Macam Bentuk Diskusi dan Unsur Diskusi




Mengenal Aneka Bentuk Diskusi serta Penjelasannya


Apakah kamu pernah berbincang -bincang bersama dengan sekelompok orang untuk membahas suatu masalah tertentu? Mungkin saja kamu sedang berdiskusi. Kamu tentu pernah mendengar tentang diskusi bukan?

Lantas, apa pengertian diskusi? Pengertian diskusi dapat dipahami sebagai suatu kegiatan di mana sekelompok orang duduk bersama dan membahas suatu masalah tertentu dengan cara saling bertukar pikiran antara satu orang dengan orang lainnya yang disampaikan secara lisan dengan tujuan untuk mencari kesepakatan atau kesepahaman gagasan atau pendapat.

Dalam kegiatan diskusi ini, setiap peserta diskusi diharapkan dapat berperan aktif dengan ikut serta menyumbangkan saran atau gagasannya agar dapat menjadi bahan pertimbangan bagi semua peserta yang ada.

Gagasan atau pendapat yang disampaikan dalam kegiatan diskusi ini hendaknya bersifat objektif dan menjunjung tinggi nilai kebenaran. Dengan demikian, diskusi dapat berjalan dengan lancar dan baik.


Tujuan diskusi

Tujuan diskusi secara umum adalah untuk mencapai hasil berupa kesepakatan terhadap sesuatu atau pemecahan terhadap suatu masalah. Secara umum, simpulan yang didapatkan dari diskusi ini dapat diambil melalui penalaran deduktif maupun induktif.

Simpulan ini diambil berdasarkan pada fakta, data dan opini yang tepat. Dalam membentuk simpulan ini, gagasan yang disampaikan dalam diskusi juga merupakan hal penting. Gagasan atau pendapat ini harus bersifat logis yang didukung dengan alasan serta bukti dan fakta. Dengan begitu, gagasan atau pendapat yang disampaikan dapat meyakinkan peserta diskusi lain.

Macam bentuk diskusi

Diskusi pada dasarnya dapat terbagi ke dalam beberapa macam bentuk. Macam bentuk diskusi meliputi diskusi kelompok, diskusi panel, seminar, symposium, lokakarya, kongres, konferensi dan sarasehan. Berikut penjelasannya.

1. Diskusi Kelompok
Diskusi kelompok adalah bentuk diskusi yang paling sederhana. Untuk mengadakan diskusi kelompok, hanya diperlukan adanya ketua atau moderator, notulis dan beberapa peserta yang sekaligusberperan sebagai penyaji maupun penyanggah.

Pada diskusi kelompok, penyaji tidak perlu utnuk menggunakan makalah atau kertas kerja. Pada akhir diskusi, maka moderator yang akan menyapaikan hasil diskusinya.

2. Diskusi Panel
Diskusi panek ini biasanya digunakan untuk memperluas wawasan mengenai suatu masalah yang sedang hangat diperbincangkan. Diskusi panel melibatkan beberapa pakar dari disiplin ilmu atau profesi yang berbeda untuk bertindak sebagai pembicara atau panelis.

Pada diskusi panel, moderator dapat langsung bertanya kepada panelis untuk menggali pandangan atau pendapatnya. Peserta diskusi juga diberi kesempatan untuk menanggapi, menyanggah maupun bertanya terkait pendapat para panelis.

Pada akhir diskusi panel, moderator akan menyajikan pokok -pokok pikiran hasil diskusi.

3. Seminar
Seminar adalah bentuk diskusi yang digunakan untuk mencari kesepakatan atau kesamaan langkah atau pandangan dalam menghadapi persoaln yang bersifat formal. Karenanya, para penyaji menyiapkan kertas kerja atau makalah untuk disajikan.

Para peserta diskusi dalam bentuk seminar ini diberikan kesempatan untuk menanggapi atau pun menyanggah makalah tersebut. Di akhir diskusi, moderator akan menyampaikan hasil pemikiran.

4. Symposium
Symposium adalah bentuk diskusi yang diselenggarakan untuk membahas prasaran -prasaran mengenai suatu pokok persoalan atau masalah tertentu.

5. Lokakarya
Lokakarya merupakan bentuk diskusi atau pertemuan para ahli atau pakar dengan tujuan untuk membahas suatu masalah di bidangnya.

6. Kongres
Lokakarya adalah bentuk diskusi atau pertemuan dari para wakil organsasi, baik itu politik, sosial, mau pun profesi, untuk mendiskusikan atau mengambil keputusan mengenai suatu masalah.

7. Konferensi
Konferensi adalah pertemuan guna merundingkan atau bertukar pendapat mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama.

8. Sarasehan
Sarasehan merupakan bentuk diskusi berupa pertemuan yang diselenggarakan untuk mendengarkan pendapat para ahli mengenai suatu masalah dalam bidang tertentu.

Baca juga: Contoh Pidato Bahasa Indonesia dengan Konsep Affirmatif dan Oposisi

Unsur Unsur Diskusi

Untuk mengadakan suatu diskusi, maka perlu dipersiapkan aneka unsur unsur diskusi yang ada. Unsur unsur diskusi ini meliputi : moderator, pembicara, notulis, dan peserta diskusi. Setiap unsur diskusi ini memiliki peran pentingnya masing -masing.

Berikut ini adalah tugas dan peran dari masing -masing unsur diskusi yang ada.

1. Moderator
Tugas dan peran moderator atau pemimpin diskusi meliputi :
a)      Mempersiapkan pokok permasalahan yang akan dibicarakan
b)      Membuka diskusi dan menjelaskan topik diskusi
c)      Memperkenalkan komponen diskusi, terutama pembicara jika ada unsur pembicara atau penyaji
d)     Membuat diskusi menjadi lebih dinamis dan hidup
e)      Mengatur penyampaian gagasan atau tanya jawab
f)       Menyimpulkan diskusi dan membacakan simpulan diskusi
g)      Menutup diskusi

2. Pembicara
Tugas dan peran pembicara meliputi :
a)      Menyiapkan diskusi sesuai dengan topik yang hendak dibahas
b)      Menyajikan pembahasan materi atua meyampaikan gagasan serta pandangan yang terkait dengan topik diskusi
c)      Menjawab pertanyaan secara objektif dan argumentative
d)     Menjaga agar pertanyaan tetap pada konteks pembicaraan

3. Notulis
Tugas dan peran notulis meliputi :
a)      Mencatat topik permasalahan
b)      Mencatat waktu dan tempat berlangsungnya diskusi
c)      Mencatat jumlah peserta yang hadir
d)     Mencatat segala proses yang berlangsung selama diskusi
e)      Menuliskan kesimpulan atau hasil diskusi
f)       Membuat laporan hasil diskusi
g)      Mendokumentasikan catatan tentang diskusi yang telah dilakukan

4. Peserta Diskusi
Tugas dan peran peserta diskusi meliputi :
a)      Mengikuti tata tertib dan aturan dalam diskusi
b)      Mempelajari topik atau permasalahan diskusi
c)      Mengajukan pertanyaan, pendapat atau sanggahan serta usulan
d)     Menunjukkan solidaritas dan partisipasi
e)      Bersikap santun dan tidak emosional ketika mengikuti jalannya diskusi
f)       Memusatkan perhatian pada diskusi yang sedang berlangsung
g)      Turut serta dalam menjaga kelancaran dan kenyamanan diskusi


Diberdayakan oleh Blogger.