Selasa, 13 Maret 2018

Menentukan Modal Dana untuk Membuat Blog

Modal Dana untuk Membuat Blog

Banyak yang bilang kalau blogging itu bisa dilakukan dengan gratis, tanpa modal. Yap! Betul sekali. Nyatanya, blogging memang suatu pekerjaan fleksibel yang bisa dijalankan tanpa harus mengeluarkan modal, bahkan sepeser pun. Ya! Bikin blog tanpa modal itu memang bisa.

Tapi, layaknya prinsip bisnis yang lain, modal yang besar akan menghasilkan keuntungan yang besar, sedangkan modal yang minim akan menghasilkan keuntungan minim. Sekalipun prinsip ini tidak berlaku mutlak, tapi secara umum bisa disimpulkan demikian. 

Modal yang minim, cenderung akan menghasilkan penghasilan yang minim pula. Kabar baiknya, modal di blog ini bisa mencakup modal dana dan modal tenaga. Jika modal dana minim tapi modal tenaga begitu besar, hasilnya bisa jadi besar. 

Hanya saja, Anda paham donk, modal tenaga yang besar berarti akan menguras tengara Anda dan menuntut Anda untuk bekerja sangat keras. Pernah mendengar pepatah yang menyebut bahwa ‘hasil tidak mengkhianati usaha”? Pepatah ini mengibaratkan bagaimana usaha yang begitu keras, tentu akan selalu memberikan hasil yang baik. 

Jika Anda bisa mengalokasikan modal tenaga yang begitu besar, maka hal ini tentunya bisa memberikan Anda hasil yang luar biasa, sekali pun modal dana yang Anda keluarkan relatif minim. 

Hanya saja, sekali pun ada bayangan hasil yang menggiurkan, hanya sangat sedikit orang yang bisa tahan dengan tuntutan kerja keras ini. Kebanyakan orang, menyerah. Percayalah! Ngeblog tanpa modal itu memang berat! 

Mereka mungkin merasa bahwa usaha yang dikeluarkan sudah begitu besar. Akan tetapi, hasil yang mereka harap tidak kunjung tampak. Alhasil, mereka justru banyak memunculkan argumen bahwa ‘blogging is bullshit”. Bisnis Abal-abal!

Pekerjaan ngeblog hanyalah sesuatu yang membuang –buang waktu, sesuatu yang penuh dengan khayalan, sesuatu yang di luar jangkauan, dan berbagai argumen negatif lain, tanpa menghiraukan para peblogger sukses. Parahnya, argumen –argumen negatif macam ini banyak dilontarkan oleh para blogger yang gagal di tengah jalan tadi. 

Ibaratnya, blogger kog menghina blogger. Anda tentu bisa membayangkan bukan, bagaimana dampaknya? Para calon blogger pun menjadi berpikir ulang untuk memulai kegiatan ngeblog-nya. Alhasil, mereka mungkin akan bermalas –malasan untuk ngeblog, atau malah memutuskan untuk menyerah sebelum bertanding. 

Hmm. Ini dia masalah besarnya. Padahal, jika kerja keras ini dilakukan dengan sungguh –sungguh dan konsisten, maka cepat atau lambat, pasti Anda bisa mendapatkan hasil yang –setidaknya- lumayan, dan bisa ngalahin gaji PNS. 

Kenapa saya berani bilang demikian? Karena saya sendiri sudah membuktikannya, dan juga sudah menyaksikan bagaimana orang –orang yang konsisten dan tidak berhenti di tengah jalan, pada akhirnya bisa mencapai titik yang menyenangkan dalam blogging. Titik di mana kita bisa merdeka secara finansial dan waktu. 

Agar cerita ini menjadi lebih menggiurkan, saya akan memberikan sebuah contoh fantastis dari seorang blogger kelas dunia. Di kalangan para blogger expert, saya yakin namanya sudah dikenal dengan sangat baik, dan seringkali dijadikan sebagai target impian untuk dikejar. 

Siapa dia? Linda Ikeji. Bagaimana? Apa Anda juga pernah mendengar nama Linda Ikeji ini? Blogger kenamaan asal Nigeria ini sukses meraih milyaran rupiah dari blog. Ya! Tidak tanggung –tanggung khan hasilnya? Milyaran.

Tapi, Anda juga harus tahu, betapa kerja keras yang ia keluarkan di awal juga tidak tanggung –tanggung. Selama lima tahun, ia biasanya mengisi hingga 25 artikel per hari di blognya. Ia melakukannya sendirian. Dan selama lima tahun awal, ia tidak mendapat penghasilan sama sekali. Big zero.

Tapi, karena ia konsisten dan tidak menyerah. Baru setelah lewat lima tahun, ia bisa menikmati 5 milyar pertamanya. Dan berikutnya, uang milyaran rupiah pun terus mengalir ke rekening pribadinya. Luar biasa! Dan ini nyata! Apa Anda bisa bertahan selama lima tahun pertama dengan kerja keras luar biasa, untuk menikmati milyaran rupiah berikutnya?

Tapi, jika Anda ingin pencapaian lebih cepat, Anda bisa mencoba memanfaatkan modal. Ada cara menentukan modal dana untuk membuat blog. Yang terpenting, Anda harus memahami dulu, untuk apa alokasi modal dana dalam memulai blogging ini.

Lantas, modal dana yang dibutuhkan untuk memulai blogging ini alokasinya untuk apa saja ya? Berikut gambaran umumnya :

Modal untuk membeli / sewa domain

Bila Anda ingin menggunakan domain TLD atau Top Level Domain, maka Anda harus membelinya. TLD adalah nama atau alamat blog yang bisa di-custom sesuai dengan keinginan. 

Semisal : portal-ilmu.com; malesbanget.com; kaskus.com; jd.id; bro.do; amatir.men; cerpen.co; dan sederetan nama lain yang ciri khasnya bisa dikenali dari bagian belakang nama website (setelah tanda dot / ‘.’). 

Menggunakan nama domain gratis sah –sah saja. Hanya saja, secara umum kredibilitas nama domain gratis (seperti blogspot, multiply, wordpress) sering masih diragukan. Jadi, jika Anda ingin mendapatkan kredibilitas lebih pada blog Anda, akan lebih baik bila Anda menggunakan domain dengan TLD. 

Sebetulnya, TLD ini tidak hanya sekali beli. Bisa dibilang, setelah Anda membeli namanya, Anda masih harus menyewanya setiap periode tertentu. Bisa bulanan, bisa tahunan. Jadi, pengeluaran untuk biaya sewa domain ini akan terus berlangsung selama Anda masih menggunakan domain tersebut untuk blog Anda. 

Modal untuk menyewa hosting

Hosting adalah tempat untuk menyimpan berbagai data blog Anda. Seperti halnya domain yang tersedia pilihan gratisan, Anda pun sebetulnya juga bisa memanfaatkan hosting gratisan yang banyak disediakan oleh platform blog. 

Akan tetapi, fleksibilitas untuk editing pada hosting gratisan umumnya lebih terbatas. Sedangkan pada hosting berbayar, Anda bisa lebih fleksibel untuk melakukan editing. Selain itu, ada banyak fasilitas yang tersedia yang bisa membuat blog Anda tampil layaknya profesional. 

Modal untuk membeli template

Template untuk blog pun juga tersedia yang gratisan. Hanya saja, tampilan template gratisan biasanya terlihat standar dan yang jelas, sudah banyak digunakan. Jadi, jika Anda ingin agar blog tampil layaknya profesional dan kelas premium, maka pilihan terbaik adalah dengan membeli template. Tapi, tentu saja ada harga yang harus Anda tebus untuk bisa menikmati template cantik sesuai dengan keinginan Anda.

Modal untuk membeli tulisan

Kalau Anda merasa mampu untuk menghasilkan tulisan sendiri, maka modal yang satu ini rasanya tidak perlu. Akan tetapi, jika Anda tidak cukup mampu dalam hal tulis- menulis, entah karena memang tidak punya keahlian menulis atau tidak punya cukup waktu untuk menulis, maka pilihan untuk Anda adalah dengan membeli tulisan. Untuk membeli tulisan inilah, Anda butuh modal dana.

Modal untuk promosi

Promosi yang dilakukan secara pribadi alias tak berbayar memang bisa mendatangkan pengunjung. Akan tetapi, bila dipadukan dengan promosi berbayar, hasilnya bisa luar biasa. Jika Anda ingin blog besar dengan segera, maka Anda harus mengeluarkan dana untuk melakukan promosi ini. 

Rincian modal di atas sebetulnya optional. Jadi, bisa dipilih bisa juga tidak. Membeli domain, template, tulisan, sewa hosting, atau pun promosi bisa dilakukan tanpa biaya. Tapi ya dengan catatan, apa yang Anda dapat mungkin tidak semaksimal seperti bila Anda mengeluarkan dana untuk itu. 

Sekalipun, mungkin saja Anda tetap bisa mendapatkan kualitas yang tinggi meski tanpa modal, jika Anda toh memang memiliki kemampuan yang mumpuni. Semisal dalam hal menulis, promosi, atau membuat template menarik. 

Selain modal dana untuk rincian di atas, jika Anda ingin membangun blog besar dengan cepat, Anda mungkin juga akan membutuhkan team work. Ini artinya, modal dana yang Anda butuhkan akan jadi lebih banyak. Anda membutuhkan kantor, lengkap dengan perlengkapan tempur untuk blogging, juga harus siap untuk membayar karyawan. 

Hmm, tapi jika sudah sampai pada taraf ini, Anda tentunya sudah bersiap untuk menelurkan sebuah blog hebat ya? Sebab, umumnya blog –blog yang digarap begitu serius dengan modal besar begini sudah berbentuk perusahaan terdaftar, baik berupa cv atau pun pt. 

Dan tentunya, para karyawan yang tergabung di dalamnya adalah orang –orang pilihan dengan keahlian tertentu yang mampu mendukung tumbuh kembang blog secepat kilat. Bukan begitu? Sekarang, bagaimana dengan Anda? Seberapa besar dana yang Anda butuhkan, semua tergantung pada Anda sendiri. 

Jadi, apakah Anda sudah paham cara menentukan modal dana untuk memulai blog? Langkah selanjutnya, ada di kaki Anda. Semoga Anda sukses ya!

Bantu kami dengan klik "LIKE"