Senin, 01 Mei 2017

Pengertian Bagian Bagian Telinga dan Fungsinya

Siapa yang tidak tahu apa itu telinga? Kali ini kita akan membahas pengertian telinga, bagian bagian telinga dan fungsi bagian telinga tersebut. Tentu kalian sudah tahu kalau telinga adalah salah satu bagian tubuh manusia yang amat penting bukan? Tanpa telinga, hidup kita pasti akan terasa sangat amat tidak mengenakkan karena dunia yang jadi begitu sepi. Karena begitu penting, tak heran materi telinga jadi salah satu pembahasan penting di mata pelajaran biologi. Yuk, langsung kita bahas saja.

Pengertian Bagian Bagian Telinga dan Fungsinya

PENGERTIAN TELINGA

Pengertian telinga adalah salah satu organ tubuh manusia yang fungsinya sebagai indra pendengaran sekaligus sebagai organ yang menjaga keseimbangan. Telinga adalah organ yang berperan penting dalam menjaga fungsi pendengaran kita sehingga mampu menangkap suara atau bunyi. 

Kemampuan telinga ini dapat terjadi karena telinga mempunyai reseptor khusus yang fungsinya untuk mengenali getaran suara. Namun, meski mampu menangkap suaru, telinga mempunyai batasan frekuensi suara yang dapat didengar. Batasan frekuensi suara yang dapat didengar yaitu berada di antara 20 Hz – 20.000 Hz.


FUNGSI TELINGA

Fungsi telinga ada beberapa. Fungsi tersebut yakni telinga sebagai Pengatur Keseimbangan. Di dalam telinga, terdapat struktur khusus yang berfungsi untuk mengatur dan menjaga keseimbangan tubuh. Organ tersebut berhubungan dengan saraf otak ke-VIII, yang secara khusus berfungsi dalam menjaga keseimbangan sekaligus untuk mendengar.

Telinga dapat berfungsi sebagai indera pendengaran jika terdapat gelombang suara yang masuk ke telinga luar atau daun telinga. Gelombang suara itu lalu akan diterima oleh otak melalui proses tertentu.


BAGIAN – BAGIAN TELINGA DAN FUNGSINYA

Telinga secara umum dapat dibagi menjadi 3 bagian besar, yakni Telinga Luar, Telinga Tengah, dan Telinga dalam. Masing – masing bagian telinga tersebut memiliki fungsinya nasing-masing secara spesifik.

Tugas atau fungsi bagian – bagian telinga tersebut sebagai berikut:

Telinga Luar
Telinga bagian luar terdiri dari daun telinga (aurikula), saluran telingan luar (analis auditoris eksternal), dan gendang telinga (Membran Timpani). Gendang telinga merupakan baguan yang membatasinya dengan telinga dalam.

Daun Telinga terbentuk dari susunan tulang rawan yang memiliki bentuk khas. Bentuk daub telinga yang khas ini dapat mendukung fungsinya, yaitu untuk memusatkan gelombang suara yang masuk ke dalam saluran telinga.

Saluran Telinga Luar, adalah bagian yang di dalamnya terdapat kelenjar sudorifera, yang merupakan kelenjar yang dapat menghasilkan serumen (bahan mirip lilin yang dapat mengeras). Serumen bertugas untuk menjaga kebersihan telinga. Dengan serumen ini kotoran dari luar akan sulit masuk ke dalam telinga. Selain itu, serumen juga dapat menghindarkan masuknya serangga karena baunya yang tidak sedap.

Membran Timpani adalah bagian telinga yang fungsinya adalah untuk menangkap gelombang suara.

Simak juga: Sistem Transportasi Darah Manusia

Telinga Tengah
Telinga tengah adalah bagian telinga berupa rongga yang berisi udara. Bagian ini bertugas untuk menjaga tekanan udara agar tetap seimbang. Dinding bagian ini dilapisi sel epitel, yang berfungsi untuk meneruskan suara yang diterima dari bagian Telinga Luar dan disalurkan menuju ke Telinga Bagian Dalam.

Pada telinga bagian tengah terdapat pula Tuba Eustachius. Tuba ini adalah bagian yang menghubungkan telinga dengan rongga mulut (faring). Tuba Eustachius memiliko fungsi utama untuk menyeimbangkan tekanan udara yang terdapat antara telinga bagian luar dengan telinga bagian tengah.

Telinga bagian tengah secara umum terdiri dari 3 tulang pendengaran utama meliputi: Maleus (Martil), Incus :Landasan), dan Stapes (sanggurdi). Ketiga tulang pendengaran ini saling berhubungan satu sama lain melalui sendi. Karena adanya sendi inilah, maka tulang – tulang tersebut dapat bergerak. 

Ketuga tulang ininjuga terangkai dengan sedemikian rupa sehingga dapat mendukung berfungsinya yakni untuk mengirimkan getaran yang diterima dari membran timpani pada telinga luar, dan disalurkan menuju ke Jendela Oval Telinga Dalam.

Tuba Eustachius ini selalu menutup kecuali ketika kita sedang menelan dan menganga. Oleh karena itu, jika kita berada pada ketinggian tertentu, dan kemudian telinga berdengung, maka untuk mengatasinya kita dianjurkan untuk menelan. Sebab, dengan menelan, cara ini dapat membuka tuba eustachius sehingga dapat menyeimbangkan kembali tekanan udara di dalam telinga.

Telinga Dalam
Telinga Dalam terdiri dari bagian tulang dan bagian membran. Telinga dalam ini juga disebut sebagai labirin karena bentuknya yang memang mirip dengan labirin.

Bagian labirin tulang (Labirin Osea) adalah bagiab berupa rongga yang terbentuk pada tonjolan tulang pelipis. Di dalamnya berisi cairan perilimfe. Labirin Membran terletak di bagian yang sama dengan bagian labirin tulang. Hanya saja, tempatnya lebih dalam serta terdapar lapisan berupa sel epitel dan berisi cairan endolimfe.

Labirin Tulang telinga dalam dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :

  • Koklea (Fungsinya cenderung untuk pendengaran)
  • Vestibuli (Fungsinya cenderung untuk menjaga keseimbangan)
  • Kanalis Semisirkularis (Fungsinya cenderung untuk menjaga keseimbangan)  

Simak juga: Macam Sel Syaraf pada Manusia (Sel Syaraf Sensorik - Motorik - Konektor)

1. Koklea (Rumah Siput)
Koklea berbentuk seperti tabung yang bengkok ke belakang, lalu mengulir mengelilingi tulang sehingga bentuknya seperti kerucut di bagian ujungnya. Koklea memiliki fungsi sebagai reseptor, karena terdapat sel – sel saraf di dalamnya. 

Di dalam Tabung Koklea, terdapat bagian yang dibentuk oleh tulang dan membran koklea. Bagian ini disebut juga dengan Membran Basilaris. Membran Basilaris ini fungsinya untuk memisahkan koklea menjadi 2 bagian, yaitu bagian atas yang disebut Skala Vestibuli, dan bagian bawah yang disebut sebagau skala timpani. 

Di antara skala vestibuli dan skala timpani terdapat pula bagian yang disebut skala media. Bagian atas Skala media ini dibatasi oleh membran vestibularis (reissner) dan dengan bagian bawahnya dibatasi oleh membran basilaris.

Di dalam skala vestibuli dan Skala Timpani ini terdapat cairan yang disebut cairan perilimfe. Cairan ini berasal dari cairan serebrospinal yang masuk melalui saluran kecil, yang kemudian bermuara di bagian vestibuli. Sedangkan di dalam skala media, terdapat cairan yang disebut dengan sebagai endolimfe. Cairan ini sendiri hingga kini masih belum diketahui darimana asalnya.

Di bagian atas membran basilaris, dapqt ditemukan suatu struktur khusus yang dikenal dengan sebutan organ korti. Organ Korti berfungsi untuk mengubah getaran suara menjadi impuls. Organ Korti ininjuga merupakan struktur yang tersusun oleh sel-sel rambut dan sel penyokong. Sel rambut yang terdapat pada organ korti dihubungkan dengan bagian auditori (pendengaran) dari saraf otak VIII.

2. Vestibuli
Vestibuli merupakan bagian yang terdiri dari sakula dan utrikula. Sakula dan Utrikula disusun oleh sel rambut yang di dalamnya terdapat struktur khusus. Sel rambut ini juga disebut sebagai macula acustika. Sel rambut pada sakula tersusun secara vertikal. Sedangkan pada utrikula tersusun secara horizontal.

Pada sel rambut macula austica, dapat ditemukan partikel serbuk protein kalsium karbonat (CaCO3) yang disebut otolith, tersebar si dalamnya. Cara kerja vestibuli secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut:

Saat berubahnya posisi kepala, maka bagian otolith yang sensitif terhadap gravitasi akan terlepas dari sel rambut pada macula asutica. Hal ini kemudian merangsang timbulnya “respon pendengaran” yang akan direspon oleh otot untuk menjaga keseimbangan.

3. Kanalis Semisirkularis (Saluran Setengah Lingkaran)
Kanalis Semisirkularis merupakan saluran setengah lingkarang yang di dalamnya terdiri dari 3 saluran semisirkularis, dan tersusun dalam satu kesatuan dengan posisi yang berbeda. 

Ketiga saluran tersebut adalah :

  • Kanalis Semisirkularis Horizontal
  • Kanalis Semisirkularis Vertikal Superior (Vertikal Atas)
  • Kanalis Semirikularis Vertikal Posterior (Vertikal Belakang)



PROSES TERJADINYA PENDENGARAN

Gelombang Suara masuk melalui telinga luar, lalu, Masuk ke membran timpani, lalu, Membran Timpani mengubah gelombang suara menjadi getaran, lalu, Getaran Diteruskan ke Koklea (Rumah Siput), lalu, Getaran membuat cairan di rumah siput bergerak, lalu, Pergerakan cairan merangsang berbagai reseptor rambut di koklea (rumah siput), lalu, Sel rambut akan bergetar, lalu, Getaran akan dikirim melalui saraf sensoris menuju otak dalam bentuk impuls, lalu, Otak menerima impuls serta menerjemahkannya sebagai suara.

Nah, jadi seperti itulah pengertian telinga, bagian-bagian telinga serta fungsinya. Semoga bermanfaat ya.