Rabu, 28 Juni 2017

Pengertian, Faktor dan Jenis Pelapukan

Porosilmu.com tidak pernah berhenti memberikan informasi untuk menambah wawasan. Nah, sekarang blog ini akan membahas mengenai pengertian pelapukan, faktor dan jenis pelapukan. Untuk lebih jelasnya kita simak materi berikut ini.

Pengertian Pelapukan

Pelapukan merupakan proses hancurnya massa batuan secara biologis, fisika, dan kimiawi. Proses tersebut membutuhkan waktu yang lama karena dipengaruhi oleh cuaca. Proses pelapukan menjadikan batu hancur menjadi tanah. Apabila tanah yang hancur tidak berbaur dengan mineral lainnya akan menjadi tanah mineral.

Pengertian, Faktor dan Jenis Pelapukan

Faktor Pelapukan
Pelapukan terjadi bukan tanpa sebab, proses tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yang menyebabkan pelapukan batuan. Antara lain :

a. Faktor struktur batuan
Hal tersebut tergantung dari sifat fisik dan kimia dari batuan tersebut yang menyebabkan perbedaan daya tahan batuan tersebut dari proses pelapukan. 

Sifat fisik terdiri dari warna batuan dan sifat kimia terdiri dari unsur kimia yang dikandung oleh batuan tersebut. Batu lempeng ( batu sedimen ) merupakan batuan yang mudah mengalami pelapukan sedangkan batuan beku sangat susah mengalami pelapukan.

b. Faktor cuaca dan iklim
Cuaca dan iklim menjadi faktor terkuat dalam proses pelapukan yaitu disebabkan oleh suhu udara, paparan sinar matahari, curah hujan, terpaan angin, dll. Batuan akan mudah mengalami pelapukan jika daerah sekitar memiliki iklim lembab dan panas dengan kata lain jika batu terus terpapa pergantian iklim disiang hari yang panas dan kemudian dimalam hari sangat dingin bisa mempercepat pelapukan.

c. Faktor Vegetasi
Vegetasi atau tumbuhan bisa menjadi faktor pelapukan karena jika batuan tersebut diselimuti dari akar tumbuhan bisa menerobos celah dari batuan tersbeut sehingga membuat kekuatan batu melemah dan bisa mudah mengalami pelapukan bahkan bukan hanya akarnya saja tetapi daun yang gugur juga bisa mempercepat pelapukan karena dedaunan tersebut mengandung humus dan zat asam arang.

d. Faktor topografi
Topografi muka bumi juga berpengaruh dalam proses pelapukan. Di daerah lereng yang curam membuat batuan mudah lapuk karena bersifat lembab, sedangkan didaerah landai lebih tahan dalam proses pelapukan karena akan tercampur dengan berbagai endapan yang memperlambat pelapukan.

Jenis pelapukan

Pelapukan dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan prosesnya yakni sebagai berikut :

a. Pelapukan mekanik  atau yang lebih dikenal dengan pelapukan fisik merupakan hancurnya material batu dalam bentuk kecil tanpa mengubah struktur kimiawi yang terkandung dari batuan tersebut.

Berikut faktor yang menyebabkan pelapukan mekanis

1. Perbedaan temperatur 
Perbedaan tersebut membuat proses pemuaian jika panas dan akan mengalami pengerutan jika dingin. Jika hal tersebut berlangsung secara terus menerus batuan akan mudah hancur.

2. Erosi didaerah pegunungan
Jika air yang membeku dan masuk kesela-sela batu maka akan membuat batu terkikis dengan sendirinya. Maka struktur batu akan rusak dan akan mengalami pelapukan.

3. Adanya kegiatan makhluk hidup
Akar tumbuhan bisa merusak struktur batuan dan hewan yang sering membawa keluar butir batuan dari dalam tanah. Manusia juga berperan dalam proses pelapukan mekanis dengan berbagai aktivitasnya sehari-hari.

4. Perubahan air garam menjadi kristal
Jika air tanah yang banyak mengandung garam maka disiang hari akan menguap dan mengkristal. Kristal yang dihasilkan berbentuk kecil dan tajam sehingga bisa merusak struktur dari batuan.

b. Pelapukan kimiawi juga dikenal sebagai dekomposisi merupakan hancurnya batu yang disertai dengan perubahan struktur kimiawi batuan yang lapuk tersebut. pelapukan tersebut terjadi karena air dan suhu yang tinggi. 

Proses pelapukan kimiawai terdiri dari empat tahap, yaitu : 
  1. Hidrasi, proses batuan yang hanya mengikat batuan dia atas permukaan.
  2. Hidrolisa, selanjutnya merupakan penguraian air dengan unsur-unsur yang menjadi ion pasif dan negatif. Jenis proses pelapukan terkait dengan pembentukan tanah liat.
  3. Oksidasi, merupakan proses pengkaratan besi. Batuan yang mengalami oksidasi umumnya berwarna kecoklatan karena besi mengandung zat yang membuat batu mengkarat dengan memakan waktu yang lama.
  4. Karbonasi, adalah pelapukan batu karena karbondioksida. CO2 bisa menghancurkan struktur batu melalui tetesan air hujan  khususnya batu kapur yang sangat mudah mengalami pelapukan karena CO2. Hal tersebut terjadi karena CO2 bisa merusak susunan batu kapur sehingga menimbulkan gejala karst.


Berikut adalah beberapa gejala alam yang terbentuk didaerah kartifikasi .

Gua dan sungai bawah 
Gua dalam tanah berawal dari terbentuknya diaklas yang merupakan retakan atau celah dari batu kapur sehingga ukurannya semakin membesar dan terbentuklah gua dengan beberapa tempat sebagai aliran air sungai.

Dolina
Merupakan lubang berbentuk menyerupai corong yang terbentuk karena erosi dan reruntuhan. Dolina dapat dijumpai di daerah pegunungan kapur yaitu pegunungan seribu.

Stalaktit
Kerucut dari kapur yang menggantung pada atap gua kapur. Staklatit terbentuk dari tetesan air kapur diatap gua, dan kemudia berbentuk meruncing tajam dengan lubang untuk tempat menetesnya air. Contohnya staklamit yang terdapat di kompleks gua buniyani dan ciguha sukabumi Jawa barat, gua jatjajar dikebumen jawa tengah, gua di daerah Maros Sulawesi Selatan dan gua tabuhan dan gua gong di pacitan jawa timur.

c. Pelapukan organik atau yang disebut pelapukan biologis merupakan pelapukan yang disebabkan oleh makhluk hidup (manusia, hewan, dan tumbuhan) yang dapat bersifat kimiawi dan mekanis.  Contohnya cendawan dan lumut yang merusak permukaan batu.