Minggu, 15 Januari 2017

Tujuan Pameran Seni Rupa, Manfaat, dan Fungsinya

Suatu karya seni memang akan lebih baik bila bisa dinikmati banyak orang. Begitu pun para seniman yang memiliki karya, tentunya akan sangat senang bila hasil karyanya bisa mendapat apresiasi dari banyak orang. Apalagi, bila ia mendapatkan banyak apresiasi yang posititf terhadap karyanya.

Untuk bisa mendapatkan apresiasi inilah, maka suatu karya seni perlu dipajang atau dipamerkan. Untuk memamerkannya, para seniman bisa mengadakan pameran. Lantas, apa pengertian pameran, tujuan, manfaat dan juga fungsinya? Kali ini kita akan membahas mengenai tujuan pameran khususnya untuk pameran seni rupa, beserta dengan manfaat dan fungsinya.


Pengertian pameran

Pameran adalah kegiatan yang dilakukan untuk menyajikan karya seni rupa guna dikomunikasikan sehingga mendapat diapresiasi oleh masyarakat luas. Pameran dilakukan untuk menyampaikan ide atau gagasan perupa kepada public, melalui media karya seni yang dibuatnya.

Melalui kegiatan pemaran inilah, maka para diharapkan dapat terjadi komunikasi antara perupa yang diwakili oleh karya seninya dengan para apresiator. Pameran dapat diselenggaran di berbagai tempat, seperti di galeri, mall, museum, jalanan, termasuk di sekolah.

Umumnya, penyelenggaraan pameran di sekolah digunakan untuk menyajikan materi pameran berupa hasil studi para siswa, yang berasal dari kegiatan pembelajaran kurikuler maupun kegiatan ekstrakurikuler. Pameran di sekolah juga dapat dilakukan untuk menyajikan karya para perupa dan seniman profesional untuk diapresiasi oleh warga sekolah.

Tujuan Pameran Seni

Dalam bidang kesenirupaan, kegiatan pameran adalah hal yang amat penting. Bagi siswa, mengunjungi pameran juga merupakan hal penting untuk dapat menambah ilmu pengetahuan serta untuk meningkatkan apresiasi dan mempertajam imaginasi juga intuisinya.

Melalui pameran, para siswa dapat memperkenalkan karya-karya yang dibuatnya kepada masyarakat yang lebih luas, baik pada masyarakat di lingkungan sekolah ataupun masyarakat umum.

Umumnya, sekolah mengadakan kegiatan pameran seni pada akhir semester atau akhir tahun ajaran maupun ketika tengah memperingati hari-hari besar tertentu. Tujuan penyelenggaraan pameran di sekolah sendiri dapat berbagai macam, seperti untuk tujuan sosial, tujuan kemanusiaan, tujuan komersial, dan tujuan yang terkait pendidikan.

Jika tujuan pameran adalah untuk tujuan sosial, baik dalam skala besar maupun skala terbatas di sekolah, maka karya seni tersebut secara khusus dipamerkan demi kepentingan sosial. Bisa untuk penggalangan dana, atau sebagai bentuk apresiasi terhadap peristiwa sosial tertentu.

Jika tujuan pameran adalah tujuan komersial, maka kegiatan ini bertujuan untuk dapat menghasilkan profit atau keuntungan, terutama keuntungan bagi seniman dan pihak penyelenggara pameran. Sebuah kegiatan pameran yang diselenggarakan dengan tujuan komersial juga mengharap agar karya yang dipamerkan dapat terjual dan mendatangkan keuntungan bagi pemilik karya maupun untuk pihak penyelenggara pameran.

Tujuan kemanusiaan dalam kegiatan pameran dilakukan demi kepentingan pelestarian, pembinaan nilai-nilai, serta untuk pengembangan hasil karya seni budaya yang dimiliki oleh masyarakat. 

Sedangkan bila pameran bertujuan sosial kemanusiaan, maka dana dari hasil penjualan karyatersebut umumnya digunakan untuk kegiatan sosial kemanusiaan. Misalnya untuk disumbangkan ke korban bencana alam, ke panti asuhan, atau untuk masyarakat tertentu yang tidak mampu.

Jika dilihat dari konteks pembelajaran atau pendidikan seni rupa di sekolah, tujuan utama pameran adalah untuk mendapatkan apresiasi dan tanggapan dari pengunjung, demi meningkatkan kualitas berkarya para siswa selanjutnya dan untuk peningkatan wawasan kesenirupaan.

Manfaat Pameran Seni Rupa

Untuk melakukan pameran seni rupa, biasanya hasil karya yang hendak digunakan dikumpulkan dengan cara seleksi. Karya seni rupa yang dapat dikumpulkan secara umum terdiri dari karya dua dimensi dan karya tiga dimensi. Di sekolah, pengumpulan karya seni rupa juga menjadi sarana untuk pengumpulan nilai pada mata pelajaran Seni Budaya dan Kerajinan.

Dengan melakukan pameran di sekolah, maka akan ada banyak manfaat yang didapat, baik bagi sekolah, guru maupun bagi siswa. Manfaat pameran di sekolah bagi siswa, secara khsuus ditegaskan oleh Rasjoyo (Cahyono, 1994), yang meliputi :
  1. Menumbuhkan dan menambah kemampuan siswa dalam memberikan apresiasi terhadap hasil karya orang lain.
  2. Menambah wawasan serta kemampuan siswa dalam memberi evaluasi karya secara objektif.
  3. Melatih kerja kelompok, atau untuk dapat bekerjasama dengan orang lain.
  4. Meningkatkan pengalaman sosial.
  5. Melatih siswa untuk dapat bertanggungjawab dan bersikap mandiri.
  6. Melatih siswa agar dapat membuat suatu perencanaan kerja dalam melaksanakan apa yang telah direncanakan,
  7. Membangkitkan motivasi siswa dalam berkarya seni.
  8. Sebagai sarana untuk penyegaran bagi para siswa dari kejenuhan belajar yang dilakukan di kelas sehari -hari, dan sebagainya.

Fungsi Pameran

Umumnya, pameran seni rupa yang diselenggarakan di sekolah, bersifat pameran heterogen. Maksud dari pameran heterogen ini adalah pada pameran tersebut menampilkan jenis karya seni rupa yang jenisnya beragam.

Fungsi utama pameran seni rupa adalah untuk membangkitkan apresiasi seni para siswa. Selain itu, pameran seni rupa di sekolah juga dapat bergfungsi sebagai media komunikasi antara seniman dengan penonton atau penikmat seni.

Kegiatan pameran seni rupa menjadi sebuah wahana untuk menumbuhkembangkan apresiasi siswa tehadap seni. Menurut Cahyono (2002: 9.6), fungsi pameran dapat dibedakan ke dalam empat kategori, yang meliputi : fungsi apresiasi, fungsi edukasi, fungsi rekreasi, dan fungsi prestasi.

1# Fungsi apresiasi

Fungsi apresiasi artinya, pameran dilakukan sebagai kegiatan untuk menilai dan menghargai karya seni. Dengan kegiatan pameran, diharapkan para siswa dapat memiliki sikap menghargai terhadap karya seni. Rasa penghargaan ini umumnya akan timbul setelah pengamat (apresiator) melihat, menghayati, serta memahami karya seni yang disaksikannya.

Karenanya, melalui kegiatan ini, dapat muncul apresiasi aktif dan apresiasi pasif. Apresiasi aktif biasanya dirasakan oleh para seniman, yang seteleh menonton pameran ia akan termotivasi atau terdorong untuk mencipakan karya seninya sendiri. Sedangkan apresiasi pasif adalah yang umumnya terjadi pada orang awam, yang setelah menyaksikan pameran ia dapat menghayati, memahami, menilai dan menghargai karya seni.

2# Fungsi edukasi

Fungsi edukasi dari kegiatan pameran karya seni di sekolah adalah untuk memberikan nilai-nilai ajaran terhadap masyarakat terutama apresiator. Contohnya, nilai keindahan, nilai sejarah, nilai budaya, dan sebagainya. Selain itu, karya seni yang dipamerkan harus juga mempunyai nilai-nilai yang positif terhadap siswa serta para warga sekolah.

3# Fungsi rekreasi,

Fungsi rekreasi ini adalah bila kegiatan pameran dapat memberikan rasa senang sehingga dapat memberi nilai psikis dan spiritual yang positif, yakni hiburan. Dengan menyaksikan pameran, maka para apresiator akan merasa senang, tenang dan mendapat pencerahan.

4# Fungsi prestasi,

Fungsi prestasi ini adalah bila dengan kegiatan pameran di sekolah, maka dapat diketahui siapa para siswa yang berbakat dalam bidang seni. Hal ini dapat dilihat dari bentuk-bentuk kreasi yang disajikan oleh para siswa. Dari karya seni yang dipamerkan, para apresiator dapat memberikan penilaian apakah siswa yang menciptakan karya tersebut cukup kreatif atau kurang kreatif.

Nurhadiat (199) juga secara khusus menyebutkan adanya lima fungsi pameran seni rupa di sekolah yang meliputi :

  1. meningkatkan apresiasi seni warga sekolah khususnya bagi para siswa;
  2. membangkitkan motivasi para siswa untuk berkarya seni;
  3. penyegaran dari kejenuhan belajar siswa di kelas;
  4. motivasi berkarya visual lewat karya seni,
  5. belajar berorganisasi dalam perencanaan serta pelaksanaan kegiatan pameran.