Kamis, 14 Desember 2017

Fakta dan Opini dalam Iklan

Fakta dan Opini dalam Iklan

Pernahkah Anda menonton televisi? Apakah yang paling sering muncul di sela –sela siaran televisi yang dilakukan? Ya! Tepat sekali. Di sela –sela siaran televisi, seringkali muncul iklan. Iklan yang ditayangkan ini biasanya untuk mempromosikan sesuatu. 

Keberadaan iklan dalam dunia perindustrian dan perdagangan memang merupakan hal yang penting. Iklan mendorong kinerja industri dan perdagangan agar bisa berjalan lebih lancar. Di dalam iklan, ada komponen penting yang seringkali menghiasi iklan itu sendiri, yakni adanya fakta dan opini dalam iklan.

Fakta dan opini dalam iklan ini menjadi hal yang seringkali dianggap rancu. Di mana kerancuannya? Agar lebih jelas mengenai seluk beluk fakta dan opini dalam iklan, kali ini kita akan membahas lebih lanjut.

Perbedaan Fakta dan Opini Iklan

Anda tahu apa beda fakta dan opini? Kedua hal ini pada dasarnya adalah hal yang berbeda, sekaligus bertentangan. Fakta adalah sesuatu yang berdasarkan kenyataan, sementara opini berdasarkan apa yang ada di dalam pikiran kita. 

Di dalam sebuah iklan, fakta biasanya disajikan agar para pendengar atau pembaca mengetahui jenis atau keadaan dan kondisi dari barang yang ditawarkan. Adapun opini di dalam iklan disajikan agar ada lebih banyak orang yang tertarik dengan iklan yang disajikan tersebut.

1. Fakta
Pengertian fakta adalah sesuatu yang dalam kenyataan benar-benar ada serta benar terjadi. Contoh fakta dalam iklan misalnya di dalam sebuah iklan multivitamin. 

Dalam iklan tersebut menyatakan bahwa di dalamnya terkandung madu dan diproduksi berdasarkan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Hal ini adalah sebuah fakta karena pada kenyataannya memang hal tersebut benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan kebenarannya.

2. Opini
Pengertian opini adalah sebuah pendapat atau hasil pemikiran seseorang yang mana pemikiran tersebut belum tentu sama dengan pemikiran orang lain, dan bisa jadi terdapat perbedaan opini ataupun pendapat. 

Contoh opini dalam iklan misalnya ketika sebuah iklan kebaya mengatakan bahwa gaun yang diproduksinya cantik dan nyaman dipakai. Akan tetapi, hal ini adalah opini karena belum tentu gaun tersebut dianggap cantik oleh orang lain, dan belum tentu juga terasa nyaman dipakai oleh orang –orang yang lain. 

Jadi, dalam hal ini bisa dikatakan bahwa apabila suatu pernyataan dapat menimbulkan pendapat yang berbeda, maka pernyataan itu dapat dikatakan sebagai opini.


Contoh fakta dan opini dalam iklan

Agar lebih jelas, mari kita lihat pada contoh fakta dan opini dalam iklan Hand and Body Lotion berikut ini.

Fakta:
Mengandung ekstrak lidah buaya, UV Lightening, SPF 30, mousturizer, Vitamin E, Vitamin B3.

Kalimat di atas termasuk dalam dalam fakta. Alasannya, hand and body lotion tersebut memang benar mengandung ekstrak lidah buaya, dan beberapa bahan yang disebutkan tadi. Bahan –bahan ini benar dapat membuat kulit menjadi lebih sehat.

Opini:
Membuat Anda tampil lebih percaya diri, terasa nyaman, segar dan kulit lebih cerah seperti mutiara.

Kalimat di atas adalah sebuah bentuk opini. Alasannya, rasa kepercayaan diri dan rasa  nyaman serta segar setiap orang pada dasarnya berbeda. Selain itu, kalimat yang menyebut cerah seperti mutiara juga merupakan sebuah opini semata. Sebab, hal ini hanyalah sebuah pendapat dari orang mengemukakan opini tersebut. Karenanya, bisa saja pernyataan nya  menimbulkan pendapat yang berbeda.

Nah, demikianlah penjelasan kita mengenai fakta dan opini dalam iklan. Semoga penjelasan mengenai fakta dan opini dalam iklan ini bisa bermanfaat dan cukup jelas dipelajari. 

Bantu kami dengan klik "LIKE"