Apa yang Dimaksud dengan NFD (Non-Deliverable Forward)

Pengertian NFD dalam Ekonomi Internasional

NFD atau Non Deliverable Forward adalah istilah ekonomi yang sering digunakan untuk menyebut instrumen derivative yang berupa kontrak perdagangan mata uang berjangka. 

Dengan kata lain, NFD ini secara sederhana juga dapat dikatakan seperti kontrak forward, yang artinya kontrak membeli atau menjual valas dalam jang waktu tertentu dengan menggunakan kurs yang telah ditentukan di awal.

Manfaat NFD ini adalah sebagai upaya lindung nilai atau hedging. Meski demikian, Non Deliverable Forward ini justru sering dimanfaatkan untuk berspekulasi guna mencari untung secara cepat.

Konsep forward dan non-deliverable forward ini memiliki perbedaan. Dalam forward, kedua belah pihak harus menyerahkan uang masing-masing pada kurs yang telah disepakati oleh kedua belah pihak tersebut. 

Sementara itu, dalam NFD, kedua belah pihak hanya menyerahkan selisih kurs hasil tebakan, namun bukan dalam rupiah, melainkan dalam bentuk dollar AS.

NFD ini rata-rata dilakukan dalam jangka satu bulan sampai satu tahun. Para investor umumnya menggunakan NFD untuk lindung nilai mata uang negara berkembang karena mata uang itu tidak dapat digunakan untuk trasaksi secara bebas di luar negeri.




Baca juga: Pendekatan Perilaku Konsumsi

Contoh penerapan NFD

Sebagai contoh penerapan non-veliberable forward ini, misalkan terdapat seorang investor asing yang memperdagangkan NFD Rupiah di pasar Singapura. 

Kemudian, seorang investor lain membeli kontrak forward senilai US$ 2 juta pada kurs Rp 13.300 per US$.

Ketika jatuh tempo dalam dua bulan berikutnya, kurs pasar (spot) sebesar Rp 13.500 per US$. Hal ini berarti investor akan untung sebanyak =

Rp 13.500 – Rp 13.300 x 2 juta = Rp 400 juta.

Namun, keutungan yang diterima investor tersebut tidak dalam bentuk rupiah, melainkan investor menerima keuntungan itu dalam bentuk US $. Jadi, dengan kurs saat itu (Rp 13.500) investor akan menerima 400 juta / 13.500 = US $ 29.629.