Pengertian dan Jenis Imbal Dagang atau Barter dalam Perdagangan Internasional




Perdagangan internasional terjadi ketika ada kesepakatan antara eksportir dan importir untuk mengirimkan barang ke luar negeri. Salah satu bentuk perdagangan internasional yang bisa terjadi adalah barter atau imbal dagang.

Pengertian barter atau imbal dagang


Barter atau imbal dagang dalam hubungan perdagangan luar negeri merupakan bentuk pengiriman barang – barang ke luar negeri untuk bisa ditukarkan langsung dengan baran – barang yang dibutuhkan di dalam negeri.

Pengertian barter dalam perdagangan internasional ini memang pada intinya seperti pengertian barter secara tradisional. Dimana satu barang ditukar dengan barang lain yang senilai. Hanya bedanya, barter atau imbal dagang dalam pengertian pada kegiatan ekspor impor, dilakukan lintas negara.

Dalam imbal dagang ini, eksportir juga tidak menerima pembayaran dalam bentuk devisa, melainkan hanya berupa barang yang nantinya bisa dijual lagi di dalam negeri. 

Jenis – jenis barter


Jenis – jenis barter dalam perdagangan internasional ada beberapa, yakni sebagai berikut :


1. Direct barter
Direct barter merupakan sistem pertukaran barang dengan barang dengan menggunakan alat yang disebut sebagai ’denominator of value’. Denominator of value ini merupakan suatu mata uang aasing seperti US Dollar yang penyelesaiannya melalui clearing pada neraca perdagangan antara kedua negara yang bersangkutan.

Umumnya, sistem direct barter ini banyak dikembangkan untuk menampung kegiatan perdagangan internasional yang terjadi antara negara – negara sosialis dengan negara – negara kapitalis.

Baca juga: Teori Perdagangan Internasional

2. Counter Purchase (imbal beli)
Counter purchase merupakan sistem perdagangan timbal balik yang terjadi antar negara yang saling membutuhkan. Sebagai contoh, suatu negara yang menjual produknya kepada negara lain diharuskan untuk membeli pula produk negara tersebut atau mengaitkan ekspornya dengan kegiatan impor.

Sistem counter purchase ini juga dikenal sebagai sistem counter purchase frame agreement. Sistem satu ini biasa dilakukan dengan tujuan untuk menjaga neraca keseimbangan perdagangan suatu negara.

3. Switch barter
Switch barter umumnya terjadi apabila salah satu pihak tidak mungkin memanfaatkan secara langsung barang yang diterimanya dari pertukaran yang dilakukan. Karenanya, negara pengimpor dapat mengalihkan atau switching barang tersebut ke negara ketiga yang membutuhkannya.

4. Buy – back barter
Buy – back barter merupakan sistem barter beli kembali yang umumnya dilakukan karena penerapan alih teknologi dari negara maju ke negara berkembang. Sistem buy – back barter ini dilakukan dengan cara dimana negara maju membantu menciptakan kapasitas produksi di negara berkembang, dan nantinya hasil produksinya tersebut akan dibeli kembali oleh negara pengalih teknologi tersebut.


Diberdayakan oleh Blogger.