarkan tren, sekali pun blog Anda pertama kali diluncurkan dalam rangka menyambut suatu tren tertentu. 

Memilih nama domain yang bisa awet berlangsung terus menerus, atau istilah umumnya ‘evergreen’, akan jauh lebih menguntungkan. Ini membuat website Anda juga bisa awet dan aman untuk selalu digunakan dalam jangka waktu lama.

7# Hindari domain mati suri

Anda tahu apa itu domain mati suri? Domain bekas ini adalah domain yang sebelumnya sudah pernah hidup alias terdaftar, akan tetapi kemudian domain tersebut mati alias expired, kemudian dalam jangka waktu tertentu, domain tersebut sudah bisa aktif dan didaftarkan kembali. 

Nah, ketika domain ini sudah bisa dihidupkan lagi, maka janganlah Anda menjadi sosok yang menghidupkan domain mati suri. Bagaimana pun, domain hasil edotensei seperti ini bisa jadi menyisakan masalah. Sekali pun tidak bermasalah jika kita menggunakan domain hasil edotensei seperti ini, tapi masalahnya, Anda tidak tahu apa alasan dari kematian blog dengan nama domain itu. 

Yang dikhawatirkan dari nama domain mati suri ini adalah jika domain tersebut ternyata bekas blog yang berbau negatif. Misalnya bekas blog spam, pornografi, virus atau bekas konten-konten buruk lain. Bisa jadi pula, domain tersebut pernah di-banned oleh mesin pencari Google atau bahkan juga sudah di-banned oleh penyedia iklan Google AdSense. 

Jika ternyata blog bekas tersebut adalah hasil banned, ini berarti kalau Anda menggunakan nama domain tersebut di blog Anda, maka blog Anda tidak akan dimunculkan di mesin pencari Google. Parahnya lagi, Anda juga tidak bisa melakukan monetisasi dengan Google AdSense. 

Duh, sayang sekali bukan? Padahal, Google adalah dua sosok paling berpengaruh dalam dunia per-blogging-an ini. Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan sebuah nama domain yang masih tersedia, coba cek dulu apakah domain tersebut adalah hasil edotensei atau bukan. 

Lantas, bagaimana cara mengeceknya? Untuk mengetahui apakah suatu nama domain adalah domain bekas atau tidak, Anda bisa melakukan langkah berikut :
1. Kunjungi situs ini : ‘whois.domaintools.com
2. ketik nama domain yang diinginkan
3. klik Search.

Nah, jika hasilnya adalah “Deleted And Available Again” yang artinya terhapus dan tersedia lagi, berarti domain tersebut adalah domain bekas. Sedangkan untuk mengetahui apakah domain bekas tersebut sudah pernah di-banned oleh Google AdSense atau belum, Anda bisa masuk ke www.isbanned.com., dan cari di sana, apakah nama blog yang Anda incar masuk ke daftar blog dengan riwayat ter¬-banned atau tidak.

Jadi, demikianlah beberapa tips cara memilih domain terbaik yang bisa Anda coba. Sudah paham? Selanjutnya, jika Anda memang sudah membuat nama domain tertentu, coba cek nama domain Anda. Apakah sudah sesuai?

Bantu kami dengan klik "LIKE"